

Dalam hati saya sempat tertawa saat menyaksikan siaran langsung MotoGP di DSF, bukan karena aksi pembalap MotoGP, tetapi karena iklan yang ditampilkan Suzuki. Yup, sponsor siaran langsung MotoGP Jerman adalah Suzuki Jerman, berkat aksi Suzuki Jerman, publik Jerman bisa menikmati siaran MotoGP sepanjang akhir pekan, mulai dari training, qualifikasi dan balap tentunya.
Jangan kaget kalau Suzuki yang menjadi sponsor, sebab tidak seperti di Indonesia, penjualan Suzuki di sini bercokol di tempat kedua di bawah pabrikan tuan rumah, yakni BMW. Kalau tahun lalu Suzuki biasa menayangkan iklan-iklan yang dibintangi Alessandro Del Piero dengan berbagai skucil dan skuge alias skuter kecil dan gede, dan tentunya sederet iklan Suzuki lainnya, maka baru-baru ini Suzuki gencar mengiklankan Suzuki Gladius.
Yang menarik dari iklan motor berharga 6290 Euro ini adalah target konsumen mereka. Jika Yamaha Indonesia mengiklankan Mio sebagai motor wanita, maka Suzuki Jerman mengedepankan Suzuki Gladius sebagai motor wanita! Di iklannya, beberapa wanita muda dan modis digambarkan enjoy menikmati perjalanan di dalam kota dengan Gladius. Agak aneh memang bagi kita orang Indonesia kalau melihat iklan ini, maklum, Gladius kan mengusung mesin 4 tak V-Twin 90° berkapasitas 645 cc berkompresi 11,5:1. Dengan bobot 202 Kg, wanita Indonesia manakah yang sanggup menaklukkannya? Ada sih, tetapi paling cuma sesendok, maksudnya segelintir. Jangankan wanita, para prianya saja kalau ketiban Honda Tiger saja sudah kewalahan. Namun, namanya naik motor bukan untuk dijatuhkan kan... Selama motor tidak tergeletak, berat dua kwintal lebih tentunya bukan masalah, apalagi di Jerman tidak akan ada kemacetan lalu lintas kalau tidak ada kejadian luar biasa semacam kecelakaan, demonstrasi dsb.
Konfigurasi mesin dan perawakan Gladius secara keseluruhan tentunya cukup untuk menggolongkan motor ini sebagai motor besar. Motor bertenaga 72 PS @ 8400 rpm dengan torsi maksimum 64 Nm @ 6400 rpm tentunya juga lebih dari cukup untuk menaklukkan motor-motor umum yang beredar di Indonesia! Namun, kalau kita mencermati warnanya yang centil serta lekuk bodynya yang kalem dan feminin, sedikit banyak terungkap dong konsepnya: motor wanita.....
Memang sedikit mempersempit pasar karena Suzuki mengumandangkan Gladius sebagai motor wanita, tetapi justru di situlah strateginya. Itu salah satu tanda persaingan antara produsen motor di Jerman lebih keras dibandingkan di Indonesia! Presentase biker Jerman kecil Bro... maklum saja, kebanyakan naik motor di sini karena hobi! Di musim dingin, bikers Jerman harus rela pisah ranjang dengan tunggangannya. Jumlah konsumen yang sedikit, ditambah produsen yang lebih dari 60 pabrikan, membuat produsen harus lebih fokus dalam membidik calon konsumen.
Anehkah kalau Suzuki Gladius ditujukan untuk wanita? Sama sekali tidak! Lihat saja foto yang paling atas, saya jepret di persimpangan, Suzuki GS 500 kuning dikendarai wanita lho... Dan itu sangat normal di sini. Motor sekelas Kawasaki ER-6 Series, Honda CB 500 dan Suzy GS 500 memang motor yang lumrah dipakai wanita. Jangan membayangkan wanita yang menaikinya berbodi kaya Tessi Srimulat! Asli wanita, bukan yang malam hari bernama Diana tapi siang hari bernama Dedi! Bukan juga yang kaya avatarnya Jombloati! Mereka tetap terlihat elegant kok...
Bayangkan kalau Gladius terbit di Indonesia, pasti tidak lagi diiklankan sebagai motor wanita. Kalau Gladius motor wanita, nah, motor lainnya yang mengatakan motor lelaki lah, motor pria sejati lah, motor macho lah, mo dikemanaken ituuu??????
Sumber: http://motorrad.suzuki.de/index.php?id=656
Foto GS 500: HP-Klassikku