Senin, 12 Oktober 2009

Yamaha XS-1, Pelopor 4 Tak Yamaha

Jika tidak ada motor yang satu ini, jangan harap Yamaha bisa bertahan hidup sampai sekarang dan bahkan hampir bisa dipastikan menjuarai berbagai macam kejuaraan dunia balap motor 4 tak.
Buat Bro yang ada perhatian pada motor klassik Yamaha, pasti kenal dengan Yamaha XS 650 yang populasinya di tanah air lumayan banyak. Nah XS-1 ini adalah pendahulunya. Tidak hanya itu, XS-1 adalah motor massal pertama Yamaha yang menggunakan mesin 4 tak. Jadi, buat yang naik R-1 sekalipun, jangan durhaka sama mbahnya yang satu ini. Dia memang jadul, tetapi kalau bikers pencinta motor klassik menyebutkan ciri-ciri fisik motor klassik, maka XS-1 bisa memenuhinya!

Yamaha sendiri mulai mengembangkan mesin 4 tak sejak tahun 1967. Mereka sadar, jika ingin dapat bagian besar di pasar, mereka harus punya produk 4 tak. Padahal saat itu, motor 2 tak Yamaha sudah dikenal sebagai motor-motor kencang dan bertenaga besar. Bahkan pembalap pabrikan mereka, Phil Read, di tahun 1968 adalah juara dunia GP 125 cc dan GP 250 cc bersama si garputala.

Yamaha tidak hanya ingin jaya di sirkuit, di pasar motor pun, Yamaha ingin lebih banyak bicara. Terlebih lagi mereka sudah tertinggal oleh Honda dengan CB 450 K-nya dan Kawasaki dengan motor 4 tak 624 ccnya, yakni Kawasaki W1. Yamaha yang mengincar pasar USA pun menyusun strategi. Mereka memutuskan mengambil jalan aman, yakni menjiplak pola yang digunakan motor-motor Inggris yang saat itu merajai pasar motor USA. Yamaha pun mengambil desain ala motor Inggris dan konstruksi mesin twin paralel tegak yang menjadi ciri khas motor Inggris. Langkah Yamaha yang ingin menggulingkan dominasi motor Inggris dengan motor yang serupa pada awalnya dipertanyakan para pencinta dunia roda dua. Mereka meragukan, apakah langkah Yamaha ini merupakan langkah yang cerdas. Apakah mungkin, motor Jepang dengan konsep yang sama dapat menggulingkan kedigdayaan motor-motor Inggris seperti Triumph Bonneville dan BSA Lightning?????

Keraguan ini cepat ditepis oleh hasil penjualan Yamaha XS-1 dan kedua penerusnya, yakni XS-2 dan XS 650. Perawakan mesin XS-1 yang mirip motor Inggris sebenarnya hanya mirip sekilas saja. Di dalamnya, banyak perbedaan yang ditawarkan mesin 654 cc made in Japan itu. Mesin XS-1 memiliki 2 silinder dan total 4 buah klep yang digerakkan sebuah noken as. Mesin berpendingin udara ini menghasilkan tenaga maksimum yang cukup kompetitif, yakni 53 PS@ 7000 rpm. Mesin yang disuplai 2 karburator ini dibekali gearbox dengan 5 tingkat percepatan. Karena bobotnya yang cukup berat, yakni 195 Kg, akselerasinya dinilai biasa saja. Top speednya pun mentok di 169 Km/jam. Yang menolong penjualan XS-1 adalah desainnya yang terkesan langsing dan simple. Kelemahan overweight tertutup oleh desainnya yang mengacu ke motor Inggris. Desain itu berhasil menipu banyak bikers, karena XS-1 seakan-akan lebih ringan dibandingkan Bonneville, padahal tidak! Mesin XS-1 mulai menimbulkan getaran yang dirasakan bikersnya saat memasuki 4000 rpm. Untungnya, ketika memasuki 7500 rpm, getaran itu menghilang. Dan untungnya lagi, mesin XS-1 dikenal bandel dan cukup handal.

Sisi lemah XS-1 yang sering dikritik adalah rangka dan lengan ayunnya yang dinilai kurang kaku. Ditambah lagi suspensi doi yang terlalu empuk membuat XS-1 menimbulkan gejala oleng saat digeber di kecepatan tinggi. Lebih parah lagi, stabilitas dinilai hilang saat melewati jalan yang bergelombang di kecepatan tinggi. Dalam hal ini, motor-motor Inggris diakui memiliki handling lebih baik. Namun, untuk pengendaraan normal dan santai, XS-1 dianggap tidak bermasalah.

XS-1 tertolong penjualannya akibat laporan Cycle World yang memberitakan, bahwa XS-1 memenuhi semua kriteria untuk menjadi idola baru. Cycle World pun memuji, kelemahan XS-1 hanya sedikit. Berita positif dari media, plus kehandalan mesin dan harga yang ekonomis membuat XS-1 laris manis. Desain yang "mencontek" motor Inggris dan bermain aman pun turut memuluskan jalan XS-1 dan keturunannya, yakni XS-2 dan XS 650 menjadi motor terlaris di USA pada tahun 70an (Tampaknya kembali terulang lho soal desain Yamaha yang berkiblat ke motor yang sedang laris di pasaran, si R6, R7 dan R1 kan berkiblat ke Ducati 916 yang memang desainnya paling dipuji-puji saat ketiga motor ini diluncurkan!). XS-1 memang tidak sempurna, tetapi untuk ukuran motor 4 tak perdana, dinilai sangat memuaskan....


Sumber:

Roland Brown: Motorräder, Faszination und Abenteuer

8 komentar:

  1. Wah,dari dulu yamaha memang pinter y,benar2 menerapkan prinsip atm2(amati,tiru,modifikasi dan MATIkan!)..
    wis oleh kamar,Dab?
    Request: katana 1000&1100 '81..

    BalasHapus
  2. @paijo bahasa jawane : niteni, niroake, nerusake, nemoake.. (mengamati, menirukan, meneruskan, menemukan )

    BalasHapus
  3. numpang info ya bro
    friend pingin liat motor Yamaha terbaru ga??
    sekalian ikut acara launching and dapat hadiah???
    bagi yang ada di jatim
    klik saja disini..
    http://www.yamaha-friends.com/?act=articles&aid=145ore)

    klo yang diluar jatim nie infonya...
    http://www.yamaha-friends.com/?act=articles&aid=131

    BalasHapus
  4. great Info!!
    gw baru tau klo XS1 ini bapaknya XS650 toh. secara banyak emg XS650 yg dijadiin "chopper" di Indonesia,mungkin krn faktor ekonomis & dpt kesan classicnya jg..

    bahas jg dong bro pelopor 4 tak Suzuki,soalnya yamaha & suzuki setau gw emg telat ngeluarin mtr 4 tak dibanding honda & kawasaki (cmiiw)..

    BalasHapus
  5. @PAidjo a.k.a Lekdjie: yoi, cara paling aman dalam desain ya: mirip2 yang paling laris di pasar gara2 desain...
    dah dapet kamar Bro, thx 4 asking.. akhirnya.....
    btw, soal request, maaf, line produksi kami sudah penuh hihihi..
    *YMKI mode: on

    @anonim: wakaka.. kirain bahasa jepang.. serius tuh bahasa jawa? wah harus dimasyarakatkan ini...

    @mario_devan: sip Bro..
    Yamaha emang paling touching our heart lah.. sering2 aja bikin acara hihi..

    @Angga: yoi Bro.. babenya XS 650 nih.. pengen punya juga tuh motor, cc gede, twin, n harganya "wajar".
    soal request, hihi.. maaf Bro.. line Produksi kami akan segera dihentikan (bangkrut mode : on).. maaf ya... mungkin lain waktu, keadaan sekarang lagi ga memungkinkan nih huhuhu...

    BalasHapus
  6. japs engine with brit body :D
    gabungan J-POP dan BRIT-POP dalam satu motor..
    halah....

    BalasHapus
  7. btw, mesinnya ngikutin british juga.. bodinya juga british.. tapi kaga bisa sengebut british bike jadul.

    BalasHapus
  8. agan2 semua kalo ada info ada yg mau jual yang kayak ginian tolong kabarin ane ya.... pls cal: 081 5600 7537, 021-93193913, 087775471737, trimkasih sebelumnya

    BalasHapus