Selasa, 01 Desember 2009

Adegan Motor Favorit Arie Slight (Kawasaki GPZ 900 R 1985)







Tahu dong motor apa itu yang digeber si Maverick alias Pete Mitchell alias Tom Cruise, yup its Ninja! Ini dia awal mulanya Kawasaki menggunakan nama Ninja di produk motor sport mereka, ini belum termasuk motor balap lho ya... Kemunculan Ninja pertama kali di jagad permotoran memang dimulai sejak seperempat abad lalu, yakni dengan nongolnya GPZ 900 R pada tahun 1984. Saat itu, semua petarung moge sport dibuat bergidik ngeri melihat si Ninja mengeluarkan jurus-jurusnya. Dengan top speed 240 Km/jam dan akselerasi 0-200 Km/h hanya dalam waktu kurang dari 13 detik, motor bertenaga 115 PS ini bikin semua pendekar lainnya mengakui kedahsyatan sang Ninja. Meskipun kapasitasnya "cuma" 900 cc, si Ninja generasi pertama ini menundukkan Suzuki GSX 1100 EF, Honda VF 1000 F dan Yamaha FJ 1100 dengan kemenangan telak. Kapasitas boleh kecil, anue gedeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!! Secara teknis, Ninja pertama ini banyak menawarkan highlights, misalnya garpu depan dengan sistem anti-dive, radiator dan 4 klep per silinder, enak tenaaaaaaaaaan!

Di kalangan penggemar Ninja, Ninja pertama ini bisa dibilang sebagai Ninja yang paling legendaris! Wong paling saktiiiiiiii.... Namun, lucu juga kalau ditanyakan, itu sebenarnya GPZ 900 R atau yang 750! Sebab Tom Cruise yang bodinya termasuk kecil digosipkan minta yang 750 cc, tetapi karena ukurannya sama saja dan bentuknya sama plek (hanya beda kapasitas mesin), katanya sih akhirnya tetap memakai yang 900 cc. Memang seharusnya bisa dilihat di stripingnya. Di Eropa banyak yang mengenal motor di film Top Gun sebagai GPZ 750 R , tetapi itu katanya sih dikarenakan mereka tidak mengenal versi yang 900 penampilannya di Amerika Serikat seperti ini.

Katanya lagi nih, Paramount Studios membeli 2 unit Ninja generasi pertama ini dari Kawasaki. Karena Kawasaki, minimal dealernya di California saat itu, tidak bersedia memberikan gratis (padahal product placement yahud tuh! Namun, mayoritas tahu lah, it's a Ninja!), makanya segala stiker yang menerangkan kalau itu motornya Kawasaki dicopot! Velgnya pun dicat hitam! Dan stripingnya pun katanya diubah. Namun, ada juga yang bilang, kalau striping itu hanya ada di model GPZ 750 S! Bingung kan? Bodo amat dah, yang penting feelingnya paling dapet di film ini! Bingung juga kalau saya mau mengungkapkannya dengan kata-kata, ya situ tahu lah.... sambil membuat artikel ini pun saya masih senyum-senyum sumringah dan rasanya mau tereak-tereak ga jelas... (inikah fase-fase awal gangguan kejiwaan?)


Foto:

http://www.imcdb.org/vehicle_6406-Kawasaki-GPZ-900-R.html

http://boiseriders.net/general-discussion/6615-top-gun-ninja.html

Jumat, 27 November 2009

Interview Eskil Suter (3)

Kita lanjutkan wawancaranya Om Suter... Menurut Anda, bagaimana produk para kompetitor saat ini?

Jujur saja, saya belum banyak terlalu memperhatikan produk kompetitor. Namun, saya yakin kalau Aprilia saat ini berada di level yang sama dengan kami. Mereka tentunya nanti mengembangkan motor balap yang kompetitif. Pada kompetitor home made yang lain, saya rasa ada yang kurang gitu.. Sebuah motor balap yang baik dari segi estetika juga harus kelihatan baik. Sebuah aturan lama di dunia balap menyebutkan, motor yang kelihatan dahsyat nantinya juga akan berperforma dahsyat, sebab kalau si pembalap tidak suka dengan penampilan tunggangannya dan merasa duduk di atas sebuah "gentong", motivasi yang diperlukan untuk bisa lebih cepat 0,5 detik per lap-nya bisa hilang.
Namun, saya tidak mau mengeluarkan komentar yang panas di kuping kompetitor. Tentunya para kompetitor tidak boleh dianggap enteng. Balap motor itu adalah olahraga tim, dimana dengan segenap kekuatan tim kamu bisa "menggeser gunung". Lihat saja di kelas MotoGP, ada yang pakai konstruksi mesin V dan 4 silinder sejajar, ada yang pakai rangka karbon, ada juga yang aluminium. Banyak teknik yang bisa digunakan dan pada akhirnya mereka sama-sama cepat, karena mereka tahu, bagaimana menggali potensi teknik yang mereka gunakan. Di tangan yang tepat, tentunya motor seperti BQR dan Moriwaki juga bisa cepat. Yang penting adalah, setelah balapan, bisa tidak langsung mengadakan analisis dan perbaikan yang tepat. Dalam hal ini, kami pegang kartu bagus! Kami tidak lagi mengembangkan teknologi dengan sistem trial and error, kalau ada masalah muncul, kami tahu apa yang harus dilakukan.

Anda setuju dengan pendapat yang mengkhawatirkan Aprilia dengan segala kelebihan mereka akan kembali mematikan warna-warni di kelas ini?

Di kelas 250 cc lalu memang begitu, tetapi saat ini pun mereka dihadapkan pada permasalahan serius. Tahun depan mereka tidak bisa lagi memberikan motor lama dengan harga ajiiiip bin murah meriah. Di tahun pertama mereka menawarkan material dengan harga yang sudah pasti (sudah tahu sendiri kan mahalnya...namanya juga banyak yang harus dikembangkan nyaris dari awal lagi-red). Toh nantinya pelaku balap akan melihat, kalau kami juga bisa memberikan material yang kompetitif dengan harga lebih jujur (ekonomis dan tidak "mainin" konsumen-red). Maksud saya, bukan berarti timnya Martinez tidak menjadi favorit juara dunia Moto2 tahun depan. Kemungkinan memang besar, mereka meraih gelar tahun 2010, toh Martinez tidak perlu pusing memikirkan anggaran, dia juga punya pembalap-pembalap terbaik dan punya uang untuk melakukan test, sebanyak dia mau. Namun, seperti saya bilang, balap motor itu olahraga tim. Nantinya orang juga akan lihat, tidak perlu Aprilia untuk bisa kompetitif di barisan depan. Bisa jadi produsen kecil beruntung dan mendominasi kelas Moto2, bisa saja Kalex menang! Tentunya yang semacam ini kan memberi warna di Moto2.

Pengamat lainnya banyak yang mengkhawatirkan, biaya akan membengkak dan nantinya malah niatan untuk menekan biaya malah buyar. Berapa besar sih biaya rata-rata kalau jadi klien Anda untuk penyediaan komponen-komponen kalau motor rusak karena kecelakaan?

Saya pernah hitung-hitung dan hasil perhitungan saya menyebutkan, kalau dengan 650 ribu Euro cukup untuk meraih titel juara dunia Moto2. Yang saya maksud disini adalah paket lengkap yang mencakup mesin, rangka, suspensi, bodi, komponen cadangan, ban hingga bensin. Di situ tentunya masih perlu ditambahkan biaya personal, transport, gaji mekanik dan pembalap, tetapi tentunya masih bisa dibilang ekonomis, sebab pada prinsipnya kamu cuma butuh dua orang mekanik dan seorang kepala mekanik, tidak lebih (umbrella girl gretong ya Om??). Ide adanya pemasok motor tunggal sudah tepat, sebab salah satu keran yang banyak membocorkan dompet tertutup!

Bagaimana panduan dari Suter Racing di lintasan nantinya?

Kami akan hadir dengan 3 hingga 4 orang di arena yang akan memberikan konsultasi kepada tiap-tiap tim klien. Kami tidak akan membocorkan informasi dari satu tim klien ke tim klien lainnya. Ya kami akan mengumpulkan data atas dasar kepercayaan dengan klien untuk pengembangan produk kami. Ini sudah merupakan bagian pelayanan kami. Tentunya, kalau mereka membutuhkan konsultasi tambahan, itu bisa diatur lah....

Om Suter, pertanyaan titipan dari Ki Gede Anue nih... Anda kenapa bernama Suter sih? Apakah Anda punya hubungan dengan tokoh-tokoh selebritis gaib di Indonesia, si Suter Bolong dan Suter Ngesot?



*Bro ingin tahu jawaban Om Suter? Nantikanlah. jawabannya...
dan saya ucapkan selamat menanti dalam sebuah penantian tak berujung........

Sumber: idem

Kamis, 26 November 2009

Bikers Berqurban / Bikers sebagai Korban

Jangan heran kalau ada artikel kedua dalam hari ini. Memang sejak kemarin saya lagi lumayan banyak menghabiskan waktu di warnet, maklum, paling enak nungguin buka puasa 3 hari ini kan sambil nulis artikel di blog yang nyaris bangkrut ini hihihi... Alhamdulillah sudah ketemu warnet yang murah, irit 50% euy.......

Buat Bro yang muslim, tahu dong kalau menjelang Idul Adha kita dihadapkan pada sebuah tantangan yang tentunya kita rasakan berbeda-beda (rejeki orang tidak sama kan...), yakni berqurban. Memang seperti harga-harga barang lainnya, harga hewan qurban ikutan merayap naik. Tentunya buat kita-kita yang mungkin rezekinya tetap segitu-gitu aja jadi semakin berat, mau beli hewan qurban atau tidak.

Allah SWT kan berfirman dan mengatakan kepada kaum Qurais, bahwa semua kebuthan mereka dipenuhi, dikasih makan, dikasih ketenangan, dikasih perlindungan dan begitu banyak nikmatNya yang tidak habis kalau harus disebutkan satu persatu! Ya kita memang bukan kaum Qurais, tetapi kita juga sama saja sebagai hambaNya yang diberi kelimpahan semua nikmat, yang sayangnya sering tidak sadar kita rasakan dan syukuri. Lanjut ke surat Al Kautsar lebih dijelaskan lagi, kalau manusia itu diberikan Al Kautsar, nama sebuah sungai di Firdaus yang artinya "kelimpahan", karena itu pujilah Allah SWT dan berkorbanlah. Nah, kalau kita diberi kelimpahan, artinya ya wajib berqurban.

Nah kira-kira nih, apakah jumlah orang yang berqurban tahun ini meningkat atau tidak? Kalau jumlah pembelian sepeda motor meningkat, artinya rezekinya meningkat, atau malah jatahnya yang biasa buat beli hewan qurban habis buat bayar kreditan? Lebih parah lagi kalau duitnya dipakai modifikasi, tetapi tidak bersedia menyisihkan untuk beli hewan qurban. Atau bahkan kredit motor yang sebenarnya berlebih-lebihan, maksudnya sanggupnya ambil motor yang dibawah 15 juta, eh ini ambil yang diatas 19 jutaan.

Sering kan tujuannya gaya, gengsi dan ingin menuai pujian? Atau lebih parah lagi untuk pamer? Atau untuk bikin sirik saingan atau orang yang sebenarnya tidak disukai? Kasihan sekali kalau seseorang harus beli motor atau modifikasi mahal-mahal untuk meraih rasa hormat dari orang lain, bukan karena sifat, kompetensi dan perilaku orangnya itu sendiri. Mudah-mudahan kita termasuk bikers yang bisa dan mau berqurban, bukan bikers yang jadi korban nafsu sendiri..........



Foto: http://www.geo-reisecommunity.de/bild/140440/Foehr-Deutschland-Ein-umgekipptes-Schaf-am-Deich

Senin, 23 November 2009

Interview Eskil Suter (2)

Kita lanjutkan wawancaranya Om Suter.. Maaf Anda saya buat menunggu begitu lama. Maklum, takut ditusuk sama Om Zorro..... Begini Om, mesin Honda kan diambil dari mesin motor supersport mereka, tetapi kenapa teknologi di Moto2 tidak berorientasi ke teknologi Supersport/ Superbike?

Hahaha.. tidak apa-apa anak muda, kan argonya tetap jalan. Oke, begini... Motor superbike dan supersport itu kan motor massal, rangkanya juga sama dengan yang bisa dimiliki konsumen biasa. Di GP yang dipakai adalah rangka prototipe yang punya karakter lebih kaku dan memungkinkan handling lebih presisi dibandingkan rangka massal, dan itu adalah sebuah perbedaan besar. Sebuah motor GP itu laksana pedang yang sangat tajam, sedangkan motor massal itu ya seperti "permen karet". Motor GP bisa diajak bermanuver extrem dan menembus batas, dimana motor superbike sudah tidak sanggup meladeni dan kehilangan "form"nya. Karena batas ini dicapai terlebih dahulu oleh motor superbike dan memungkinkan toleransi yang besar, motor superbike lebih toleran bin pemaaf terhadap kesalahan pembalap, tetapi di sisi lain, kamu tidak akan bisa secepat jika kamu menggeber motor dengan rangka prototipe. Ukuran 0,5 meter sebagai ruang main di superbike mengecil hingga 10 cm saja! Disinilah dituntut kepresisian dan "perasaan" si pembalap! Karena itulah pengalaman di beberapa tahun terakhir menunjukkan, hijrahnya pembalap WSBK ke MotoGP sangat sulit bagi si pembalap. Beberapa bahkan bisa dibilang gagal.

Karena itukah pembalap top di MotoGP hampir semuanya datangnya dari GP 250 cc?

Saya pikir juga begitu, tetapi bukan berarti pembalap MotoGP yang bagus harus berasal dari GP 250. Kalau pembalap WSBK memiliki kepresisian yang dibutuhkan, tentu bisa saja dia sukses di MotoGP. Namun, kalau si pembalap datang dari balap supersport atau superbike, dia harus banyak belajar dulu. Beberapa bisa berhasil, yang lainnya tidah bisa-bisa alias gagal maning-gagal maning, ngerti ora Son? Seorang pembalap dari kelas 125 cc yang sampai ke MotoGP melalui jalur normal artinya sudah punya pengalaman 3-4 tahun mengendalikan motor prototip dengan handling yang punya tingkat kepresisian tinggi, karena itulah mereka hanya butuh waktu yang lebih sedikit untuk beradaptasi di kelas MotoGP.

Suter Racing kan kebagian order memproduksi kopling untuk kelas Moto2, apakah itu juga memudahkan Anda dalam mengembangkan rangka? Dapat bocoran gak seeeeeeeeeh?

Itu beda jauh dari pengembangan rangka! (Dalam hati: ni wartawan geblek amat seeeh!!) Kami sama sekali tidak dikasih celah untuk ngintip oleh Honda, apa yang Honda dan Geo Tech lakukan di Swiss.
Namun, kita kan sudah tahu mesin supersport Honda seperti apa dan bisa mengira-ngira tenaganya. Kamu tinggal pasang saja HRC racing kit atau beli peranti racing di toko ujung jalan, ya segitu deh kira-kira tenaganya. Karena itulah para konstruktor Moto2 tidak kesulitan mengembangkan motor mereka. Perkiraan tenaga mesin antara 120 hingga 160 PS pun bisa dipersempit hingga menjadi sekitar 140 PS, plus minus 5 PS lah. Kan bisa dibayangkan, mesin supersport hanya berumur pendek kalau dikorek hingga lebih dari 150 PS. Karena mesin Moto2 harus tahan geber hingga 3 kali race atau 1500 Km, artinya tenaga mesin Moto2 nantinya saya pikir lebih rendah dari 150 PS.


Sumber: idem sama yang lalu

Zorro Serang Moto2!

Mungkin Bro sekalian akan menyebutkan nama Tom Cruise atau Brad Pitt kalau ditanyakan, siapa artis Hollywood yang maniak main motor atau memiliki antusias tinggi terhadap balap motor. Ternyata yang tidak banyak ngomong langsung bertindak, yup sang artis yang cukup legendaris di mata para wanita, maklum, mantan pria terseksi yang menggeser posisi sebelumnya yang dihuni oleh Ki Gede Anue sebagai pria terseksi alive!
Seperti Bro lihat di foto, ya, dialah Antonio Banderas, alias Zorro atau juga El Mariachi yang dijamin bikin musuhnya selalu ketar-ketir kalau sang aktor memasuki arena. Pria yang sempat merasakan "puasnya" main film Original Sinting bersama Angelina Jolie ini menjadi seorang pemilik tim di Moto2!

Tim yang dibiayai Banderas mengusung nama Promoracing dan akan dibela oleh Joan Olive. Tim ini sendiri nantinya akan dimanajeri oleh Daniel Devahiva, seorang pria asal Belgia. Untuk menggempur Moto2, tim milik Banderas mengandalkan rangka produk Harris Performance. Rangka akan diproduksi sepeerti kebanyakan produsen lainnya, yakni dari bahan Aluminium. Motor yang nantinya berbobot toal 135 kg i ni juga mengandalkan komponen yang lumrah digunakan di MotoGP, yakni Suspensi Öhlins, velg Marchesini, rem Brembo dan sebagainya.
Sayang Banderas sendiri terlalu berumur untuk turun sendiri di ajang balap ini. Sebab, siapa tahu aksi ala Zorro atau El Mariachi akan mewarnai ajang moto2! Bayangkan jika terjadi senggolan, maka akan terjadi adu pedang ting tang ting ..... atau tembak-tembakan ala El Mariachi di film Desperado dzing... dzing.... terus gebuk-gebukan dzig... kapow..... Pastinya, untuk urusan umbrella girl, bisa dipastikan, Banderas akan menjadi bandarnya!

Foto: Bajak!

Interview Eskil Suter (1)

Interviewer: Ada banyak konstruktor yang menawarkan produknya kepada tim-tim balap Moto2, tetapi mereka banyak yang memilih mengantri menjadi klien Anda, apa sih yang membuat produk Suter begitu atraktif?

Eskil Suter: Memang ada banyak Konstruktor, tetapi baru sedikit yang sudah membangun motor hingga komplet. Dan masih lebih sedikit lagi yang memiliki pengalaman di ajang MotoGP. Kelebihan kami adalah: kami sudah pernah membangun motor yang sukses di ajang MotoGP.

Kelas baru Moto2 nantinya akan mirip dengan MotoGP, sebab motornya secara karakter sangat mirip. Kami bisa menawarkan tim-tim langganan sebuah paket, yang sudah jelas bisa berfungsi baik! Kami juga bisa menawarkan mereka sistem logistik yang sudah teruji fungsional. Konstruktor lain boleh jadi bisa membangun motor yang kompetitif, tetapi nantinya seiring tahun berjalan, mereka akan keteteran dalam pengadaan komponen dan ujung-ujungnya biaya jadi sangat membengkak! Untuk dua pembalap, artinya tim harus menyediakan 10 motor dalam satu tahun kompetisi, sebab kamu harus punya persediaan komponen di gudang. Semakin sedikit jumlah tim yang bekerjasama dengan satu konstruktor, maka jatuhnya akan semakin mahal. Kami disini memiliki keuntungan, sebab kami mempunyai banyak klien.

Kelebihan lainnya adalah produk kami sendiri yang mempunyai karakter yang kompak dan berbeda dengan konstruktor lainnya, misalnya Moriwaki, yang menurut saya terlihat terlalu besar. Saya yakin, kami berada di level berbeda dengan mereka. Jika saya melihat produk konstruktor lain yang baru masuk ke kelas ini, mereka bahkan masih menyediakan ruang main untuk setelan rake hingga 6-8 mm. Buat saya, itu merupakan sebuah sinyal, kalau mereka tidak tahu, apa yang sebenarnya dibutuhkan di lintasan nanti! Sebaliknya, kami mempunyai Know-How. Kami bersama Kawasaki sudah pernah mengisi front row dan juga pernah meraih podium. Ini tentunya sebuah prestasi yang belum bisa dibuktikan sebuah konstruktor seperti Moriwaki.

Jika motornya berfungsi optimal dan tim-tim mendapatkan jawaban kompeten atas semua pertanyaan mereka, tentunya itu sudah merupakan sebuah kombinasi yang sangat menarik. Terlebih lagi jika harganya ekonomis (Aprilia 208000 Euro, Kalex 135000 Euro dan SRT MMX 78000 Euro-red). Saya sih bicara tanpa tedeng aling-aling: Kami tidsk merencanakan untung besar dan di tahun pertama tidak akan menuai untung. Pengembangan SRT MMX makan biaya besar. Kami sudah menghabiskan investasi hingga 1 juta Euro.

Disamping rancangan lengan ayun yang elegan, seperti yang ada di Ilmor dan Kawasaki, apalagi sih yang diandalkan motor Anda?

Pertama-tama, silhouettenya yang langsing dan bentuk motor yang membuat posisi lutut pembalap layaknya di motor GP 250 cc. Menurut kami, sangat penting untuk membuat motor yang rasanya semirip mungkin dengan motor 250 cc supaya nantinya si pembalap tidak perlu terlalu banyak menghabiskan waktu dengan proses adaptasi. Karena itulah motor kami untuk ukuran 600 cc sangat kecil dan kompak. Tidak mungkin membangun motor yang lebih kompak lagi! Kalau mau memaksakan, artinya harus mengubah-ubah dudukan mesin di mesin, tentunya ada regulasi yang membatasi di sini.

Kalau dilihat satu-persatu, masih banyak lagi. Misalnya seat-unit kami rancang seirit mungkin hingga kami bisa menghemat 2 cm. Poros roda belakang pun sudah dilengkapi dengan penyetel rantai yang beda dari yang konvensional, sebab lebih aman dari kerusakan jika motor terjatuh. Selain itu, roda belakang tidak akan terjatuh jika poros roda belakang ditarik, sebab penyetel rantai itu kami tempatkan lebih kedepan dibandingkan yang lama. Selain itu, motor kami rancang sedemikian rupa, hingga mekanik hanya membutuhkan sedikit kunci untuk mengutak atik motor. Mereka tidak perlu membawa hingga 50 alat-alat ke arena, cukup sesedikit mungkin dan seperlunya. Bagi kami, hal-hal semacam ini kami pikirkan secara konsekuen.

Secara Penampilan, prototip Anda sangat mirip dengan karya Anda sebelumnya, yakni Ilmor dan Kawasaki, bahkan hingga bagian-bagian yang kecil. Apa sih kesamaan teknologi Moto2 dan MotoGP?

Namanya design dari tangan yang sama, jatuhnya juga kelihatan lah... Beberapa bagian di Moto2 kami memang mirip dan sama sebagaimana proyek-proyek kami lainnya, itu tidak perlu disangkal. Apa yang sudah berfungsi optimal di Kawasaki dan Ilmor, ya tidak perlu diubah-ubah lagi. Terlebih lagi, kedua kelas ini nantinya dari segi bobot akan sangat mirip. Mesin 600 cc Moto2 berbobot sama, dan bahkan lebih berat dibandingkan mesin 800 cc. Motor MotoGP berbobot 145 Kg, bahkan milik Honda lebih, sekitar 150 Kg. Di Moto2, aturan menyebutkan bobot minimal 135 Kg. Kami berusaha untuk memaksimalkan sektor ini, kami masih berusaha mengurangi bobot motor kami gramm demi gramm. Secara dinamika, bobot dan kekuatan rangka serta karakternya di tikungan dan pengaruhnya ke garpu depan, MotoGP dan Moto2 sama persis. Satu-satunya aspek yang berbeda adalah dalam urusan berakselerasi. Di Moto2, kami bisa mengurang bagian-bagian rangka dan merancang konstruksi yang lebih ringan, sebab kekuatan mesinnya tidak seganas mesin MotoGP.

Penyakit khas MotoGP adalah Chattering, dimana rangka terasa bergetar dan mengganggu stabilitas dan pembalap. Masalah ini diderita banyak tim MotoGP, juga Ilmor. Ada kemungkinan masalah ini juga timbul di motor-motor Moto2?

Pabrikan sudah meneliti masalah ini dan berusaha menemukan penyebabnya. Saat ini, Chattering bukan lagi permasalahan hangat, kami sudah tahu apa penyebabnya. Kemunculan chattering jarang berasal dari rangka atau setting suspensi, kebanyakan datangnya dari ban! Kamu bisa saja mengalami masalah chattering, tetapi begitu kamu ganti ban, maka chattering hilang. Rossi mengalami masalah dengan chattering sepanjang tahun 2006-2007 yang bikin tangan dia seakan terguncang-guncang oleh setang motornya sendiri. Satu-satunya hal yang benar-benar diubah adalah ban, setelah itu, hilanglah permasalahan dengan chattering. Saya harap dan saya yakin, dengan Dunlop nanti, chattering tidak akan muncul, sebab karakter Dunlop memang tidak berpotensi besar menimbulkan chattering, walaupun saya agak ragu dengan karakter ban 17 inci. Dengan ban 16 inci, gejala chattering mestinya bisa lebih diminimalisir.

Toh kalaupun timbul chattering, masalah ini akan dialami semua tim karena Dunlop jadi pemasok tunggal Moto2. Kalau kamu bisa mendapatkan grip yang sangat baik untuk membuat lap time yang bagus, maka kamu sampai di satu keadaan, dimana chattering berpotensi timbul, dimana frekuensi ayunan / getaran terkumulasi sehingga merugikan. Hanya saja: disini bukan salahnya rangka. Dengan material aluminium, chattering justru diredam, bukannya diperkuat! Itu sudah sejak lama kami buktikan melalui test ayunan/ getaran dan pengukuran menggunakan laser. Dan itu fakta!


Sumber: PS Das Sport-Motorrad Magazine 11

Senin, 16 November 2009

Aprilia RSV4 R: Versi Ekonomis!

Kabar Baik!

Yup, kabar baik bagi mereka yang "kurang mampu", tetapi sudah terobsesi berat untuk menggebet Aprilia RSV4! Tidak perlu kuatir dengan harganya yang terlalu mahal, Aprilia pun menyediakan versi ekonomisnya sehingga bisa bersaing dengan harga S 1000 RR, walaupun masih lebih mahal 350 Euro dibandingkan si picek yang dilego di harga 15150 Euro.

Soal mesin, wah beda tipiiiiiiiisss katanya Aprilia! Mesin RSV4 R bertenaga 180 PS @12500 rpm dan bertorsi maksimum 115 Nm @ 10000 rpm. Masih sama-sama mesin V4 gahar lah... Jadi bedanya apa sih???? Mudah membedakan secara langsung, lihat saja catnya! Kalau yang ekonomis ditawarkan dalam 2 pilihan warna, yakni hitam dan putih, sedangkan yang "asli" kombinasi hitam-merah.

Yang namanya harga turun hingga 4000 Euro dibandingkan RSV4 versi "aslinya", tentunya masih ada komponen-komponen lain yang harus diturunkan kelasnya. Di sektor tenaga, hanya beda tipis lah, sebab yang versi ekonomis katanya Aprilia isinya sama plek, cuma beda di sistem injeksi, pengapian dan air intake yang konvensional. Selain itu, cover mesin kiri-kanan tidak lagi diproduksi dari magnesium, cukup dari alumunium. Fairing yang aslinya dari serat karbon pun diproduksi layaknya fairing motor balap standard lainnya, yup, cukup dari bahan plastik. Tentunya penggantian dari bahan karbon dan magnesium bisa banyak menghemat biaya produksi, tetapi di sisi lain, motor pun bertambah berat. RSV4 R pun harus rela naik berat badannya hingga 5 Kg, ya masih wajar lah...ngirit 4000 Euro gitu lho...

Eitsss... jangan senang dulu! Suspensi pun ikut di down grade! Jika yang "asli" menggunakan suspensi Öhlins di sektor depan dan belakang, maka si versi ekonomis tidak demikian. Garpu depan USD "cukup" pakai Showa (tenang aja, masih keren lah....), dan di buritan pun memakai suspensi dari produsen yang sama dengan suspensi yang dipasang di S 1000 RR, yakni Sachs. Suspensi Sachs disinyalir lebih empuk redamannya dibandingkan suspensi aslinya yang didatangkan dari Swedia.

Di sektor rangka, keistimewaan RSV 4 yang bisa mengubah-ubah dudukan mesin pun menghilang. Di versi ekonomis, posisi mesin tidak lagi bisa digeser-geser untuk keperluan setting balap. pivot point lengan ayun pun tidak bisa diubah-ubah dan peluang setting sudut kemudi pun ikut "dimatikan". Bagaimana Bro... masih tetap niat beli RSV 4 R? Jangan senang dulu... steering dampernya pun ikutan tidak bisa disetting! Ban yang tadinya Pirelli Diablo Supercorsa SP diganti dengan Metzeler Racetec. Velg yang aslinya diproduksi dengan sistem tempa pun cukup diproduksi dengan sistem curah dan cetak!

Bagaimana? Masih okekah turun harga 4000 Euro untuk semua hal yang harus direlakan itu? Biar lebih yakin, saya beberkan hasil test handlingnya:

Memang bobotnya naik 5 Kg, tetapi kestabilannya di tikungan tetap diancungi jempol! Hanya saja handlingnya tidak lagi selincah versi mahalnya. Begitu juga saat berakselerasi keluar tikungan, bagian depan motor terasa kurang stabil dan saat mengerem keras, giliran bagian buritan yang kurang anteng. Garpu depan dan suspensi belakang dinilai cukup maksimal performanya, terkebih kalau hanya untuk digunakan di jalan umum. Aprilia sendiri sedikit membedakan setting sproketnya. Si versi ekonomis lebih diutamakan akselerasinya, sproket belakangnya diperbesar 2 mata. Panjang sumbu rodanya pun memendek beberapa milimeter.


Kabar Buruknya!

Ya, kalau sudah ada yang tidak tahan lagi menggebet RSV4 R, baca dulu cerita berikut ini:

Aprilia mengundang media massa untuk uji coba RSV4 R di Autodromo del Mugello, tentunya Bro sudah tahu, sebuah sirkuit terkenal di dekat Florensia. Saat itu matahari bersinar cerah dan pemandangan bebukitan Toskana membuat hari test untuk media semakin terlihat indah. Perfekt lah bagi Aprilia! Di pagi hari dijadwalkan ada dua kali test ride dan di sore harinya satu sesi lagi. Namun, sesi yang sore harinya dibatalkan. Lho, kenapa???????????

Ternyata di sesi pertama, 5 mesin RSV4 R mengalami kerusakan. Tiap-tiap mesin mengalami patah sebuah setang pistonnya! Tentunya, bagi Aprilia hari itu berubah menjadi sebuah bencana! Romano Albesiano sang direktur teknis Aprilia pun menenangkan: " Setang piston yang patah itu berasal dari satu periode yang dikirimkan produsen yang kami pesan memproduksi setang pistonnya. Setang-setang piston itu hanya digunakan untuk motor-motor pra produksi kami, yakni motor-motor yang khusus sekarang kami persiapkan untuk presentasi ini. Motor-motor yang disebarkan ke calon konsumen tidak termasuk di dalamnya."

Nah lho..... bukannya kalau untuk presentasi malahan mestinya bahannya lebih bagus ya? Gosip yang beredar menyebutkan, untuk menekan biaya, Aprilia mencari subkonstruktor lainnya yang bisa mereka percayai untuk memproduksi setang piston RSV4 R. Aprilia sendiri membantah kabar burung ini. Ya bagaimana tidak... wong RSV4 R sudah dikirimkan ke dealer-dealer mereka sejak beberapa bulan lalu kok!



Sumber: PS Das Sport-Motorrad Magazine 12.