Senin, 23 Februari 2009

Excelsior Manxman: Motor Cap Kaki Tiga




Bukan balsem aja yang cap kaki tiga (Ketahuan deh bawa balsem ke Jerman hehe.... Nyantai Bro, ga dipake ke kampus lah, bisa rusak pasaran..), silakan dilihat sendiri: Excelsior Manxman!!

Excelsior dikenal sebagai produsen motor Inggris pertama. Firma ini dikenal sebagai produsen motor 2 tak murah, tetapi di tahun 1930an berhasil mencetak produk motor sport yang legendaris di kalangan penggemar motor klassik. Model Excelsior yang paling nyeleb adalah Manxman, ya si motor cap kaki tiga ini. Hanya di Manxman lah cap kaki tiga bisa dijumpai.

Nama Manxman dan logo kaki tiga itu sebenarnya lambang Isle of Man, lambang digunakan Manxman untuk menunjukkan kesuksesan motor ini di ajang Tourist Trophy. Memang doi tidak berhasil menjuarai ajang ini, tetapi di tahun 1938, doi berhasil menyapu bersih podium ke-2 hingga posisi ke-7!

Dari awalnya Excelsior (awalnya belum bernama Excelsior) senang memproduksi motor-motor cepat. Tahun 1874, firma ini memulai kariernya dengan memproduksi sepeda jadul, bahasa Jermannya Hochrad (Itu lho, sepeda yang diameter roda depannya besar sekali, tetapi roda belakangnya kecil. Saat menaiki sepeda ini, karena posisi duduknya yang tinggi, kaki pengendara tidak bisa menjejak ke tanah). Baru di tahun 1896 mereka mulai memproduksi sepeda motor dengan merk Bayliss, Thomas & Co. Tidak lama, diproduksilah motor balap dengan menggunakan mesin dari MMC. Pembalap mereka, Sam Wright, menjadi pembalap motor pertama yang beken di Inggris! Pembalap mereka lainnya, Harry Martin, memecahkan beberapa rekord di arena balap Canning Town di London.

Firma ini sempat vakum juga lho. Baru di tahun 1910, firma ini kembali berproduksi lagi. Kali ini, mereka menyebut perusahaannya dengan nama Excelsior, nama yang tadinya digunakan sebuah perusahaan Jerman. Saat itu, Excelsior memproduksi motor bersilinder tunggal dengan kapasitas 850cc. Memasuki tahun 1920an, Excelsior di bawah pimpinan Eric Walker membangun motor sport dengan mengandalkan mesin produk JAP (Pastinya bukan singkatan judul lagu Sheila on Senewen itu Bro: Jangan Ambil Pacarku).

Produk motor yang membawa angin perubahan besar bagi Excelsior adalah Mechanical Marvel. Motor yang diproduksi tahun 1933 ini bermesin 1 silinder 250cc dan menggunakan klep radial. Mesin yang inovatif ini adalah hasil rancangan Ike Hatch dari Burrey and Blackburne yang bekerjasama dengan Eric Walker. Bedanya dengan mesin produksi Rudge yang memang mirip, mesin Marvel memiliki 2 saluran intake yang dipasok 2 karburator. Pada tahun yang sama saat Mechanical Marvel diluncurkan, motor ini langsung memecahkan rekord kecepatan rata-rata di ajang TT. Saat itu, Sid Gleave menggeber doi dengan kecepatan rata-rata 113 Km/jam!

Motor ini memang sukses, tetapi perawatan dan settingnya terlalu merepotkan. Eric Walker membutuhkan motor yang tidak hanya kencang di lintasan balap, tetapi juga harus bisa menjadi basis untuk produksi massal. Walker dan Hatch akhirnya mengembangkan si motor cap kaki tiga ini: Manxman! Manxman yang perkasa adalah sebuah kesuksesan besar bagi Excelsior. Memang doi tidak menjadi yang terbaik di ajang TT, tetapi ya seperti di awal sudah saya singgung, doi menyapu bersih posisi ke-2 hingga ke-7. Hanya sebuah motor 2 tak DKW lah yang sanggup merusak kesempurnaan prestasi Manxman.

Seberapa dahsyat sih motor klassik yang satu ini? Sebuah Manxman berkapasitas tepatnya 246cc edisi tahun 1936 sanggup menyemburkan tenaga 22 PS @ 6000 rpm! Lumayan banget kan...ingat, tahun berapa itu...... Motor satu silinder OHC berpendingin udara ini berbobot 136 Kg. Dengan 4 tingkat percepatannya, doi mau diajak ngacir hingga 129 Km/jam. Kalah tuh Honda Tiger standard! Bagaimana soal kenyamanan? Yaaaa, djaman doeloe, bisa naik motor juga dah paling ganteng sekecamatan Bro.... Motor yang mengandalkan pipa baja sebagai rangka ini hanya dibekali suspensi cangkang di depan. Sedangkan bagian belakangnya masih seperti rekan-rekannya di zaman itu, rigid! Apakah sudah menggunakan rem cakram? Tentu tidak...., depan belakang masih mengandalkan rem teromol, kayanya saat itu belum ada satupun motor, bahkan motor balap ataupun prototipe, yang menggunakan rem cakram. Kalau motor massal pertama yang menggunakan rem cakram ya si CB750, kan pernah dibahas... dan itupun di saat menjelang tahun 1970an!

Manxman sendiri diproduksi dalam 3 kapasitas mesin berbeda, yakni 250cc, 350cc dan yang paling bongsor 500cc. Excelsior tidak hanya memproduksi Manxman versi balap saja (seperti yang ada di foto), tetapi juga diterbitkan versi jalan umumnya, tentunya tetap berperforma superior.

Kalau kita lihat fotonya, Manxman versi balap ini memang benar-benar buat balap. Posisi setang yang rendah dan bebas dari lampu-lampu yang memang tidak diwajibkan di arena balap. Untuk versi jalanan yang sangat identik, Manxman dilengkapi dengan setang yang lebih tinggi hingga posisi pengendara menjadi lebih tegak. Selain itu, lampu-lampu komplet produksi Miller-Dynamag sudah dipasang ke bagian depan dan buritannya.

Excelsior menjanjikan pelanggannya: Manxman yang Anda beli adalah motor balap asli, bukan hanya replika! Di katalog iklannya dijelaskan, semua motor Manxman diselesaikan handmade dan di test oleh departemen balap dan test Excelsior...WOOOWW!! Tidak sampai disitu, bahkan bannya pun dipasang oleh mekanik balap Dunlop! Memang benar-benar motor balap......



Sumber:
Roland Brown: Motorräder, Faszination und Abenteuer.
Foto: Repro dari buku Roland Brown by HP-Klassikku

5 komentar:

  1. motor kaki tiga semuanya handmade,..? gileee benerr
    (kalo di jakarta handmade sih yg roda tiga.. hiakakaakaa)

    trus jaman segitu tongkrongan nya dah nunduk abis, mangstab..

    aje gileee,.. podium 2 ngeluh juga ente bro..?
    almost there,.. almost there..!!
    make it count next time.. :-)

    BalasHapus
  2. mantebs kan Bro... hari gini motor yang dikerjain sepenuh hati gitu cuma si Desmosedici doang kayanya..
    btw itu podium 2 bukan dalam artian saingan ama mahasiswa lain lho...kalo saingan ama mereka sih masuk 15 besar aja dah oke bgt..
    tapi minggu tipis lah dari podium 1hikshiks..gemeeezzzzzz (ni kayanya akibat bahasa jerman saya yang patah2... ujiannya oral semua sih

    BalasHapus
  3. emang nya motor yg cap Lang (kira kira sendiri deh merk apaan hehehehe)
    gak sepenug hati ya ro bikin nya? jadi ga punya soul gt...? huakakakaka?

    BalasHapus
  4. Ga papalah Bro motor ga punya soul.. ogah bener kalo motor punya soul, entar tiap ngidupin mesti pake kopi yang airnya dari 7 mata air ama kembang 7 rupa lagi, berabe tuh hihi..
    Lagian kalo semua motor handmade kaya si excelsior,ya paling sekelurahan yang punya cuma satu orang kali, pasti mahal.. dan orangnya pasti bukan saya..

    BalasHapus
  5. belajar banyak

    BalasHapus