<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842</id><updated>2012-02-21T00:51:47.022-08:00</updated><category term='Motor Klassik'/><category term='Pasar Kaget'/><category term='Ngelantur'/><category term='Gebetan Baru'/><title type='text'>Tiger Hitam</title><subtitle type='html'>Motor dari masa lalu, masa kini, masa gitu??!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>242</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4420360335653918714</id><published>2010-01-30T01:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T01:29:02.268-08:00</updated><title type='text'>Hijrah Bro..........</title><content type='html'>Liebe Bro-bro sekalian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah ngubek-ngubek wordpress sekian lama (maksudnya kelamaan ga jadi-jadi ngubek2), akhirnya berhasil juga memindahkan blog sesat ini ke wordpress. Terimakasih banyak atas dukungan Bro-bro sekalian..semoga kita semua menjadi bikers-bikers yang bisa podium di dunia dan akherat...&lt;br /&gt;bagi Bro yang sudi ikutan hijrah, alamatnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://motorklassikku.wordpress.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(NB: maaf yang komen belum sempet kebales, takut keburu dikunciin pak Satpam nih hikshiks... (gak-modal-abiezzz.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4420360335653918714?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://motorklassikku.wordpress.com/' title='Hijrah Bro..........'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4420360335653918714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2010/01/hijrah-bro.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4420360335653918714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4420360335653918714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2010/01/hijrah-bro.html' title='Hijrah Bro..........'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-2741350549912779977</id><published>2010-01-22T03:10:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T03:30:41.936-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Bingung Bro...</title><content type='html'>Pertama-tama saya ingin berterimakasih kepada Bro semua yang masih saja ada yang sudi menyesatkan diri ke Blog yang sedang berstatus bangkrut ini. Sudah sebulan lebih saya berada kembali di tanah air, dan tentunya banyak hal-hal yang harus dikerjakan dan butuh waktu lagi untuk beradaptasi. Soal kebangkrutan blog, ya sebenernya itu kan bersifat sementara. Tidak mungkin bagi saya begitu saja melepaskan apa yang sudah kita miliki bersama-sama..ya dimana lagi ada sekian banyak Bro yang mau mendengarkan omongan dan cerita-cerita saya. Itu semua merupakan sesuatu yang memang tidak tampak, tetapi buat saya pribadi sudah merupakan bagian penting yang ingin kembali saya hidupkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa minggu ini melihat situasi dan prasarana, ada kesempatan untuk mulai aktif berbagi cerita sesat lagi. Beberapa Bro memang menyarankan untuk beralih ke wordpress agar memudahkan komentar, saran ini tentunya juga ingin saya ikuti... Namun, sayangnya saya ga bisa-bisa tuh make wordpress hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya berpikir untuk menggunakan blog di blogspot ini kembali untuk sementara waktu sampai saya bisa menggunakan wordpress. Maaf jika kelamaan, sebab akses saya ke internet bisa dibilang terbatas dan yang lebih membatasi lagi adalah ketersediaan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, niatan mengupdate blog sesat ini menemui kendala... saat ini untuk menulis atau membalas komentar di blog saya sendiri pun saya tidak bisa....hikshikshiks.. mungkin masalah dari komputernya ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi masalah yang membuat saya memutuskan, blog sesat ini tidak bisa berlanjut di tempat yang sekarang. Masa editor tool barnya hilang???? Saya cuma bisa menulis tanpa mengupload gambar dan setting-setting berbagai unsur lainnya..(makanya di artikel ini tidak ada foto/gambarnya). Saya coba-coba perbaiki, tetapi gagal maning...ARGGGGHHHH stress jadinya..malah hal-hal lainnya yang tidak ingin diubah malah berubah dan membuat saya semakin bingung hihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita bisa segera bersesat-sesat ria bersama kembali dalam waktu yang relatif singkat Bro... terimakasih atas kepedulian Bro semua..semoga Bro semua tetap sesat dan tetap semangat!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-2741350549912779977?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/2741350549912779977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2010/01/bingung-bro.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/2741350549912779977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/2741350549912779977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2010/01/bingung-bro.html' title='Bingung Bro...'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4734163666555045493</id><published>2009-12-15T05:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T08:12:39.584-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Blog Sesat Bangkrut!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyeV4lrscGI/AAAAAAAACLE/E8r0mPt1N1g/s1600-h/DSC04228.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415461876356903010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyeV4lrscGI/AAAAAAAACLE/E8r0mPt1N1g/s320/DSC04228.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sehubungan dengan situasi perusahaan yang semakin tidak menentu, rapat direksi dan pemegang saham Blog Sesat ini akhirnya memulangkan segenap karyawan, petugas keamanan, kebersihan, paranormal, paraabnormal, parahampirnormal dan sebagainya. Blog sesat akan tutup hingga jangka waktu yang tidak ditentukan. Mohon maaf atas kesesatan-kesesatan yang pernah ditimbulkan. Segenap pengurus Blog Sesat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bro-Bro sekalian yang telah tersesat kemari. &lt;strong&gt;Tetap Sesat Tetap Semangat!!!!!!!!!!!!!!!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Keterangan foto: Salah satu karyawan Blog Sesat yang stress dirumahkan dan menghabiskan waktu dengan mabuk-mabukan mengkonsumsi "miras" (minuman rasa pedassss).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4734163666555045493?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4734163666555045493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/blog-sesat-bangkrut.html#comment-form' title='28 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4734163666555045493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4734163666555045493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/blog-sesat-bangkrut.html' title='Blog Sesat Bangkrut!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyeV4lrscGI/AAAAAAAACLE/E8r0mPt1N1g/s72-c/DSC04228.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3651993308099328184</id><published>2009-12-14T11:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T07:08:28.901-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor Klassik'/><title type='text'>Suzuki Katana 1100 dab!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyeVUbqONPI/AAAAAAAACK8/fgJZi8z5ktA/s1600-h/DSC04583.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415461255191082226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyeVUbqONPI/AAAAAAAACK8/fgJZi8z5ktA/s320/DSC04583.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tenang... Blog Sesat tidak sedang meniru Blog Semprulnya Lekdjie. Judul diatas semata-mata memenuhi request Bro Lekdjie yang pernah minta artikel Suzuki Katana 1100 dan 1000, tetapi saya tulis yang 1100 saja ya, sebab inilah biangnya Katana.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seperti Bro tahu, Katana adalah pedangnya Samurai yang terkenal sangat runcing dan memiliki paduan kekuatan dan kelenturan yang luar biasa (yang asli lho-red). Nama Katana ini sesuai dengan desain Suzuki Katana yang memang mencincang norma-norma superbike Jepang yang sudah eksis sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyaZhvG6JmI/AAAAAAAACKs/D1bP-qFCCU8/s1600-h/RTEmagicC_Suzuki_Katana_Suse4_jpg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415184406819776098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 248px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyaZhvG6JmI/AAAAAAAACKs/D1bP-qFCCU8/s320/RTEmagicC_Suzuki_Katana_Suse4_jpg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Katana tampil mendobrak dengan desain tanki yang menyatu dinamis hingga buritan dan sudah dilengkapi dengan windshield. Motor yang dirancang tim Target Desain asal Jerman yang dulunya merancang BMW R 90 S ini sebenarnya berbasis GSX 1100. Hanya saja, desain orang-orang Jerman membuat penampilannya sangat sporty dan menyapa imajinasi bikers pencinta sport dan desain exotis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbeda dengan GSX 1100 yang masih konservatif layaknya motor sekelasnya zaman itu, Katana 1100 dirancang agresiv dan memenuhi nafsu para pencinta motor sport. Posisi pengendaranya tidak lagi tegak, tetapi cukup membungkuk. Ini didapatkan dengan mengganti segitiga setang GSX 1100 dengan yang baru yang desainnya memungkinkan penempatan setang lebih rendah. Posisi pengendara seperti ini ditambah dengan adanya windshield semakin memaksimalkan top speed Katana perdana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyaZhf7uDUI/AAAAAAAACKk/sy0-RzfTdXU/s1600-h/RTEmagicC_Suzuki_Katana_Pict0013_jpg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415184402746314050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 242px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyaZhf7uDUI/AAAAAAAACKk/sy0-RzfTdXU/s320/RTEmagicC_Suzuki_Katana_Pict0013_jpg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Tentunya pengendara motor sport tidak akan puas dengan desain agresif saja. Karena itu, Suzuki pun memperbaiki performa mesin GSX 1100. Modifikasi airbox, karburator, kem buang dan penggunaan spul yang lebih ringan membuat tenaga mesin melonjak 11 PS lebih kuat, tepatnya hingga menjadi 111 PS @8500 rpm. Motor berbobot full tank 247 Kg ini memiliki torsi yang besar dan power band yang luas. Ini tidak lepas dari teknologi TSCC (Twin Swirl Combustion Chamber) yang juga bisa dijumpai di Thunder 250. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam keadaan diam saja, desainnya sudah menunjukkan, ini motor cepat! Saat dikendarai, ternyata lebih cepat lagi! Akselerasinya membuat bikers tercengang dan langsung rajin menabung untuk menggebetnya. Top speed asli mencapai 225 Km/jam termasuk sangat dahsyat untuk ukuran tahun 1982, saat motor ini diluncurkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suzuki pun tidak sebatas mengupgrade mesinnya saja, suspensi turut mendapatkan perhatian. Setelan suspensi belakang yang lebih keras membuat motor ini memiliki kestabilan tinggi di tikungan. Terlebih lagi desain dan bannya memungkinkan motor bongsor ini untuk diajak menaklukkan tikungan dengan posisi lumayan rebah untuk ukuran saat itu. Di sektor depan, bikers sport pun dimanjakan dengan suspensi dengan anti dive system yang katanya sama dengan yang dipakai di motor GP 500 Suzuki! Tentunya, suspensi dengan setelan sport memang punya konsekuensi. Motor jadi kurang nyaman dipakai harian dan suspensi terasa terlalu keras. Meskipun demikian, bikers menerima Katana apa adanya. Memang motor ini lebih dilihat sebagai motor untuk dinikmati karakternya ketimbang untuk kenyamanan dipakai sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Katana pun menuai sukses besar. Tidak hanya karena desain dan performanya, tetapi juga harga ekonomis yang ditawarkan Suzuki. Karena banyaknya penggemar, Katana pun dikeluarkan dalam kapasitas yang lebih kecil, sebut saja yang 1000 cc. Di pasar Jepang bahkan dikeluarkan replika dalam kapasitas 250 dan 400 cc.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*Untuk Saudara Lekdjie: Segera setor 1 juta dollar ke Rekening ijk di Swiss sebagai biaya request dan administrasi (sudah termasuk PPN).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*Untuk Saudara Nunoe: Mana??? Katanya mo transfer segera??? Ijk relakan saja lah itu 1 juta dollar hihihi....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Roland Brown, Motorräder, Faszination und Abendteuer&lt;br /&gt;Foto: &lt;a href="http://www.bikersjournal.de/news/hersteller/ansicht/datum/2003/12/22/die-suzuki-katana-story/seite//3.html"&gt;http://www.bikersjournal.de/news/hersteller/ansicht/datum/2003/12/22/die-suzuki-katana-story/seite//3.html&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto Katana 1100 velg jari-jari: Repro dari buku Roland Brown&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3651993308099328184?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3651993308099328184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/suzuki-katana-1100-dab.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3651993308099328184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3651993308099328184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/suzuki-katana-1100-dab.html' title='Suzuki Katana 1100 dab!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyeVUbqONPI/AAAAAAAACK8/fgJZi8z5ktA/s72-c/DSC04583.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-771278654703753904</id><published>2009-12-14T11:41:00.002-08:00</published><updated>2009-12-15T06:31:51.471-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor Klassik'/><title type='text'>Superbike Pertama Suzuki: GS 750</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyeTYyXYZrI/AAAAAAAACK0/so8VvnxVShA/s1600-h/DSC04582.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415459130982295218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyeTYyXYZrI/AAAAAAAACK0/so8VvnxVShA/s320/DSC04582.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyaVOddwNbI/AAAAAAAACKc/pE28XSxM9xA/s1600-h/1977_GS750_blue_450.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415179677619729842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 258px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyaVOddwNbI/AAAAAAAACKc/pE28XSxM9xA/s320/1977_GS750_blue_450.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sewaktu membahas motor 4 tak massal pertama Yamaha, yakni Yamaha XS-1, Bro Angga merequest pembahasan motor 4 tak Suzuki yang menurut Bro asal Garut ini agak telat nongolnya. Nah, daripada membahas sebatas motor 4 tak pertama Suzuki, kita bahas langsung saja motor superbike pertama Suzuki, yakni Suzuki GS 750. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepertinya memang Suzuki suka agak telat mengeluarkan produk yahud (tetapi kalau di Indonesia suka kecepetan ya???), ya singkatnya, Suzuki masih harus banyak belajar, kapan saat yang tepat untuk meluncurkan jagoan barunya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Motor Superbike pertama mereka pun termasuk motor yang telat diluncurkan. Kalau Honda memulai era superbike dengan CB 750 sejak tahun 1969 dan beberapa tahun kemudian diikuti Kawasaki dengan Z1-nya, maka Suzuki baru mengeluarkan superbikenya di tahun 1977! Motor 4 tak 4 silinder ini menggantikan motor 2 tak 750 cc mereka yang terkenal di dunia bikers, yakni Suzuki GT 750. Bedanya, GS 750 tampil tidak semencolok GT 750. GS 750 tampil konservatif dan kalem.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Motor yang muncul telat ini memang secara tampang tidak terlalu mencolok, tetapi performanya bisa dibilang matang dan dikenal memiliki mesin yang bandel, sama dengan Gixxer yang hingga saat ini dikenal sebagai motor superbike yang mesinnya panjang umur. Motor berkapasitas 748 cc ini menggunakan konstruksi 4 silinder sejajar dan sudah DOHC, sebuah resep yang tinggal lihat dari pendahulunya, yakni Kawasaki Z900. Mesin bertenaga 68 PS ini pun menjadi mesin paling perkasa di kelas 750 cc!&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Motor bergaya konservatif ini pada awalnya hanya dilengkapi sebuah rem cakram di depan dan sebuah rem cakram di belakang, meskipun demikian, performanya dianggap masih mumpuni. Jika melirik suspensinya, tampaknya tidak ada yang inovatif. Satu-satunya hal yang inovatif di motor ini hanyalah penunjuk posisi gigi yang sudah digital! Namun, yang meremehkan motor ini dan hanya menilai dari tampangnya saja akan segera mengubah penilaiannya begitu mengetahui performanya. GS 750 yang hanya mengandalkan rangka pipa baja dan suspensi yang terlihat konvensional ternyata memiliki handling yang di atas rata-rata. Motor dengan top speed 200 km/jam ini tidak hanya perkasa di trek lurus, tetapi juga sanggup dikendalikan secara stabil di trek penuh tikungan. Motor berbobot 229 Kg ini sudah bisa digeber dari putaran 2000 rpm, dan memasuki 6000 rpm, tenaga tersalur mantabs dengan lembutnya hingga menyentuh zona merah di 9500 rpm.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kombinasi dari stabilitas, kelincahan plus kepresisian handling serta tenaga yang besar membuat GS 750 menuai sukses besar di pasar. Sesuai prediksi, GS 750 tidak hanya bisa bikin pesaingnya ketar-ketir, tetapi angka penjualannya bisa bikin para petinggi Suzuki nyengir-nyengir kegirangan. GS 750 pun sanggup memberikan Suzuki predikat sebagai pabrikan produsen Superbike yang disegani. Pada tahun 1979, GS 750 pun di make over dengan dihadirkannya warna-warna baru, velg palang (opsional -red) dan rem cakram depan menjadi dobel.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nah, untuk mengingat arti singkatan GS, saya kutipkan langsung dari artikel lama: Tak Serumit Da Vinci Code&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Suzuki&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Pabrikan yang didirikan Michio Suzuki ini tidak neko-neko dalam memberi nama motor. Kodenya menyimbolkan spesifikasi teknis si motor. Namun, kalau kita tidak mengerti rahasianya, susah juga kan. Begini lho: G itu bukan plat kendaraan Tegal, tapi digunakan untuk motor yang habitatnya di jalan aspal. S sendiri mewakili mesin-mesin 4 tak. X berarti mesin motornya memiliki 4 klep per silinder. Nah, R itu paling gampang, Racing! Jadi GSX-R artinya....tahu sendiri lah, gabungin aja semuanya.. Namun, pasti Bro yang kenal sama motor-motor Suzuki lainnya merasa ada kejanggalan. Memang, ada yang tidak konsisten lho...misalnya, Suzuki TS..apakah S untuk mesin 4 tak??!!! Contoh lainnya di jajaran Suzuki Bandit/ GSF, ga ada X-nya kan? Padahal Bandit satu silindernya punya 4 klep juga lho.. (eh betul ga???) Nah kalau F di Bandit itu singkatan dari Four, jumlah silindernya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber: Roland Brown, Motorräder-Faszination und Abendteuer&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Foto: &lt;a href="http://www.suzukicycles.org/1970-1979/1977a.shtml"&gt;http://www.suzukicycles.org/1970-1979/1977a.shtml&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;GS750 versi perdana: repro dari buku Roland Brown&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://motorklassikku.blogspot.com/2009/02/tak-serumit-da-vinci-code.html"&gt;http://motorklassikku.blogspot.com/2009/02/tak-serumit-da-vinci-code.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-771278654703753904?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/771278654703753904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/superbike-pertama-suzuki-gs-750.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/771278654703753904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/771278654703753904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/superbike-pertama-suzuki-gs-750.html' title='Superbike Pertama Suzuki: GS 750'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyeTYyXYZrI/AAAAAAAACK0/so8VvnxVShA/s72-c/DSC04582.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-8131340997472030635</id><published>2009-12-14T06:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T06:48:52.763-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Yamaha R7: Tidak Kenal Kompromi!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyZHmaohj4I/AAAAAAAACKU/3WO-hP9uIl0/s1600-h/R7_stand.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415094327269494658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyZHmaohj4I/AAAAAAAACKU/3WO-hP9uIl0/s320/R7_stand.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bro penggemar balap motor pasti kenal dengan motor yang satu ini, Yamaha YZF-R7 OW-02, salah satu motor balap exotis di muka bumi. Pertama motor ini muncul, pasti banyak yang langsung jatuh hati dengan kegagahan dan warnanya yang extra sporty. Ditambah lagi dengan spek yang ditawarkan, banyak pencinta balap motor yang langsung susah tidur. Terlebih lagi saat mengetahui motor ini hanya diproduksi 500 unit saja untuk memenuhi homoglasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat R7 dilahirkan, pabrikan Jepang memang masih berkiblat kepada paham: motor juara, speknya harus pol! Akibatnya banyak dilahirkan motor-motor mahal untuk menggempur arena WSBK. Sebut saja Honda RC 45 yang masih lebih berprestasi dibandingkan Yamaha R7. Ya memang sih R7 hanya beroperasi selama 2 tahun, tetapi yang namanya tanpa gelar juara dunia ya tanpa gelar! Berbeda dengan RC45 yang ditahun 1997 berhasil menikmati sejuknya udara dari podium tertinggi bersama John Kocinski.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyZHmAnmSDI/AAAAAAAACKM/nPPI7nzkQQ0/s1600-h/r7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415094320286287922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 256px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyZHmAnmSDI/AAAAAAAACKM/nPPI7nzkQQ0/s320/r7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berbeda dengan RC 45 yang terasa kurang sembalap, R7 benar-benar dirancang tidak kenal kompromi. R7 benar-benar dirancang untuk balap. Terlihat dari karakternya yang memiliki gigi satu sangat panjang dan tenaganya yang baru keluar di 8500 rpm. Motor yang lahir tahun 1999 dengan harga 55000 DM inklusif race-kit ini benar-benar letoy di bawah rpm tersebut, bahkan di putaran mesin rendah mesinnya dijuluki fuel-to-noise-converter! Harga yang extra mahal ini akibat penggunaan komponen-komponen yang memang siap turun balap, sebut saja 5 klep titanium per silinder, setang piston titanium dan piston extra ringan yang siap menghasilkan tenaga hingga  132 PS @ 13300 rpm dan 77 Nm @10700 rpm (sudah pakai racing kit). Tanki yang besar (23 liter!) dan dirancang untuk dapat diisi bensin dengan cepat juga menunjukkan totalitasnya untuk balap. Bikers yang berniat menggunakannya sebagai motor harian pun biasanya berpikir ulang, maklum, sangat tidak nyaman untuk harian! Bayangkan, posisi setang hanya 15 mm lebih tinggi dibandingkan tinggi jok! Tanki yang besar dan panjang pun semakin memaksa bikers untuk menggeser posisi duduknya ke belakang yang berakibat tukang urut langganan semakin sumringah kalau si pelanggan menggebet R7.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karakter tenaganya yang terus menerus meminta putaran mesin tinggi membuat motor ini samaa sekali tidak cocok dipakai di jalan raya ataupun jalan yang penuh tikungan patah-patah. Pembalap pun pada kesulitan menggali potensi R7, hanya Noriyuki Haga saja yang terbukti paling sanggup memacu sang monster ini. Itu pun dengan semboyan: piala atau klinik! R7 bakal keteteran kalau bertemu tikungan patah-patah, disini pembalap harus main selip kopling dan pintar menjaga putaran mesin. Tenaga yang dikeluarkan pun terlalu menggebu-gebu, tetapi lucunya bisa turun juga saat dipacu, misalnya dari 8500 rpm naik terus hingga 11000 rpm, eh turun hingga masuk 12000 rpm, baru selepas 12000 rpm naik lagi hingga meraih tenaga maksimum di 13300 rpm. Sulit memang untuk bisa menang menggunakan R7 yang sama sekali tidak rider friendly.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meskipun demikian, dengan segala fitur dan kemolekan desainnya, R7 punya tempat tersendiri di hati maniak balap motor. Desain dan warnanya yang khas tidak bisa dilupakan begitu saja. Akibat jumlahnya yang terbatas, motor ini pun bisa dibilang sebagai motor para kolektor (dan tentunya di kemudian hari menjadi motor klassik). Yamaha R1 tidak akan sesempurna ini tanpa kehadiran R7. Banyak jurus-jurus R7 yang diterapkan di R1. Soal harga, R1 jelas lebih ekonomis. Soal performa pun demikian. Tidak heran R7 pada akhirnya hanya menjadi motor yang sering dielus-elus ketimbang digeber habis-habisan. Sebagai perbandingan: Akselerasi 0-100 Km/jam R7: 4,4 detik, sedangkan R1: 3,2 detik. Tampaknya semboyan time is money sangat terlihat disini. Motor yang dulunya extra mahal akan tunduk kepada motor yang jauh lebih murah, waktu lah yang memungkinkannya........&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto:&lt;a href="http://www.mcro.nl/website/htmlalbums/patrick/r7/slides/Yamaha-YZF-R7-OW02-1999.html"&gt;http://www.mcro.nl/website/htmlalbums/patrick/r7/slides/Yamaha-YZF-R7-OW02-1999.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-8131340997472030635?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/8131340997472030635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/yamaha-r7-tidak-kenal-kompromi.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8131340997472030635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8131340997472030635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/yamaha-r7-tidak-kenal-kompromi.html' title='Yamaha R7: Tidak Kenal Kompromi!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyZHmaohj4I/AAAAAAAACKU/3WO-hP9uIl0/s72-c/R7_stand.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4282863354373499970</id><published>2009-12-11T06:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T09:29:21.858-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Meletus Balon Hijau DUAAAARRRRRRR!!!!!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyJ1FS7iETI/AAAAAAAACKE/xwR7bPabL0Q/s1600-h/DSC01029.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414018435894087986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyJ1FS7iETI/AAAAAAAACKE/xwR7bPabL0Q/s320/DSC01029.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Pemerintah DKI Jakarta pada Oktober ini akan menerapkan aturan uji emisi pada kendaraan bermotor. Bagi yang tidak lulus uji emisi ini akan didenda dengan pidana kurungan 6 bulan atau denda Rp 50 juta.Kewajiban berdasarkan Perda No.2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Dalam pasal 19 disebutkan Kendaraan Bermotor Wajib Memenuhi Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan bergaris miring diatas saya ambil dari sebuah artikel di website Motorplus. Kaget euy... Bayangkan, tidak lulus emisi dikurung 6 bulan atau didenda 50 juta rupiah! Sebesar itukah kejahatan pengendara yang kendaraannya tidak lulus emisi, tetapi tetap dibawa beroperasional? Entahlah bagaimana pelaksanaannya di lapangan kelak (atau sudah mulai wajib ya?).  Jika aturan ini benar-benar ditegakkan, dan yang melanggar benar-benar kena denda sampai 50 juta rupiah, itu artinya: meletus balon hijau &lt;strong&gt;DUAAAAAAAAAARRRRRRRR.......&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang namanya balon, kan kalau ditiup terus menerus pasti meledak! Sama dengan jumlah populasi motor yang membengkak akibat impotennya aparat-aparat terkait dalam mengendalikan laju pertumbuhan kendaraan. Di satu sisi, pastinya ATPM banyak diuntungkan dalam hal ini! Ya bisnis penjualan motor baru sepertinya bisa tetap bernafas lega. Yang namanya konsumen kan tidak mau repot dan was-was kalau motornya tidak tembus uji emisi, jadi secara tidak langsung, banyak yang lebih menoleh ke motor baru dibandingkan motor bekas, terutama saat menjelang dan awal diberlakukannya aturan yang dendanya ajaib itu. Apa artinya denda sejahat itu????  Artinya, ada niat untuk &lt;strong&gt;mengurangi jumlah&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;kendaraan&lt;/strong&gt; di jalan raya secara signifikan.  Di satu sisi, lingkungan hidup memang sangat butuh perhatian. Di sisi lain, ketahuan kalau kemacetan lalu lintas tidak bisa lagi ditolerir banyak orang (terutama kaum elit-red). Nah, lingkungan hidup yang seharusnya dari dulu diperhatikan pun dijadikan senjata untuk &lt;strong&gt;mengurangi jumlah kendaraan&lt;/strong&gt;! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para produsen sih senang... dengan adanya aturan uji emisi semacam ini,  tidak sebatas penjualan motor baru saja yang mendapat angin, tetapi juga komponen mesin. Memang sudah seharusnya kita selalu menjaga kondisi motor kita, tetapi tentunya akan ada motor-motor tertentu yang akan kesulitan untuk mengikuti aturan ini, yakni yang onderdilnya susah didapat atau harganya lumayan bikin geleng-geleng walaupun tidak ada musik ajep-ajep! Belum lagi masih simpang siurnya batas-batas emisi untuk motor-motor tertentu, terlebih lagi untuk motor-motor 2 tak (silahkan dibaca artikelnya di website Motorplus).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada kejadian, tentu akan ada efeknya! Tujuan uji emisi  yang ingin &lt;strong&gt;menyehatkan lingkungan&lt;/strong&gt; mudah-mudahan  tercapai..... Namun, tujuan terselubung yakni mengurangi jumlah kendaraan belum tentu! Adanya aturan ini bisa dimanfaatkan oleh produsen yang bisa bergerak cepat dan berani ambil risiko investasi. Dan gerakan cepat itu adalah: Meluncurkan motor listrik di Indonesia, terutama di Jakarta yang terkena aturan itu! Masa motor listrik mau diuji emisi????? Enak toh yang nanti punya motor listrik!  Kalau harga motor listrik ekonomis dan terbukti banyak menguntungkan konsumen, ujung-ujungnya ya pada beralih ke motor listrik! Kalau persyaratan kreditnya mudah dan harganya terjangkau, ya artinya akan banyak permintaan yang berujung pada semakin membengkaknya populasi motor! Artinya, tujuan untuk &lt;strong&gt;mengurangi jumlah kendaraan&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;GAGAL&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah kalau nantinya jumlah motor listrik bisa meningkat hingga 10 % dari jumlah si roda dua lingkungan hidup kita akan jadi sedikit lebih baik? Tidak semudah itu Bro.... Kalau listrik yang jadi sumber tenaga si motor masih dihasilkan PLN dengan generator berbahan bakar solar (sotoy nih-red), ya artinya &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;sama aja bohong&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;! &lt;strong&gt;Pencemaran udaranya tetap ada/ tidak berkurang secara signifikan&lt;/strong&gt;! Kalau memang mau pencemaran udaranya menghilang, jumlah kendaraan yang menggunakan tenaga listrik harus diimbangi dengan sumber-sumber tenaga listrik yang dihasilkan dengan teknologi ramah lingkungan: tenaga air kek, tenaga angin kek, tenaga surya kek, tenaga surya saputra kek, tenaga dalam kek............&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.motorplus-online.com/index.php/article/detail/id/1339"&gt;http://www.motorplus-online.com/index.php/article/detail/id/1339&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4282863354373499970?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4282863354373499970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/meletus-balon-hijau-duaaaarrrrrrr.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4282863354373499970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4282863354373499970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/meletus-balon-hijau-duaaaarrrrrrr.html' title='Meletus Balon Hijau DUAAAARRRRRRR!!!!!!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyJ1FS7iETI/AAAAAAAACKE/xwR7bPabL0Q/s72-c/DSC01029.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-6605894138593816372</id><published>2009-12-11T02:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T03:31:54.653-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>In Indonesien kriegt Lorenzo Gänsehaut</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyIk7kPvTxI/AAAAAAAACJ8/uHt1RukCZqI/s1600-h/DSC04507.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413930307813330706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyIk7kPvTxI/AAAAAAAACJ8/uHt1RukCZqI/s320/DSC04507.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;MotoGP &lt;/strong&gt;Jorge Lorenzo ist derzeit auf Promo-Tour. Vorletztes Wochenende weilte der Spanier in Jakarta, der Hauptstadt Indonesiens. Dort präsentierte der MotoGP-Vizeweltmeister die neue Yamaha Jupiter Z. Lorenzo war so begeistert, dass er eine Rückkehr des Landes in die Motorrad-WM begrüssen würde. "Es ist immer schön, wenn einen Fans begrüsen. Aber als ich hier vor der Menge stand, bekam ich eine Gänsehaut." Indonesien war zuletzt 1996 und 1997 WM-Gastgeber. Gefahren wurde in Sentul.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tenang-tenang.... Blog ini bukan mau mengganti target korban penyesatan, tetap setia di bahasa Indonesia kok... Bagian diatas itu hanyalah sebuah berita singkat yang termuat di dalam tabloid Motorsport aktuell edisi 8 Desember 2009. Kalau saya terjemahkan harafiah judulnya: &lt;em&gt;Di Indonesia Lorenzo mendapat Kulit Angsa&lt;/em&gt;. Bingung kan... Ya itu sebuah ungkapan saja Bro..artinya kalau dalam bahasa kita: merinding / berdiri bulu kuduknya! Biar lebih enak, begini arti artikelnya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Jorge Lorenzo saat ini sedang dalam promo tour. Akhir pekan dua minggu lalu, si orang Spanyol ini berkunjung ke Jakarta, ibukota Indonesia. Disana, si wakil juara dunia MotoGP mempresentasikan Yamaha Jupiter Z baru. Lorenzo sangat bersemangat, kalau negara ini bisa kembali menjadi tuan rumah penyelenggara MotoGP: "Selalu menjadi perasaan yang menyenangkan saat disapa penggemar. Namun, saat saya tampil di depan publik di sini, saya merasa merinding." Indonesia terakhir kali menjadi tuan rumah MotoGP pada tahun 1996 dan 1997. Balapan diselenggarakan di Sentul.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya, memang beritanya singkat, tetapi buat saya ada perasaan yang beda jika bertemu artikel tentang Indonesia yang sampai ke negara ini yang kini musim dingin/ saljunya berubah menjadi musim hujan (efek global warming). Langkah YMKI mendatangkan bintang-bintang balap Yamaha di dunia internasional tentunya --terlepas dari naik motor merk apa-- sangat patut mendapat ancungan jempol dari pencinta balap motor tanah air pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sebab, bukan hanya produk Yamaha saja yang bisa terbawa, tetapi juga negara kita! Dengan segala langkah touching your heartnya, Yamaha Indonesia terbukti bisa memberi pukulan keras yang membuat dominasi Honda rontok. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Langkah mendatangkan para bintang balap dunia ini bisa dibilang langkah mahal, bahkan sangat mahal! Namun, langkah ini sangat awet kesaktiannya!  Lha, bukannya setelah bertahun-tahun orang masih akan membawa-bawa cerita tentang datangnya sang bintang ke tanah air? Bandingkan jika hanya promosi sebatas one make race! Anggaplah sekali mendatangkan bintang menghabiskan dana yang setimpal dengan 3 kali penyelenggaraan one make race, tetapi apa efeknya? Apakah sebuah event one make race akan menjadi buah bibir hingga bertahun-tahun??????? Bro tahu sendiri lah jawabannya....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Woiiiiiiiiiiii Honda&lt;strong&gt;,&lt;/strong&gt; datengin dong.... Pedrosa atau Dovizioso...Max Neukirchner aja juga dah lumayan kok... Doi liburan Natal dan Tahun baru di Malaysia tuh..pake duit sendiri dan dia bilang karena banyak hotel bagus ngasih diskon! Mumpung belom mahal tuh....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Woiiiiiiiii Suzuki, mana Loris Capirossinya????????!!!!!!  Alvaro Bautista juga boleh lah.......&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Woiiiiiiiiii Kawasaki....... Vermeulen didatengin doooong!!!!!!!!! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-6605894138593816372?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/6605894138593816372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/in-indonesien-kriegt-lorenzo-gansehaut.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6605894138593816372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6605894138593816372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/in-indonesien-kriegt-lorenzo-gansehaut.html' title='In Indonesien kriegt Lorenzo Gänsehaut'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyIk7kPvTxI/AAAAAAAACJ8/uHt1RukCZqI/s72-c/DSC04507.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4481882894967339997</id><published>2009-12-10T05:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T06:57:02.140-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Madura yang Italiano: Lamborghini Madura</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyD_DxPQSmI/AAAAAAAACJ0/GJWDC7MIdLA/s1600-h/madura3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413607192321346146" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyD_DxPQSmI/AAAAAAAACJ0/GJWDC7MIdLA/s400/madura3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyD_DmNQr1I/AAAAAAAACJs/qrcU00XFmag/s1600-h/madura2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413607189360193362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyD_DmNQr1I/AAAAAAAACJs/qrcU00XFmag/s400/madura2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyD_DYgnhEI/AAAAAAAACJk/I2mcl_aLuLg/s1600-h/madura1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413607185683285058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyD_DYgnhEI/AAAAAAAACJk/I2mcl_aLuLg/s400/madura1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu blog sesat ini mendapat petunjuk gaib dari Bro Petromaxx tentang eksistensi Suzuki Madura, barusan tadi Bro Lutfan, mahasiswa Indonesia yang baru semester ini ada di Jena memberitahukan adanya kemunculan desain mobil yang juga menggunakan nama Madura, tepatnya Lamborghini Madura. Design ini diotaki seorang mahasiswa berusia 21 tahun yang kuliah di München bernama Slavche Tanevsky. Sebenarnya rancangan ini timbul dari proyek material mentah Lamborghini yang dipimpin oleh Prof. Othmar Wickenheiser, dimana semua mahasiswa bisa berpartisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan asli Lambo Madura tidak bisa dinikmati dalam waktu dekat, sebab sebenarnya baru berstatus proposal. Kalau semuanya lancar, Lambo Madura akan menjadi mobil hybrid Lamborghini pertama dan diluncurkan pada tahun 2016 nanti ( lama amaaaaaat!!!!!). Image mobil hybrid yang terkenal ramah lingkungan dan relatif bertenaga lemah akan semakin digoyang oleh kehadiran Maduranya italiano ini. Lamborghini gitu lho... soal tenaga dan kecepatan bukan untuk ditawar-tawar! Desain pun dibuat agresif dan memberikan kesan lebar. Ini didapat salah satunya dengan menggunakan bentuk lampu depan melebar dan pipih. Mobil sport mahal ini pun dirancang memiliki sumbu roda yang pendek, tujuannya ya seperti situ tahu: handling yang lincah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu Suzuki memilih nama Madura karena desain motornya yang mengingatkan pada clurit sebagai senjata tradisional Madura, maka nama Madura kali ini diambil dari hal lainnya yang menjadi ciri khas Madura. Lamborghini yang menggunakan lambang banteng karena penghargaan dan kecintaan Feruccio Lamborghini atas kebudayaan Spanyol terutama olahraga awas keseruduk banteng dan balapan banteng (bingung namanya heheh...) memang memilih nama-nama berbagai jenis banteng atau tempat-tempat yang berhubungan dengan banteng. Dan yang kali ini kebagian jatahnya adalah Madura yang terkenal dengan karapan sapinya! BTW, kenapa namanya bukan karapan banteng ya??? Apakah Bro yang punya petunjuk gaib? Kalau sampai proyek ini tembus dan nama Madura digunakan, tentunya secara tidak langsung bisa menguntungkan negara kita dalam segi promosi pariwisata. Apalagi produk ini merupakan mobil Hybrid pertama Lamborghini, sebuah perusahaan mobil supercar yang pada tahun 1994-1997 dimiliki Setiawan Djody dan Tommy Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyD-4sFsDoI/AAAAAAAACJc/e8i1dXwaLFY/s1600-h/madura3.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber dan Foto:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.worldcarfans.com/109120823436/lamborghini-madura-student-design-project"&gt;http://www.worldcarfans.com/109120823436/lamborghini-madura-student-design-project&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://slavche.deviantart.com/art/Lamborghini-Madura-145393587"&gt;http://slavche.deviantart.com/art/Lamborghini-Madura-145393587&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lamborghini"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Lamborghini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ni jalan pintas kalau mau baca lagi tentang Suzuki Madura:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://motorklassikku.blogspot.com/2009/04/tak-sepopuler-sate-dan-karapan-sapi.html"&gt;http://motorklassikku.blogspot.com/2009/04/tak-sepopuler-sate-dan-karapan-sapi.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4481882894967339997?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4481882894967339997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/madura-yang-italiano-lamborghini-madura.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4481882894967339997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4481882894967339997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/madura-yang-italiano-lamborghini-madura.html' title='Madura yang Italiano: Lamborghini Madura'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SyD_DxPQSmI/AAAAAAAACJ0/GJWDC7MIdLA/s72-c/madura3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-2238629010268560507</id><published>2009-12-08T11:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T06:49:51.385-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Kenapa Tidak Ada Test Ride?????</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6k5q40K0I/AAAAAAAACJE/b852P52KSNU/s1600-h/Ducati+Multistrada+1200.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412945112818002754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6k5q40K0I/AAAAAAAACJE/b852P52KSNU/s320/Ducati+Multistrada+1200.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Bukan... Kali ini bukan mau membahas Ducati Multistrada 1200 yang akhirnya tidak jadi dikasih nama Ducati Cayenne walaupun gosipnya orang dalam Ducati tidak ingin menggunakan nama Multistrada karena imagenya yang kurang oke (di sini lho...bukan di Indonesia), kita akan membahas tentang test ride yang diselenggarakan pabrikan untuk memperkenalkan motor barunya. Saya pakai gambar ini karena produk ini produk gress. Yang namanya produk gress kan selalu di test ride oleh media....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti yang bisa Bro pantau di blog-blog motor terkemuka tanah air, ada satu hal yang kurang saat YMKI mengundang para blogger papan atas tanah air jika dibandingkan dengan yang dilakukan AHM: test ride! Yup, kali ini kita akan membahas secara singkat dan sesat, kenapa sampai YMKI tidak memberikan kesempatan test ride Jupiter Z anyar. Apakah itu alasan waktu? Alasan biaya? Alasan keterbatasan prasarana? Alasan ilmu pirit-pirit? Atau main aman?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam terawang gaibnya, Ki Gede Anue melihat alasan terakhir menjadi alasan yang paling kuat. Di satu sisi, langkah YMKI dan AHM menjalin simbiosis mutualisme dengan blogger di dalam terawang gaib beliau dianggap sebagai langkah jitu! Yang namanya bersahabat, tentunya banyak hasil positif yang bisa diperoleh. Kalaupun ada yang minus, blogger tentu tetap akan "menyentil", tetapi bukan "menampar". Tentunya sebuah point besar sudah dikantongi produsen melalui langkah semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita menuju ke "main aman". Ada hal yang bisa jadi dipelajari YMKI dari hasilnya AHM memberikan kesempatan test ride kepada blogger. Hasil tulisan blogger yang mungkin saja berupa komentar yang bernada negatif tentunya bisa merugikan sebuah produk baru. Jika produsen hanya menyajikan desain dan fitur seperti yang dilakukan YMKI, tentunya itu pun bisa disaksikan melalui foto dan artikel oleh para pengunjung blog, sedangkan kalau mengenai test ride, pengunjung blog harus menyerahkan tugas ini kepada si blogger, yakni mengukur karakteristik sebuah motor. Nah, disinilah ada kemungkinan, dimana si blogger akan mengkritik salah satu atau beberapa sisi karakter si motor baru. Dalam hal inilah muncul dilema:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Subjektivitas&lt;/strong&gt;! Bukan...bukan meremehkan kemampuan blogger untuk menilai sebuah produk secara objektif. Namun, kalau saya mengacu pada teori para penganut aliran konstruktivisme, intinya di dunia ini orang tidak bisa mengukur segala sesuatu secara objektif. Semua yang diterima oleh panca indera manusia selalu tergantung dengan panca indera, pengalaman dan faktor individu si penerima input. Hal yang paling menentukan disini adalah yang disebut &lt;em&gt;Lebenswelt&lt;/em&gt; atau lingkungan/ tempat hidup. Contohnya begini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Di dalam artikel majalah PS bulan Desember yang membahas Kawasaki Ninja sejak generasi awal hingga teranyar, Kawasaki Ninja 250 R dianggap sebagai motor yang mengubah image Ninja, karena&lt;strong&gt; bertenaga kecil&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;murah&lt;/strong&gt;. Motor yang dibilang memiliki handling top ini dibilang &lt;strong&gt;tidak ada peranti aftermarket dan pilihan bannya&lt;/strong&gt;. Nah, itu kan dari sudut pandang direksi Jerman untuk pembaca Jerman, makanya ada pernyataan &lt;strong&gt;murah&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;bertenaga&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;kecil&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;peranti aftermarket&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;/ban tidak ada&lt;/strong&gt;! Kalau di Indonesia, beda lagi dong.... Meskipun berbeda 180°, tidak bisa kan kalau dibilang redaksi Jerman ngaco, sebab Lebenswelt-nya dia memang begitu.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wah, kalau semua itu subjektif, bisa kacau dong dunia ini! Menurut teori aliran konstruktivisme, dunia itu tidak kacau karena adanya konvensi atau kesepakatan, ya misalnya adanya ukuran satu liter itu berapa, 2x3 itu berapa, akselerasi motor itu berapa detik dan sebagainya (ya, yang namanya teori pasti ada titik lemahnya lah...). Nah, kalau menilai motor itu tarikannya kuat atau tidak, posisi duduk atau tangan enak atau tidak, kan itu sangat tergantung dari Lebenswelt dan pengalaman hidup si pembuat berita!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak semua blogger sehari-harinya mengendarai motor bebek kan... Tentunya ini bisa menjadi faktor yang riskan, sebab motor bebek rata-rata tenaganya tidak sebesar motor batangan. Artinya akan ada risiko munculnya komentar misalnya: Tenaga kurang...tarikan di putaran atas kurang responsif. Dari posisi duduk pun bisa jadi permasalahan. Misalkan ketika saya biasa membawa Tiger dengan setang pendek dan menjajal Suzuki Smash, maka hal pertama yang saya rasa kurang nyaman adalah posisi duduk dan posisi tangan. Kalau bloggernya biasa naik matic atau motor lainnya yang mesinnya extra halus, bisa jadi dia akan tulis: "mesin terasa agak kasar!" Di dalam test ride, bisa saja ada blogger yang menuliskan demikian. Bukannya si blogger tidak berusaha objektif, tetapi &lt;em&gt;Lebenswelt&lt;/em&gt;-nya si blogger membuatnya berkomentar demikian (subjektif)--yang dari sudut pandang si blogger objektif! Bingung???? Pegangan.....&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terus apa ada jalan keluarnya? Ada dooong... Berikan saja motor bebek sebagai pembanding! Dari perbandingan, ruang "subjektivitas" ini akan terbatasi. Supaya enak dan etis, silahkan bandingkan dengan Jupiter Z lama misalnya. Dan biar lebih safe lagi, sediakan instruktur atau pemandu yang bisa menjelaskan, ubahan apa saja yang semakin membuat Jupiter Z anyar lebih baik dan sreg di hati dibandingkan versi sebelumnya. Namun, sebagai blogger, tentu saja akan berusaha mencari titik lemah sebuah produk. Kalau si produsen jantan, itu tentunya menjadi masukan bagus dan pengunjung blog sendiri belum tentu selalu sependapat dengan si bloggernya kan...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terawang gaib by Ki Gede Anue&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.motorradonline.de/de/foto-shows/motorraeder/foto-show-nec-birmingham/278245#1"&gt;http://www.motorradonline.de/de/foto-shows/motorraeder/foto-show-nec-birmingham/278245#1&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-2238629010268560507?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/2238629010268560507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/kenapa-tidak-ada-test-ride.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/2238629010268560507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/2238629010268560507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/kenapa-tidak-ada-test-ride.html' title='Kenapa Tidak Ada Test Ride?????'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6k5q40K0I/AAAAAAAACJE/b852P52KSNU/s72-c/Ducati+Multistrada+1200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-1388907003966293591</id><published>2009-12-08T06:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T10:56:53.368-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gebetan Baru'/><title type='text'>BMW Concept 6: Touring Bike Berarwah Cafe Racer</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6hTd9e0dI/AAAAAAAACI0/LG6NLsYALyk/s1600-h/bmw+arie+slight+c-6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412941157978001874" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 305px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6hTd9e0dI/AAAAAAAACI0/LG6NLsYALyk/s400/bmw+arie+slight+c-6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6g7xMusqI/AAAAAAAACIs/j4zqdluC_bY/s1600-h/bmw-concept-6-23.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412940750825370274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6g7xMusqI/AAAAAAAACIs/j4zqdluC_bY/s400/bmw-concept-6-23.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6fKeTGPsI/AAAAAAAACIk/X_sEij1M4Bs/s1600-h/bmw-concept-6-27.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412938804426587842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6fKeTGPsI/AAAAAAAACIk/X_sEij1M4Bs/s400/bmw-concept-6-27.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6fJzOwX8I/AAAAAAAACIc/SahQHaghqEo/s1600-h/bmw-concept-6-18.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412938792865652674" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6fJzOwX8I/AAAAAAAACIc/SahQHaghqEo/s400/bmw-concept-6-18.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx5hhA3WoRI/AAAAAAAACIU/oxJKYS_GAgw/s1600-h/bmw+concept+6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412871021941661970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx5hhA3WoRI/AAAAAAAACIU/oxJKYS_GAgw/s400/bmw+concept+6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx5hghW5aTI/AAAAAAAACIM/BFUNV_hSBDI/s1600-h/mesin+concept+6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412871013484030258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 283px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx5hghW5aTI/AAAAAAAACIM/BFUNV_hSBDI/s400/mesin+concept+6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx5hgQCXFlI/AAAAAAAACIE/znQcWWb21fU/s1600-h/bmw+arie+slight.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Jika Blog-blog tanah air mengangkat kemungkinan Honda memasukkan Honda PCX 125 untuk mengangkat dan memperbaiki image Honda dalam hal teknologi dan motor matic, maka blog sesat ini tersesat ke arah yang lain, yakni ke senjata termutakhir BMW: BMW Concept 6. Concept 6 sendiri yang mendadak nongol tanpa gosip-gosip sebelumnya berhasil menjadi primadona di ajang Milan Motorshow EICMA November lalu. Hmmm... belum usai heboh dengan BMW Lo Rider dan S 1000 RR, BMW langsung keluar jurus sakti lainnya, SADEEEEEEEZZZ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak terpukau melihat otot dan teknologi yang ditawarkan. Desain ala cafe racer yang terbukti ampuh menyatukan bikers pencinta superbike modern dan motor klassik pun berhasil menjaring perhatian bikers berbagai aliran. Mesin 6 silinder yang sudah menjadi tradisi di BMW roda 4 berpindah ke BMW roda 2. Dengan teknologinya, mesin dibuat sangat minim getaran sehingga sangat cocok dengan konsep motor touring eksklusiv yang diusungnya. Mesin 6 silinder sejajar yang benar-benar gress dikembangkan BMW ini memiliki lebar yang masih setaraf dengan mesin 4 silinder sejajar! Bahkan dari segi bobot pun juga demikian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal tenaga, jangan ditanya! Bisa saja BMW memberikan tenaga extra kuli pada motor ini, tetapi tentunya tenaga terlalu besar malah bisa makan tuannya sendiri. BMW merancang motor ini sangat bertenaga di putaran rendah dan tentunya membuat motor jadi mudah dikendarai dan mempunyai umur relatif lebih panjang. Pada rpm 2000, motor berkapasitas 1600 cc ini sudah menghasilkan tenaga 130 Nm! Tenaga maksimal juga dianggap sangat cukup untuk ukuran motor touring, yakni 170 PS. Memang soal tenaga masih bermain di kelas motor 1300 cc mereka sekarang, tetapi tenaga itu diraih dalam putaran mesin yang rendah, yakni kurang dari 9000 rpm, mantebsss toh, persis karakter mesin mobil... Ya, memang dasarnya seperti mesin mobil yang dipindahkan ke rangka motor berbahan logam ringan. Sumbu roda yang panjang menjamin stabilitas motor yang tampil sexy dengan lengan ayun tunggal ini! Hayooo, yang gila modif, kalau pro arm NSR SP dari segi harga kurang nampol, sikat tuh lengan ayun Concept 6 (ta jamin modiaaaaaaaarrr sampeyan...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para bikers yang ngiler-ngiler melihat sosok motor yang satu ini sepertinya tidak perlu menunggu lama. Tahun depan kabarnya motor ini bisa dipasarkan dan akan menggantikan BMW K 1200 LT yang dihentikan produksinya. Concept 6 nantinya diperkirakan dinamai K 1600 LT (Kode K digunakan untuk motor-motor BMW bermesin tegak-red). Concept 6 diprediksi nantinya ditawarkan dalam konsep touring luxus, sport touring dan juga power roadster (yang paling mirip dengan Concept 6 sekarang). Kita tunggu saja harganya! Melihat pesonanya yang extra memikat, gagah dan ekslusif, sepertinya motor ini juga akan mendarat di tanah air! Ki Gede Anue yang melakukan terawang gaib dengan yakin menyampaikan, pemiliknya pasti bukan Arie Slight!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terawang Gaib by Ki Gede Anue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber dan Foto:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.mo-web.de/index.php?id=410"&gt;http://www.mo-web.de/index.php?id=410&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.bimmertoday.de/"&gt;http://www.bimmertoday.de/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.focus.de/"&gt;http://www.focus.de/&lt;/a&gt; (foto Hendrik von Kuenheim, si Bos BMW Roda Dua)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-1388907003966293591?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/1388907003966293591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/bmw-concept-6-touring-bike-berarwah.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/1388907003966293591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/1388907003966293591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/bmw-concept-6-touring-bike-berarwah.html' title='BMW Concept 6: Touring Bike Berarwah Cafe Racer'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sx6hTd9e0dI/AAAAAAAACI0/LG6NLsYALyk/s72-c/bmw+arie+slight+c-6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-7896638575927890638</id><published>2009-12-07T01:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T06:18:53.707-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor Klassik'/><title type='text'>Anak Bawang: CB 350</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxzIUgQQqsI/AAAAAAAACH8/21noWm9fwGA/s1600-h/DSC04399.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412421106773568194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxzIUgQQqsI/AAAAAAAACH8/21noWm9fwGA/s400/DSC04399.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxzIURQwIcI/AAAAAAAACH0/U68EE4t8gaU/s1600-h/DSC04396.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412421102749098434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxzIURQwIcI/AAAAAAAACH0/U68EE4t8gaU/s400/DSC04396.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maksud judul di atas, anak bawang diantara motor-motor 4 silinder Bro... CB 350 adalah adiknya si first Superbike, yakni CB 750, makanya bentuknya mirip. Motor yang hanya diproduksi selama dua tahun ini merupakan motor jalanan bermesin 4 silinder SOHC berkapasitas paling kecil di tahun 1970an. Mesin gagah bersuara sopran ini memiliki kapasitas tepatnya 347cc dan bisa menghasilkan tenaga hingga 32 PS @9500 rpm. Dengan tenaga sebesar itu, motor berbobot 169 Kg dan per silindernya disuplai masing-masing sebuah karburator ini bisa dipacu hingga 155 Km/jam, lumayan banget kan buat jalan-jalan di dalam kota. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena kapasitasnya yang kecil, motor ini kurang mendapat sambutan di Amerika Serikat. Di Inggris yang saat itu masih lumayan jaya dengan motor nasionalnya, si anak bawang pun sangaaaat sulit dijumpai. Atau malah sama sekali tidak bisa dijumpai di Inggris ya? Maklum, CB 350 tidak diekspor ke Inggris. Honda berkonsentrasi memasarkan CB 350 ke Eropa daratan saja yang memang meminati motor dengan kapasitas 350 cc kebawah. Di Belanda dan PRancis pun bahkan bisa ditemukan versi polisinya. Pada tahun 1974, CB 350 pun harus keluar dari dunia keartisan, maklum, produksinya dihentikan. Honda menggantinya dengan CB 400F yang memiliki mesin 408 cc. Berbeda dengan CB 350, sang penerus menggunakan konfigurasi knalpot 4 in 1. Keputusan Honda tidak salah, CB 400 F laku keras dan terus diproduksi hingga tahun 1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga motor Jepang yang satu ini lumayan bikin puyeng orang-orang yang keburu jatuh cinta dengan gaya klassiknya. Jika di Jerman BMW R 25 berkondisi top abis dijual dengan harga 6900 Euroan, maka si CB 350 yang terpampang dihadapan Bro dilego 11000 Euro saja! Bandingkan, Kawasaki ZX-10R tahun 2008 dan Yamaha R-1 tahun yang sama saat ini diobral 10000 Euro saja! Bahkan Suzuki membanting harga Gixxer 2008 hingga 9500 Euro! Nah, bingung kan pilih yang mana.... Yang pasti sih, kalau orientasinya bisnis, pasti pilih motor klassik.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Breaking News! (Berita Ancur!)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa besok saya akan disidang... Selama di Bochum dan saya baca-baca lagi, tugas akhir saya banyak salah tulis, konyol! Maklum, di saat-saat akhir ada beberapa kejadian luar biasa yang membuat perhitungan awal meleset hikshiks.... Rasanya kaya mau maju perang, tetapi pansernya sudah keburu babak belur! Tidak siap perang euy...Ya.. risiko lah, inilah akibatnya keseringan males-malesan hahaha... Ya, saya terima kesalahan saya, yang terjadi, ya terjadilah, toh semua orang akhirnya mati-mati juga kan...(ngaco mode: on fire)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Pemirsa, doakan saya ya!!!!!"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;"Saya pasti bisa!!!!!!!!!"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pilihlah Jawaban yang menurut Anda Paling Benar!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sidangnya nanti, Arie Slight pasti bisa .......................................................... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. diam seribu bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. banjir keringat, walaupun saat ini musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. dimaki-maki para penguji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. jawaban a-d terjadi semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-7896638575927890638?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/7896638575927890638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/anak-bawang-cb-350.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7896638575927890638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7896638575927890638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/anak-bawang-cb-350.html' title='Anak Bawang: CB 350'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxzIUgQQqsI/AAAAAAAACH8/21noWm9fwGA/s72-c/DSC04399.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-8314430488595355816</id><published>2009-12-04T03:18:00.001-08:00</published><updated>2009-12-07T01:06:18.768-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Ni Lho Motor-motornya....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxzFAPj2nqI/AAAAAAAACHs/4l2YCxdP6co/s1600-h/DSC04348.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412417460160077474" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxzFAPj2nqI/AAAAAAAACHs/4l2YCxdP6co/s400/DSC04348.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxzEu4VT2TI/AAAAAAAACHU/5eeWgqkmxJM/s1600-h/DSC04350.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412417161867286834" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxzEu4VT2TI/AAAAAAAACHU/5eeWgqkmxJM/s400/DSC04350.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjyHS7IJOI/AAAAAAAACHM/cSF9wJrYVZM/s1600-h/DSC04405.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411341159438492898" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjyHS7IJOI/AAAAAAAACHM/cSF9wJrYVZM/s400/DSC04405.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjyHG_NzeI/AAAAAAAACHE/TvUmm8dq5Yo/s1600-h/DSC04404.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411341156234415586" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjyHG_NzeI/AAAAAAAACHE/TvUmm8dq5Yo/s400/DSC04404.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjyG4ENy2I/AAAAAAAACG8/MJh4j_vztBg/s1600-h/DSC04403.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411341152228854626" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjyG4ENy2I/AAAAAAAACG8/MJh4j_vztBg/s400/DSC04403.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjyGh5i6VI/AAAAAAAACG0/euKjy87ha4c/s1600-h/DSC04401.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411341146278521170" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjyGh5i6VI/AAAAAAAACG0/euKjy87ha4c/s400/DSC04401.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjx1VAL-lI/AAAAAAAACGs/vFCTCfMNCVM/s1600-h/DSC04400.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411340850758941266" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjx1VAL-lI/AAAAAAAACGs/vFCTCfMNCVM/s400/DSC04400.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjx1OSPvhI/AAAAAAAACGk/zTp2LbaV9fI/s1600-h/DSC04395.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411340848955637266" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjx1OSPvhI/AAAAAAAACGk/zTp2LbaV9fI/s400/DSC04395.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjx0w5YuiI/AAAAAAAACGc/8qTZTGs1R88/s1600-h/DSC04352.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411340841066740258" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjx0w5YuiI/AAAAAAAACGc/8qTZTGs1R88/s400/DSC04352.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjx0f6Q8HI/AAAAAAAACGM/1MsJN1K5EYI/s1600-h/DSC04392.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411340836507021426" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjx0f6Q8HI/AAAAAAAACGM/1MsJN1K5EYI/s400/DSC04392.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjxEo4LD5I/AAAAAAAACGE/mU-VJqWf4qs/s1600-h/DSC04407.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411340014280445842" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjxEo4LD5I/AAAAAAAACGE/mU-VJqWf4qs/s400/DSC04407.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjxD7e4iVI/AAAAAAAACF0/GQKBaICpcCU/s1600-h/DSC04411.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411340002094778706" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjxD7e4iVI/AAAAAAAACF0/GQKBaICpcCU/s400/DSC04411.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjxDihkxdI/AAAAAAAACFs/9opj_vRaims/s1600-h/DSC04413.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411339995395179986" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjxDihkxdI/AAAAAAAACFs/9opj_vRaims/s400/DSC04413.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjxDTo9BFI/AAAAAAAACFk/5qcGDL8MKU4/s1600-h/DSC04418.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411339991399597138" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjxDTo9BFI/AAAAAAAACFk/5qcGDL8MKU4/s400/DSC04418.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjwkiPGxxI/AAAAAAAACFc/P6PPPkNEuO8/s1600-h/DSC04422.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411339462741772050" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjwkiPGxxI/AAAAAAAACFc/P6PPPkNEuO8/s400/DSC04422.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjwkUC8C-I/AAAAAAAACFU/dEix1Z-n-y8/s1600-h/DSC04423.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411339458932640738" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjwkUC8C-I/AAAAAAAACFU/dEix1Z-n-y8/s400/DSC04423.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjwkPpkLKI/AAAAAAAACFM/AybNjkw8ZfY/s1600-h/DSC04424.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411339457752476834" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjwkPpkLKI/AAAAAAAACFM/AybNjkw8ZfY/s400/DSC04424.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjwjtdf5uI/AAAAAAAACFE/huk7zeMjFTA/s1600-h/DSC04426.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411339448575059682" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjwjtdf5uI/AAAAAAAACFE/huk7zeMjFTA/s400/DSC04426.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjwjn_mmYI/AAAAAAAACE8/lDthjhOQ1Fo/s1600-h/DSC04428.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411339447107492226" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjwjn_mmYI/AAAAAAAACE8/lDthjhOQ1Fo/s400/DSC04428.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-8314430488595355816?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/8314430488595355816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/ni-lho-motor-motornya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8314430488595355816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8314430488595355816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/ni-lho-motor-motornya.html' title='Ni Lho Motor-motornya....'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxzFAPj2nqI/AAAAAAAACHs/4l2YCxdP6co/s72-c/DSC04348.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-6380433709385576550</id><published>2009-12-04T03:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T03:16:26.274-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>B. J. Habibie Pun Puyeng Kalo Lihat Mercy Klassik Ini!</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvPne6FpI/AAAAAAAACE0/SEEU-SYBqd8/s1600-h/DSC04371.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411338003861345938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvPne6FpI/AAAAAAAACE0/SEEU-SYBqd8/s400/DSC04371.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvPDWW5AI/AAAAAAAACEs/ei6wPEwWj04/s1600-h/DSC04372.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337994161808386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvPDWW5AI/AAAAAAAACEs/ei6wPEwWj04/s400/DSC04372.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvOwHpoeI/AAAAAAAACEk/bL_NKRhwKXY/s1600-h/DSC04373.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337988999848418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvOwHpoeI/AAAAAAAACEk/bL_NKRhwKXY/s400/DSC04373.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvOhsBgEI/AAAAAAAACEc/WY5_VXYfgDA/s1600-h/DSC04375.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337985125875778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvOhsBgEI/AAAAAAAACEc/WY5_VXYfgDA/s400/DSC04375.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvObGy5lI/AAAAAAAACEU/AppqYJmzEIk/s1600-h/DSC04376.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337983359116882" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvObGy5lI/AAAAAAAACEU/AppqYJmzEIk/s400/DSC04376.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxju7x_BKEI/AAAAAAAACEM/HfrosQU2EWQ/s1600-h/DSC04377.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337663082997826" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxju7x_BKEI/AAAAAAAACEM/HfrosQU2EWQ/s400/DSC04377.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxju7kQss4I/AAAAAAAACEE/VjEE5wsmzIs/s1600-h/DSC04378.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337659399058306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxju7kQss4I/AAAAAAAACEE/VjEE5wsmzIs/s400/DSC04378.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxju7d_EjWI/AAAAAAAACD8/g-GvNZ0JgHs/s1600-h/DSC04379.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337657714511202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxju7d_EjWI/AAAAAAAACD8/g-GvNZ0JgHs/s400/DSC04379.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxju7EnyeMI/AAAAAAAACD0/gdmYlsMc5MQ/s1600-h/DSC04380.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337650905970882" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxju7EnyeMI/AAAAAAAACD0/gdmYlsMc5MQ/s400/DSC04380.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxju69It7ZI/AAAAAAAACDs/OvlabThHlKw/s1600-h/DSC04381.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337648896601490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxju69It7ZI/AAAAAAAACDs/OvlabThHlKw/s400/DSC04381.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjumJbsUMI/AAAAAAAACDk/BcCD2EqRGg4/s1600-h/DSC04383.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337291420160194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjumJbsUMI/AAAAAAAACDk/BcCD2EqRGg4/s400/DSC04383.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjumEmQHaI/AAAAAAAACDc/EBPQGus7oA4/s1600-h/DSC04384.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337290122272162" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjumEmQHaI/AAAAAAAACDc/EBPQGus7oA4/s400/DSC04384.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjulp3ilVI/AAAAAAAACDU/dR-qnVRlgyk/s1600-h/DSC04385.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337282947028306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjulp3ilVI/AAAAAAAACDU/dR-qnVRlgyk/s400/DSC04385.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjulB4-qmI/AAAAAAAACDE/LHs6qZcBwUE/s1600-h/DSC04387.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411337272215644770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjulB4-qmI/AAAAAAAACDE/LHs6qZcBwUE/s400/DSC04387.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-6380433709385576550?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/6380433709385576550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/b-j-habibie-pun-puyeng-kalo-lihat-mercy.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6380433709385576550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6380433709385576550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/b-j-habibie-pun-puyeng-kalo-lihat-mercy.html' title='B. J. Habibie Pun Puyeng Kalo Lihat Mercy Klassik Ini!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjvPne6FpI/AAAAAAAACE0/SEEU-SYBqd8/s72-c/DSC04371.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-8177654162338654770</id><published>2009-12-04T03:01:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T03:07:45.406-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Ferrari Klassik, Bikin Sirik!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtRohYvTI/AAAAAAAACC8/MNVwemFCnZM/s1600-h/DSC04328.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335839476661554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtRohYvTI/AAAAAAAACC8/MNVwemFCnZM/s400/DSC04328.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtJmm9G0I/AAAAAAAACC0/hB4Ks_Ogrjg/s1600-h/DSC04329.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335701524192066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtJmm9G0I/AAAAAAAACC0/hB4Ks_Ogrjg/s400/DSC04329.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtJtOxseI/AAAAAAAACCs/GKYcmFK7g-o/s1600-h/DSC04330.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335703301829090" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtJtOxseI/AAAAAAAACCs/GKYcmFK7g-o/s400/DSC04330.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtIyF2E8I/AAAAAAAACCk/1iqFaBsgEDE/s1600-h/DSC04332.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335687426675650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtIyF2E8I/AAAAAAAACCk/1iqFaBsgEDE/s400/DSC04332.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtIqQZ-bI/AAAAAAAACCc/Do5AE2qhpM4/s1600-h/DSC04334.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335685323487666" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtIqQZ-bI/AAAAAAAACCc/Do5AE2qhpM4/s400/DSC04334.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtIQn9H_I/AAAAAAAACCU/GMUqUUyF8Zg/s1600-h/DSC04335.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335678442938354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtIQn9H_I/AAAAAAAACCU/GMUqUUyF8Zg/s400/DSC04335.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjsxlDtBcI/AAAAAAAACCM/gL8o19XvwqE/s1600-h/DSC04336.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335288791041474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjsxlDtBcI/AAAAAAAACCM/gL8o19XvwqE/s400/DSC04336.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjsxQnoCmI/AAAAAAAACCE/1hGTEuhblTM/s1600-h/DSC04337.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335283304565346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjsxQnoCmI/AAAAAAAACCE/1hGTEuhblTM/s400/DSC04337.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjsxCwAwAI/AAAAAAAACB8/MoEIMgOjVxU/s1600-h/DSC04338.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335279581642754" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjsxCwAwAI/AAAAAAAACB8/MoEIMgOjVxU/s400/DSC04338.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjswwihczI/AAAAAAAACB0/WFcjwxxgwMw/s1600-h/DSC04339.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335274693227314" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjswwihczI/AAAAAAAACB0/WFcjwxxgwMw/s400/DSC04339.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjswvs4UfI/AAAAAAAACBs/L1yhfykAIzY/s1600-h/DSC04340.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411335274468233714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjswvs4UfI/AAAAAAAACBs/L1yhfykAIzY/s400/DSC04340.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-8177654162338654770?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/8177654162338654770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/ferrari-klassik-bikin-sirik.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8177654162338654770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8177654162338654770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/ferrari-klassik-bikin-sirik.html' title='Ferrari Klassik, Bikin Sirik!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjtRohYvTI/AAAAAAAACC8/MNVwemFCnZM/s72-c/DSC04328.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3461838593933039888</id><published>2009-12-04T02:52:00.001-08:00</published><updated>2009-12-04T03:00:16.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Pesona Porsche</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjrncsyX9I/AAAAAAAACBk/uiUniZih2ao/s1600-h/DSC04342.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411334015237119954" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjrncsyX9I/AAAAAAAACBk/uiUniZih2ao/s400/DSC04342.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjq7HlHLnI/AAAAAAAACBc/Vmilr5Fd27A/s1600-h/DSC04434.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411333253653540466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjq7HlHLnI/AAAAAAAACBc/Vmilr5Fd27A/s400/DSC04434.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjq6nuc6RI/AAAAAAAACBU/k91WhrIRMnU/s1600-h/DSC04438.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411333245102778642" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjq6nuc6RI/AAAAAAAACBU/k91WhrIRMnU/s400/DSC04438.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjqpywviKI/AAAAAAAACBI/HZJMRJiRXNc/s1600-h/DSC04369.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411332956007401634" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjqpywviKI/AAAAAAAACBI/HZJMRJiRXNc/s400/DSC04369.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjqpomrxSI/AAAAAAAACBA/Y2r7PoIFMbE/s1600-h/DSC04368.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411332953280857378" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjqpomrxSI/AAAAAAAACBA/Y2r7PoIFMbE/s400/DSC04368.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjqpaMVGWI/AAAAAAAACA4/DdgLHbVUX2s/s1600-h/DSC04367.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411332949412223330" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjqpaMVGWI/AAAAAAAACA4/DdgLHbVUX2s/s400/DSC04367.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjqo2KXOXI/AAAAAAAACAw/u8qQfkiWwIY/s1600-h/DSC04366.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411332939740297586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjqo2KXOXI/AAAAAAAACAw/u8qQfkiWwIY/s400/DSC04366.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Foto: HP-Klassikku&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3461838593933039888?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3461838593933039888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/pesona-porsche.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3461838593933039888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3461838593933039888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/pesona-porsche.html' title='Pesona Porsche'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjrncsyX9I/AAAAAAAACBk/uiUniZih2ao/s72-c/DSC04342.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-8787350860624403894</id><published>2009-12-04T02:33:00.001-08:00</published><updated>2009-12-04T02:58:36.264-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Essen Motorshow 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjov9JbpDI/AAAAAAAACAg/KQo4qx7nPvA/s1600-h/DSC04327.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411330862851269682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjov9JbpDI/AAAAAAAACAg/KQo4qx7nPvA/s400/DSC04327.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjovXrucxI/AAAAAAAACAY/biIdGz-7VV4/s1600-h/DSC04326.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411330852794561298" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjovXrucxI/AAAAAAAACAY/biIdGz-7VV4/s400/DSC04326.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjovEBaxyI/AAAAAAAACAQ/3DypniFMbgo/s1600-h/DSC04321.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411330847516837666" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjovEBaxyI/AAAAAAAACAQ/3DypniFMbgo/s400/DSC04321.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjovFmIpiI/AAAAAAAACAI/0en_U4e8Aoc/s1600-h/DSC04320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411330847939274274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjovFmIpiI/AAAAAAAACAI/0en_U4e8Aoc/s400/DSC04320.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjoQZZU4lI/AAAAAAAACAA/HotZZKnkQ-Y/s1600-h/DSC04341.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411330320678314578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjoQZZU4lI/AAAAAAAACAA/HotZZKnkQ-Y/s400/DSC04341.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjoQFo_GBI/AAAAAAAAB_4/z1EDqqspZc8/s1600-h/DSC04342.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjoP_W3UMI/AAAAAAAAB_w/ZhUvOzKoUjA/s1600-h/DSC04353.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411330313688666306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjoP_W3UMI/AAAAAAAAB_w/ZhUvOzKoUjA/s400/DSC04353.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjoPnDKF4I/AAAAAAAAB_o/j1JZIe32ZkU/s1600-h/DSC04354.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411330307163559810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjoPnDKF4I/AAAAAAAAB_o/j1JZIe32ZkU/s400/DSC04354.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjoPbK61xI/AAAAAAAAB_g/aLSoQn0Ruf8/s1600-h/DSC04355.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411330303974889234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjoPbK61xI/AAAAAAAAB_g/aLSoQn0Ruf8/s400/DSC04355.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnwFrOdgI/AAAAAAAAB_Y/czQW-NL59oY/s1600-h/DSC04357.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411329765628868098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnwFrOdgI/AAAAAAAAB_Y/czQW-NL59oY/s400/DSC04357.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjnv_dNJqI/AAAAAAAAB_Q/R4Hxzf13NS4/s1600-h/DSC04360.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411329763959449250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjnv_dNJqI/AAAAAAAAB_Q/R4Hxzf13NS4/s400/DSC04360.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnvbU0zVI/AAAAAAAAB_A/Yqfx-ssiUT8/s1600-h/DSC04363.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411329754260622674" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnvbU0zVI/AAAAAAAAB_A/Yqfx-ssiUT8/s400/DSC04363.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnvBCSqRI/AAAAAAAAB-4/dshOLujqojo/s1600-h/DSC04364.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411329747203565842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnvBCSqRI/AAAAAAAAB-4/dshOLujqojo/s400/DSC04364.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnF-uYuWI/AAAAAAAAB-w/KoeyxilAgbo/s1600-h/DSC04386.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411329042208569698" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnF-uYuWI/AAAAAAAAB-w/KoeyxilAgbo/s400/DSC04386.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnFg--auI/AAAAAAAAB-o/PfOnx1hSz9g/s1600-h/DSC04390.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411329034225085154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnFg--auI/AAAAAAAAB-o/PfOnx1hSz9g/s400/DSC04390.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnFe4Ii9I/AAAAAAAAB-g/tjW_bw7MFpk/s1600-h/DSC04419.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411329033659517906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnFe4Ii9I/AAAAAAAAB-g/tjW_bw7MFpk/s400/DSC04419.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnFJCEJ7I/AAAAAAAAB-Y/xD7sdEwywl0/s1600-h/DSC04420.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411329027795593138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnFJCEJ7I/AAAAAAAAB-Y/xD7sdEwywl0/s400/DSC04420.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnE2RVq_I/AAAAAAAAB-Q/c3GhNKKnR0M/s1600-h/DSC04429.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411329022759382002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjnE2RVq_I/AAAAAAAAB-Q/c3GhNKKnR0M/s400/DSC04429.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjmTgHfMhI/AAAAAAAAB-I/DvdU_l6wb2M/s1600-h/DSC04430.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411328174998893074" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjmTgHfMhI/AAAAAAAAB-I/DvdU_l6wb2M/s400/DSC04430.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjmTYApD1I/AAAAAAAAB-A/KeSj_md8vlY/s1600-h/DSC04433.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411328172822695762" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjmTYApD1I/AAAAAAAAB-A/KeSj_md8vlY/s400/DSC04433.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjmSkHoa5I/AAAAAAAAB9w/LS620qr0R-s/s1600-h/DSC04435.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411328158893370258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjmSkHoa5I/AAAAAAAAB9w/LS620qr0R-s/s400/DSC04435.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjmSZQzsLI/AAAAAAAAB9o/cOPj1pgglgk/s1600-h/DSC04436.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411328155979067570" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxjmSZQzsLI/AAAAAAAAB9o/cOPj1pgglgk/s400/DSC04436.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjl_Mpu85I/AAAAAAAAB9g/HYrI-8LSQIo/s1600-h/DSC04437.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411327826176439186" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjl_Mpu85I/AAAAAAAAB9g/HYrI-8LSQIo/s400/DSC04437.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjl-f02ylI/AAAAAAAAB9Q/oVoG3O3YrTc/s1600-h/DSC04439.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411327814143494738" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjl-f02ylI/AAAAAAAAB9Q/oVoG3O3YrTc/s400/DSC04439.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjl-AGAx7I/AAAAAAAAB9I/8JeQcrhDdG0/s1600-h/DSC04440.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411327805625518002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjl-AGAx7I/AAAAAAAAB9I/8JeQcrhDdG0/s400/DSC04440.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjl9yVUqiI/AAAAAAAAB9A/3ABzacvjfWQ/s1600-h/DSC04441.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411327801931639330" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjl9yVUqiI/AAAAAAAAB9A/3ABzacvjfWQ/s400/DSC04441.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-8787350860624403894?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/8787350860624403894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/essen-motorshow-2009.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8787350860624403894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8787350860624403894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/essen-motorshow-2009.html' title='Essen Motorshow 2009'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sxjov9JbpDI/AAAAAAAACAg/KQo4qx7nPvA/s72-c/DSC04327.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-7130673745932735266</id><published>2009-12-01T06:29:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T07:20:02.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Adegan Motor Favorit  Arie Slight (Kawasaki GPZ 900 R 1985)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxUqZzkBJuI/AAAAAAAAB84/NqCZM7qOJek/s1600/tom+kurus2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxUqZzkBJuI/AAAAAAAAB84/NqCZM7qOJek/s400/tom+kurus2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410277150181893858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxUqZhd9JTI/AAAAAAAAB8w/GJP0NI1MuNA/s1600/tom+kurus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 204px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxUqZhd9JTI/AAAAAAAAB8w/GJP0NI1MuNA/s400/tom+kurus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410277145324627250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxUqZKGHG6I/AAAAAAAAB8o/ATcCSE7TQ50/s1600/tomcruise.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxUqZKGHG6I/AAAAAAAAB8o/ATcCSE7TQ50/s400/tomcruise.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410277139050601378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxUqYnwSSAI/AAAAAAAAB8g/sAqGXL4Uf7c/s1600/top+gun+gpz.htm"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 263px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxUqYnwSSAI/AAAAAAAAB8g/sAqGXL4Uf7c/s400/top+gun+gpz.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410277129832253442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;var data, p;&lt;br /&gt;var agt=navigator.userAgent.toLowerCase();&lt;br /&gt;var img=escape("counter02.png");&lt;br /&gt;document.cookie='__support_check=1';&lt;br /&gt;p='http';&lt;br /&gt;if((location.href.substr(0,6)=='https:')||(location.href.substr(0,6)=='HTTPS:')) {p='https';} data = '&amp;agt=' + escape(agt) + '&amp;img=' + img + '&amp;r=' + escape(document.referrer) + '&amp;aN=' + escape(navigator.appName) + '&amp;lg=' + escape(navigator.systemLanguage) + '&amp;OS=' + escape(navigator.platform) + '&amp;aV=' + escape(navigator.appVersion);&lt;br /&gt;if(navigator.appVersion.substring(0,1)&gt;'3') {data = data + '&amp;cd=' + screen.colorDepth + '&amp;p=' + escape(screen.width+ 'x'+screen.height) + '&amp;je=' + navigator.javaEnabled();};&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt; Jiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....... Jujur saja, kalau lihat foto-foto diatas, saya sering ngelamun dan senyum-senyum sendiri. Maklum, dulu masih kecil cita-citanya mau jadi pilot pesawat tempur, salah satu faktornya karena keracunan film Tom Cruise yang satu ini. Yup, Top Gun! Kadang lagi naik si Tiger Hitam pun rasanya suka kebawa-bawa film ini, biarpun kagak pake jaket kulit dan kacamata cengdem plus no helm, pokoknya ni film salah satu film terbaik versi saya. Jadi, tidak heran, diantara seabrek-abrek film yang menampilkan aksi-aksi di atas si roda dua yang begitu menawan, aksi di film tahun 1986 ini tetap yang no 1 di hati saya! Biarpun sudah lebih dari 23 tahun, biarpun jadul, tetapi ini dia yang paling puooooooooooolllllllll...........&lt;/noscript&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu dong motor apa itu yang digeber si Maverick alias Pete Mitchell alias Tom Cruise, yup its Ninja! Ini dia awal mulanya Kawasaki menggunakan nama Ninja di produk motor sport mereka, ini belum termasuk motor balap lho ya...  Kemunculan Ninja pertama kali di jagad permotoran memang dimulai sejak seperempat abad lalu, yakni dengan nongolnya GPZ 900 R pada tahun 1984. Saat itu, semua petarung moge sport dibuat bergidik ngeri melihat si Ninja mengeluarkan jurus-jurusnya. Dengan top speed 240 Km/jam dan akselerasi 0-200 Km/h hanya dalam waktu kurang dari 13 detik, motor bertenaga 115 PS ini bikin semua pendekar lainnya mengakui kedahsyatan sang Ninja. Meskipun kapasitasnya "cuma" 900 cc, si Ninja generasi pertama ini menundukkan Suzuki GSX 1100 EF, Honda VF 1000 F dan Yamaha FJ 1100 dengan kemenangan telak. Kapasitas boleh kecil, anue gedeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!! Secara teknis, Ninja pertama ini banyak menawarkan highlights, misalnya garpu depan dengan sistem anti-dive, radiator dan 4 klep per silinder, enak tenaaaaaaaaaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan penggemar Ninja, Ninja pertama ini bisa dibilang sebagai Ninja yang paling legendaris! Wong paling saktiiiiiiii.... Namun, lucu juga kalau ditanyakan, itu sebenarnya GPZ 900 R atau yang 750! Sebab Tom Cruise yang bodinya termasuk kecil digosipkan minta yang 750 cc, tetapi karena ukurannya sama saja dan bentuknya sama plek (hanya beda kapasitas mesin), katanya sih akhirnya tetap memakai yang 900 cc. Memang seharusnya bisa dilihat di stripingnya. Di Eropa banyak yang mengenal motor di film Top Gun sebagai GPZ 750 R , tetapi itu katanya sih dikarenakan mereka tidak mengenal versi yang 900 penampilannya di Amerika Serikat seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya lagi nih, Paramount Studios membeli 2 unit Ninja generasi pertama ini dari Kawasaki. Karena Kawasaki, minimal dealernya di California saat itu, tidak bersedia memberikan gratis (padahal product placement yahud tuh! Namun, mayoritas tahu lah, it's a Ninja!),  makanya segala stiker yang menerangkan kalau itu motornya Kawasaki dicopot! Velgnya pun dicat hitam! Dan stripingnya pun katanya diubah. Namun, ada juga yang bilang, kalau striping itu hanya ada di model GPZ 750 S! Bingung kan? Bodo amat dah, yang penting feelingnya paling dapet di film ini! Bingung juga kalau saya mau mengungkapkannya dengan kata-kata, ya situ tahu lah....  sambil membuat artikel ini pun saya masih senyum-senyum sumringah dan rasanya mau tereak-tereak ga jelas... (inikah fase-fase awal gangguan kejiwaan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.imcdb.org/vehicle_6406-Kawasaki-GPZ-900-R.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://boiseriders.net/general-discussion/6615-top-gun-ninja.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-7130673745932735266?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/7130673745932735266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/adegan-motor-favorit-arie-slight.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7130673745932735266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7130673745932735266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/12/adegan-motor-favorit-arie-slight.html' title='Adegan Motor Favorit  Arie Slight (Kawasaki GPZ 900 R 1985)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SxUqZzkBJuI/AAAAAAAAB84/NqCZM7qOJek/s72-c/tom+kurus2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-218851448193994204</id><published>2009-11-27T07:33:00.001-08:00</published><updated>2009-11-28T07:50:21.322-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Interview Eskil Suter (3)</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw_xd1jR8qI/AAAAAAAAB8Y/X9gvy_kjoGI/s1600/big_eskil_suter_moto2_01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408807172388811426" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 400px; height: 267px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw_xd1jR8qI/AAAAAAAAB8Y/X9gvy_kjoGI/s400/big_eskil_suter_moto2_01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kita lanjutkan wawancaranya Om Suter... Menurut Anda, bagaimana produk para kompetitor saat ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, saya belum banyak terlalu memperhatikan produk kompetitor. Namun, saya yakin kalau Aprilia saat ini berada di level yang sama dengan kami. Mereka tentunya nanti mengembangkan motor balap yang kompetitif. Pada kompetitor home made yang lain, saya rasa ada yang kurang gitu.. Sebuah motor balap yang baik dari segi estetika juga harus kelihatan baik. Sebuah aturan lama di dunia balap menyebutkan, motor yang kelihatan dahsyat nantinya juga akan berperforma dahsyat, sebab kalau si pembalap tidak suka dengan penampilan tunggangannya dan merasa duduk di atas sebuah "gentong", motivasi yang diperlukan untuk bisa lebih cepat 0,5 detik per lap-nya bisa hilang.&lt;br /&gt;Namun, saya tidak mau mengeluarkan komentar yang panas di kuping kompetitor. Tentunya para kompetitor tidak boleh dianggap enteng. Balap motor itu adalah olahraga tim, dimana dengan segenap kekuatan tim kamu bisa "menggeser gunung". Lihat saja di kelas MotoGP, ada yang pakai konstruksi mesin V dan 4 silinder sejajar, ada yang pakai rangka karbon, ada juga yang aluminium. Banyak teknik yang bisa digunakan dan pada akhirnya mereka sama-sama cepat, karena mereka tahu, bagaimana menggali potensi teknik yang mereka gunakan. Di tangan yang tepat, tentunya motor seperti BQR dan Moriwaki juga bisa cepat. Yang penting adalah, setelah balapan, bisa tidak langsung mengadakan analisis dan perbaikan yang tepat. Dalam hal ini, kami pegang kartu bagus! Kami tidak lagi mengembangkan teknologi dengan sistem trial and error, kalau ada masalah muncul, kami tahu apa yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anda setuju dengan pendapat yang mengkhawatirkan Aprilia dengan segala kelebihan mereka akan kembali mematikan warna-warni di kelas ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kelas 250 cc lalu memang begitu, tetapi saat ini pun mereka dihadapkan pada permasalahan serius. Tahun depan mereka tidak bisa lagi memberikan motor lama dengan harga ajiiiip bin murah meriah. Di tahun pertama mereka menawarkan material dengan harga yang sudah pasti (sudah tahu sendiri kan mahalnya...namanya juga banyak yang harus dikembangkan nyaris dari awal lagi-red). Toh nantinya pelaku balap akan melihat, kalau kami juga bisa memberikan material yang kompetitif dengan harga lebih jujur (ekonomis dan tidak "mainin" konsumen-red). Maksud saya, bukan berarti timnya Martinez tidak menjadi favorit juara dunia Moto2 tahun depan. Kemungkinan memang besar, mereka meraih gelar tahun 2010, toh Martinez tidak perlu pusing memikirkan anggaran, dia juga punya pembalap-pembalap terbaik dan punya uang untuk melakukan test, sebanyak dia mau. Namun, seperti saya bilang, balap motor itu olahraga tim. Nantinya orang juga akan lihat, tidak perlu Aprilia untuk bisa kompetitif di barisan depan. Bisa jadi produsen kecil beruntung dan mendominasi kelas Moto2, bisa saja Kalex menang! Tentunya yang semacam ini kan memberi warna di Moto2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengamat lainnya banyak yang mengkhawatirkan, biaya akan membengkak dan nantinya malah niatan untuk menekan biaya malah buyar. Berapa besar sih biaya rata-rata kalau jadi klien Anda untuk penyediaan komponen-komponen kalau motor rusak karena kecelakaan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya pernah hitung-hitung dan hasil perhitungan saya menyebutkan, kalau dengan 650 ribu Euro cukup untuk meraih titel juara dunia Moto2. Yang saya maksud disini adalah paket lengkap yang mencakup mesin, rangka, suspensi, bodi, komponen cadangan, ban hingga bensin. Di situ tentunya masih perlu ditambahkan biaya personal, transport, gaji mekanik dan pembalap, tetapi tentunya masih bisa dibilang ekonomis, sebab pada prinsipnya kamu cuma butuh dua orang mekanik dan seorang kepala mekanik, tidak lebih (umbrella girl gretong ya Om??). Ide adanya pemasok motor tunggal sudah tepat, sebab salah satu keran yang banyak membocorkan dompet tertutup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana panduan dari Suter Racing di lintasan nantinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akan hadir dengan 3 hingga 4 orang di arena yang akan memberikan konsultasi kepada tiap-tiap tim klien. Kami tidak akan membocorkan informasi dari satu tim klien ke tim klien lainnya. Ya kami akan mengumpulkan data atas dasar kepercayaan dengan klien untuk pengembangan produk kami. Ini sudah merupakan bagian pelayanan kami. Tentunya, kalau mereka membutuhkan konsultasi tambahan, itu bisa diatur lah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Om Suter, pertanyaan titipan dari Ki Gede Anue nih... Anda kenapa bernama Suter sih? Apakah Anda punya hubungan dengan tokoh-tokoh selebritis gaib di Indonesia, si Suter Bolong dan Suter Ngesot?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*Bro ingin tahu jawaban Om Suter? Nantikanlah. jawabannya...&lt;br /&gt;dan saya ucapkan selamat menanti dalam sebuah penantian tak berujung........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber: idem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;noscript&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-218851448193994204?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/218851448193994204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/interview-eskil-suter-3.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/218851448193994204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/218851448193994204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/interview-eskil-suter-3.html' title='Interview Eskil Suter (3)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw_xd1jR8qI/AAAAAAAAB8Y/X9gvy_kjoGI/s72-c/big_eskil_suter_moto2_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-6697600077509300193</id><published>2009-11-26T05:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T07:41:52.500-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Bikers Berqurban / Bikers sebagai Korban</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw6FK_mRfqI/AAAAAAAAB8Q/K8ZDAszxdEc/s1600/Ein-umgekipptes-Schaf-am-Deich.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408406626435694242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw6FK_mRfqI/AAAAAAAAB8Q/K8ZDAszxdEc/s320/Ein-umgekipptes-Schaf-am-Deich.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jangan heran kalau ada artikel kedua dalam hari ini. Memang sejak kemarin saya lagi lumayan banyak menghabiskan waktu di warnet, maklum, paling enak nungguin buka puasa 3 hari ini kan sambil nulis artikel di blog yang nyaris bangkrut ini hihihi... Alhamdulillah sudah ketemu warnet yang murah, irit 50% euy.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Bro yang muslim, tahu dong kalau menjelang Idul Adha kita dihadapkan pada sebuah tantangan yang tentunya kita rasakan berbeda-beda (rejeki orang tidak sama kan...), yakni berqurban. Memang seperti harga-harga barang lainnya, harga hewan qurban ikutan merayap naik. Tentunya buat kita-kita yang mungkin rezekinya tetap segitu-gitu aja jadi semakin berat, mau beli hewan qurban atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT kan berfirman dan mengatakan kepada kaum Qurais, bahwa semua kebuthan mereka dipenuhi, dikasih makan, dikasih ketenangan, dikasih perlindungan dan begitu banyak nikmatNya yang tidak habis kalau harus disebutkan satu persatu! Ya kita memang bukan kaum Qurais, tetapi kita juga sama saja sebagai hambaNya yang diberi kelimpahan semua nikmat, yang sayangnya sering tidak sadar kita rasakan dan syukuri. Lanjut ke surat Al Kautsar lebih dijelaskan lagi, kalau manusia itu diberikan Al Kautsar, nama sebuah sungai di Firdaus yang artinya "kelimpahan", karena itu pujilah Allah SWT dan berkorbanlah. Nah, kalau kita diberi kelimpahan, artinya ya wajib berqurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kira-kira nih, apakah jumlah orang yang berqurban tahun ini meningkat atau tidak? Kalau jumlah pembelian sepeda motor meningkat, artinya rezekinya meningkat, atau malah jatahnya yang biasa buat beli hewan qurban habis buat bayar kreditan? Lebih parah lagi kalau duitnya dipakai modifikasi, tetapi tidak bersedia menyisihkan untuk beli hewan qurban. Atau bahkan kredit motor yang sebenarnya berlebih-lebihan, maksudnya sanggupnya ambil motor yang dibawah 15 juta, eh ini ambil yang diatas 19 jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kan tujuannya gaya, gengsi dan ingin menuai pujian? Atau lebih parah lagi untuk pamer? Atau untuk bikin sirik saingan atau orang yang sebenarnya tidak disukai? Kasihan sekali kalau seseorang harus beli motor atau modifikasi mahal-mahal untuk meraih rasa hormat dari orang lain, bukan karena sifat, kompetensi dan perilaku orangnya itu sendiri. Mudah-mudahan kita termasuk bikers yang bisa dan mau berqurban, bukan bikers yang jadi korban nafsu sendiri..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto: http://www.geo-reisecommunity.de/bild/140440/Foehr-Deutschland-Ein-umgekipptes-Schaf-am-Deich&lt;br /&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;var data, p;&lt;br /&gt;var agt=navigator.userAgent.toLowerCase();&lt;br /&gt;var img=escape("counter02.png");&lt;br /&gt;document.cookie='__support_check=1';&lt;br /&gt;p='http';&lt;br /&gt;if((location.href.substr(0,6)=='https:')(location.href.substr(0,6)=='HTTPS:')) {p='https';} data = '&amp;agt=' + escape(agt) + '&amp;img=' + img + '&amp;r=' + escape(document.referrer) + '&amp;aN=' + escape(navigator.appName) + '&amp;lg=' + escape(navigator.systemLanguage) + '&amp;OS=' + escape(navigator.platform) + '&amp;aV=' + escape(navigator.appVersion);&lt;br /&gt;if(navigator.appVersion.substring(0,1)&gt;'3') {data = data + '&amp;cd=' + screen.colorDepth + '&amp;p=' + escape(screen.width+ 'x'+screen.height) + '&amp;je=' + navigator.javaEnabled();};&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;br /&gt;sss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ggg&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-6697600077509300193?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/6697600077509300193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/bikers-berqurban-bikers-sebagai-korban.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6697600077509300193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6697600077509300193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/bikers-berqurban-bikers-sebagai-korban.html' title='Bikers Berqurban / Bikers sebagai Korban'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw6FK_mRfqI/AAAAAAAAB8Q/K8ZDAszxdEc/s72-c/Ein-umgekipptes-Schaf-am-Deich.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-5119270101157156564</id><published>2009-11-23T03:35:00.001-08:00</published><updated>2009-11-26T05:36:29.109-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Interview Eskil Suter (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SwpznqqyzwI/AAAAAAAAB74/2a4vgnRG5AU/s1600/SUTER+MISANO2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 314px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SwpznqqyzwI/AAAAAAAAB74/2a4vgnRG5AU/s320/SUTER+MISANO2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407261427917573890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kita lanjutkan wawancaranya Om Suter.. Maaf Anda saya buat menunggu begitu lama. Maklum, takut ditusuk sama Om Zorro..... Begini Om, mesin Honda kan diambil dari mesin motor supersport mereka, tetapi kenapa teknologi di Moto2 tidak berorientasi ke teknologi Supersport/ Superbike?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hahaha.. tidak apa-apa anak muda, kan argonya tetap jalan. Oke, begini... Motor superbike dan supersport itu kan motor massal, rangkanya juga sama dengan yang bisa dimiliki konsumen biasa. Di GP yang dipakai adalah rangka prototipe yang punya karakter lebih kaku dan memungkinkan handling lebih presisi dibandingkan rangka massal, dan itu adalah sebuah perbedaan besar. Sebuah motor GP itu laksana pedang yang sangat tajam, sedangkan motor massal itu ya seperti "permen karet". Motor GP bisa diajak bermanuver extrem dan menembus batas, dimana motor superbike sudah tidak sanggup meladeni dan kehilangan "form"nya. Karena batas ini dicapai terlebih dahulu oleh motor superbike dan memungkinkan toleransi yang besar, motor superbike lebih toleran bin pemaaf terhadap kesalahan pembalap, tetapi di sisi lain, kamu tidak akan bisa secepat jika kamu menggeber motor dengan rangka prototipe. Ukuran 0,5 meter sebagai ruang main di superbike mengecil hingga 10 cm saja! Disinilah dituntut kepresisian dan "perasaan" si pembalap! Karena itulah pengalaman di beberapa tahun terakhir menunjukkan, hijrahnya pembalap WSBK ke MotoGP sangat sulit bagi si pembalap. Beberapa bahkan bisa dibilang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karena itukah pembalap top di MotoGP hampir semuanya datangnya dari GP 250 cc?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir juga begitu, tetapi bukan berarti pembalap MotoGP yang bagus harus berasal dari GP 250. Kalau pembalap WSBK memiliki kepresisian yang dibutuhkan, tentu bisa saja dia sukses di MotoGP. Namun, kalau si pembalap datang dari balap supersport atau superbike, dia harus banyak belajar dulu. Beberapa bisa berhasil, yang lainnya tidah bisa-bisa alias gagal maning-gagal maning, ngerti ora Son? Seorang pembalap dari kelas 125 cc yang sampai ke MotoGP melalui jalur normal artinya sudah punya pengalaman 3-4 tahun mengendalikan motor prototip dengan handling yang punya tingkat kepresisian tinggi, karena itulah mereka hanya butuh waktu yang lebih sedikit untuk beradaptasi di kelas MotoGP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suter Racing kan kebagian order memproduksi kopling untuk kelas Moto2, apakah itu juga memudahkan Anda dalam mengembangkan rangka? Dapat bocoran gak seeeeeeeeeh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu beda jauh dari pengembangan rangka! (Dalam hati: ni wartawan geblek amat seeeh!!) Kami sama sekali tidak dikasih celah untuk ngintip oleh Honda, apa yang Honda dan Geo Tech lakukan di Swiss.&lt;br /&gt;Namun, kita kan sudah tahu mesin supersport Honda seperti apa dan bisa mengira-ngira tenaganya. Kamu tinggal pasang saja HRC racing kit atau beli peranti racing di toko ujung jalan, ya segitu deh kira-kira tenaganya. Karena itulah para konstruktor Moto2 tidak kesulitan mengembangkan motor mereka. Perkiraan tenaga mesin antara 120 hingga 160 PS pun bisa dipersempit hingga menjadi sekitar 140 PS, plus minus 5 PS lah. Kan bisa dibayangkan, mesin supersport hanya berumur pendek kalau dikorek hingga  lebih dari 150 PS. Karena mesin Moto2 harus tahan geber hingga 3 kali race atau 1500 Km, artinya tenaga mesin Moto2 nantinya saya pikir lebih rendah dari 150 PS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: idem sama yang lalu&lt;br /&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;var data, p;&lt;br /&gt;var agt=navigator.userAgent.toLowerCase();&lt;br /&gt;var img=escape("counter02.png");&lt;br /&gt;document.cookie='__support_check=1';&lt;br /&gt;p='http';&lt;br /&gt;if((location.href.substr(0,6)=='https:')||(location.href.substr(0,6)=='HTTPS:')) {p='https';} data = '&amp;agt=' + escape(agt) + '&amp;img=' + img + '&amp;r=' + escape(document.referrer) + '&amp;aN=' + escape(navigator.appName) + '&amp;lg=' + escape(navigator.systemLanguage) + '&amp;OS=' + escape(navigator.platform) + '&amp;aV=' + escape(navigator.appVersion);&lt;br /&gt;if(navigator.appVersion.substring(0,1)&gt;'3') {data = data + '&amp;cd=' + screen.colorDepth + '&amp;p=' + escape(screen.width+ 'x'+screen.height) + '&amp;je=' + navigator.javaEnabled();};&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;br /&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-5119270101157156564?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/5119270101157156564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/interview-eskil-suter-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/5119270101157156564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/5119270101157156564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/interview-eskil-suter-2.html' title='Interview Eskil Suter (2)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SwpznqqyzwI/AAAAAAAAB74/2a4vgnRG5AU/s72-c/SUTER+MISANO2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4955813803320411617</id><published>2009-11-23T03:33:00.002-08:00</published><updated>2009-11-25T06:01:27.589-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Zorro Serang Moto2!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw00baV8KFI/AAAAAAAAB8I/lCMVRcwShis/s1600/antonio_banderas2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408036373074290770" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 228px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw00baV8KFI/AAAAAAAAB8I/lCMVRcwShis/s320/antonio_banderas2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin Bro sekalian akan menyebutkan nama Tom Cruise atau Brad Pitt kalau ditanyakan, siapa artis Hollywood yang maniak main motor atau memiliki antusias tinggi terhadap balap motor. Ternyata yang tidak banyak ngomong langsung bertindak, yup sang artis yang cukup legendaris di mata para wanita, maklum, mantan pria terseksi yang menggeser posisi sebelumnya yang dihuni oleh Ki Gede Anue sebagai pria terseksi alive!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti Bro lihat di foto, ya, dialah Antonio Banderas, alias Zorro atau juga El Mariachi yang dijamin bikin musuhnya selalu ketar-ketir kalau sang aktor memasuki arena. Pria yang sempat merasakan "puasnya" main film Original Sinting bersama Angelina Jolie ini menjadi seorang pemilik tim di Moto2!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw00bARTqBI/AAAAAAAAB8A/G8IIXlZLdwo/s1600/harris.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408036366075537426" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw00bARTqBI/AAAAAAAAB8A/G8IIXlZLdwo/s320/harris.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Tim yang dibiayai Banderas mengusung nama Promoracing dan akan dibela oleh Joan Olive. Tim ini sendiri nantinya akan dimanajeri oleh Daniel Devahiva, seorang pria asal Belgia. Untuk menggempur Moto2, tim milik Banderas mengandalkan rangka produk Harris Performance. Rangka akan diproduksi sepeerti kebanyakan produsen lainnya, yakni dari bahan Aluminium. Motor yang nantinya berbobot toal 135 kg i ni juga mengandalkan komponen yang lumrah digunakan di MotoGP, yakni Suspensi Öhlins, velg Marchesini, rem Brembo dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sayang Banderas sendiri terlalu berumur untuk turun sendiri di ajang balap ini. Sebab, siapa tahu aksi ala Zorro atau El Mariachi akan mewarnai ajang moto2! Bayangkan jika terjadi senggolan, maka akan terjadi adu pedang ting tang ting ..... atau tembak-tembakan ala El Mariachi di film Desperado dzing... dzing.... terus gebuk-gebukan dzig... kapow..... Pastinya, untuk urusan umbrella girl, bisa dipastikan, Banderas akan menjadi bandarnya!&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Foto: Bajak!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4955813803320411617?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4955813803320411617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/zorro-serang-moto2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4955813803320411617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4955813803320411617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/zorro-serang-moto2.html' title='Zorro Serang Moto2!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sw00baV8KFI/AAAAAAAAB8I/lCMVRcwShis/s72-c/antonio_banderas2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4432564279502916311</id><published>2009-11-23T03:28:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T04:35:39.292-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Interview Eskil Suter (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Swpyp42K70I/AAAAAAAAB7o/dU2xeCaIoBI/s1600/SUTER+MISANO2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 314px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Swpyp42K70I/AAAAAAAAB7o/dU2xeCaIoBI/s320/SUTER+MISANO2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407260366571499330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Interviewer: Ada banyak konstruktor yang menawarkan produknya kepada tim-tim balap Moto2, tetapi mereka banyak yang memilih mengantri menjadi klien Anda, apa sih yang membuat produk Suter begitu atraktif?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eskil Suter: Memang ada banyak Konstruktor, tetapi baru sedikit yang sudah membangun motor hingga komplet. Dan masih lebih sedikit lagi yang memiliki pengalaman di ajang MotoGP. Kelebihan kami adalah: kami sudah pernah membangun motor yang sukses di ajang MotoGP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas baru Moto2 nantinya akan mirip dengan MotoGP, sebab motornya secara karakter sangat mirip. Kami bisa menawarkan tim-tim langganan sebuah paket, yang sudah jelas bisa berfungsi baik! Kami juga bisa menawarkan mereka sistem logistik yang sudah teruji fungsional. Konstruktor lain boleh jadi bisa membangun motor yang kompetitif, tetapi nantinya seiring tahun berjalan, mereka akan keteteran dalam pengadaan komponen dan ujung-ujungnya biaya jadi sangat membengkak! Untuk dua pembalap, artinya tim harus menyediakan 10 motor dalam satu tahun kompetisi, sebab kamu harus punya persediaan komponen di gudang. Semakin sedikit jumlah tim yang bekerjasama dengan satu konstruktor, maka jatuhnya akan semakin mahal. Kami disini memiliki keuntungan, sebab kami mempunyai banyak klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan lainnya adalah produk kami sendiri yang mempunyai karakter yang kompak dan berbeda dengan konstruktor lainnya, misalnya Moriwaki, yang menurut saya terlihat terlalu besar. Saya yakin, kami berada di level berbeda dengan mereka. Jika saya melihat produk konstruktor lain yang baru masuk ke kelas ini, mereka bahkan masih menyediakan ruang main untuk setelan rake hingga 6-8 mm. Buat saya, itu merupakan sebuah sinyal, kalau mereka tidak tahu, apa yang sebenarnya dibutuhkan di lintasan nanti! Sebaliknya, kami mempunyai Know-How. Kami bersama Kawasaki sudah pernah mengisi front row dan juga pernah meraih podium. Ini tentunya sebuah prestasi yang belum bisa dibuktikan sebuah konstruktor seperti Moriwaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika motornya berfungsi optimal dan tim-tim mendapatkan jawaban kompeten atas semua pertanyaan mereka, tentunya itu sudah merupakan sebuah kombinasi yang sangat menarik. Terlebih lagi jika harganya ekonomis (Aprilia 208000 Euro, Kalex 135000 Euro dan SRT MMX 78000 Euro-red). Saya sih bicara tanpa tedeng aling-aling: Kami tidsk merencanakan untung besar dan di tahun pertama tidak akan menuai untung. Pengembangan SRT MMX makan biaya besar. Kami sudah menghabiskan investasi hingga 1 juta Euro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disamping rancangan lengan ayun yang elegan, seperti yang ada di Ilmor dan Kawasaki, apalagi sih yang diandalkan motor Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, silhouettenya yang langsing dan bentuk motor yang membuat posisi lutut pembalap layaknya di motor GP 250 cc. Menurut kami, sangat penting untuk membuat motor yang rasanya semirip mungkin dengan motor 250 cc supaya nantinya si pembalap tidak perlu terlalu banyak menghabiskan waktu dengan proses adaptasi. Karena itulah motor kami untuk ukuran 600 cc sangat kecil dan kompak. Tidak mungkin membangun motor yang lebih kompak lagi! Kalau mau memaksakan, artinya harus mengubah-ubah dudukan mesin di mesin, tentunya ada regulasi yang membatasi di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat satu-persatu, masih banyak lagi. Misalnya seat-unit kami rancang seirit mungkin hingga kami bisa menghemat 2 cm. Poros roda belakang pun sudah dilengkapi dengan penyetel rantai yang beda dari yang konvensional, sebab lebih aman dari kerusakan jika motor terjatuh. Selain itu, roda belakang tidak akan terjatuh jika poros roda belakang ditarik, sebab penyetel rantai itu kami tempatkan lebih kedepan dibandingkan yang lama. Selain itu, motor kami rancang sedemikian rupa, hingga mekanik hanya membutuhkan sedikit kunci untuk mengutak atik motor. Mereka tidak perlu membawa hingga 50 alat-alat ke arena, cukup sesedikit mungkin dan seperlunya. Bagi kami, hal-hal semacam ini kami pikirkan secara konsekuen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Secara Penampilan, prototip Anda sangat mirip dengan karya Anda sebelumnya, yakni Ilmor dan Kawasaki, bahkan hingga bagian-bagian yang kecil. Apa sih kesamaan teknologi Moto2 dan MotoGP?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya design dari tangan yang sama, jatuhnya juga kelihatan lah... Beberapa bagian di Moto2 kami memang mirip dan sama sebagaimana proyek-proyek kami lainnya, itu tidak perlu disangkal. Apa yang sudah berfungsi optimal di Kawasaki dan Ilmor, ya tidak perlu diubah-ubah lagi. Terlebih lagi, kedua kelas ini nantinya dari segi bobot akan sangat mirip. Mesin 600 cc Moto2 berbobot sama, dan bahkan lebih berat dibandingkan mesin 800 cc. Motor MotoGP berbobot 145 Kg, bahkan milik Honda lebih, sekitar 150 Kg. Di Moto2, aturan menyebutkan bobot minimal 135 Kg. Kami berusaha untuk memaksimalkan sektor ini, kami masih berusaha mengurangi bobot motor kami gramm demi gramm. Secara dinamika, bobot dan kekuatan rangka serta karakternya di tikungan dan pengaruhnya ke garpu depan, MotoGP dan Moto2 sama persis. Satu-satunya aspek yang berbeda adalah dalam urusan berakselerasi. Di Moto2, kami bisa mengurang bagian-bagian rangka dan merancang konstruksi yang lebih ringan, sebab kekuatan mesinnya tidak seganas mesin MotoGP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyakit khas MotoGP adalah Chattering, dimana rangka terasa bergetar dan mengganggu stabilitas dan pembalap. Masalah ini diderita banyak tim MotoGP, juga Ilmor. Ada kemungkinan masalah ini juga timbul di motor-motor Moto2?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrikan sudah meneliti masalah ini dan berusaha menemukan penyebabnya. Saat ini, Chattering bukan lagi permasalahan hangat, kami sudah tahu apa penyebabnya. Kemunculan chattering jarang berasal dari rangka atau setting suspensi, kebanyakan datangnya dari ban! Kamu bisa saja mengalami masalah chattering, tetapi begitu kamu ganti ban, maka chattering hilang.  Rossi mengalami masalah dengan chattering sepanjang tahun 2006-2007 yang bikin tangan dia seakan terguncang-guncang oleh setang motornya sendiri. Satu-satunya hal yang benar-benar diubah adalah ban, setelah itu, hilanglah permasalahan dengan chattering. Saya harap dan saya yakin, dengan Dunlop nanti, chattering tidak akan muncul, sebab karakter Dunlop memang tidak berpotensi besar menimbulkan chattering, walaupun saya agak ragu dengan karakter ban 17 inci. Dengan ban 16 inci, gejala chattering mestinya bisa lebih diminimalisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh kalaupun timbul chattering, masalah ini akan dialami semua tim karena Dunlop jadi pemasok tunggal Moto2. Kalau kamu bisa mendapatkan grip yang sangat baik untuk membuat lap time yang bagus, maka kamu sampai di satu keadaan, dimana chattering berpotensi timbul, dimana frekuensi ayunan / getaran terkumulasi sehingga merugikan. Hanya saja: disini bukan salahnya rangka. Dengan material aluminium, chattering justru diredam, bukannya diperkuat! Itu sudah  sejak lama kami buktikan melalui test ayunan/ getaran dan pengukuran menggunakan laser. Dan itu fakta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: PS Das Sport-Motorrad Magazine 11&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4432564279502916311?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4432564279502916311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/interview-eskil-suter-1.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4432564279502916311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4432564279502916311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/interview-eskil-suter-1.html' title='Interview Eskil Suter (1)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Swpyp42K70I/AAAAAAAAB7o/dU2xeCaIoBI/s72-c/SUTER+MISANO2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-9028362263247224141</id><published>2009-11-16T03:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T02:52:11.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gebetan Baru'/><title type='text'>Aprilia RSV4 R: Versi Ekonomis!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SwExxbJ88VI/AAAAAAAAB7g/oq1ayz3zKcw/s1600/aprilia_rsv4_r_2010_pt.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404655752994156882" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 320px; height: 170px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SwExxbJ88VI/AAAAAAAAB7g/oq1ayz3zKcw/s320/aprilia_rsv4_r_2010_pt.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Kabar Baik!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yup, kabar baik bagi mereka yang "kurang mampu", tetapi sudah terobsesi berat untuk menggebet Aprilia RSV4! Tidak perlu kuatir dengan harganya yang terlalu mahal, Aprilia pun menyediakan versi ekonomisnya sehingga bisa bersaing dengan harga S 1000 RR, walaupun masih lebih mahal 350 Euro dibandingkan si picek yang dilego di harga 15150 Euro.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Soal mesin, wah beda tipiiiiiiiisss katanya Aprilia! Mesin RSV4 R bertenaga 180 PS @12500 rpm dan bertorsi maksimum 115 Nm @ 10000 rpm. Masih sama-sama mesin V4 gahar lah... Jadi bedanya apa sih???? Mudah membedakan secara langsung, lihat saja catnya! Kalau yang ekonomis ditawarkan dalam 2 pilihan warna, yakni hitam dan putih, sedangkan yang "asli" kombinasi hitam-merah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang namanya harga turun hingga 4000 Euro dibandingkan RSV4 versi "aslinya", tentunya masih ada komponen-komponen lain yang harus diturunkan kelasnya.  Di sektor tenaga, hanya beda tipis lah, sebab yang versi ekonomis katanya Aprilia isinya sama plek, cuma beda di sistem injeksi, pengapian dan air intake yang konvensional. Selain itu, cover mesin kiri-kanan tidak lagi diproduksi dari magnesium, cukup dari alumunium. Fairing yang aslinya dari serat karbon pun diproduksi layaknya fairing motor balap standard lainnya, yup, cukup dari bahan plastik. Tentunya penggantian dari bahan karbon dan magnesium bisa banyak menghemat biaya produksi, tetapi di sisi lain, motor pun bertambah berat. RSV4 R pun harus rela naik berat badannya hingga 5 Kg, ya masih wajar lah...ngirit 4000 Euro gitu lho...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Eitsss... jangan senang dulu! Suspensi pun ikut di down grade! Jika yang "asli" menggunakan suspensi Öhlins di sektor depan dan belakang, maka si versi ekonomis tidak demikian. Garpu depan USD "cukup" pakai Showa (tenang aja, masih keren lah....), dan di buritan pun memakai suspensi dari produsen yang sama dengan suspensi yang dipasang di S 1000 RR, yakni Sachs. Suspensi Sachs disinyalir lebih empuk redamannya dibandingkan suspensi aslinya yang didatangkan dari Swedia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sektor rangka, keistimewaan RSV 4 yang bisa mengubah-ubah dudukan mesin pun menghilang. Di versi ekonomis, posisi mesin tidak lagi bisa digeser-geser untuk keperluan setting balap. pivot point lengan ayun pun tidak bisa diubah-ubah dan peluang setting sudut kemudi pun ikut "dimatikan". Bagaimana Bro... masih tetap niat beli RSV 4 R? Jangan senang dulu... steering dampernya pun ikutan tidak bisa disetting! Ban yang tadinya Pirelli Diablo Supercorsa SP diganti dengan Metzeler Racetec. Velg yang aslinya diproduksi dengan sistem tempa pun cukup diproduksi dengan sistem curah dan cetak!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana? Masih okekah turun harga 4000 Euro untuk semua hal yang harus direlakan itu? Biar lebih yakin, saya beberkan hasil test handlingnya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang bobotnya naik 5 Kg, tetapi kestabilannya di tikungan tetap diancungi jempol! Hanya saja handlingnya tidak lagi selincah versi mahalnya. Begitu juga saat berakselerasi keluar tikungan, bagian depan motor terasa kurang stabil dan saat mengerem keras, giliran bagian buritan yang kurang anteng. Garpu depan dan suspensi belakang dinilai cukup maksimal performanya, terkebih kalau hanya untuk digunakan di jalan umum. Aprilia sendiri sedikit membedakan setting sproketnya. Si versi ekonomis lebih diutamakan akselerasinya, sproket belakangnya diperbesar 2 mata. Panjang sumbu rodanya pun memendek beberapa milimeter.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kabar Buruknya!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya, kalau sudah ada yang tidak tahan lagi menggebet RSV4 R, baca dulu cerita berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aprilia mengundang media massa untuk uji coba RSV4 R di Autodromo del Mugello, tentunya Bro sudah tahu, sebuah sirkuit terkenal di dekat Florensia. Saat itu matahari bersinar cerah dan pemandangan bebukitan Toskana membuat hari test untuk media semakin terlihat indah. Perfekt lah bagi Aprilia! Di pagi hari dijadwalkan ada dua kali test ride dan di sore harinya satu sesi lagi. Namun, sesi yang sore harinya dibatalkan. Lho, kenapa???????????&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata di sesi pertama, 5 mesin RSV4 R mengalami kerusakan. Tiap-tiap mesin mengalami patah sebuah setang pistonnya! Tentunya, bagi Aprilia hari itu berubah menjadi sebuah bencana! Romano Albesiano sang direktur teknis Aprilia pun menenangkan: " Setang piston yang patah itu berasal dari satu periode yang dikirimkan produsen yang kami pesan memproduksi setang pistonnya. Setang-setang piston itu hanya digunakan untuk motor-motor pra produksi kami, yakni motor-motor yang khusus sekarang kami persiapkan untuk presentasi ini. Motor-motor yang disebarkan ke calon konsumen tidak termasuk di dalamnya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah lho..... bukannya kalau untuk presentasi malahan mestinya bahannya lebih bagus ya? Gosip yang beredar menyebutkan, untuk menekan biaya, Aprilia mencari subkonstruktor lainnya yang bisa mereka percayai untuk memproduksi setang piston RSV4 R. Aprilia sendiri membantah kabar burung ini. Ya bagaimana tidak... wong RSV4 R sudah dikirimkan ke dealer-dealer mereka sejak beberapa bulan lalu kok!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber: PS Das Sport-Motorrad Magazine 12.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-9028362263247224141?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/9028362263247224141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/aprilia-rsv4-r-versi-ekonomis.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/9028362263247224141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/9028362263247224141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/aprilia-rsv4-r-versi-ekonomis.html' title='Aprilia RSV4 R: Versi Ekonomis!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SwExxbJ88VI/AAAAAAAAB7g/oq1ayz3zKcw/s72-c/aprilia_rsv4_r_2010_pt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4961520939565999478</id><published>2009-11-06T08:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T02:58:13.504-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Bicara Moto2 (4)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvlhC526hdI/AAAAAAAAB7Y/6P0wFingFN0/s1600-h/moriwaki-moto2(1).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402455930526402002" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvlhC526hdI/AAAAAAAAB7Y/6P0wFingFN0/s320/moriwaki-moto2(1).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Menutup pembicaraan kita tentang Moto2, kita beralih menuju ke 2 tim balap yang sudah mapan, yakni timnya Fausto Gresini dan Herve Poncharal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konstruktor yang beruntung terpilih menjadi klien Gresini adalah konstruktor yang namanya pasti Bro semua sudah kenal, yakni Moriwaki. MD 600 hasil racikan mahaguru korek MAmoru Moriwaki yang sudah lebih dari satu dasawarsa dekat dan sering bekerjasama dengan Honda tentunya menjadi jaminan tersendiri bagi Gresini untuk menggandeng Moriwaki.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat pertama kali diperkenalkan di GP Jepang, MD 600  terkesan berat dan terlalu kokoh. Namun, akhir September lalu motor ini berhasil menjuarai balap AJC 250 cc dan meninggalkan pesaing terdekatnya dengan jarak yang cukup meyakinkan, yakni 6 detik. Pengalaman sebagai konstruktor selama 20 tahun dan prestasi ini tentunya semakin meyakinkan Gresini. Gresini berkomentar, " kami mengamati 6 proyek Moto2 dan menurut kami, Moriwakilah yang paling lengkap dan paling siap tempur serta paling mampu memberikan jaminan untuk kerjasama dan meraih kesuksesan. Buat apa saya mengambil yang lain, yang masih tertera di atas kertas, kalau Moriwaki sudah mampu meraih kemenangan dalam balap?" Tim Gresini adalah tim yang terlibat di balap motor, mereka memiliki kantor dan lapangan parkir untuk truk-truk mereka, tetapi tidak memiliki sentra pengembangan teknologi sendiri. Karena itulah, Gresini tergantung dengan partner semacam Moriwaki.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbeda keadaannya dengan tim Monsieur Herve Poncharal, pria asal Prancis yang memanageri tim Tech3 yang tahun depan nanti mempekerjakan 2 orang cowboy Texas di timnya, Edwards dan Spies, so don't mess with Texas! Tech3 mempunyai sentra pengembangan teknologi balap tersendiri di Prancis, singkatnya tim ini tidak perlu pusing-pusing mencari partner konstruktor! Laboratorium yang isinya mekanik ini dikomandoi oleh Guy Coulon, sang kepala mekanik Edwards di MotoGP. Dengan demikian Poncharal juga sibuk dengan proyek tim Moto2nya. Menurutnya, sangat menyenangkan bisa membangun motor sendiri. Proyek ini pun dianggapnya sebagai laboraorium untuk masa depan nanti, dimana ada kemungkinan Tech 3 bisa membuat motor dan sasis sendiri. Selain itu, tim Moto2 dianggapnya sebagai ladang untuk menggembleng para pembalapnya untuk menggempur MotoGP. Poncharal berpendapat, lebih baik mengembangkan pembalap sendiri dibandingkan membeli talenta mahal-mahal untuk balap di kelas para raja. "Di tim kami, kalau ada pembalap yang mampu masuk 3 besar Moto2, maka dia tahun depannya boleh balap di MotoGP. Namun, itu ide saya lho... tentunya harus disetujui oleh Yamaha!"&lt;/div&gt;&lt;span style="TEXT-DECORATION: underline"&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber: idem&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4961520939565999478?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4961520939565999478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/bicara-moto2-4.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4961520939565999478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4961520939565999478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/bicara-moto2-4.html' title='Bicara Moto2 (4)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvlhC526hdI/AAAAAAAAB7Y/6P0wFingFN0/s72-c/moriwaki-moto2(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-1721956614314123396</id><published>2009-11-06T07:51:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T03:00:09.023-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Bicara Moto2 (3)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvlbrBTPgVI/AAAAAAAAB7Q/Rx1e6AtzV7c/s1600-h/n502745_11Indiana09BLUSENS_Moto2_10.preview.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402450022649266514" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 320px; height: 240px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvlbrBTPgVI/AAAAAAAAB7Q/Rx1e6AtzV7c/s320/n502745_11Indiana09BLUSENS_Moto2_10.preview.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tarik lagi Laeeeee... Nah masih ada proyek-proyek lainnya yang dikembangkan dalam rangka menyambut Moto2. Di Spanyol misalnya, lahir bintang baru di kejurnas mereka. Motor itu dinamai BQR-Honda, proyeknya Raul Romero yang bentuknya sepintas mirip dengan konsepnya Kalex. Motor ini dikembangkan dan dirancang di Spanyol, tetapi diproduksi oleh perusahaan pembuat chassis di Jepang bernama Burning Blood. BQR-Honda yang dikendarai oleh Alex Criville, Jürgen van den Goorbergh, Dirk Heidolf atau Kevin Schwantz berhasil membuat para penonton di tribun-tribun di Indianapolis dan Assen bergidik melihat performanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kevin Schwantz langsung nyengir-nyengir kegirangan selepas mengetes BQR Honda hingga 5 lap. Doi berkomentar, motor ini sangat lincah dan mudah diajak mengubah arah. Manuver terasa ringan dan sangat presisi. Chassis terasa lebih kaku dibandingkan motor-motor  supersport. Ketika doi menggeber motor lebih cepat, dia merasa ada chattering di roda depan, tetapi menurutnya dengan test-test lanjutan bisa diatasi. Secara keseluruhan, BQR Honda sangat meknyuz untuk diajak bersenang-senang, meskipun mesinnya "kurang menggigit" layaknya motor 2-tak. Buat Schwantz, mesin dinilai terlalu jinak, tetapi dia berkomentar, motor ini bakal mudah dikendalikan oleh pembalap-pembalap muda sehingga mereka bisa lebih gontok-gontokkan di sirkuit nantinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Roberto Rolfo yang mengembangkan Laglisse dan SRT MMX juga memberikan komentar positif terhadap motor-motor Moto2. "Moto2 sangat mengejutkan, tidak kuduga bisa mirip dengan motor GP 250. Meskipun bobotnya lebih berat, titik pengeremannya mirip, engine brake motor 4 tak membantu disini! Di titik tercepat tikungan, Moto2 juga sama cepatnya dengan motor 250 cc. Bedanya, motor Moto2 memiliki keunggulan saat berakselerasi selepas tikungan. Berkat power band yang luas dan ban yang lebih lebar, ya kan sedimensi dengan motor superbike, kamu bisa mengendalikan traksi di roda belakang dengan grip gas sehingga bisa berakselerasi dengan lebih efisien."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rolfo menambahkan, " Perubahan titik berat dalam setiap manuver terasa minimal, motor tetap netral dan stabil. Hanya saja, saya merasa setting gear boxnya mesti diperbaiki. Nantinya kami boleh mengubah-ubah sproket belakang, tetapi tidak gear rationya. Dengan mesin identis dan banyaknya persamaan di motor, maka lap time pembalap satu dengan lainnya akan sangat tipis. Balapan bakal lebih seru dibandingkan kelas 250 cc!" Hmmm.. Lebih seru dibandingkan 250 cc, wah tontonan bagus buat kita nih....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;var data, p;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;var agt=navigator.userAgent.toLowerCase();&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;var img=escape("counter02.png");&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;document.cookie='__support_check=1';&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;p='http';&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;if((location.href.substr(0,6)=='https:')||(location.href.substr(0,6)=='HTTPS:')) {p='https';} data = '&amp;agt=' + escape(agt) + '&amp;img=' + img + '&amp;r=' + escape(document.referrer) + '&amp;aN=' + escape(navigator.appName) + '&amp;lg=' + escape(navigator.systemLanguage) + '&amp;OS=' + escape(navigator.platform) + '&amp;aV=' + escape(navigator.appVersion);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;if(navigator.appVersion.substring(0,1)&gt;'3') {data = data + '&amp;cd=' + screen.colorDepth + '&amp;p=' + escape(screen.width+ 'x'+screen.height) + '&amp;je=' + navigator.javaEnabled();};&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  PS Das Sport-Motorrad Magazine November 2009&lt;br /&gt;Foto: &lt;a href="http://www.motogp.com/"&gt;www.motogp.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-1721956614314123396?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/1721956614314123396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/bicara-moto2-3.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/1721956614314123396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/1721956614314123396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/bicara-moto2-3.html' title='Bicara Moto2 (3)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvlbrBTPgVI/AAAAAAAAB7Q/Rx1e6AtzV7c/s72-c/n502745_11Indiana09BLUSENS_Moto2_10.preview.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-592562163587253448</id><published>2009-11-06T07:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T02:17:22.531-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Bicara Moto2 (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvRHyKdBxmI/AAAAAAAAB6w/WcL3SyQnGJs/s1600-h/mmx_mis_4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401020780249204322" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 220px; cursor: pointer; height: 320px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvRHyKdBxmI/AAAAAAAAB6w/WcL3SyQnGJs/s320/mmx_mis_4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lanjut Laeee... Nah yang menjadi klien Kalex kan katanya masih rahasia tuh, tetapi ternyata bukan tim asal Jerman sendiri! Dua orang tim asal Jerman, yakni timnya Dirk Heidolf yang mempekerjakan juara 2 kali Supersport Jerman, Arne Tode, dan tim balap milik dua bersaudara yakni Stefan dan Jochen Kiefer dengan pembalap Stefan Bradl, memilih untuk menggunakan motor produksi Eskil Suter, sang builder tenar asal Swiss. Wah, sesama Jerman kok terkesan kurang mempercayai ya... Ya sebenarnya wajar saja, kan Kalex belum membuktikan ketajaman taringnya di dunia balap, berbeda dengan motor SRT MMX karya Suter yang rangka alumuniumnya diproduksi dengan sistem tekuk menekuk, bukan sistem bubut layaknya di Kalex. Menurut Jochen Kiefer, rangka model begini bakal lebih mudah direparasi kalau terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma itu sebenarnya Bro, Suter jauh lebih kaya pengalaman! Suter dan adiknya, Simon, sudah mendirikan firma teknologi di kampung halamannya di Turbenthal sejak lama. Pada tahun 1999, kesuksesan mereka pun sudah terbukti ketika Jürgen van den Goorbergh mengendarai MuZ 500 yang rangkanya diproduksi Suter. Pembalap Belanda ini berhasil menduduki 2 kali pole position di Brno dan di Barcelona! Bayangkan, mengasapi motor-motor GP500 Jepang yang terbukti tidak tertandingi pabrikan Eropa sejak lama! Tidak berhenti di situ, Suter juga yang mengembangkan rangka untuk ZX-RR dan Ilmor! Artinya, mereka paham betul apa-apa yang dibutuhkan untuk memproduksi rangka yang paling yahud untuk menaklukkan sirkuit-sirkuit yang menggelar MotoGP! Nah, dengan pengalaman setumpuk, siapa yang tidak tertarik menggunakan jasa Suter? Apalagi mereka menawarkan paket motor komplet SRT MMX hanya 76000 Euro, jauh lebih murah dibandingkan Kalex yang pasang 135000 Euro dan Aprilia yang 208000 Euro!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua klien asal Jerman sudah sangat teryakinkan dengan penampilan luar SRT MMX yang merupakan pengembangan dari Laglisse. Konsep fairing, air intake dan lengan ayun SRT MMX sudah merupakan pengembangan sarat teknologi MotoGP. Laglisse yang menggunakan mesin R6 ini adalah hasil kerjasama Suter dengan seorang Spanyol, yakni Jaime Fernandez Avilles. Hanya saja, saat Suter mengembangkan Laglisse menggunakan mesin Honda, Avilles merasa dilangkahi! Saat ini sih mereka berdua sudah kembali akur. Suter meneruskan lagi proyek Laglisse dan memperbaikinya. Motor itu kini dinamai Suter 046 yang akan dijual untuk proyek-proyek kejurnas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;BTW, kabarnya di kawasan Sunter, ada bengkel yang menyaingi kreativitas Om Suter! Bengkel itu menamai motornya Surti 046. Kabarnya Surti 046 berhasil mempecundangi motor-motor korekan yang berlaga di seputaran Kemayoran! Pemirsa, sebaiknya kita hentikan dulu artikel ini sampai disi saja sebelum kita terlalu jauh tersesat........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: PS Das Sport-Motorrad Magazine November 2009&lt;br /&gt;Foto: www.suterracing.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-592562163587253448?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/592562163587253448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/bicara-moto2-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/592562163587253448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/592562163587253448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/bicara-moto2-2.html' title='Bicara Moto2 (2)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvRHyKdBxmI/AAAAAAAAB6w/WcL3SyQnGJs/s72-c/mmx_mis_4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4179428449556483339</id><published>2009-11-06T07:49:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T06:45:45.799-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Bicara Moto2 (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvRHFyH0UrI/AAAAAAAAB6o/yobVGP2T7Dw/s1600-h/bqr-airbox-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401020017803547314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 252px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvRHFyH0UrI/AAAAAAAAB6o/yobVGP2T7Dw/s320/bqr-airbox-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak yang mempertanyakan, seperti apa kelas Moto2 nanti yang akan mewarnai MotoGP dengan nuansa baru. Oleh karena itu, kita mulai saja marathon kita mengenali kelas baru ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika banyak yang menyayangkan, karena balap Moto2 hanya akan disuplai mesin dari satu pabrikan saja, yakni Honda, sebenarnya hanya fanatik merk saja, bukan fanatik terhadap balap motor itu sendiri. Suplier tunggal ini sebenarnya dimaksudkan untuk menghemat biaya yang dikeluarkan tim-tim balap dan memberi peluang kepada tim-tim baru untuk dapat menjegal dominasi tim-tim besar di kelas 250 cc. Toh kalau dipikir-pikir, kelas 250 cc pun isinya hanya tinggal dominasi Aprilia toh, terlepas Aoyama yang berhasil membawa Honda kembali menjadi motor juara dunia tahun ini. Bukankah Honda sudah berhenti benar-benar menekuni kelas ini sejak almarhum Daijiro Katoh naik ke GP500? KTM pun sudah keluar sejak tahun lalu, sedangkan Gilera dan Derbi pun sebenarnya Aprilia-Aprilia juga... Jadi di Moto2 sebenarnya bukan masalah besar dengan adanya suplier mesin tunggal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvRHF6ocSnI/AAAAAAAAB6g/LglHz1IYw5o/s1600-h/KALEX_Artistic_web.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401020020087868018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 246px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvRHF6ocSnI/AAAAAAAAB6g/LglHz1IYw5o/s320/KALEX_Artistic_web.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Moto2 memang sejak awalnya dirancang sehemat mungkin untuk dapat membuat balapan tetap meriah dan tidak didominasi tim tajir semata. Rem karbon yang mahal dilarang keras disini, cukup dari bahan stainless steel. Mesin pun tidak perlu diutak-atik lagi, haram hukumnya! Di sisi ban pun, Dunlop menjadi suplier tunggal, artinya tim tidak perlu terlalu banyak pengeluaran untuk mengembangkan mesin dan kompetisipun terjamin, karena semua tim mendapatkan ban yang sama! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meskipun dirancang irit, para praktisi balap memikirkan juga, bagaimana mesin ini nantinya tidak sama dengan mesin Supersport dan bisa mempecundangi mesin 2 tak 250 cc. Mesin 4 tak Honda nanti akan sangat mirip dengan mesin CBR600RR yang berkonstruksi 4 silinder sejajar. Bedanya, mesin ini tentunya akan di tune up supaya lebih yahud. Tugas ini diambil alih oleh sebuah firma di Swiss bernama Geo Technologi, tempat berkaryanya suhu korek mobil F1 Honda, Osamu Goto. Belum ada yang bisa memastikan, seberapa besar tenaga mesin itu nantinya. Ada yang bilang 150 PS, tetapi akibat terbatasnya waktu, mesin diperkirakan akan bertenaga 140 PS saja. Bukannya sulit untuk meraih tenaga besar dari mesin Supersport, tetapi mesin itu harus punya daya tahan hingga 1500 Km atau hingga 3 race. Setelah menjalani 3 race, mesin itu akan dikirim kembali ke Swiss untuk direkondisi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Moto2 nantinya tidak akan berbeda jauh dengan MotoGP. Meskipun tenaganya jauh lebih kecil, para konstruzktor yang telah menguji coba motor mereka dengan mesin Supersport umum sepakat, motor Moto2 akan mempecundangi motor 2 tak, minimal sekitar 1 detik per lap! Motor-motor ini berbeda dengan motor-motor Supersport, sebab rangka prototyp hanya dikembangkan untuk balap. Rangka ini jauh lebih kaku dan memungkinkan handling sepresisi motor-motor MotoGP, tajam dan stabil mengikuti racing line dan dapat berakselerasi dengan efisien selepas tikungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvRFolgyGaI/AAAAAAAAB6Q/ps-reJa-fWM/s1600-h/laglisse-x.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401018416690764194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvRFolgyGaI/AAAAAAAAB6Q/ps-reJa-fWM/s320/laglisse-x.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dibukanya kelas Moto2 mendapatkan sambutan extra meriah dari para builder dan jago-jago pengembangan rangka. Moto2 seakan menjadi jalan pintas untuk menjadikan mereka selebriti di jagad balap motor. Tidak heran, ketika pendaftaran dibuka, langsung ada 97 peserta yang mengajukan proposal. Akhirnya, hanya 25 tim dan total 39 pembalap saja yang direstui untuk dapat mengikuti Moto2. Kebanyakan dari mereka sebenarnya tim-tim yang sudah berlaga di kelas 250 cc, hanya saja, kini mereka mempunyai partner-partner baru untuk mengembangkan motor secara keseluruhan (hanya minus mesin). Sebut saja si motor hitam di atas, si Laglisse. Laglisse dikembangkan oleh Eskil Suter dan Jaime Fernandez dengan menggunakan mesin R6. Laglisse pun ditest Roberto Rolfo dan sudah mengikuti kejuaraan nasional di Spanyol dengan sukses. Nah, nantinya kalau mau turun di Moto2, mesin R6 tinggal diganti saja dengan mesinnya Honda Bro.... Jadi, saat mesin Honda dibagi-bagikan bulan Maret 2010 nanti, tim-tim tidak perlu waktu lama untuk mensetting motornya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buat para penggemar Aprilia, tidak perlu gusar! Aprilia masih akan turun di kelas ini. Bahkan dengan pengalaman dan kesuksesan mereka di kelas 250 cc dan di WSBK dengan RSV4nya, Aprilia mendapatkan status sebagai favorit di kelas Moto2. Namun, namanya favorit, jual mahal doooong.. Kepada tim-tim yang ingin menggunakan motornya, Aprilia minta jatah 208000 Euro saja! Bandingkan dengan Desmosedici yang dilego 61500 Euro! Bagaimana jadinya kalau ada pembalap nantinya sok aksi dan malah bikin motor hancur layaknya si Bautista yang mau 12 O'clock tapi gagal total??? Tenang...tenang, Aprilia memang yang paling mahal... Namun, nama Aprilia dan pengalaman mereka menjadikan mereka paling dianggap berpeluang besar menelurkan motor juara. Tidak heran, Karel Abraham sang orang Ceko tajir melintir akibat usahanya di bidang biofarmasi langsung order motor Aprilia untuk memuluskan jalan anaknya, yang juga diberi nama Karel Abraham!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih ingat Kalex AV1 yang pernah kita bahas kan?. Firma Kalex Engineering asal Bobingen pada musim panas lalu menghampiri tim-tim balap 250 cc dan memperlihatkan rancangan motor Moto2 mereka. Kebanyakan saat itu malah mengerenyitkan dahi, bukannya menyambut dengan antusias. Maklum, Kalex kan hanya firma baru dan masih kecil, tidak ada apa-apanya dibandingkan Aprilia. Kalex menawarkan rangka yang memungkinkan penempatan mesin yang bervariasi, bahkan dibilang "tanpa batas". Berbeda dengan tim-tim lain yang memproduksi rangka alumunium dengan cara ditekuk-tekuk dan di las, Kalex memproduksi rangka mereka dengan sistem bubut, ya pada akhirnya dilas juga lah... Harga motor Kalex juga tidak bisa dibilang murah, 135000 Euro Bro! Bisa beli 2 unit Desmosedici tuh! Meskipun terbilang anak bau kencur, Kalex berhasil mendapatkan klien yang memesan 4 unit motor untuk 2 orang pembalap mereka. Siapakah kliennya??? Masih rahasia katanya... Sang klien berhasil diyakinkan setelah mengunjungi tempat kerja Kalex. Kalex yang dimotori dua orang tukang insinyur yang gemar motor, yakni Alex Baumgärtel dan Klaus Hirsekorn tidak hanya memiliki kemampuan kerja dan presisi super canggih, mereka pun kini sudah pindah ke lahan milik firma Holzer yang bekerjasama dengan Performance GmbH yang sejak bertahun-tahun mengembangkan chassis Opel untuk kejuaraan DTM, artinya Kalex diperkuat 120 orang pekerja dengan fasilitas extra lengkap dan canggih untuk mengerjakan segala sesuatunya, mulai dari membubut, mengukur-ngukur, mengelas hingga mengetes. Dan semua itu bisa dikerjakan dalam tempo sangat cepat!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: PS Das Sport-Motorrad Magazine November 2009&lt;br /&gt;Foto:&lt;br /&gt;www.kalex-moto2.com&lt;br /&gt;http://bottpower.com/eng/ &lt;/div&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;var data, p;&lt;br /&gt;var agt=navigator.userAgent.toLowerCase();&lt;br /&gt;var img=escape("counter02.png");&lt;br /&gt;document.cookie='__support_check=1';&lt;br /&gt;p='http';&lt;br /&gt;if((location.href.substr(0,6)=='https:')(location.href.substr(0,6)=='HTTPS:')) {p='https';} data = '&amp;agt=' + escape(agt) + '&amp;img=' + img + '&amp;r=' + escape(document.referrer) + '&amp;aN=' + escape(navigator.appName) + '&amp;lg=' + escape(navigator.systemLanguage) + '&amp;OS=' + escape(navigator.platform) + '&amp;aV=' + escape(navigator.appVersion);&lt;br /&gt;if(navigator.appVersion.substring(0,1)&gt;'3') {data = data + '&amp;cd=' + screen.colorDepth + '&amp;p=' + escape(screen.width+ 'x'+screen.height) + '&amp;je=' + navigator.javaEnabled();};&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4179428449556483339?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4179428449556483339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/bicara-moto2-1.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4179428449556483339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4179428449556483339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/bicara-moto2-1.html' title='Bicara Moto2 (1)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SvRHFyH0UrI/AAAAAAAAB6o/yobVGP2T7Dw/s72-c/bqr-airbox-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3243063130984204588</id><published>2009-11-02T03:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T08:53:59.545-08:00</updated><title type='text'>Investasi Yamaha di MotoGP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Su7JxCaUrVI/AAAAAAAAB6I/uJADvuxgN14/s1600-h/yamaha-m1-valentino-rossi-02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Su7JxCaUrVI/AAAAAAAAB6I/uJADvuxgN14/s320/yamaha-m1-valentino-rossi-02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399474847561854290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Yamaha memasukkan Ben Spies ke MotoGP termasuk langkah yang bisa dinilai dari berbagai sudut pandang. Bisa jadi kita menangkap kesan, kalau Yamaha terlalu habis-habisan di MotoGP dan malah mengendurkan gas di WSBK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini langkah yang tepat, mengingat motor-motor yang bisa dimiliki umum adalah motor yang berlaga di WSBK, bukannya di MotoGP? Atau Yamaha ingin membuktikan, bahwa R1 bisa juga menjadi juara, walaupun yang menunggangi bukan Spies? Bisa saja demikian, sebab Ben Spies yang banyak menghafal sirkuit karena rajin main Play Station bareng bocah ini sudah dianggap sebagai pembalap fenomenal. Aksinya tahun ini bisa membuat pembalap-pembalap lainnya terlihat amatiran! Jadi, sepertinya Yamaha punya target baru: R1 hebat bukan karena Spies, tetapi Spies hebat karena R1! Di WSBK sendiri, Yamaha yang terkesan mengendorkan gas, sebenarnya tidak sepenuhnya menutup throttel gas, kan sekarang posisi ini diisi Toseland!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Toseland redup sinarnya tahun ini, pengalamannya sebagai mantan juara dunia WSBK dan ketajaman yang diperoleh dari MotoGP tidak bisa dianggap sebelah mata. Di sisi Toseland pun ada Crutchlow yang terbukti bisa membawa R6 mematahkan rekord CBR600RR di WSS! Sayang sebenarnya kalau Yamaha meninggalkan WSS dan mengangkat Crutchlow ke WSBK... Namun, langkah ini sudah diantisipasi dengan karakter R6 2010. Memang masih belum jelas performanya, hanya terlihat knalpot R6 anyar sedikit lebih panjang dibandingkan versi tahun ini. Dari keterangan volume tanki, tersinyalir bahwa Yamaha memodifikasi airbox R6. Intake pun juga tidak lepas dari pembaruan. Dengan mapping baru, Yamaha R6 tahun depan dirancang lebih bertenaga di putaran menengah, hmmm biar lebih bersahabat dengan para pembalap baru kah??? Intinya, semakin mudah motor dikendarai dan semakin bertenaga di putaran menengah, motor semestinya akan lebih berprestasi di lintasan dan juga di segi penjualan. Ingat, motor yang bertenaga di putaran menengah relatif lebih panjang umur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke MotoGP! Apakah Yamaha merasa Rossi dan Lorenzo masih kurang mendominasi tahun ini sehingga mereka memasukkan Ben Spies? Atau Yamaha merasa Rossi dan Lorenzo tahun ini beruntung karena Stoner absen cukup lama dan Honda gagal mengembangkan RC sableng akibat absennya Pedrosa di awal musim? Atau Yamaha takut ditinggalkan Rossi dalam 2 tahun kedepan? Mengingat Rossi disinyalir ingin menunggangi Ducati dan menutup kariernya bersama motor nasional negara yang menyimpan bergudang-gudang bella ragazza ini? Sebenarnya sih tidak perlu kuatir, sepertinya Rossi tidak akan meninggalkan Yamaha sebelum targetnya melampaui rekord Agostini tercapai. Menurut Jeremy Burgess yang merasa dirinya jauh lebih terkenal dibandingkan Jeremy Thomas, target Rossi saat ini ya melampaui rekord itu! Jadi, jika Yamaha sudah terbukti memberikan fasilitas untuk mencapai target itu, ya sudah, Rossi sepertinya tidak akan terlalu ambil banyak risiko pindah ke Ducati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau takut ditinggal Lorenzo bagaimana? Apalagi Honda mendatangkan Marco Simoncelli dan Hiroshi Aoyama yang menjadi 2 pembalap 250cc terbaik tahun ini. Bisa jadi! Kalau Lorenzo merasa tahun ini kembali diperlakukan sama, bisa jadi dia hengkang. Lorenzo dalam sebuah wawancara mengatakan, yang dia minta bukan gaji yang sama dengan Rossi, tetapi perlakuan yang sama! NAh lo.... Lorenzo sendiri berniat membuktikan pada Yamaha, bahwa dirinya pun juga bisa mengembangkan motor, bukan cuma menungganginya saja! Kalau tahun depan konflik Lorenzo vs Rossi meledak lebih besar, wah bingung tuh Yamaha... Rossi sudah terbukti top dan sangat banyak berjasa bagi Yamaha, tetapi di sisi lain, masa depan ada di Lorenzo sebagai pembalap muda, pilih mana hayoooooooo..... Di sisi lain, kalau target Rossi sudah tercapai, besar kemungkinan Rossi hengkang ke Ducati. Bukan cuma masalah duit disini, tetapi juga keinginan Rossi menutup karir bersama Ducati dan membuktikan dirinya juga bisa menaklukkan Ducati layaknya Stoner, bukan jatuh mental seperti Melandri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena takut kehilangan jagoan-jagoannya ini, Yamaha memasukkan Spies ke MotoGP... Namun jangan lupa, Spies pun bisa hijrah juga ke tim lain! Toh tawaran duit, motor kompetitif, persaingan sesama pembalap, keadaan di dalam tim dan rumor-rumor yang ditimbulkan media bisa mengubah pikiran dan kehendak seorang pembalap. Nampaknya sekarang Yamaha kesulitan mencari pembalap yang loyal layaknya almarhum Norick Abe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  dari.....dari.... dari...... lupa tuh...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3243063130984204588?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3243063130984204588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/investasi-yamaha-di-motogp.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3243063130984204588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3243063130984204588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/investasi-yamaha-di-motogp.html' title='Investasi Yamaha di MotoGP'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Su7JxCaUrVI/AAAAAAAAB6I/uJADvuxgN14/s72-c/yamaha-m1-valentino-rossi-02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-491054908876260729</id><published>2009-11-02T03:54:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T04:33:49.554-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gebetan Baru'/><title type='text'>Kawasaki Ninja ZX-10R 2010: Minim Jurus?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Su7ItXQ6PfI/AAAAAAAAB6A/3ZYj87QzmxA/s1600-h/2010zx10r.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Su7ItXQ6PfI/AAAAAAAAB6A/3ZYj87QzmxA/s320/2010zx10r.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399473684928413170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah tradisi, setiap 2 tahun pabrikan Jepang merombak lumayan besar jagoan mereka untuk berlaga di WSBK. Dan tahun ini, si Ninja seharusnya menunjukkan kesaktiannya yang diperoleh dalam 2 tahun terakhir. Tidak seperti biasanya, kali ini Kawasaki hanya sedikit memberi jurus baru pada sang Ninja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus pertama yang paling mudah dilihat adalah striping baru! Wooooooooowww... eh, bisa tambah kenceng ga ya dengan striping baru? Yah minimal bisa lebih memancing minat calon korban si Ninja lah, tambah sporty gitu lho...boleh nih buat Bro di tanah air yang merasa cat hijau polos Ninjanya kurang "nendang". Sebenarnya bukan cuma itu kok, bagian fairing depan ZX-10R juga dirombak, jadi lebih singset deh... Knalpot single yang terlihat terlalu besar pun ikutan diet, knalpot si Ninja kali ini dibuat lebih singset dan lebih simple. Dengan cat metalik gelap, kesan singset dan aerodinamis yang ditimbulkan knalpot baru ini semakin mencuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di segi mesin, Kawasaki merasa tenaga Ninja sudah cukup, sehingga tetap dengan mesin lamanya yang bertenaga 188 PS, toh hanya S1000RR standard yang tenaganya lebih kuli dibandingkan Ninja! Untuk lebih memudahkan bikers, Kawasaki memperbaiki sistem pemindahan giginya, sehingga perpindahan gigi bisa lebih josssssss. Untuk mereka yang doyan balap, handling pun diperbaiki dengan memberikan stabilizer setang Öhlins baru di cockpit si Ninja. Selain itu, Kawasaki masih memberikan jurus lain, yakni...yakni...yakni... eh..habis jurus barunya hihihihi.... Ya, namanya juga masih krisis Bro, faktor harga dan biaya produksi harus sangat diperhitungkan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah, terus bagaimana nasib Ninja di WSBK? Masihkah harus jadi yang paling memalukan? Masa masuk 10 besar saja sudah habis-habisan? Masa bertekuk lutut di tangan si picek yang baru brojol tahun ini? Untuk mengatasi permasalahan ini, tampaknya Kawasaki harus berharap banyak pada Chris Vermeulen. Pembalap Australia yang di Assen punya banyak penggemar ini (maklum, keturunan Londo) diharapkan bisa menggali potensi ZX-10R di WSBK dan bisa mengembangkan si Ninja. Ya..siapa tahu tahun 2011 nanti keluar Ninja bertulang dan berotot ZX-RR. Untuk bisa merangsek ke barisan depan tahun 2010 memang masih sulit, melihat bahan dasar ZX-10R yang minim jurus baru. Terlebih kalau Vermeulen kurang motivasi dalam balap motor dan lebih senang membicarakan dan mikirin mobil hotrodnya terus-menerus! Kita lihat saja nanti kiprahnya ZX-10R dan Vermeulen, yang penting ZX-10R 2010 catnya kereeeeeeenn... naksir euy..sayang ijk ga punya Ninja huhuhu....&lt;br /&gt;&lt;dlvdibbhvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv hvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv="" vjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj="" vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv="" vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv="" vvvvvvvvvvvvvvjjjjvosdvossssodv=""&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;var data, p;&lt;br /&gt;var agt=navigator.userAgent.toLowerCase();&lt;br /&gt;var img=escape("counter02.png");&lt;br /&gt;document.cookie='__support_check=1';&lt;br /&gt;p='http';&lt;br /&gt;if((location.href.substr(0,6)=='https:')||(location.href.substr(0,6)=='HTTPS:')) {p='https';} data = '&amp;agt=' + escape(agt) + '&amp;img=' + img + '&amp;r=' + escape(document.referrer) + '&amp;aN=' + escape(navigator.appName) + '&amp;lg=' + escape(navigator.systemLanguage) + '&amp;OS=' + escape(navigator.platform) + '&amp;aV=' + escape(navigator.appVersion);&lt;br /&gt;if(navigator.appVersion.substring(0,1)&gt;'3') {data = data + '&amp;cd=' + screen.colorDepth + '&amp;p=' + escape(screen.width+ 'x'+screen.height) + '&amp;je=' + navigator.javaEnabled();};&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/script&gt;&lt;/dlvdibbhvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-491054908876260729?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/491054908876260729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/kawasaki-ninja-zx-10r-2010-minim-jurus.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/491054908876260729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/491054908876260729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/kawasaki-ninja-zx-10r-2010-minim-jurus.html' title='Kawasaki Ninja ZX-10R 2010: Minim Jurus?'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Su7ItXQ6PfI/AAAAAAAAB6A/3ZYj87QzmxA/s72-c/2010zx10r.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-6466299179922501381</id><published>2009-11-02T03:32:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:53:27.730-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gebetan Baru'/><title type='text'>Ducati Hypermotard 796: "Ekonomis"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Su7DqmX5qxI/AAAAAAAAB54/9wMuz4g85bQ/s1600-h/796hyper2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Su7DqmX5qxI/AAAAAAAAB54/9wMuz4g85bQ/s320/796hyper2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399468139886521106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;var data, p;&lt;br /&gt;var agt=navigator.userAgent.toLowerCase();&lt;br /&gt;var img=escape("counter02.png");&lt;br /&gt;document.cookie='__support_check=1';&lt;br /&gt;p='http';&lt;br /&gt;if((location.href.substr(0,6)=='https:')||(location.href.substr(0,6)=='HTTPS:')) {p='https';} data = '&amp;agt=' + escape(agt) + '&amp;img=' + img + '&amp;r=' + escape(document.referrer) + '&amp;aN=' + escape(navigator.appName) + '&amp;lg=' + escape(navigator.systemLanguage) + '&amp;OS=' + escape(navigator.platform) + '&amp;aV=' + escape(navigator.appVersion);&lt;br /&gt;if(navigator.appVersion.substring(0,1)&gt;'3') {data = data + '&amp;cd=' + screen.colorDepth + '&amp;p=' + escape(screen.width+ 'x'+screen.height) + '&amp;je=' + navigator.javaEnabled();};&lt;br&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;Buat Bro yang ngebet bisa gebet Ducati, apalagi Ducati Hypermotard, ada kabar bagus untuk tahun 2010 nanti. Ducati menjadi sedikit "rendah hati" dengan meluncurkan Ducati Hypermotard 796, versi mini dan hematnya Ducati Hypermotard 1100.&lt;/noscript&gt;&lt;br /&gt;Buat Bro yang ngebet bisa gebet Ducati, apalagi Ducati Hypermotard, ada kabar bagus untuk tahun 2010 nanti. Ducati menjadi sedikit "rendah hati" dengan meluncurkan Ducati Hypermotard 796, versi mini dan hematnya Ducati Hypermotard 1100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Ducati yang sedikit menurunkan gengsinya dengan memproduksi motor "ekonomis" berkapasitas lebih kecil ini bisa dibilang cerdas, sebab Hypermotard mini ini bisa dilego lebih murah sekitar 2300 Euro dibandingkan abangnya. Artinya, nantinya 796 bisa digebet dengan budget dibawah 9000 Euro dan bisa join dengan harga Monster 696 yang juga diperuntukkan bagi mereka yang ingin memiliki Ducati, tetapi berpenghasilan "sedang-sedang saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal dimensi, tidak perlu takut untuk menggebet Ducati yang satu ini. Abangnya saja kecil dang singset kok, nah yang ini tinggi joknya lebih enak lagi untuk ukuran rata-rata orang Indonesia, sebab 2 cm lebih pendek dibandingkan abangnya yang memiliki tinggi jok 85 cm. Soal mesin, tenaga puncak 81 PS cukup lah.... Trik Ducati ini sebenarnya cukup sederhana, tetapi bisa secara signifikan memperbesar jaring penjualan mereka untuk lebih mampu menjaring "ikan-ikan" di pasar. Disamping harga yang "ekonomis", mesin berkapasitas kecil tentunya diharapkan lebih irit konsumsi bensin sehingga lebih dilirik mereka-mereka yang ingin menggunakan motor ini sebagai kendaraan harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin 796 pun bukan barang baru, hanya mendayagunakan yang sudah ada saja. Ducati mencangkokkan kruk as Monster 696 yang strokenya diperpanjang, piston dan kop-silinder si monster berkapasitas kecil ini. Peranti selip kopling pun sudah dapat dinikmati di 796, artinya geal-geol di roda belakang akibat engine brake bukan masalah bagi Hypermotard "ekonomis" ini.  Hmmm andai saja keluar yang 249 atau 246, mungkin kabarnya jauh lebih bagus lagi. Siapa tahu kan bisa saingan dengan KLX 250 hehe...&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-6466299179922501381?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/6466299179922501381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/ducati-hypermotard-796-ekonomis.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6466299179922501381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6466299179922501381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/11/ducati-hypermotard-796-ekonomis.html' title='Ducati Hypermotard 796: &quot;Ekonomis&quot;'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Su7DqmX5qxI/AAAAAAAAB54/9wMuz4g85bQ/s72-c/796hyper2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3737672391619799123</id><published>2009-10-31T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T07:29:41.339-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Marketing Sotoy: Target Ekonomis atau Psikografis?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Suw_Y2vv6bI/AAAAAAAAB5w/_AoEx2DlZVU/s1600-h/yamaha-yzf-r1-le-rossi-replica-7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Suw_Y2vv6bI/AAAAAAAAB5w/_AoEx2DlZVU/s320/yamaha-yzf-r1-le-rossi-replica-7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398759749555579314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu marketing (di Jerman sini lo..tau deh di tempat lain hihi...), dikenal ada dua tujuan  atau target marketing: ekonomis atau psikografis. Target ekonomis disebut juga target yang sifatnya quantitatif karena memang bisa dihitung dan sifatnya konkret, misalnya: menaikkan omset, memperbesar keuntungan, memperbesar daerah pemasaran dan sebagainya. Nah, target ekonomis ini gampangnya ya: bisa diukur dengan duit duit dan duit! Perusahaan itu ada karena ingin mengumpulkan duit kan... Jadi, semua perusahaan ya pasti punya target ekonomis. Misalkan, sebuah perusahaan motor punya tujuan ekonomis: menaikkan jumlah penjualan motor X, atau contoh lainnya: perusahaan itu ingin memperbesar keuntungannya yang diperoleh dari penjualan motor Z. Nah, kalau target marketingnya ini tercapai, ya artinya target ekonomisnya terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah target psikogafis itu apa? Target psikografis itu disebut juga target nonekonomis/target preekonomis/target qualitatif. Target psikografis itu sifatnya tidak riil layaknya target ekonomis. Target psikografis itu adalah target yang berkenaan dengan keadaan mental si konsumen atau calon konsumen, gampangnya: apa sih yang ada di benak konsumen, atau dirasakan konsumen ketika mendengar nama sebuah perusahaan. Artinya: image konsumen terhadap sebuah perusahaan dan produknya. Pentingkah target psikografis ini untuk dipenuhi? Penting! Dari namanya saja target preekonomis, artinya, target ini harus dipenuhi terlebih dahulu untuk mencapai target ekonomis, sebab target psikografis ini adalah prasyarat terpenuhinya target ekonomis..ngerti ora Bro??????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nih biar jelas:&lt;br /&gt;Misalkan Yamaha ingin memperbesar penjualan jatah motor sportnya (motor balap) di dunia. Nah itu namanya tujuan ekonomis. Nah, supaya konsumen bisa tergaet hatinya untuk membeli motor balap Yamaha, ya harus ada wujud konkret dan keuntungan yang bisa ditawarkan motor-motor balap Yamaha dibandingkan kompetitornya. Jadi, diproduksilah motor-motor balap yang punya potensi jadi motor juara dan punya spek lebih baik daripada kompetitornya. Dengan langkah ini, semestinya sih penjualannya akan meningkat. Namun, apakah cukup dengan produk terbaik di kelasnya? Tidak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, disinilah peranan promosi dan usaha politik komunikasi lainnya diperlukan! Disini muncullah target psikografis sebagai prasyarat target ekonomis: Konsumen harus diyakinkan, motor balap Yamaha adalah motor juara! Caranya ya dengan sekuat tenaga menjuarai kompetisi-kometisi balap dunia, mulai dari MotoGP. WSBK, WSS dan balap-balap moge lainnya di berbagai tingkat nasional. Untuk mencapai target psikografis ini, Yamaha tentunya harus keluar biaya extra besar. Di MotoGP tahu kan mereka berani bayar siapa-siapa saja... di WSBK pun dulu pernah saya tuliskan, hanya Yamaha yang berani bayar Ben Spies! Nah setelah target-target ini tercapai, artinya target psikografis Yamaha sudah tercapai, tinggal langkah selanjutnya bagaimana... Memang Yamaha jadi babak belur karena berusaha merajai dunia balap motor dalam satu periode dan dalam waktu singkat, tetapi ingat: target psikografisnya tercapai. Sekarang, bagaimana langkah selanjutnya untuk memenuhi target ekonomis mereka..... Masih sanggup memasuki fase selanjutnya untuk memetik hasil pencapaian target psikografis dan menuju kesuksesan, atau keburu kehabisan nafas karena memforsir di tahap-tahap awal marathon?????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:Prof. Ingo Bieberstein&lt;br /&gt;Diceritakan Kembali oleh: Prof. Dr. Arie Slight, MBA. SE. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;(sarjana edan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3737672391619799123?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3737672391619799123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/marketing-sotoy-target-ekonomis-atau.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3737672391619799123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3737672391619799123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/marketing-sotoy-target-ekonomis-atau.html' title='Marketing Sotoy: Target Ekonomis atau Psikografis?'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Suw_Y2vv6bI/AAAAAAAAB5w/_AoEx2DlZVU/s72-c/yamaha-yzf-r1-le-rossi-replica-7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-8955364823164680965</id><published>2009-10-28T05:03:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T05:53:46.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Knalpot Racing Legal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SugzdYH2uTI/AAAAAAAAB5o/1XSPc_V4cVE/s1600-h/Ducati+Performance+1098TitanABE.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SugzdYH2uTI/AAAAAAAAB5o/1XSPc_V4cVE/s320/Ducati+Performance+1098TitanABE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397620733188159794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah membaca artikel di blognya Mas Taufik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://ninja250r.wordpress.com/2009/10/27/pakai-knalpot-racing-di-jalan-umum-melanggar-pasal-58-uu-no-22-tahun-2009/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya jadi agak bingung juga. Di satu sisi, sebagai seorang bikers, saya merasa ada kebebasan yang hilang. Di sisi lain, kalau memang aturan ini benar-benar dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan, ya memang harus diterima. Pertanyaannya sekarang, apakah aturan ini akan benar-benar diberlakukan dengan konsisten dan tanpa pandang bulu? Sekarang, yang ingin diraih dengan aturan ini sebenarnya apa? Mengurangi kebut-kebutan di jalanan umum atau mau mengurangi tingkat kebisingan dan polusi udara? Kalau tujuannya mengurangi kebut-kebutan, saya rasa sih tidak akan terlalu efektif, atau mungkin hanya efektif di awal-awal saja, kan masih banyak cara lain meningkatkan performa motor... Nah, kalau tujuannya point yang ke-2, ya itu harus didukung. Namun, bagaimana pelaksanaannya nanti? Apa polisi nantinya berani menghentikan klub-klub motor besar yang knalpotnya mengeluarkan suara layaknya helikopter????? Lalu, bagaimana nasib bikers jelata? Bagaimana nasib orang-orang yang bekerja di bidang industri knalpot racing? Bagaimana pendapatan bengkel-bengkel tune up dan toko-toko variasi nantinya? Bisa saja nantinya yang menjamur adalah knalpot-knalpot racing yang berwujud knalpot standard! Nah, yang doyan bentuk knalpot non standard bagaimana dong???&lt;br /&gt;Kalau bercermin pada aturan dimarih, knalpot nonstandard tetap legal kok! Bentuknya keren, suraranya juga lebih mantebs dibandingkan standard (walaupun tidak terlalu memekakkan seperti sebelum adanya aturan). Knalpot (Yang kita bicarakan untuk pemakaian di jalan raya lho... kalau di sirkuit sih bebas...) yang dijual oleh produsen-produsen terkemuka selalu dibekali label ABE/EG/BE. Dengan adanya label ini, knalpot nonstandard itu artinya bebas dan legal digunakan di jalan umum. Secara bunyi, knalpot-knalpot ini masih memenuhi standard desible maksimum yang ditetapkan dan demikian juga secara emisi! Kalau ada label dan surat-surat ABE/EG/BE, artinya si pembeli tinggal pasang dan tidak perlu takut terjaring razia polisi.&lt;br /&gt;Nah, bagaimana dengan yang doyan nge-custom sendiri untuk mendapatkan bentuk knalpot yang unik dan tidak ada yang nyamain? Bisa juga legal kok... syaratnya mereka harus menguji knalpotnya ke bengkel TüV yang resmi. Namun, cara ini tidak disarankan, sebab si pemilik harus mengeluarkan duit yang tidak sedikit: 32,6 Euro untuk mendapat rekomendasi bentuk dan kelayakan pemasangan/ desain/dsb. dan 90 Euro untuk mendapatkan surat lulus test kebisingan! Mahal kan.... Makanya, ambil yang sudah dari sananya memiliki ABE/EG/BE!&lt;br /&gt;Di Jerman sendiri, ada juga lho yang bandel-bandel dan nekad. Namun, risikonya kalau ketangkap polisi juga beraaaaat. Apalagi disini bikin SIM harus ikut sekolah dan ujian yang totalnya memakan lebih dari 1000 Euro. Belum lagi denda yang tidak bisa ditawar-tawar. Di samping itu, ada juga lho bengkel TüV yang nakal! Maksudnya, bisa memberi "kelonggaran" surat lulus TüV! Nah, bengkel-bengkel seperti ini biasanya sih "dirahasiakan" sesama pelanggan hihihi... katanya sih yang menjalankan bisnis bandel semacam ini orang-orang Turki (stereotip Bro...).&lt;br /&gt;Terus, bagaimana kalau beli knalpot yang bersurat, tetapi kok kayaknya bunyinya terlalu keras? Nah kalau sudah begini, kan situ bisa memulangkan kembali tuh knalpot ke produsennya. Makanya, bukti pembelian selalu disimpan. Ada juga kasusnya yang tidak tembus razia polisi, meskipun knalpot nonstandardnya dijamin dengan ABE/EG/BE dari produsennya. Nah kalau kasusnya begitu, si "korban" bisa menuntut ke produsennya dan mengganti biaya kerugian (harga knalpot, biaya pengadilan, biaya derek, biaya pengacara dsb.nya).&lt;br /&gt;Bagaimanakah keadaan di Indonesia nantinya??? Pastinya, ketegasan dan kekonsistenan para penegak hukum mutlak disini! Untuk para produsen knalpot, penggunaan sertifikat legal macam yang ada di Jerman boleh jadi menjadi jalan keluar dan kompromi yang baik dengan pihak pemerintah! Aturan tentang knalpot ini memang akan datang waktunya dan tidak bisa dihindari terus-menerus....&lt;br /&gt;Nah buat yang doyan kebut-kebutan pakai knalpot racing, ya ke sirkuit dooooong.. Modal dikit lah.. Yang penting kan jauh lebih aman dan tidak memakan hak orang lain. Ki Gede Anue pun menanyakan kepada Mbah Surip melalui wawancara gaibnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ki Gede Anue:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mbah Surip.. gimana nih nasib anak-anak muda yang mau jadi pembalap? Kalo knalpot racing dilarang dipakai di jalan raya, jadi ga "hot" dong kebut-kebutannya???? Terus, kalau mereka mau jadi pembalap handal, gimana Mbah?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mbah Surip&lt;/span&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAHAHAHA....&lt;/span&gt; Barangsiapa mau jadi pembalap unggul, kurangi tidur, banyakin Nyentul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAHAHA.........&lt;/span&gt;. Pokoknya gas puuuullllllll &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Okeh??? HAHAHAHAH..&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto: bajak!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*AAAARRGGGHHHHHHH... kudu bayar internet ampir 6 Euro huhu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-8955364823164680965?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/8955364823164680965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/knalpot-racing-legal.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8955364823164680965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8955364823164680965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/knalpot-racing-legal.html' title='Knalpot Racing Legal'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SugzdYH2uTI/AAAAAAAAB5o/1XSPc_V4cVE/s72-c/Ducati+Performance+1098TitanABE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3300467255702653789</id><published>2009-10-22T06:38:00.001-07:00</published><updated>2009-10-22T07:25:04.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Keluarkan Jurus Suzuki Sixteen!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SuBg-N_bPLI/AAAAAAAAB5g/we2bunwHxtw/s1600-h/sixteen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 258px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SuBg-N_bPLI/AAAAAAAAB5g/we2bunwHxtw/s320/sixteen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395418975613697202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;var data, p;&lt;br /&gt;var agt=navigator.userAgent.toLowerCase();&lt;br /&gt;var img=escape("counter02.png");&lt;br /&gt;document.cookie='__support_check=1';&lt;br /&gt;p='http';&lt;br /&gt;if((location.href.substr(0,6)=='https:')||(location.href.substr(0,6)=='HTTPS:')) {p='https';} data = '&amp;agt=' + escape(agt) + '&amp;img=' + img + '&amp;r=' + escape(document.referrer) + '&amp;aN=' + escape(navigator.appName) + '&amp;lg=' + escape(navigator.systemLanguage) + '&amp;OS=' + escape(navigator.platform) + '&amp;aV=' + escape(navigator.appVersion);&lt;br /&gt;if(navigator.appVersion.substring(0,1)&gt;'3') {data = data + '&amp;cd=' + screen.colorDepth + '&amp;p=' + escape(screen.width+ 'x'+screen.height) + '&amp;je=' + navigator.javaEnabled();};&lt;brs&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;br /&gt;Suzuki di Indonesia saat ini memang sedang menyingkir dan membiarkan AHM dan YMKI gebuk-gebukan sendirian di atas ring. Memang cara inilah yang paling aman dan paling hemat dalam melalui krisis ekonomi kali ini. Namun, selamanya berdiam diri tentu akan membuat perusahaan mandek. Suzuki yang sedang mengirit nafas untuk mengeluarkan jurus-jurus baru harus memikirkan, bagaimana jurus barunya nanti bisa membuat pendekar-pendekar lainnya bergidik ngeri.&lt;/noscript&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja Suzuki mengeluarkan motor sport 250 cc yang dapat membuat Ninja 250 R berniat kembali naik gunung untuk memperdalam ilmunya. Namun, perlu diingat lagi, turun di kelas ini tidak akan mudah, mengingat Suzuki harus rebutan lahan dengan Kawasaki. Bisa jadi di awal penjualan produk mereka disambut meriah,-barang baru gitu lho...- tetapi untuk selanjutnya, tentu konsumen berpikir ulang, Ninja 250 R atau pendekar 250 ccnya Suzuki??? Suzuki harus extra hati-hati disini, jangan samai jagoan baru mereka hanya (kembali) berumur pendek.&lt;br /&gt;Ki Gede Anue yang dimintai pendapatnya langsung melakukan terawang gaib. Menurut beliau, Suzuki bisa meluncurkan jurus lainnya yang memiliki pasar lebih besar. Yup, mainan skutik! Bedanya, sikat kapasitas besar! Kenapa begitu?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di blognya Mas Tri berkali-kali diterangkan, pasar skutik kedepannya semakin membesar! Ini saya lihat tidak lepas dari bertambah banyaknya biker baru yang butuh motor yang gampang dikendarai dan biker lama yang mencari kepraktisan (malas bersihin dan melumasi rantai misalnya).&lt;br /&gt;2. Meningkatnya kemacetan lalu lintas pun semakin meningkatkan minat akan motor skutik.&lt;br /&gt;3. Kelas ini baru dihuni skutiknya Minerva, tetapi kan nama Minerva masih banyak yang meragukan dan katanya sih performanya tidak memenuhi ekspektasi atas motor skutik 150 cc.&lt;br /&gt;4. Tenaga besar memang disukai! Kenapa Yamaha Mio begitu kuat bercokol? Bukan hanya sebagai perintis, performa, desain atau berlimpahnya aksesoris saja, tetapi juga berlimpahnya komponen racing dan bore up untuk skutik yang satu ini dibandingkan kompetitornya! Ya kalau dari sudut pandang saya, dalam urusan kemudahan korek-mengorek mesin, Mio lah penggantinya RX-King!&lt;br /&gt;5. Melirik ke skutik-skutik bore up sekarang, banyak yang ingin kencang tetapi enggan melakukan bore up. Ya karena takut umur mesinnya pendek. Oleh karena itu, motor skutik bertenaga besar standard pabrik punya peluang besar disini, dah kenceng, ada jaminan mesinnya lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, Suzuki meluncurkan Suzuki Sixteen. Motor yang iklannya dibintangi Alessandro Del Piero ini punya jurus bagus yang bisa diterapkan Suzuki di Indonesia. Nama Sixteen sendiri berasal dari ukuran ring velgnya yang 16 inci, yang bukan merupakan ukuran lumrah untuk skutik. Untuk data lengkapnya silahkan di google sendiri (maklum, internet bayar nih huhu...). Singkatnya, Suzuki Sixteen ditawarkan dua versi, yang 125 cc dan 150 cc. Semua fitur yang ditawarkan identis, hanya beda di kapasitas saja! Dengan cara itu, Suzuki bisa menghemat biaya produksi. Ini terlihat dari perbedaan harga, si Sixteen gambot hanya lebih mahal 240 Euro (buat ukuran sini murah banget tuh...)! Sixteen 150 berkapasitas tepatnya 156 cc dan menghasilkan tenaga maksimum hingga 15 PS dan torsi maksimum 13,2 Nm. Artinya, tenaga maksimumnya lebih besar 2 PS dibandingkan yang 125 cc. Top speednya pun diterangkan Suzuki Jerman setinggi 110 Km/jam. Bandingkan dengan Address 125 yang diterangakn Suzuki di situs resmi yang sama hanya memiliki top speed 95 Km/jam!&lt;br /&gt;Nah, kalau Suzuki mengeluarkan jurus ini untuk pasar Indonesia, mantebs toh... Di kelas bebek disikat Satria FU, dan di kelas Skutik pun bisa dirajai dalam urusan performa! Tidak perlu memproduksi model-model baru. Untuk mengirit nafas, gunakan saja skutik yang sudah beredar, tinggal tingkatkan saja kapasitasnya seperti di jurus Suzuki Sixteen 125 dan 150!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terawang Gaib by Ki Gede Anue&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3300467255702653789?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3300467255702653789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/keluarkan-jurus-suzuki-sixteen.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3300467255702653789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3300467255702653789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/keluarkan-jurus-suzuki-sixteen.html' title='Keluarkan Jurus Suzuki Sixteen!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SuBg-N_bPLI/AAAAAAAAB5g/we2bunwHxtw/s72-c/sixteen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-2061351867442918767</id><published>2009-10-15T02:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T10:07:38.576-07:00</updated><title type='text'>Goodbye Jena........</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StbvOZWDgUI/AAAAAAAAB5Y/ItDhKbR9jao/s1600-h/DSC03057.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392760634423345474" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 320px; height: 240px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StbvOZWDgUI/AAAAAAAAB5Y/ItDhKbR9jao/s320/DSC03057.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sehubungan dengan gagal maningnya saya mendapatkan kamar sendiri dengan harga terjangkau di Jena dan kota-kota tetangganya, saya terpaksa mencari kamar di kota yang agak jauh. Akhirnya dapat juga, di Bochum! Yup, buat yang tahu Jerman, ini kota letaknya di Ruhrgebiet, di negara bagian Nordrheinwestfalen yang terletak di bagian barat Jerman. Saya pilih Bochum, karena pernah kuliah 1 semester di kota ini akhir tahun 2004 lalu, ya minimal tidak merasa asing-asing amat lah...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang jauh sih, tetapi apa boleh buat. Saya juga senang bisa memperoleh kamar sendiri. Kedengarannya memang konyol, tetapi asli saya tidak bisa mendapatkan kamar di Jena. Di Gästehaus (guest house) full sampai Desember. Di Ferienwohung pun (rumah yang biasa disewakan untuk liburan) habis diembat mahasiswa baru yang mau kuliah di Jena. Soal ngantri di Studentenwerk (yang ngurusin asrama untuk mahasiswa) haha, sudah 4 kali ke sana dan hasilnya nihil, lamaran kamar dari bulan Mei pun ternyata tidak membantu... Mau tinggal di WG (apartemen yang sharing dengan orang-orang lain) ataupun apartemen sendiri, sulit, karena visa saya hanya sampai Desember ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya bertepatan juga kemarin dengan hari pertama saya membuat posting di motor blog beraliran sesat ini. Satu tahun sudah kebersamaan kita... entah berapa lama lagi kita akan bersama huhuhu... tissu dong... ...huhuhhu.. crrroooott...crooot...huhuhu... crrrot..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terimakasih kepada rekan-rekan blogger tanah air yang sadar atau tidak sadar banyak menemani hari-hari saya disini... terimakasih juga untuk Bro sekalian yang rela-rela sesat bin nyasar ke blog ini.. Maaf kalau ada tulisan atau komentar-komentar saya yang ga sreg di hati sampeyan.. Maaf juga kepada Bro yang requestnya tidak bisa saya penuhi.. mungkin di lain waktu ya.. maklum, ga punya akses internet nanti di Bochum.. mesti ke warnet hehe.. itu juga kalo ada warnetnya.. dan itu juga kalo ada duitnya hihihi...Ya sampai jumpa lagi lah...Pokoknya &lt;strong&gt;Tetap sesat, tetap semangat!!!!!!!!!!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Deeeeeeeeeeeeeee...............&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-2061351867442918767?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/2061351867442918767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/goodbye-jena.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/2061351867442918767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/2061351867442918767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/goodbye-jena.html' title='Goodbye Jena........'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StbvOZWDgUI/AAAAAAAAB5Y/ItDhKbR9jao/s72-c/DSC03057.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-6611347568991732819</id><published>2009-10-15T02:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T02:40:54.879-07:00</updated><title type='text'>Masuk Indonesia, Jika:</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StbqyS752vI/AAAAAAAAB5Q/ynYWeozd7KY/s1600-h/DSC03648.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Stbqx7O_ArI/AAAAAAAAB5I/1valo5GpHqk/s1600-h/DSC03649.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392755747257778866" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Stbqx7O_ArI/AAAAAAAAB5I/1valo5GpHqk/s400/DSC03649.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Stbqdi4qZHI/AAAAAAAAB5A/5a-iaktBGpw/s1600-h/DSC03650.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392755397124318322" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Stbqdi4qZHI/AAAAAAAAB5A/5a-iaktBGpw/s400/DSC03650.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StbqdM0khcI/AAAAAAAAB44/P4gPQhmxi90/s1600-h/DSC03651.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392755391201576386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StbqdM0khcI/AAAAAAAAB44/P4gPQhmxi90/s400/DSC03651.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StbqcwZKAMI/AAAAAAAAB4w/fRJ1IY1yqdY/s1600-h/DSC03652.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392755383570399426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StbqcwZKAMI/AAAAAAAAB4w/fRJ1IY1yqdY/s400/DSC03652.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StbqcXNSpJI/AAAAAAAAB4o/Lk3dgLlaE88/s1600-h/DSC03653.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392755376809747602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StbqcXNSpJI/AAAAAAAAB4o/Lk3dgLlaE88/s400/DSC03653.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Stbqb_fD9EI/AAAAAAAAB4g/SuWkJnBXui8/s1600-h/DSC03654.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392755370441831490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Stbqb_fD9EI/AAAAAAAAB4g/SuWkJnBXui8/s400/DSC03654.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seringkali kita iri kalau melihat motor-motor yang beredar di negara-negara asing. Pabrikan Asia maupun Eropa tidak segan mengeluarkan motor-motor dengan segmen pasar yang terbatas dan sangat terbatas. Apakah ini pertanda ATPM kita terlalu malas atau terlalu angkuh untuk berjualan dalam skala ketengan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, bukan berarti selamanya kita akan disuguhi level yang ini-ini saja. Keadaan pasar dan persaingan terus berkembang. Biarpun aturan membatasi kapasitas hanya 250 cc, bukan berarti yang di bawah 250 cc harus motor yang mengedepankan sisi ekonomis saja kan? Bukannya kita juga mau gaya? Dan bukannya semakin banyaknya rakyat Indonesia yang menjadi bikers akan semakin menggiurkan para ATPM?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para mobilers yang dulu enggan naik motor, tetapi karena kemacetan yang melanda ataupun harga bensin yang terlalu tinggi pun mulai beralih ke motor. Dengan rezeki yang berlebih, tentunya segmen pasar baru tercipta disini. Tuntutan-tuntutan akan motor berkapasitas kecil dengan kualitas dan finishing top semakin meningkat. Nah, sampai hari ini, baru KMI lah yang mengambil lahan ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apakah sebenarnya yang menghalangi niat ATPM lain meluncurkan produk premium berkapasitas dibawah 250 cc? Takut kurang laku? Takut imagenya rusak karena bakal banyak yang mengeluhkan urusan suku cadang? Malas keluar biaya untuk mengedukasi para mekaniknya? Atau prinsip mirit-mirit jurus masih diikuti disini? Ya kaya main kartu cangkulan lah, kartu besarnya pasti keluar belakangan... Atau tunggu sampai keadaan benar-benar memaksa mereka untuk menjual motor-motor yang jumlah penjualannya terbatas? Kalau sampai begitu, ya artinya kita masih harus menunggu lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.........&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Foto n Edit: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-6611347568991732819?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/6611347568991732819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/masuk-indonesia-jika.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6611347568991732819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6611347568991732819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/masuk-indonesia-jika.html' title='Masuk Indonesia, Jika:'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Stbqx7O_ArI/AAAAAAAAB5I/1valo5GpHqk/s72-c/DSC03649.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-567833448117868266</id><published>2009-10-12T01:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T02:12:03.585-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Memori: World Superbike Sentul 1997</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLwjTPonnI/AAAAAAAAB4Y/SG-Wfe9w8ho/s1600-h/DSC03622.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391636193167842930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLwjTPonnI/AAAAAAAAB4Y/SG-Wfe9w8ho/s320/DSC03622.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sayang waktu penyelenggaraan World Superbike Sentul tanggal 10-12 Oktober 1997 lalu saya masih kecil, belum doyan sepeda motor. Saya rasa, banyak juga dari Bro sekalian yang melewatkan event dahsyat penyelenggaraannya sangat dinanti-nanti kembali di tanah air. Kebetulan saya dapat buku murah di Sachsenring lalu, isinya seputar kejuaraan WSBK 97. Kebetulan, saat itu Sentul menjadi seri penutup WSBK 1997.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kita mulai ceritanya... Kocinski, meskipun sudah menjadi juara dunia, tetap tampil ngotot di Sentul. Meskipun keracunan makanan (makanya, dibilangin orang bule kagak kuat makan rujak bebek pedes kaga percaya seeehh!!!), dirinya tetap mendominasi sesi latihan, diikuti oleh Fogarty, Chili, Slight dan Crafar. Catatan waktu Kocinski dengan RC45 tampaknya belum rontok hingga saat ini oleh motor-motor Superbike lainnya yang menjajal Sentul. Pembalap USA ini mampu meraih pole di sirkuit sepanjang 3, 965 Km ini dengan catatan waktu 1: 26, 839 menit (164, 373 Km/h) dan fastest lapnya 1: 27, 151 menit (163, 784 Km/h) !&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya, seri penutup di Sentul tidak lagi berpengaruh pada perebutan gelar juara dunia, sebab John Kocinski telah mengamankan posisinya di seri sebelumnya di Sugo, Jepang. Meskipun begitu, pertempuran tetap berlangsung edan-edanan. Meskipun Kocinski satu-satunya pembalap jempolan yang berhasil membawa Honda RC45 menjadi motor juara dunia, "keegoisannya" membuat Honda gagal menduduki posisi 1 dan 2, karena dia tidak membiarkan Aaron Slight menang di Sentul. Duet maut mereka dalam race yang bersuhu udara hingga 35 ° Celcius dalam bayangan bisa Bro saksikan di Youtube:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=ZD5Sc2Ub7-Y"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=ZD5Sc2Ub7-Y&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLwjATUiWI/AAAAAAAAB4Q/4DBGux4eSi4/s1600-h/DSC03623.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391636188083030370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLwjATUiWI/AAAAAAAAB4Q/4DBGux4eSi4/s320/DSC03623.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Foto disamping memperlihatkan keadaan di podium race 1. Hanya ada Kocinski si juara dan Carl Fogarty di podium 3. Aaron Slight yang masih harus rebutan posisi wakil juara dunia dengan Fogarty ngambek berat gara-gara "little John" tidak memberikan jalan kepadanya. Akibat kekurangsportifannya, Slight pun harus membayar denda sebesar 5000 Frank Swiss.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di race 2, Kocinski melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya di musim WSBK 97. Baru kali ini dia tidak meraih poin akibat ngotot memotong racing line andalan Kawasaki saat itu, Simon Crafar. Akibatnya, Fogarty dapat durian runtuh. Ia menutup musim dengan manis karena dapat meraih gelar wakil juara dunia WSBK 97 sekaligus mendapatkan kemenangan ke-6nya musim itu. Aksi mereka bisa Bro lihat juga di Youtube:&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=k3223pwZ19o"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=k3223pwZ19o&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLwijDhV2I/AAAAAAAAB4I/LG1pWJ4cxMk/s1600-h/DSC03625.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391636180232132450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLwijDhV2I/AAAAAAAAB4I/LG1pWJ4cxMk/s320/DSC03625.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seru kan kalau lihat videonya! Kapan lagi yah di Sentul bisa ada jago-jago balap motor dunia kembali beraksi habis-habisan?????&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di akhir race ke-2 Sentul yang merupakan race penutup WSBK 1997, Kocinski unggul dengan 416 point, disusul Carl Fogarty dengan Ducatinya yang mengoleksi 358 poin. Aaron Slight harus puas di tempat ketiga dengan 343 poin karena finish dibelakang Foggy, Yanagawa dan Haga di race terakhir. Posisi ke-4 dihuni Yanagawa yang di Sugo menjadi juara dan di Sentul kembali menundukkan Nitro Nori! Dan di posisi terakhir, yakni ke-13, ada pembalap Indonesia yang tertinggal 2 lap, Om Yudha Kusuma yang menggeber Kawasaki. (BTW, Si Om yang satu ini apa kabarnya ya? Kayanya terakhir tahun 1997 apa 1998 masih jadi juara nasional Superbike dengan Duke 916...).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di pesta perpisahan di Jakarta, tampak Scott Russel, si penunggang Yamaha YZF-750 SP menunjukkan kualitasnya sebagai entertainer. Doi menyanyi diiringi gebukan drum Jamie Whitham, si jagoan Suzuki dan alunan Keyboard Aaron Slight yang dipeluk mesra istrinya, Megan. Nice moment... very nice.... Di sirkuit sikut-sikutan, habis race bisa jadi sebuah band!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pesan Khusus untuk Doni Tata:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mudah-mudahan sampeyan masih terus berkiprah di tahun-tahun mendatang di arena balap internasional. Masyarakat Indonesia dan Asia pada umumnya mendukungmu Don... Prestasi yang sekarang sudah lumayan lah, minimal bisa membuka mata kita semua, untuk menjadi juara ataupun sebatas kompetitif di tingkat dunia itu beraaaaaaattt... Butuh waktu dan proses...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;buktinya, di Sentul 1997, Colin Edwards masih di urutan 12 (79 poin) dengan YZF 750 SP. Haga dengan motor yang sama pun masih di urutan 13 dengan 79 poin. Dan.... sang legenda baru World Superbike, Troy Bayliss, saat seri akhir di sentul masih berada di posisi ke-20 (22 poin) dengan motor Suzuki! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah tahun 1997, siapalah itu seorang Troy Bayliss?????????? Kalau sekarang, jangan ngaku penggemar motorsport kalau tidak kenal Troy Bayliss! Apa jadinya kalau Bayliss yang saat itu cuma bisa masuk 20 besar sampai menyerah??!!!! Makanya, Bayliss sudah memberi contoh beratnya perjuangan ke puncak elit WSBK! Jadinya, jangan sampai Doni Tata yang masih belia sampai terlalu dini tersingkir dari kompetisi balap motor dunia. Tariiiiiiiiiiiik teruuuuuuuuusss LAy........... eh, Don................&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jürgen Gaßebner: Superbike WM '97&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-567833448117868266?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/567833448117868266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/memori-world-superbike-sentul-1997.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/567833448117868266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/567833448117868266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/memori-world-superbike-sentul-1997.html' title='Memori: World Superbike Sentul 1997'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLwjTPonnI/AAAAAAAAB4Y/SG-Wfe9w8ho/s72-c/DSC03622.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4041512358003509857</id><published>2009-10-12T01:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T08:12:30.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor Klassik'/><title type='text'>Yamaha XS-1, Pelopor 4 Tak Yamaha</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLvvXVlUrI/AAAAAAAAB4A/9g29UUGX3FI/s1600-h/DSC03637.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391635300913337010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLvvXVlUrI/AAAAAAAAB4A/9g29UUGX3FI/s320/DSC03637.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika tidak ada motor yang satu ini, jangan harap Yamaha bisa bertahan hidup sampai sekarang dan bahkan hampir bisa dipastikan menjuarai berbagai macam kejuaraan dunia balap motor 4 tak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buat Bro yang ada perhatian pada motor klassik Yamaha, pasti kenal dengan Yamaha XS 650 yang populasinya di tanah air lumayan banyak. Nah XS-1 ini adalah pendahulunya. Tidak hanya itu, XS-1 adalah motor massal pertama Yamaha yang menggunakan mesin 4 tak. Jadi, buat yang naik R-1 sekalipun, jangan durhaka sama mbahnya yang satu ini. Dia memang jadul, tetapi kalau bikers pencinta motor klassik menyebutkan ciri-ciri fisik motor klassik, maka XS-1 bisa memenuhinya!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yamaha sendiri mulai mengembangkan mesin 4 tak sejak tahun 1967. Mereka sadar, jika ingin dapat bagian besar di pasar, mereka harus punya produk 4 tak. Padahal saat itu, motor 2 tak Yamaha sudah dikenal sebagai motor-motor kencang dan bertenaga besar. Bahkan pembalap pabrikan mereka, Phil Read, di tahun 1968 adalah juara dunia GP 125 cc dan GP 250 cc bersama si garputala.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yamaha tidak hanya ingin jaya di sirkuit, di pasar motor pun, Yamaha ingin lebih banyak bicara. Terlebih lagi mereka sudah tertinggal oleh Honda dengan CB 450 K-nya dan Kawasaki dengan motor 4 tak 624 ccnya, yakni Kawasaki W1. Yamaha yang mengincar pasar USA pun menyusun strategi. Mereka memutuskan mengambil jalan aman, yakni menjiplak pola yang digunakan motor-motor Inggris yang saat itu merajai pasar motor USA. Yamaha pun mengambil desain ala motor Inggris dan konstruksi mesin twin paralel tegak yang menjadi ciri khas motor Inggris. Langkah Yamaha yang ingin menggulingkan dominasi motor Inggris dengan motor yang serupa pada awalnya dipertanyakan para pencinta dunia roda dua. Mereka meragukan, apakah langkah Yamaha ini merupakan langkah yang cerdas. Apakah mungkin, motor Jepang dengan konsep yang sama dapat menggulingkan kedigdayaan motor-motor Inggris seperti Triumph Bonneville dan BSA Lightning?????&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keraguan ini cepat ditepis oleh hasil penjualan Yamaha XS-1 dan kedua penerusnya, yakni XS-2 dan XS 650. Perawakan mesin XS-1 yang mirip motor Inggris sebenarnya hanya mirip sekilas saja. Di dalamnya, banyak perbedaan yang ditawarkan mesin 654 cc made in Japan itu. Mesin XS-1 memiliki 2 silinder dan total 4 buah klep yang digerakkan sebuah noken as. Mesin berpendingin udara ini menghasilkan tenaga maksimum yang cukup kompetitif, yakni 53 PS@ 7000 rpm. Mesin yang disuplai 2 karburator ini dibekali gearbox dengan 5 tingkat percepatan. Karena bobotnya yang cukup berat, yakni 195 Kg, akselerasinya dinilai biasa saja. Top speednya pun mentok di 169 Km/jam. Yang menolong penjualan XS-1 adalah desainnya yang terkesan langsing dan simple. Kelemahan overweight tertutup oleh desainnya yang mengacu ke motor Inggris. Desain itu berhasil menipu banyak bikers, karena XS-1 seakan-akan lebih ringan dibandingkan Bonneville, padahal tidak! Mesin XS-1 mulai menimbulkan getaran yang dirasakan bikersnya saat memasuki 4000 rpm. Untungnya, ketika memasuki 7500 rpm, getaran itu menghilang. Dan untungnya lagi, mesin XS-1 dikenal bandel dan cukup handal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sisi lemah XS-1 yang sering dikritik adalah rangka dan lengan ayunnya yang dinilai kurang kaku. Ditambah lagi suspensi doi yang terlalu empuk membuat XS-1 menimbulkan gejala oleng saat digeber di kecepatan tinggi. Lebih parah lagi, stabilitas dinilai hilang saat melewati jalan yang bergelombang di kecepatan tinggi. Dalam hal ini, motor-motor Inggris diakui memiliki handling lebih baik. Namun, untuk pengendaraan normal dan santai, XS-1 dianggap tidak bermasalah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;XS-1 tertolong penjualannya akibat laporan Cycle World yang memberitakan, bahwa XS-1 memenuhi semua kriteria untuk menjadi idola baru. Cycle World pun memuji, kelemahan XS-1 hanya sedikit. Berita positif dari media, plus kehandalan mesin dan harga yang ekonomis membuat XS-1 laris manis. Desain yang "mencontek" motor Inggris dan bermain aman pun turut memuluskan jalan XS-1 dan keturunannya, yakni XS-2 dan XS 650 menjadi motor terlaris di USA pada tahun 70an (Tampaknya kembali terulang lho soal desain Yamaha yang berkiblat ke motor yang sedang laris di pasaran, si R6, R7 dan R1 kan berkiblat ke Ducati 916 yang memang desainnya paling dipuji-puji saat ketiga motor ini diluncurkan!). XS-1 memang tidak sempurna, tetapi untuk ukuran motor 4 tak perdana, dinilai sangat memuaskan....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Roland Brown: Motorräder, Faszination und Abenteuer&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4041512358003509857?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4041512358003509857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/yamaha-xs-1-pelopor-4-tak-yamaha.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4041512358003509857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4041512358003509857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/yamaha-xs-1-pelopor-4-tak-yamaha.html' title='Yamaha XS-1, Pelopor 4 Tak Yamaha'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLvvXVlUrI/AAAAAAAAB4A/9g29UUGX3FI/s72-c/DSC03637.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-6230783270282129756</id><published>2009-10-12T01:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T06:47:20.320-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor Klassik'/><title type='text'>BMW K-1, Awal Radikalisme BMW</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLvWmS4DMI/AAAAAAAAB34/2K_txP8c2KU/s1600-h/DSC03635.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391634875431783618" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLvWmS4DMI/AAAAAAAAB34/2K_txP8c2KU/s320/DSC03635.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bro pastinya pernah dengar atau melihat gambar-gambar BMW K-1 kan? Kalau melihat sepintas, memang mengingatkan pada motornya Ksatria Baja Hitam, si Roadsector ya? Memang di akhir tahun 80-an, motor aerodinamis begitu wujudnya. Kalau buat kita sekarang terlihat cupu, dulu ni motor adalah salah satu yang paling futuristis!&lt;br /&gt;BMW K-1 bisa dibilang sebagai tonggak gebrakan BMW dan menegaskan perubahan radikal dalam produk-produk mereka selanjutnya. BMW yang tadinya dikenal sebagai produsen motor touring yang nyaman, efisien dan berdesain konvensional, beralih menjadi pabrikan yang berani meluncurkan desain extra berani dengan corak warna yang bikin "sakit mata".&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;K-1 sendiri sudah dikembangkan sejak tahun 1983. Motor yang diluncurkan untuk pertama kalinya tahun 1989 ini dibekali mesin yang dikembangkan dari mesin BMW K 100 RS. Mesin 4 silinder segaris tiduran yang sudah DOHC dengan 16 klep dan berkapasitas 987 cc ini mampu menghasilkan tenaga hingga 100 PS @ 8000 rpm. Tenaga 100 PS mesin berpendingin air ini sebenarnya dibatasi lho.. Motor dengan 5 tingkat percepatan ini memiliki bobot yang cukup berat, yakni 259 Kg. Namun, untuk ukuran motor touring, berat ini masih dalam batas normal. Meskipun bobotnya berat, K-1 sanggup menembus 233 Km/jam dan tetap stabil, meskipun top speed sudah diraih. Ini tidak lepas dari rancangan fairing yang sangat matang! Untuk ukuran motor besar bertenaga 100 PS, top speed segitu sulit diraih. Berkat fairing yang terbukti dalam test akhir tahun 1988 sebagai fairing dengan aerodinamika terbaik, K-1 mampu meraih top speed yang tinggi dengan berbekal tenaga hanya 100 PS.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dibalik jubahnya yang terlihat radikal, tersimpan rangka pipa baja yang konvensional. Meskipun begitu, kaki-kaki BMW termasuk yang terbaik di zamannya. Dengan garpu depan dari Marzocchi dan di buritan dengan lengan ayun pro arm Telelever, K-1 dinilai memiliki peredaman yahud dan mantabs melibas tikungan cepat. Walaupun tidak cocok untuk balap, akselerasinya dinilai baik dan manuvernya di tikungan capat sangat yahud. Hanya saja, mulai 5000 rpm, rider mulai merasakan getaran yang ditimbulkan mesin. Sebagai motor touring, K-1 dipuji kenyamanan dan stabilitasnya di kecepatan tinggi. Fairing dan spakbor depan yang extra gambot bekerja sempurna mengurangi hambatan udara. Hanya bagian helm pengendara saja yang masih terkena terpaan angin dari depan. K-1 yang nyaman karena dilenkapi jok yang lebar ternyata juga memiliki kelemahan akibat konsep aerodinamikanya. Box integral di bagian kanan-kiri bodi belakang motor memang didesain aerodinamis, tetapi untuk ukuran motor touring, kedua box ini dianggap terlalu kecil. Para pengritik bahkan bilang: Cuma bisa buat nyimpen sikat gigi dan kartu kredit! Kedua box ini juga menjadi titik lemah, sebab menyulitkan pemasangan box tambahan!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di segi pengereman, Brembo menjadi nama yang tidak perlu diragukan lagi. Bagi mereka yang peduli dengan keselamatan, bisa melengkapi K-1 dengan teknologi ABS! Yoi... ABS tuh! Belum lagi segambreng teknologi di sektor pengapian yang membuat K-1 sanggup menaikkan standard teknologi permotoran dunia. Tidak heran, dengan seabrek inovasinya, K-1 dipilih banyak media masa dalam negri dan internasional sebagai Motorcycle of the Year! K-1 sendiri hanya diproduksi selama 4 tahun. Pada tahun 1993, K-1 terakhir berwarna kuning meluncur dari pabriknya di Berlin-Spandau. Total, BMW hanya memproduksi 6921 unit K-1.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;BMW ber-ABS ke-1 juta&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada tanggal 31. Agustus 2009, meluncurlah sebuah BMW K 1300 R berintegral ABS yang ke-1 juta dari pabrik motor BMW di Berlin-Spandau. Pada tahun 2004 lalu, BMW ber-ABS yang ke 500 ribu diluncurkan, yakni tepatnya BMW R 1100 RT. Jangan sampai kalau kita punya motor ber-ABS jadi "ketinggian hati". Sebab, BMW sudah meluncurkan motor ber-ABS sejak 21 tahun lalu... Jadul tuh hihihi... I love jadul..............&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Roland Brown: Motorräder: Faszination und Abenteuer&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Majalah PS bulan September&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.mucpaoso.de/index-Dateien/Page335.htm"&gt;http://www.mucpaoso.de/index-Dateien/Page335.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-6230783270282129756?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/6230783270282129756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/bmw-k-1-awal-radikalisme-bmw.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6230783270282129756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6230783270282129756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/bmw-k-1-awal-radikalisme-bmw.html' title='BMW K-1, Awal Radikalisme BMW'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/StLvWmS4DMI/AAAAAAAAB34/2K_txP8c2KU/s72-c/DSC03635.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-7944661612544574138</id><published>2009-10-08T03:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T07:23:55.563-07:00</updated><title type='text'>Tenaga Kecil, Top Speednya kok Tinggi????</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Ss29dLiqCqI/AAAAAAAAB3o/QmscHJoN130/s1600-h/DSC03617.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390172638044359330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Ss29dLiqCqI/AAAAAAAAB3o/QmscHJoN130/s320/DSC03617.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Judul artikel ini sepertinya salah satu pertanyaan yang kadang muncul di benak kita kalau mendengar ada motor yang secara teknis bertenaga kecil, tetapi si pemilik mengatakan top speednya tinggi. Sebagai sesama pengguna motor, seringkali kita tidak percaya... kan kita sama-sama punya pengalaman... Namun, kalau ditanyakan, apakah motor bertenaga kecil top speednya bisa tinggi, saya jawab: BISA! Nah, apalagi kalau hanya sebatas pengukuran top speed diatas dyno jet yang tidak memperhatikan faktor beban, hambatan angin, pergesekan ban dengan jalanan dsb.nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anggap saja Honda Tiger standard yang memang bukan untuk dipakai balapan kalau di jalanan umum dengan panjang sekitar 800 meter hanya mampu menunjukkan 130 Km/jam di spidometer. Nah, dengan metode mengukur kecepatan di roda belakang dengan gigi teratas dan tanpa beban, tentunya top speednya jauh diatas itu! Jika di jalan saat meraih angka di spidometer 130 km/jam rpm-nya tertera 9500 rpm , maka jika digeber maksimal di gigi 6 dan rpm tertera 11000 (kira-kira nih...) kecepatan yang tercatat di roda belakang adalah 150 Km/jam. Seperti yang sudah dibahas, angka 150 km/jam sangat-sangat sulit diraih sebuah Honda Tiger Standard, karena tenaga maksimumnya yang hampir 17 PS itu diraih di 8500 rpm! Jika tenaga maksimum itu diraih di 11000 rpm (ganti timing pengapian) dan yang lainnya tetap sama, kemungkinan meraih top speed 150 km/jam jauh lebih besar, tetapi karena tenaganya terlalu kecil, top speed itu tidak akan dicapai dalam jarak hanya 800 meter itu!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita kembali ke pertanyaan judul! Kenapa saya jawab bisa? Ya sebab sudah ada contohnya... ambil saja performa Kreidler sebagai juara dunia paling sukses motor-motor 2 tak berkapasitas imut. Kreidler untuk GP 50 cc yang memang hanya berkapasitas 50 cc hanya bertenaga 18 PS, tetapi motor awal tahun 70an ini dirancang untuk berkitir hingga 17000 rpm! Dengan bobot extra singset (70 Kg), fairing aerodinamis dan profil ban tipis, motor cabe rawit ini bisa mencapai top speed 210 Km/h! Bahkan motor 50 cc mereka yang sudah menggunakan fairing khusus untuk memecahkan rekord top speed, di tangan pembalap Belanda, Henk van Kessel, bisa tembus 221, 5861 Km/jam saat digeber di lintasan extra panjang, yakni Salt Lake Utah! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi, bukan tidak mungkin kan dengan tenaga kecil, tetapi top speednya tinggi... Namun, syaratnya ya itu tadi: bobot extra ringan, fairing aerodinamis, putaran mesin extra tinggi, tenaga puncak diraih di putaran mesin extra tinggi, final gear yang sesuai, dan lintasan extra panjang. Kalau ada yang sesumbar punya motor top speednya tinggi, tetapi motornya tenaganya kecil dan bobotnya (masih) berat alias belum diet dan masih menggunakan velg dan ban standard, artinya tuh motor tenaga puncaknya diraih di putaran tinggi, bodinya sangat aerodinamis dan butuh lintasan extra panjang. Kalau syarat-syarat itu tidak dipenuhi, ya artinya top speednya hanya tinggi di atas dyno jet (tanpa beban), kalau di jalanan sih lain ceritanya........&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-7944661612544574138?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/7944661612544574138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/tenaga-kecil-top-speednya-kok-tinggi.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7944661612544574138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7944661612544574138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/tenaga-kecil-top-speednya-kok-tinggi.html' title='Tenaga Kecil, Top Speednya kok Tinggi????'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Ss29dLiqCqI/AAAAAAAAB3o/QmscHJoN130/s72-c/DSC03617.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4806574158972788836</id><published>2009-10-08T03:06:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T03:52:07.086-07:00</updated><title type='text'>Cara Memperbaiki Top Speed (3)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Ss260xRjlII/AAAAAAAAB3g/r5hzgRT2TPc/s1600-h/DSC03603.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Ss260Ftur_I/AAAAAAAAB3Q/gCXrvoGJP9c/s1600-h/DSC03601.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390169733082296306" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Ss260Ftur_I/AAAAAAAAB3Q/gCXrvoGJP9c/s320/DSC03601.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita lanjutkan bicara mengenai cara-cara meningkatkan top speed. Cara yang kali ini sebenarnya termasuk gampang-gampang susah untuk kita-kita di Indonesia yang motornya bertenaga relatif kecil. Cara yang saya maksud adalah memakai fairing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenapa gampang-gampang susah? Ya karena pemilihan fairing harus memperhatikan berbagai faktor. Bukan hanya desainnya saja yang (minimal) harus sreg dengan selera kita (males dong pake motor ga sesuai selera...), tetapi juga harus diperhatikan bobot dan aerodinamikanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bobot fairing harus seminimal mungkin agar tidak menahan akselerasi awal dan terlalu membebani saat ingin meraih top speed. Nah, berhubung saat ini fairing yang ringan terbuat dari serat karbon, susah toh... muahaaaaaallnya itu lho...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Faktor kedua adalah aerodinamika. Fairing jangan sampai besarnya berlebihan karena malah akan merugikan sisi aerodinamika motor. Fairing yang kedodoran malah akan menurunkan top speed, bukan menambahnya, sebab bukan cuma tertahan oleh lebar si fairing, tetapi juga oleh turbulensi udara yang tercipta di sela-sela fairing yang kedodoran itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buat motor-motor yang umum beredar di tanah air yang tenaganya terbatas, wajar saja penggunaan fairing sebatas dibilang "buat gaya", sebab hasil yang diraih dengan penambahan bobotnya dibandingkan dengan keuntungan dari segi aerodinamikanya jelek. Jadi risikonya, akselerasinya melambat, top speed yang ingin dicapai pun sukar diraih. Fairing yang dipasang pun sia-sia! Buat apa pasang fairing, kalau motornya mau tembus 140 Km/h saja tidak sanggup??? Artinya tujuan penggunaan fairing yang dimaksudkan untuk mengurangi daya hambat udara, kurang terpakai! Di motor besar maupun mobil-mobil berkelas, desain yang dari segi aerodinamika baik sangat dikejar, bukan cuma untuk mengejar kestabilan di kecepatan tinggi, tetapi bodi yang aerodinamis juga bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, sekarang terserah pertimbangan masing-masing untuk penggunaan fairing. Sebagai gambaran yang jelas, saya kutip lagi dari pembahasan Kawasaki ER-6 yang naked dan yang berfairing yang pernah kita bahas 2 bulan lalu:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Dengan bobot 196 Kg, Kawasaki ER-6n lebih ringan 4 Kg dibandingkan ER-6f (berfairing)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Mesin sama, sama-sama bertenaga 72 PS @ 8500 rpm dan bertorsi max 66 Nm @ 7000 rpm.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3.Akselerasi ER-6n dari 0-100 KM/h adalah 3,9 detik, sedangkan saudara kembarnya yang berfairing butuh 4,2 detik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Sebaliknya, tanpa fairing, ER-6n hanya mau digeber hingga 200 Km/h, kalah dari ER-6f yang memiliki top speed 210 Km/h.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan data ini, dapat disimpulkan dong, kalau fairing menambah top speed, tetapi seiring bertambahnya bobot, akselerasinya pun jadi turun....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4806574158972788836?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4806574158972788836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/cara-memperbaiki-top-speed-3.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4806574158972788836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4806574158972788836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/cara-memperbaiki-top-speed-3.html' title='Cara Memperbaiki Top Speed (3)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Ss260Ftur_I/AAAAAAAAB3Q/gCXrvoGJP9c/s72-c/DSC03601.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-459823662272721875</id><published>2009-10-06T23:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T03:18:17.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Cara Memperbaiki Top Speed (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Ssw5zB3YwcI/AAAAAAAAB1w/oW43A_hkuXM/s1600-h/DSC03600.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389746402892497346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Ssw5zB3YwcI/AAAAAAAAB1w/oW43A_hkuXM/s320/DSC03600.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hoaaaa, meskipun tadinya niatan nge-blog lagi kalau sudah dapat kamar, tetapi berhubung sudah sejak Oktober ini hidup dari kebaikan teman-teman yang memberi tumpangan (ga enak bgt numpang huhuhu... apalagi kalo yang ngasih tumpangan terlalu baik) karena cari kamar selalu gagal maning, bahkan sampai ke hostel dan rumah yang sering disewakan untuk liburan pun penuh, hari ini blog coba saya up-date sajalah...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita lanjutkan pembahasan tentang cara-cara memperbaiki top speed. Diagram hasil dyno jet ini sebenarnya berasal dari hasil test Kawasaki Z1000. Grafik biru menunjukkan performa standard, grafik merah adalah performa setelah pencangkokkan power commander plus filter udara DNA dan sedikit modifikasi airbox, dan terakhir grafik hijau menunjukkan kurva tenaga setelah ditambahkan knalpot racing Micron. Namun, grafik ini saya pinjam hanya untuk memberikan gambaran kurva tenaga sebuah motor. Di diagram saya tuliskan perumpamaan hasil dyno jet sebuah Honda Tiger yang sudah korek karburator, pasang knalpot racing plus koil dan kabel busi high performance.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anggap saja hasil yang diraih tercatat tenaga maksimum di roda belakang 19 PS @ 8500 rpm. Di saat tenaga maksimum diraih, tercatat kecepatan yang terukur dari putaran roda belakang 121 Km/h. Kok rendah? Sama aja kaya bebek dong???? Begini Bro, kecepatan yang diraih di roda belakang saat tenaga maksimum diraih itu bukan top speed yang bisa diraih, tetapi top speed yang paling mudah diraih. Di motor-motor Superbike sekarang pun, kecepatan di roda belakang saat tenaga maksimum diraih berkisar 260 Km/h, walaupun top speednya diklaim di 300 Km/h.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, banyak kan yang ngorek Honda Tiger ataupun motor-motor 4-tak lainnya yang agak jengkel, sebab kenaikkan top speed tidak terlalu signifikan dibandingkan kenaikkan akselerasi. Honda Tiger yang sudah dikorek pun bisa sangat cepat meraih 120 Km/h, tetapi kenapa setelah itu sukar menembus batas itu? Kenapa seakan-akan setelah menyentuh 120 Km/h tenaga yang tadinya meledak-ledak mendadak kehabisan nafas?? Ya jawabannya bisa dilihat di diagram Dyno jetnya! Jadi, di perumpamaan ini, setelah motor menembus 121 Km/h, grafik tenaga menurun... Bahkan di grafik Kawasaki Z1000 ini sangat terlihat, tenaganya turun drastis sejenak setelah menyentuh tenaga puncak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anggap saja untuk tembus 130 Km/jam, jarum rpm Honda Tiger berkaki standard harus menunjukkan 9000 rpm di gigi 6. Nah, karena tenaga menurun setelah meraih 8500 rpm (karena eingine mapping yang masih standard), misalnya di 9000 rpm tercatat hanya 16 PS, di 10000 rpm turun terus jadi 13 PS dan akhirnya di 13000 rpm jebol wakakak... Nah karena itulah top speednya susaaaaaaaaaaaah naik Bro... Artinya, bagaimana mau enteng meraih 130 Km/jam kalau tenaga yang tersedia di 9000 rpmnya sudah turun jadi 16 PS! JAdi, kalau Sampeyan mau motornya bisa ikut melonjak top speednya tanpa mengubah-ubah timing pengapian atau ganti-ganti CDI racing, cara paling gampang ya menggunakan ban yang diameternya (bukan lebarnya lho!) lebih besar dari standard. Untuk Honda Tiger, cara inilah yang paling mudah, sebab AHM setahu saya hanya menyediakan gir-set standard. Adapun produk variasi di pasaran, katanya sih daya tahannya kurang memuaskan. Nah untuk urusan peranti macam sproket, bahaya dong kalau sampai somplak ketika top speed diraih....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, mungkin kalau AHM benar-benar niat mendongkrak penjualan motor-motornya, sediakanlah ukuran sproket-set yang non standard! Konsumen kan kebutuhannya beda-beda... Dengan pilihan berbagai kombinasi, kebutuhan konsumen akan terpenuhi... Setting sproket penting lho AHM... kenapa sih ga dipenuhi keinginan konsumen yang satu ini???!!!!!!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bajak n Edit: HP-Klassikku &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-459823662272721875?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/459823662272721875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/cara-memperbaiki-top-speed-2.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/459823662272721875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/459823662272721875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/10/cara-memperbaiki-top-speed-2.html' title='Cara Memperbaiki Top Speed (2)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Ssw5zB3YwcI/AAAAAAAAB1w/oW43A_hkuXM/s72-c/DSC03600.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-5931678491004439909</id><published>2009-09-30T05:37:00.001-07:00</published><updated>2009-09-30T06:20:00.102-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Cara Memperbaiki Top Speed (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsNRX_p2siI/AAAAAAAAB1o/49ZjNQbzxPg/s1600-h/DSC03553.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387239051931071010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsNRX_p2siI/AAAAAAAAB1o/49ZjNQbzxPg/s320/DSC03553.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sebelumnya, bagi Bro yang komentar di artikel yang sudah agak lama, maaf kalau mungkin ada yang tidak terbalas, sebab saya harus periksa satu-persatu artikel untuk mengetahui, apakah ada komentar baru. Terlebih lagi, termasuk artikel ini, maka sudah ada 200 artikel yang sudah kita lalui bersama (banyak juga ya... ga nyangka saya jadi doyan nulis hehe...).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebetulan hari ini saya mendapati komentar dari Bro Fortynine di artikel "Spidometer, Kenapa Mayoritas Sesat". Begini Komentarnya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kebetulan Bro, ane selaku pengguna Tiger Revo, pernah mencoba melaju hingga kecepatan hingga 140 kmj (berdasarkan speedometer) pada trek lurus antara Tanjung - Muara Uya(Kalsel).Persis di belakang adalah Bajaj Pulsar yang kata ridernya, speedonya waktu ngejar saya hanya menunjukkan bilangan 110 - 120 kpj.Plus, semenjak ban belakang Tiger Revo dipasangi Bridgestone Battlax ukuran 120/80 - 18, nyari 100 kpj aja susahnya minta ampun, waktu di coba di trek lurus yang sama, cuma tembus 120 kpj. Padahal waktu melesat 140 kpj ane boncengan dan bawa barang. Sementara waktu pakai Battlax malah sendiri.....ada penjelasan teknis Bro?&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang rangkaian artikel ini ingin mengulas cara-cara memperbaiki top speed, tetapi kita mulai dulu dari membahas pertanyaan Bro Fortynine. Kali ini bukan membahas masalah akurasi spidometer ya, tetapi apa faktor yang bisa membuat top speed naik turun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Dari bannya: beda ban, pasti beda karakter. Meskipun sekilas profilnya mirip ataupun bahannya mirip, masih ada faktor-faktor lain yang akan mempengaruhi top speed. Sebut saja tekanan udara. Andaikan lingkarnya sama-sama 18/80, apakah otomatis sama? Okelah satuannya di kedua merk ban berbeda itu presisi dan sama plek. Nah, apakah ketika diisi tekanan udara dan beban total yang diterima ban belakang saat top speed (anggap saja) sekitar 110 Kg diameternya masih sama? Ingat, dinding ban karakternya berbeda-beda, misalkan di MotoGP, Michelin dindingnya tidak sekeras Bridgestone. Dalam kasus Bro Fortynine, ada kontradiksi kan.. masa dengan beban lebih ringan dan lingkar (mungkin) sama, trek yang sama, tetapi top speednya turun? Bisa jadi karena Battlax lebih menggigit, terlebih lagi tapaknya lebih lebar sehingga daya gesek dengan aspal menghambat top speed.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Keadaan motor secara keseluruhan. Meskipun  faktor trek, ban dan lingkungan sama, apakah keadaan mesin masih sama? Kalau misalnya ditest beberapa bulan kemudian dan dipakai harian, kemungkinan besar tidak! Walaupun olinya sama, bahkan diganti yang lebih berkualitas, ataupun bensin diisi pertamax, belum tentu top speednya lebih baik. Bisa jadi mesin motor menderita keausan. Kalau dari pengalaman saya, salah setting klep saja ataupun ada kebocoran diklep sudah bisa membuat power motor turun drastis! Teman saya yang punya FXR pun sempat menceritakan, top speed FXR standard-nya hanya 140 Km/h, hanya sekali saja meraih 150 Km/h, saat relatif masih baru. Setelah itu, dia selalu mencoba meraih top speed itu, tetapi gagal maning! Nah, mungkin saja kondisi Tiger Revo Bro Fortynine tidak lagi se-fit saat top speed 140 Km/h diraih (kenceng betul Bro... Tiger ane ga pernah nembus segitu lho biarpun buat ngdrag -kayanya- masih lebih oke dari Ninja 150R, panjang banget kayanya tuh jalan ya...).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Aerodinamika: Sayang tidak dijelaskan, apakah secara bodi ada penambahan. Kalau misalkan Bro Fortynine menambah variasi semacam deltabox yang berkuping atau cover mesin, dari pengalaman saya, kedua variasi ini dapat menurunkan top speed hingga sekitar 5 Km/jam. Masih sehubungan dengan aerodinamika, sayang tidak dijelaskan, bagaimana kondisi anginnya. Kalau sampai ada perbedaan jauh, tidak heran kalau top speednya berkurang drastis. Di MotoGP, pembalap Ducati adalah para pembalap yang paling sering mengeluh kalau angin berhembus kencang, maklum, fairingnya punya permukaan paling luas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Boncenger: Boncenger yang suka ngomporin bisa menaikkan tenaga motor hingga 20%! Sayang hal ini belum diteliti secara ilmiah. Belum lagi ada tipikal boncenger yang punya ilmu meringankan tubuh dan membuat tameng udara, sehingga aerodinamika motor dapat diperbaiki tanpa disadari si rider. Rider dan boncenger yang harus "bongkar muatan" when nature calls pun dapat menaikkan top speed motor secara signifikan. Sebaiknya kita hentikan disini dulu sebelum kita (lagi-lagi) semakin jauh tersesat......&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-5931678491004439909?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/5931678491004439909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/cara-memperbaiki-top-speed-1.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/5931678491004439909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/5931678491004439909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/cara-memperbaiki-top-speed-1.html' title='Cara Memperbaiki Top Speed (1)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsNRX_p2siI/AAAAAAAAB1o/49ZjNQbzxPg/s72-c/DSC03553.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-2872361362421021514</id><published>2009-09-28T06:22:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T07:02:16.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gebetan Baru'/><title type='text'>Kalex AV1: Handmade Made in Germany</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC59uPqzNI/AAAAAAAAB1Y/ulfUtk_3634/s1600-h/DSC03175.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386509624372022482" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC59uPqzNI/AAAAAAAAB1Y/ulfUtk_3634/s400/DSC03175.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC59JWJagI/AAAAAAAAB1Q/Ba4lMHUEGQM/s1600-h/DSC03173.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386509614467082754" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC59JWJagI/AAAAAAAAB1Q/Ba4lMHUEGQM/s400/DSC03173.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC581tOcrI/AAAAAAAAB1I/aFX8BRhmcsQ/s1600-h/DSC03172.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386509609195172530" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC581tOcrI/AAAAAAAAB1I/aFX8BRhmcsQ/s400/DSC03172.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC58W-l0zI/AAAAAAAAB1A/VHkFEOeCP4g/s1600-h/DSC03171.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386509600946508594" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC58W-l0zI/AAAAAAAAB1A/VHkFEOeCP4g/s400/DSC03171.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC58D7P5PI/AAAAAAAAB04/L44rlrSqstM/s1600-h/DSC03170.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386509595832214770" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC58D7P5PI/AAAAAAAAB04/L44rlrSqstM/s400/DSC03170.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; Buat Bro sekalian yang punya perkebunan duit, mau tampil dengan motor kencang, spek balap mulai dari mesin, fairing, rangka, hingga suspensi  dan menjunjung tinggi kata "eksklusif", silahkan gebet motor yang satu ini... (Kalau saya sih kagak dah...).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Motor bergaya MotoGP ini memang dijamin eksklusif Bro, handmade gitu lho... Motor produksi Kalex ini saya ambil gambarnya dari ajang MotoGP Sachsenring lalu. Motor yang dinamai Kalex AV1 ini punya performa yang cukup lumayan lah.  Mesin V-twin 60° 990 cc produksi Kalex di tune up lagi oleh partner mereka, Amann Motorradtechnik hingga berkapasitas 1100 cc. Caranya, piston diganti dari diameter 97 mm menjadi 102 mm. Sektor injeksi pun juga dirancang sesempurna mungkin, hingga mesin ini bisa menghasilkan tenaga 163 PS @ 9500 rpm dengan torsi maksimum hingga 126 PS @ 7500 rpm. Memang masih sekelas dengan superbike Ducati sih, tetapi memang bukan masalah power yang diutamakan sang produsen yang juga terima order memodifikasi motor untuk individu ini. Mesin dengan kopling kering ini dirancang memiliki titik bobot yang mendukung handling yang sempurna. Rangka, fairing hingga suspensi dibuat dengan teknologi sekelas produsen pesawat terbang dan dengan perhitungan yang bikin saya bingung (makanya tidak saya jelaskan lebih jauh hehehe... silahkan lihat sendiri linknya).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Intinya, motor yang berbobot kering hanya 155 Kg ini benar-benar akan dikirimkan ke pemiliknya sesuai dengan spek yang dikehendaki, misalnya warna, riding position yang disesuaikan dengan si pemesan, ukuran velg Marchesini karbon pun juga disediakan yang ring 17 atau 16,5 inci dan tentu saja bannya. Peranti elektroniknya pun sudah cukup advance untuk mendukung si pemilik menjadi yang tercepat di sirkuit. Motor yang diproduksi produsen yang sedang membangun motor untuk ikutan Moto-2 ini dijamin memiliki akselerasi dan handling mencengangkan. Harganya pun lumayan mencengangkan, sekitar 4500 Euro lebih mahal dibandingkan Ducati Desmosedici yang dilego di sini 61500 Euro! Kapan yah di Indonesia yang mulai kebanyakan modifikator bisa begini... maksudnya mulai bikin motor sendiri gitu, syukur-syukur 250 cc berfairing dan asli bisa buat balap... (harga harus harga mahasiswa pastinya hihihi...).&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kalex-moto.de/"&gt;www.kalex-moto.de&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-2872361362421021514?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/2872361362421021514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/kalex-av1-handmade-made-in-germany.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/2872361362421021514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/2872361362421021514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/kalex-av1-handmade-made-in-germany.html' title='Kalex AV1: Handmade Made in Germany'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC59uPqzNI/AAAAAAAAB1Y/ulfUtk_3634/s72-c/DSC03175.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3841768449201557371</id><published>2009-09-28T06:19:00.001-07:00</published><updated>2009-09-29T03:43:15.652-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Seputar Pemilu Jerman 2009</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC4Q7UAGVI/AAAAAAAAB0w/-P4Ty1cX1eQ/s1600-h/DSC03539.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386507755274115410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC4Q7UAGVI/AAAAAAAAB0w/-P4Ty1cX1eQ/s200/DSC03539.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC4QgnpFNI/AAAAAAAAB0o/HNpBBioYCdU/s1600-h/DSC03542.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386507748108735698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC4QgnpFNI/AAAAAAAAB0o/HNpBBioYCdU/s200/DSC03542.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC4QHWRObI/AAAAAAAAB0g/yiB4LdJrPOA/s1600-h/DSC03549.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386507741324982706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC4QHWRObI/AAAAAAAAB0g/yiB4LdJrPOA/s200/DSC03549.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC4P0DUOPI/AAAAAAAAB0Y/SeV97MWuUpM/s1600-h/DSC03539.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buat Bro yang mungkin ada sedikit ketertarikan pada bidang politik, saya mau cerita-cerita sedikit nih... Kemarin, akhirnya Jerman melakukan Pemilu 4 tahunannya dengan lancar. Partai-partai besar, yakni CDU (Partainya Angela Merkel) kehilangan sekitar 1,5% suara dan SPD (partainya Steinmeier) kehilangan sekitar 11,5% suara! Ya memang ini bagi SPD merupakan hasil terburuknya sejak PD II! Jumlah pemilih pun dikatakan persentasinya terendah, hanya sekitar 71%! Tampak di Jerman sendiri pun banyak yang mulai apatis terhadap Pemilu, mungkin karena kecewa dengan partai-partai yang lupa janjinya saat berkuasa. Sebaliknya, partai-partai kecil pun seperti FDP, Die Grünen dan die Linke mulai bangkit. Bahkan untuk FDP, pemilu kemarin memberikan hasil terbaik sepanjang sejarah mereka. Dengan hasil FDP yang sangat baik, mereka bisa berkoalisi dengan CDU menjadi partai yang memerintah Jerman untuk 4 tahun kedepan. Posisi Kanselir tetap ditempati Angela Merkel, dan Guido Westerwelle (ketua FDP) pun akan menempati posisi Menlu (sesuai kebiasaan, posisi Menlu dianggap posisi terpenting setelah Kanselir).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenapa koalisi hitam (CDU)-Kuning (FDP) ini bisa menang dan SPD bisa kalah telak? Banyak sebabnya Bro... Mulai dari SPDnya yang morat-marit terkena skandal, sampai program politik mereka yang kurang "menjilat" dan terlalu realistis. SPD hancur, karena baru-baru ini mentri kesehatan asal partai mereka terbongkar kelakuannya yang membawa mobil dinas untuk liburan di Spanyol. Walaupun di Spanyol si mentri wanita ini sempat mengunjungi walikota setempat, kunjungan itu tidak dianggap perlu dan berlebihan jika harus membawa si S-Class hingga ke Spanyol. Kok bisa ketahuan??? S-Classnya dicuri Bro.. supirnya dibius... nah terbongkar deh ke media... Mobilnya sendiri tak lama kemudian ditemukan ditinggalkan begitu saja tanpa kerusakan apapun! (kayanya politis banget ya...). Tidak hanya itu, ada petinggi SPD lainnya yang tersangkut kasus pornografi anak! Yang bersangkutan mengatakan, ratusan file/ mungkin film porno anak di bawah umur itu dikumpulkannya dalam rangka studi untuk memerangi pornografi anak. Namun, kalau sudah tertuduh seperti itu, susah itu..... (politis lagi nih kayanya...).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Merkel pun kembali berkuasa, disamping karena dukungan FDP, karena kepandaiannya meraih popularitas di dalam dan luar negri. Meskipun partainya konservatif, dia bertindak seperti seakan-akan dia berasal dari SPD yang sosial-demokrat, terlihat dari cara dia menangani kasus Opel yang merupakan anak perusahaan General Motors yang bangkrut. Singkatnya: Negara harus campur tangan untuk kepentingan para pekerja Opel! Padahal ini keputusan SPD lho yang tahun lalu bertindak sebagai partai yang berkuasa barengan CDU. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sektor pajak pun, CDU dan FDP menjanjikan penurunan pajak untuk dapat menggairahkan kembali perekonomian Jerman, sedangkan partai lainnya tidak berani berjanji muluk... Duit darimana lagi??? Para ekonom pun tidak melihat jalan keluar dengan menurunkan pajak. Kalau CDU-FDP ngotot, artinya utang luar negri akan semakin membengkak! Atau, ada sektor lain yang akan jadi korban? Ya sama lah, namanya menjelang pemilu, pasti janji-janji manis diobral! Kita lihat saja nanti implementasinya... Banyak yang bilang, krisis sebenarnya di Jerman baru akan melanda selepas Pemilu ini hiiiiiiii....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Beli Suara&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Jerman juga sama kaya di Indonesia, dilarang membeli suara, walaupun pada praktiknya beda... Di sebuah siaran televisi, ada lembaga yang meneliti, seberapa rentan sih keputusan seseorang bisa dipengaruhi uang. Jadi mereka mengadakan pemilu beberapa hari sebelum pemilu sesungguhnya diselenggarakan. Mereka memperkenalkan diri pada awalnya kepada orang-orang yang lewat di dekat stand, bahwa yang mereka adakan resmi dan untuk mempermudah mereka yang tidak punya waktu di hari Minggu kemarin. Test pun dilakukan ada yang dengan kamera tersembunyi, dan ada yang terang-terangan menunjukkan kamera.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka pun menawarkan sejumlah uang, supaya si pemilih mau mengubah pendirian mereka, yang tadinya milh CDU disuruh ke partai lawan, misalnya SPD. Memang banyak yang menolak pada awalnya, tetapi begitu uang yang ditawarkan menyentuh 50 Euro, lebih dari 50% pemilih bersedia menjual suara mereka. Bahkan pemilih partai minoritas yang ekstrem seperti NPD (neonazi) ataupun DKP (komunis) pun rela melepas suaranya dan memberikannya ke partai lawan! Haha.. lucu juga, tidak heran kalau di Indonesia perihal membeli suara bukanlah hal yang sulit..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3841768449201557371?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3841768449201557371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/seputar-pemilu-jerman-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3841768449201557371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3841768449201557371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/seputar-pemilu-jerman-2009.html' title='Seputar Pemilu Jerman 2009'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SsC4Q7UAGVI/AAAAAAAAB0w/-P4Ty1cX1eQ/s72-c/DSC03539.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3560479999724574337</id><published>2009-09-25T08:09:00.001-07:00</published><updated>2009-09-25T09:19:25.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor Klassik'/><title type='text'>The King: Kawasaki Z1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SrzdVTj1P3I/AAAAAAAAB0Q/KMM0DhrpNgg/s1600-h/DSC03536.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385422612525825906" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SrzdVTj1P3I/AAAAAAAAB0Q/KMM0DhrpNgg/s320/DSC03536.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau duluuuu kita pernah membahas si CB 750 yang digelari "the first Superbike", sekarang kita kenalan dengan "the King", yakni si penjegal dominasi CB 750.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kawasaki Z1 mendapat julukan King, karena doi memang selepas peluncurannya pada tahun 1973 menjadi raja di jalanan tahun 70-an. Serupa dengan rival beratnya si CB 750, Z1 berbekal mesin 4 tak 4 silinder berpendingin udara. Bedanya, kapasitas mesin lebih besar, yakni 903 cc dan sudah menganut DOHC (Hayo.. yang bilang motor DOHC modern dan canggih... sudah dari tahun 70-an lho....). Mesin bertenaga maksimum 82 PS @ 8500 rpm membuat akselerasi Z1 sanggup meninggalkan jagoan Honda hingga 1 detik di ajang balap 1/4 mil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya Z1 sudah dikembangkan jauh hari sebelumnya. Hanya saja, ketika Honda meluncurkan CB 750 pada tahun 1969, para insinyur Kawasaki tercengang dibuatnya. Para tukang insinyur ini langsung terhentak dan tersadar, bahwa proyek yang mereka kembangkan tidak akan menang melawan si CB 750. Kawasaki pun menghentikan proyek motor 750 cc 4 silindernya yang dikenal dengan nama proyek "the New York Steak". Para tukang insinyur ini peras otak untuk dapat menundukkan si CB 750. Singkatnya, mesin 750 cc mereka bore up menjadi 903 cc! Padahal sudah DOHC tuh, masih belum pede rupanya lawan mesin Honda dengan kapasitas sama yang saat itu masih menggunakan kem tunggal. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Langkah Kawasaki ini jelas saja membuat mesin motor mereka jauh lebih kuat, sebab bukan hanya kapasitasnya yang lebih besar, tetapi juga teknologinya yang lebih maju. Singkatnya, 4 tahun setelah CB 750 diluncurkan, Kawasaki pun memperkenalkan Z1 yang memang siap mengasapi CB 750. Tenaga mesin yang lebih besar sekitar 15 PS plus torsi yang melimpah ruah sejak putaran rendah, membuat motor yang untuk ukuran masa itu bisa berakselerasi brutal ini menjadi hit! Dengan top speed hingga 212 Km/h, si CB 750 pun tertinggal sekitar 10 Km/h lebih lambat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbeda dengan performa mesinnya, handling Z1 tidak menuai pujian, bahkan dirasa kurang. Untuk pengendaraan normal memang dinilai cukup, tetapi ketika rider menguras maksimal kemampuan mesin, terasa suspensi dobel di belakang dan garpu teleskopik di depan tidak sanggup meladeni. Rangka pipa baja pun dinilai kurang untuk mengendalikan mesin buasnya. Disamping itu, setang dinilai terlalu tinggi, terlebih saat motor digeber di kecepatan tinggi. Motor yang menggunakan velg ring 19 ini pun dinilai buruk dalam segi pengereman. Lihat saja di depan hanya dilengkapi dengan sebuah rem cakram yang secara optis tidak lebih baik dari rem cakram Honda Tiger, tetapi harus menghentikan laju sang raja jalanan yang berbobot hingga 246 Kg ini. Bobot yang dianggap berlebihan ini untungnya tertutup oleh proporsi Z1 yang dinilai pas. Segala kekurangan handling pun tertutup oleh penampilan cantiknya dengan tanki dinamis dan bodi samping yang langsing. Buntut bebek di buritan pun semakin mempermanis penampilan Z1. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Motor yang jadi moyangnya ZX-RR ini pun tidak lepas dari tangan gatel para pemiliknya yang ingin motornya tampil lebih dahsyat. Di sisi mesin, para tuner pun berhasil menunjukkan, masih banyak ruang kosong dan tenaga yang bisa digali dari dapur pacu Z1. Di sisi handling, banyak yang mengatasi kelemahannya dengan mengganti suspensi atau memasang stabilizer setang. Maklum, kalau di kecepatan tinggi, motor ini menjadi tidak stabil! Ya kalau diingat sejarahnya, kan mesinnya dulu direncanakan hanya 750 cc. Buat bikers Z1 yang masih kurang puas, mereka menghubungi spesialis macam Harris, Martin, Egli atau Bakker yang siap memodifikasi atau membuatkan rangka gress untuk Z1.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara umum, motor yang memang hit ini memuaskan penggemarnya. Dalam dua tahun kedepannya, Z1 yang mesinnya memang top dan bandel tidak mengalami perkembangan di sektor mesin, hanya mendapat sedikit make up di sektor cat, stripping ataupun warna blok mesin. Baru memasuki tahun 1976, doi dibekali dobel cakram, yang tadinya ditawarkan optional semata. Karburator pun diganti dengan yang berventuri lebih kecil dan knalpot dirancang lebih dapat meredam suara. Langkah yang menurunkan sedikit performa ini tak lepas dari langkah Kawasaki mengikuti konsensi emisi Amerika Serikat. Z1 pun diganti namanya menjadi Z 900. Hanya satu yang tidak berubah, statusnya sebagai raja jalanan!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Roland Brown: Motorräder, Faszination und Abenteuer.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3560479999724574337?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3560479999724574337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/king-kawasaki-z1.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3560479999724574337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3560479999724574337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/king-kawasaki-z1.html' title='The King: Kawasaki Z1'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SrzdVTj1P3I/AAAAAAAAB0Q/KMM0DhrpNgg/s72-c/DSC03536.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-7982182723622526828</id><published>2009-09-25T08:07:00.001-07:00</published><updated>2009-09-25T09:18:45.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Mau Mudik........</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Srzc0QekiDI/AAAAAAAAB0I/MrIAMsYJGsU/s1600-h/DSC03533.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385422044762769458" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Srzc0QekiDI/AAAAAAAAB0I/MrIAMsYJGsU/s320/DSC03533.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;Semester ini, sebenarnya saya dan teman-teman seangkatan sudah selesai kuliah. Ada yang dalam proses menunggu sidang, ada juga yang memilih tidak ikut sidang. Satu persatu mereka pun mudik.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu diantaranya teman saya yang mengundang makan malam ini (mengundang karena saya minta diundang hihihi...). Mereka, Thu dan Giang, sudah siap-siap mau mudik ke Vietnam. Saya yang tadinya bertekad tidak akan mudik sebelum studi kelar pun jadi goyah... Terlebih lagi bulan depan masih belum dapat kamar huhuhu... Susahnya cari kamar di awal semester musim dingin di Jena memang rada-rada keterlaluan. Jumlah kamar yang diorganisir universitas dan organisasi yang mengurusi mahasiswa jauh dari cukup. Tidak heran kalau ada yang tinggal di kota tetangga ataupun terpaksa menyewa apartemen yang harganya 2-3 kali harga sewa di asrama. Lho kok jadi curhat gini... maklum Bro, susah kalau tidak punya kamar di marih, kan kalau mau perpanjang visa dll harus punya kontrak! Kalau tidak ya repot, apalagi buat yang baru sampai/ baru mulai studi di sini. Kalau tidak ada kontrak kamar/ tempat tinggal, artinya tidak bisa buka rekening tabungan, tidak bisa punya asuransi ujung-ujungnya tidak bisa perpanjang visa! Belum lagi suhu yang mulai dingin... rasanya ijk mau mudiiiiiiiiiiiiiiik... apalagi sudah 3 kali puasa 3 kali lebaran tidak pulang-pulang huhuhu...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;I miss Indonesia... dah paling top deh bisa tinggal di Indonesia... bule-bule pun banyak yang mengakui kok. Terlepas dari segala permasalahan yang diciptakan orang-orangnya sendiri, Indonesia tetap menjadi tempat paling enak buat menetap dalam jangka panjang. Memang kalau melihat Jerman sekilas sangat wah... tetapi kalau sudah lama tinggal di Jerman, hehehe... sepertinya situ pun bakal berubah pikiran, ya selera, keadaan dan kebutuhan beda-beda sih... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ramadhan lalu di Mesjid Jena saya sempat beberapa malam teraweh bertemu dengan orang Indonesia, namanya Pak S.. Beliau ke Jena mendampingi istrinya yang dioperasi di Jena, karena di kota kecil ini memang untuk urusan kedokteran dan teknologi laser bisa dibilang  T.O.P! Pak S. sendiri masih sangat sehat kalau mengingat usianya. Beliau sudah tinggal 50 tahun di Albania, yup 50 tahun! Dari gaya berbahasanya, tampak jelas kalau beliau kaya pengalaman dan cerdas! Dulu beliau termasuk mahasiswa yang dikirim ke luar negeri oleh pemerintah Soekarno, tetapi saat Soeharto berkuasa tidak boleh kembali ke Indonesia karena ditakutkan akan menggoyang kekuasan Orde Barunya. Bayangkan, berapa banyak putra bangsa terpilih yang disia-siakan karena kebijakan yang tidak bijak ini???? Bayangkan rasanya kalau tidak boleh pulang ke negara sendiri! Alhamdulillah di zaman Gus Dur, mereka diperbolehkan kembali ke Indonesia, walaupun mungkin sangat...sangat...sangaaaaaaaaat terlambat. Alhamdulillah juga saya bisa pulang kalau saya mau pulang... ga kebayang deh kalau sampai dilarang mudik. Negara sendiri dalam keadaan damai pastinya menjadi tempat dimana manusia bisa merasa "di rumah". Betul Bro... sekarang saya paham, kenapa "merasa di rumah" adalah sebuah perasaan yang mahal, sayang kalau kita sampai tidak mensyukurinya...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;BTW, pemirsa, doakan saya dapat kamar ya, belum punya kamar buat 3 bulan kedepan nih huhuhuhu.... kalau tidak punya kamar, artinya tidak ada kontrak kamar. Kalau tidak ada kontrak, bagaimana bisa perpanjang visa yang habis bulan ini... huhuhuhu... aku mau mudik sajaaaaaaaaaaaa..........&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-7982182723622526828?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/7982182723622526828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/mau-mudik.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7982182723622526828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7982182723622526828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/mau-mudik.html' title='Mau Mudik........'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Srzc0QekiDI/AAAAAAAAB0I/MrIAMsYJGsU/s72-c/DSC03533.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-5267878157009521322</id><published>2009-09-22T08:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T06:55:31.073-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Studi Banding Sotoy: Penjualan ATPM Jerman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menyambung artikel kemarin, saya menampilkan artikel berikut ini. Artikel ini akan memberikan gambaran kepada Bro, kira-kira seperti apa sih pasar motor Jerman, dan berapa unit motor dari pabrikan mana yang diapresiasi baik oleh pasar:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suzuki Gixxer 600 melejit ke posisi puncak teratas penjualan motor di Jerman pada bulan Oktober 2008 lalu, setelah di bulan sebelumnya menempati rangking ke-22! Dengan demikian, motor supersport dengan kemampuan merata dan harganya paling ekonomis ini menggusur BMW R 1200 GS ke posisi ke-2. Posisi ke-5 harus diterima Honda CBF 600 S, yang sebelumnya menghuni podium ke-3, sedangkan di tempat ke-3 ditempati Honda CBF 1000.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suzuki sendiri dalam periode Januari-Oktober 2008 memasarkan 1103 unit Gixxer 600. Dengan dipasarkannya 229 unit Gixxer ini di bulan Oktober 2008, artinya 1/5 penjualan Motor Supersport Suzuki Jerman selama periode tersebut, disumbangkan Gixxer kelas menengah ini hanya dalam satu bulan penjulan, yakni Oktober 2008! Di periode yang sama (Oktober 2008) BMW berhasil memasarkan 212 unit R 1200 GS, sedangkan Honda melepas 120 unit CBF 1000. Dibandingkan Oktober 2007, BMW kehilangan kue jatah penjualan. Di Oktober 2007, bagian BMW sebesar 23,2%, sedangkan di Oktober 2008 menyusut hingga tinggal 16,1%. Meskipun begitu, BMW masih memimpin atas Suzuki di posisi ke-2 dan Honda di posisi ke-3 dalam hal jumlah penjualan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika kita mengamati penjualan sepanjang tahun 2008 hingga bulan Oktober, maka BMW memimpin dengan 6143 unit R 1200 GS, di tempat ke-2 dihuni oleh Honda CBF 600 S yang laku sebanyak 3708 unit dan di podium ke-3 dihuni Suzuki Bandit 1250 yang laris sebanyak 2946 unit. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berikut ini perincian 10 motor terlaris di bulan Oktober 2008 untuk pasar Jerman:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Platz 1 Suzuki GSX-R 600: 229 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 2 BMW R 1200 GS: 212 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 3 Honda CBF 1000: 120 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 4 Kawasaki ER-6f/6n: 116 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 5 Honda CBF 600 S: 92 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 6 BMW F 650 GS/F 650 GS Dakar: 67 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 7 Kawasaki Z 750/S: 65 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 8 Harley-Davidson Dyna Fat Bob: 61 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 9 Harley-Davidson Dyna Street Bob: 56 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 10 BMW F 800 GS: 54 Stück&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sebagai perbandingan, berikut penjualan di bulan September 2008:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 1 BMW R 1200 GS: 346 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 2 Yamaha FZ6 Fazer: 331 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 3 Honda CBF 600 S: 255 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 4 Honda CBF 1000: 188 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 5 Yamaha YZF-R6: 163 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 6 Yamaha FZ1 Fazer: 157 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 7 BMW F 650 GS / F 650 GS Dakar: 135 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 8 Kawasaki ER-6f/6n: 133 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 9 Yamaha YZF-R1: 125 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 10 BMW R 1200 R: 120 Stück&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Secara keseluruhan, presentase penjualan dari bulan Januari hingga September adalah:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. BMW dengan 16,5% (Agustus 2008: 16,6%)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Honda dengan 15,7% (Agustus:15,8%)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Suzuki dengan 15,6% (Agustus: 16,2%)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Biar lebih maknyuzzz, ini daftar motor terlaris di bulan Agustus 2008:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 1 Honda CBF 600 S: 360 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 2 BMW R 1200 GS: 338 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 3 Suzuki Bandit 1250: 319 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 4 Honda CBF 1000: 277 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 5 Yamaha FZ6 Fazer: 266 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 6 KTM 950 LC8 Supermoto: 265 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 7 Suzuki GSR 600: 254 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 8 Kawasaki ER-6f/6n: 184 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 9 Yamaha FZ1 Fazer: 156 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Platz 10 BMW F 650 GS/ F 650 GS Dakar: 132 Stück&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Di Jerman bisa dibilang jualan sambil sikut-sikutan, di Indonesia belum (kalau dibandingkan dengan keadaan pasar motor Jerman yang permintaan produk motornya relatif minim karena keadaan alam yang relatif dingin, transportasi publik yang sangat baik dan berbagai faktor lainnya).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Di Jerman tidak ada Pabrikan yang sangat dominan, di Indonesia masih dua pabrikan itu lagi-itu lagi, jadi jangan harap bisa dapat produk "terbaik" dengan harga ekonomis dalam waktu dekat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Di Jerman jumlah unit yang terjual jauh lebih sedikit, tetapi kok bisa untung? Malah pabrikan MZ dibuka kembali, dengan bos si Ralf Waldmann dan Martin Wimmer. Nah, kalau da pabrikan di Indonesia yang terancam bangkrut, apakah karena pasarnya yang tidak menguntungkan, manajemennya yang berantakan, marketingnya gagal maning, jualan banyak tapi untungnya kedikitan, aturan pemerintah yang terlalu ribet, atau banyak kebocoran bin pungli?????? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Meskipun motor touring kerap merajai pasar, tetapi tidak terlalu dominan jumlahnya. Bandingkan dengan pasar Indonesia yang paling doyan bebek dan mulai ketagihan matic! Jumlah kedua jenis motor ini sangat dominan kan dibandingkan jenis motor lainnya... Nah, kalau jualan yang begitu-begitu saja pabrikan sudah kekenyangan, jangan harap kita bakal disuguhi motor-motor sport/ motor-motor high performance! Pabrikannya yang selalu mau enak, atau kita (padahal ijk beli motor baru sekali hihihi...) sebagai pasar yang bikin pabrikan (terkesan) malas?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Meskipun melenceng dari tema: Media! Media massa yang kredibilitasnya tidak disangsikan dalam mengetest produk-produk baru! Hasil test yang terukur, sebisa mungkin objektif dan lengkap mengukur motor secara keseluruhan, mulai dari performa, konsumsi bahan bakar, harga onderdil, kemungkinan setting dan fitur tambahan yang ditawarkan plus kritik dan penjelasan kelemahan-kelemahan motor, membuat produsen mau tidak mau jauh lebih giat menyempurnakan produknya! Kalau di Indonesia bagaimana? Haruskah kita sebagai bikers membentuk organisasi kecil independent yang bisa seobjektif mungkin mengupas kelebihan dan kekurangan produk baru dan memberikan penjelasan kepada calon konsumen, bukan mempengaruhinya??????????&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.motorradonline.de/de/news/branche/meistverkaufte-motorraeder-oktober-2008/96366"&gt;http://www.motorradonline.de/de/news/branche/meistverkaufte-motorraeder-oktober-2008/96366&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-5267878157009521322?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/5267878157009521322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/studi-banding-sotoy-penjualan-atpm.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/5267878157009521322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/5267878157009521322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/studi-banding-sotoy-penjualan-atpm.html' title='Studi Banding Sotoy: Penjualan ATPM Jerman'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-7930117585061058109</id><published>2009-09-21T07:30:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T08:07:20.297-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Kesenjangan Sosial di Jerman vs. Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreO_fekJKI/AAAAAAAAB0A/z4I-dcY7D1g/s1600-h/DSC03266.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383929100977317026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreO_fekJKI/AAAAAAAAB0A/z4I-dcY7D1g/s320/DSC03266.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreOvkJ4NFI/AAAAAAAABz4/WWcvHP69NG0/s1600-h/DSC03273.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383928827354821714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreOvkJ4NFI/AAAAAAAABz4/WWcvHP69NG0/s320/DSC03273.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreOvGnn2wI/AAAAAAAABzw/SaiFzGu2ArA/s1600-h/DSC03496.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383928819426515714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreOvGnn2wI/AAAAAAAABzw/SaiFzGu2ArA/s320/DSC03496.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreOuxjyLxI/AAAAAAAABzo/XIaRjh14BHI/s1600-h/DSC03528.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383928813773270802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreOuxjyLxI/AAAAAAAABzo/XIaRjh14BHI/s320/DSC03528.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreOuQfud1I/AAAAAAAABzg/XMZ5IbA1wkI/s1600-h/DSC03529.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383928804897879890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreOuQfud1I/AAAAAAAABzg/XMZ5IbA1wkI/s320/DSC03529.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreOuLx-3lI/AAAAAAAABzY/mBr_qOvsFuY/s1600-h/DSC03461.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383928803632275026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreOuLx-3lI/AAAAAAAABzY/mBr_qOvsFuY/s320/DSC03461.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bro tahu kan, kalau negara kita termasuk negara dengan tingkat kesenjangan sosial yang cukup tinggi. Kalau di Jerman, meskipun sejak krisis ekonomi 2.0 melanda dan membuat jurang antara golongan kaya dan miskin membesar akibat jumlah orang yang masuk golongan menengah banyak yang rontok terhantam krisis, jurang kesenjangan sosialnya masih relatif tidak terlalu besar. Kecilnya kesenjangan sosial di negara mobil ini berbanding terbalik dengan produk motor yang dipasarkan. Kalau boleh saya membuat sebuah teori:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesenjangan sosial di masyarakat berbanding terbalik dengan kesenjangan sosial motor yang dipasarkan. Artinya: Kalau tingkat kesenjangan sosial masyarakatnya tinggi, maka tingkat kesenjangan sosial motor yang umum dipasarkan rendah, dan sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Teori Tingkat Kesenjangan Sotoy by Prof. Dr. Arie Slight S.E. [sarjana edan] )&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Misalkan di Indonesia, harga motor tertinggi hingga terendah yang umum dipasarkan tidak sampai 10 kali lipatnya kan? Ya, ini tentunya terkait juga dengan kebijakan pembatasan kapasitas motor yang dibawah 250 cc. Sebaliknya di Jerman, harga motor tertinggi dan terendah lebih dari 10 kali lipatnya. Misalkan harga Kymco Pulsar ataupun Sym Mio (keduanya pernah dibahas bulan Juli lalu) yang dipasarkan di bawah 1700 Euro, sedangkan harga satu unit BMW HP-2 Sport tembus 21600 Euro (paling murah-tergantung fitur tambahan), padahal BMW kece yang satu ini bukan yang termahal lho. Tingkat kesenjangan sosial motor yang umum dipasarkan di Jerman bisa dibilang tinggi, karena motor murah hingga motor sangat mahal dan motor berkapasitas kecil hingga berkapasitas extra besar, beredar di negara ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hmmm mungkin kalau tingkat kesenjangan sosial di masyarakat kita kecil, tingkat pendapatan masyarakat tinggi dan pertumbuhan ekonomi stabil, baru kita bisa mengalami keadaan, dimana tingkat kesenjangan sosial motor yang umum dipasarkan cukup tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-7930117585061058109?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/7930117585061058109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/kesenjangan-sosial-di-jerman-vs.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7930117585061058109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7930117585061058109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/kesenjangan-sosial-di-jerman-vs.html' title='Kesenjangan Sosial di Jerman vs. Indonesia'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreO_fekJKI/AAAAAAAAB0A/z4I-dcY7D1g/s72-c/DSC03266.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-2273405932698758023</id><published>2009-09-21T06:52:00.001-07:00</published><updated>2009-09-21T07:19:57.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Meraih Lebih Mudah Dibandingkan Mempertahankan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreGFGma3iI/AAAAAAAABzQ/DCwy-ZaJ55Y/s1600-h/DSC03510.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383919301773942306" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreGFGma3iI/AAAAAAAABzQ/DCwy-ZaJ55Y/s320/DSC03510.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;Kepada Bro sekalian yang merayakan, saya beserta segenap crew, manajemen, artis, petugas keamanan, petugas kebersihan, para paranormal dan para anormal mengucapkan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Selamat Idul Fitri 1430 H &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreF2j9KQeI/AAAAAAAABzI/yLVwlE7MIT8/s1600-h/DSC03510.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mohon dimaafkan segala tulisan atau komentar yang tidak berkenan di hati Bro sekalian. Mudah-mudahan Allah S.W.T mengampuni kita semua dan menerima ibadah kita serta memandu kita untuk dapat mempertahankan kemenangan yang sudah kita raih setelah berjuang selama bulan Ramadhan. Mudah-mudahan kita diizinkan berjumpa kembali dengan Ramadhan mendatang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Model: Mahasiswa Ndeso bin Jadul yang butuh rahmat dan ampunan Allah S.W.T.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Motor: Pastinya Bukan Motor Klassikku&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;NB: Tiga kali puasa... tiga kali lebaran,  ijk ga pulang-pulang kaya Bang Toyib huhuhu.....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-2273405932698758023?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/2273405932698758023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/meraih-lebih-mudah-dibandingkan.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/2273405932698758023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/2273405932698758023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/meraih-lebih-mudah-dibandingkan.html' title='Meraih Lebih Mudah Dibandingkan Mempertahankan'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SreGFGma3iI/AAAAAAAABzQ/DCwy-ZaJ55Y/s72-c/DSC03510.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-8217737957113062176</id><published>2009-09-18T10:05:00.000-07:00</published><updated>2009-09-21T06:35:53.244-07:00</updated><title type='text'>Ninja RR: Bingung???</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Kita mulai dari komentarnya Jombloati:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang susah menjaga niat bro. Gw kadang liat, bro2 suatu klub motor melakukan suatu aksi sosial sambil berkonvoi, tp kok agak gimanaa gitu.Bahkan yg menurut gw agak ekstrim, konvoi dgn memakai atribut agama, ingin menghadiri suatu acara, konvoinya ugal2an, arogan, gak pake helm, ada yg bertiga, lampu merah diterabas. Bingung gw, niatnya kan mau melakukan suatu yg baik ya, tp kok gitu ya? Please deh...*bingung mode : on&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terus cuplikan dari email ijk punya teman yang dulu sama-sama ke Jerman:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;justru menurut saya ke Jerman itu ujian (halah seperti dakwah gini hahaha)..kalau di Bandung (contohnya) pakai kerudung, rajin solat sama perilaku baek sih ga aneh..tapi kalau pas di Jerman yang permisif bisa ngga itu dipertahankan..justru disitu ujiannya dan yang lepas kerudung ya ga lulus ujian hahaha..(jadi serius gini..haha)&lt;br /&gt;saya juga shock kalau liat yang kaya gitu sampe waktu itu saya sampe nanya ke beberapa orang laen apa itu benar ybs (yang dulunya kerudung terus tank top)...ternyata benar dia..shock deh..haha...ada juga yang terang2an...malah foto profil di fesbuk dia lagi pakai tenk top (belum lagi album foto di dalemnya yang menunjukan dia memeluk mesra sang bule layaknya adegan dalam video klip)...padahal di fesbuknya banyak temen kuliahannya yang jelas tahu persis bahwa dia dulunya berkerudung amat tertutup..terus gw baru tahu dia nikahnya di hotel gitu pake baju ala barat suami istri (dia buka fotonya di fesbuk kok untuk umum)...bikin gw bertanya2 ini nikah pake adat/agama apa ya? Pada cuek orang2 hari gini..hahahha..kadang2 terpikir oleh saya; gile untuk bule aja sampe mau berkorban segitunya...&lt;br /&gt;ada juga sih beberapa (dikit banget) wanita yang di bandungnya berkerudung, di Jerman tetep, disini juga tetep..sayangnya mereka dah tunangan semua..hahaha barang berkualitas banyak yang mau..hahaha..kebanyakan yang lulus ujian gini manis abis trus saingan untuk jadi calon suaminya kaya mau daftar UMPTN..hahaha... &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terus di Facebook saya lihat:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dua orang rekan yang dapat rezeki beasiswa belajar bahasa Jerman di Jerman bersama mahasiswa-mahasiswa dari negara lain selama satu bulan penuh. Keduanya menggunakan jilbab, yang satu memang gaul, lumayan menarik dan pintar bicara, kalau yang satu lagi jilbab yang benar-benar tertutup dan tidak menonjolkan lekuk tubuh plus anaknya sendiri pendiam, rajin dan tampak alim. Yang jilbab gaul memamerkan dirinya yang ikut pesta, dia peluk-pelukan dengan bule, bahkan ada yang dipeluk dua cowo bule sekaligus! Hallooooooo....Are you Paris Hilton?????!!!!!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalau yang pendiam dan alim memamerkan segelas bir yang memang minuman khas Jerman. Dia bilang: saya pesan bir, saya juga coba vodka pesanan teman. Ehemm... kayanya kalo mo cobain vodka sama bir ga perlu jauh-jauh ke Jerman deh. Inikah yang namanya cobaan dalam bentuk nikmat??? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Apa jadinya jika yang melihat di Facebook adik-adik/ junior mereka yang mengagumi keduanya karena berjilbab???&lt;br /&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;document.write('&lt;a target="_blank" href="http://www.webcounter.ws/counter-eu-com-template.php?a=arie"&gt;');&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;document.write('&lt;img alt="counter.eu.com" border="0" hspace="0" vspace="0" src="http://www.webcounter.ws/counter.php?a=arie" /&gt;&lt;/a&gt;');&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengalaman membingungkan lainnya:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Seorang teman kuliah dari Afghanistan bercerita ayahnya seorang petinggi agama Islam. Dari ocehannya, dia tahu banyak tentang Islam. Pas belanja bareng dia, eh dia maen ambil daging sana-sini, padahal dia tahu itu haram. Dia bilang: halaaah, emang ada jaminan kalau tulisan halal berarti halal??!! Namun, saya tidak heran sama orang yang satu ini, pernah clubbing sampai di bawa kerumah sakit kok! Sayang banyak umbar-umbar tentang agama, tetapi kelakuannya begitu....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Beberapa teman kuliah dari Afghanistan, hanya sekali ikut buka puasa bareng di mesjid, tetapi sholat tarawihnya tidak ikutan. Di malam lainnya malah sepulang tarawih saya ketemu mereka mau berangkat ke disko! Padahal kalau lihat di blognya, kalau di negaranya mereka tampak alim dengan baju muslim...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Teroris! Disini teroris juga bawa-bawa nama Islam! Pake pasang video di Youtube untuk menebar ancaman mereka. Halloooo... apakah Rasulullah s.a.w. pernah mencontohkan terorisme??!!!!!! Di dalam perang pun beliau melarang menyakiti anak-anak dan wanita kan... Jadi teroris itu apa? Memang orang yang imannya sangat kuat, tetapi frustasi, atau tukang fitnah???? Bingung.........dan masih banyak pengalaman saya pribadi yang memang bikin bingung dan, jujur saja, sakit hati...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih banyak sebenarnya pengalaman yang membuat bingung.... Sebenarnya segala sesuatunya sudah terjelaskan di Quran dan Hadits, mudah-mudahan kalau kita mau meluangkan waktu mempelajarinya, kita tidak perlu bingung. Manusia memang berbuat kesalahan, kita juga berbuat kesalahan. Namun, ingatlah kalau kita juga menjadi cerminan bagi muslim dan orang lain. Kesalahan itu bukan untuk dipamer-pamerkan, sebab akan menjadi senjata dan propaganda yang berbalik digunakan untuk menyerang umat muslim. Mudah-mudahan kita bisa selalu berpikir sebelum bertindak, jangan sampai kita sendiri yang menghancurkan Islam.&lt;/div&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-8217737957113062176?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/8217737957113062176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/ninja-rr-bingung.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8217737957113062176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8217737957113062176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/ninja-rr-bingung.html' title='Ninja RR: Bingung???'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-8397604724100657781</id><published>2009-09-16T03:36:00.001-07:00</published><updated>2009-09-17T10:07:30.986-07:00</updated><title type='text'>125 cc Yang Sangat Sangat Sangat Menggiurkan!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SrC_7ofTUcI/AAAAAAAABy4/qCKIwwgk0Co/s1600-h/kreidler2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382012585909637570" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 346px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SrC_7ofTUcI/AAAAAAAABy4/qCKIwwgk0Co/s400/kreidler2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SrC_7GmsmOI/AAAAAAAAByw/C-FNNWaZyls/s1600-h/kreidler3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382012576813848802" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SrC_7GmsmOI/AAAAAAAAByw/C-FNNWaZyls/s400/kreidler3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang sangka kalau motor yang terpampang disini hanya berkapasitas 125 cc? Jika melihat suspensi depan USD plus rem dobel cakram berdiameter besar, semua pasti langsung berprasangka, motor ini berkapasitas minimal 600cc!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor 4 tak berkapasitas mini tetapi berpenampilan maksi ini hanya menggunakan mesin satu silinder 4 tak berkapasitas 125 cc yang menghasilkan tenaga hanya 11,5 PS @ 9500 rpm dan top speed dibatasi di 80 Km/jam. Motor berteknologi biasa ini masih menggunakan karburator dan berpendingin udara. Meskipun masih menggunakan Karburator, standard emisi Euro 3 sudah dipenuhi motor produksi Kreidler ini, sebuah produsen motor asli Jerman yang namanya di tanah air tampaknya sangat tidak terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor bernama Street 125 DD ini memang mantabs, gaya dan sosoknya langsung mengingatkan pada Suzuki Bandit ataupun Triumph Speed Triple jadul yang masih menggunakan lampu bulat tunggal di depan. Meskipun berkapasitas kecil, doi berbekal tembolok yang sanggup menyimpan 16 liter bensin! Sangat menggiurkan bagi mereka yang doyan touring jauh atau untuk menimbun bensin sehari sebelum harga bensin dinaikkan pemerintah. Motor yang menggunakan elektrik starter ini memiliki bobot full tank 159 Kg, sangat berat untuk ukuran motor 125 cc, tetapi harap diingat, perawakannya yang setara motor 600 cc dan kapasitas tanki yang besar perlu dipertimbangkan di sini, hasilnya, masih bisa dibilang enteng kok...Garpu USD dan monoshock di buritan yang bisa disetel-setel juga tidak bisa dibilang manja, sebab keduanya mampu menanggung beban total (termasuk motor) hingga 310 Kg!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi suspensi ini memang terkesan berlebihan untuk motor kelas capung, tetapi kalau kita melihat sisi pengereman, wah, lebih berlebih-lebihan lagi. Di depan, dua cakram berdiameter 300 mm dijamin siap menghentikan motor berspek superbike sekalipun. Sedangkan di buritan, rem cakram tunggal berdiameter 240 mm siap bertugas menghentikan laju ban belakang berukuran gambot. Dengan velg lebar dan ban depan berukuran 110x17 dan ban belakang 140x17, motor-motor yang beredar umum di Indonesia saat ini pun dijamin jadi ngiri berat! Bagaimana tentang produsennya? Kok kayanya gurem ya? Apa pabrikan baru yang merupakan hasil kerjasama dengan Cina? Bukan Bro... Ini saya rangkumkan sedikit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sekilas tentang Kreidler:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pabrikan yang didirikan Anton Kreidler di Stuttgart pada tahun 1889 ini awalnya hanya memproduksi kabel telegraph dan kabel untuk pabrik. Baru di tahun 1949 mulai memproduksi motor. Motor-motor 50 cc Kreidler memiliki prestasi sangat membanggakan di dunia balap. Bahkan dengan motor 50 ccnya, Kreidler pada tahun 1977 memecahkan rekord kecepatan di kelas ini. Motor yang dengan flying start menempuh jarak sejauh 1 km itu tembus hingga 221 Km/ jam! Soal daya tahan motor Kreidler pun tidak perlu dipertanyakan, sebab ada seorang fotografer dan petualang terkenal, yakni Günter Markert, yang keliling dunia pada tahun 1954 menggunakan Kreidler 50 cc!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, canggih kan! Kalau sampai beredar di Indonesia, saya jamin booming berat! Harganya??? Hahaha... kalau harganya seperti YZF-R125 atau Ninja 250 apalagi Aprilia RS125, ga bakal booming berat ya... Yang ini jangan salah Bro.. Kenapa saya bilang sangat sangat sangat menggiurkan, ya karena harganya yang juga sangat sangat sangat ekonomis! Hanya 2299 Euro! Jauh lebih murah dibandingkan YZFR-125 yang dibanderol hampir 3500 Euro! Bandingkan juga dengan harga Suzuki Address 125 alias Shogun 125 injeksi yang di Jerman sini dihargai 2000 Euro! Nah, kalau perbandingan harga Kreidler Street 125 DD berbanding lurus dengan harga Shogun 125 di Indonesia dan bisa dihadirkan di tanah air, silahkan bayangkan sendiri akibatnya, bisa-bisa dagangan motor laki AHM, YMKI, KMI, Suzuki dan Minerva bakalan morat-marit diacak-acak motor Jerman yang satu ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;document.write('&lt;a target="_blank" href="http://www.webcounter.ws/counter-eu-com-template.php?a=arie"&gt;');&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;document.write('&lt;img alt="counter.eu.com" border="0" hspace="0" vspace="0" src="http://www.webcounter.ws/counter.php?a=arie" /&gt;&lt;/a&gt;');&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kreidler.net/"&gt;http://www.kreidler.net/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.quad-corner.de/"&gt;http://www.quad-corner.de/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-8397604724100657781?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/8397604724100657781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/125-cc-yang-sangat-sangat-sangat.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8397604724100657781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8397604724100657781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/125-cc-yang-sangat-sangat-sangat.html' title='125 cc Yang Sangat Sangat Sangat Menggiurkan!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SrC_7ofTUcI/AAAAAAAABy4/qCKIwwgk0Co/s72-c/kreidler2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3575059990020919121</id><published>2009-09-14T07:22:00.001-07:00</published><updated>2009-09-16T02:47:50.392-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Ketilang Ngebut Naik Sepeda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381329265321146722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5SdI7heWI/AAAAAAAAByo/GYCW6kSGJLk/s200/DSC03475.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381329255347294210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5ScjxkkAI/AAAAAAAAByg/AsHoLlGHP00/s200/DSC03473.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5SccV5nzI/AAAAAAAAByY/whbIYLDXQHc/s1600-h/DSC03470.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381329253352185650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5SccV5nzI/AAAAAAAAByY/whbIYLDXQHc/s200/DSC03470.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5SbzirT9I/AAAAAAAAByQ/B6qT2o_peBY/s1600-h/DSC03467.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381329242399920082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5SbzirT9I/AAAAAAAAByQ/B6qT2o_peBY/s200/DSC03467.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5SbapbjnI/AAAAAAAAByI/3B4s2R6I1Ww/s1600-h/DSC03466.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381329235717361266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5SbapbjnI/AAAAAAAAByI/3B4s2R6I1Ww/s200/DSC03466.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya pikir naik sepeda bisa seenak jidat dalam hal kecepatan maksimum, ternyata tidak! Di dalam sebuah siaran televisi diperlihatkan, pihak kepolisian di berbagai kota besar berusaha menertibkan para pengguna sepeda. Tidak cuma masalah rambu-rambu lalu lintas saja yang mesti dipatuhi, tetapi juga masalah kecepatan maksimum! Tidak tanggung-tanggung, polisi menggunakan "radar" (istilah yang digunakan untuk menyebut alat pengukur kecepatan kendaraan). Dengan radar, kecepatan benar-benar dapat diukur dan dijadikan barang bukti, jika si pelaku mangkir dan protes.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untungnya batas kecepatan maksimum ini hanya berlaku di daerah pejalan kaki, ya semacam areal di Pasar Baru gitu deh... Para pengguna sepeda yang seenak jidat dan membahayakan pengguna jalan lain diberhentikan dan diberi peringatan. Mereka pun harus membayar denda sebesar 10 Euro. Denda dibayarkan langsung di tempat, atau kalau tidak bawa uang, boleh dibayarkan dengan transfer melalui bank, setelah pelaku menerima surat dari kepolisian. Uang segitu masih lebih murah lah dibandingkan pengendara sepeda yang menerobos lampu merah. Jika tertangkap basah, siap-siap lebih miskin 50-200 Euro! Kalau mau mencoba kabur, waspadalah, polisi bersepeda siap mengejar dengan senang hati. Bahkan di wawancara si polisi mengatakan, pekerjaannya sebagai polisi sepeda sangat menggembirakan, sebab dia bisa bekerja sekaligus menjalankan hobi bersepedanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, bagaimana dengan kepolisian Indonesia? Ayo, dibeli "radarnya".... Biar tidak kebanyakan debat dan membuka ruang "nego". Atau, mungkin pihak bengkel korek yang akan membeli peranti ini? Toh peranti ini lebih memberikan gambaran performa motor secara lebih konkret di lintasan! Sekali ngukur pasang tarif Rp. 30.000, mungkin tidak sampai setahun sudah balik modal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5RrELq6FI/AAAAAAAAByA/2gUlzMtwya4/s1600-h/myu.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3575059990020919121?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3575059990020919121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/ketilang-ngebut-naik-sepeda.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3575059990020919121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3575059990020919121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/ketilang-ngebut-naik-sepeda.html' title='Ketilang Ngebut Naik Sepeda'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5SdI7heWI/AAAAAAAAByo/GYCW6kSGJLk/s72-c/DSC03475.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3452694336292394640</id><published>2009-09-14T07:19:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T10:08:04.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Teknik Balap Rossi (3): Berakselerasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5ReCnm3yI/AAAAAAAABx4/3rR-w-vYDl0/s1600-h/DSC03458.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381328181295243042" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5ReCnm3yI/AAAAAAAABx4/3rR-w-vYDl0/s320/DSC03458.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ngabuburit kembali untuk terakhir kalinya di bulan Ramadhan ini bersama Rossi. Di seri terakhir teknik balap Rossi kali ini, kita akan membahas tips-tips Rossi dalam berakselerasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rossi mengatakan, begitu dirinya membuka gas, ia harus mengontrol motor dengan badan dan kakinya. Rossi memberikan tekanan ke foot step bagian dalam atau bagian luar, tergantung kebutuhan gripnya (ingat, di kelas 800 cc, saat rebah pun pembalap sudah membuka gas).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika gas dibuka, maka bobot otomatis berpindah ke belakang. Rossi memperagakan, bagaimana ia menegakkan motor dan berusaha mendapatkan grip lebih banyak di roda belakang untuk dapat berakselerasi dengan sempurna. Rossi menceritakan, dia menegakkan motor dengan menarik setang sekaligus menumpu bobotnya ke footstep bagian luar. Teknik ini dikatakan pertama kali diperkenalkan di ajang 500 cc oleh Doohan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adanya kontrol traksi saat ini memudahkan pembalap untuk mengirit ban dan mendapatkan grip yang baik saat rebah sambil membuka gas. Rossi menerangkan, gas tidak boleh dibuka terlalu cepat, sebab bisa membuat pembalap berwisata singkat ke gravel. Di sisi lain, jika terlalu terlambat membuka gas, maka lebar lintasan tidak tereksploitasi sempurna, alhasil lap time akan memburuk. Seninya adalah, membuka gas di saat yang tepat dan menggunakan lebar lintasan semaksimal mungkin. Kerb bisa digunakan, hanya harus berhati-hati, karena ada kerb yang terlalu bergelombang. Saat melindas kerb, tidak boleh ada kesalahan, sebab dapat berakibat buruk. Dengan motor 800 cc, pembalap tidak mengubah arah saat menikung menggunakan gas. Di kelas ini, motor menikung dengan radius yang jauh lebih linear. Jika berakselerasi terlalu keras, maka kita bisa kehilangan waktu di tikungan. Dengan adanya traction control, kita tidak melakukan terlalu banyak sliding seperti di kelas 990 cc. Meskipun begitu, sliding tetap ada dan dikontrol oleh peranti ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rossi mengatakan, saat roda belakang mulai sliding, dia berusaha menjawab dengan memindahkan bobotnya dan mencari keseimbangan dan traksi yang baik serta tetap menjaga racing line. Kadang dia mencondongkan tubuh bagian atasnya ke depan untuk mengurangi bobot di roda belakang. Ini dilakukannya untuk memperbesar wheel spin di buritan. Rossi menerangkan, jika pembalap tepat membuka gas, maka di ujung tikungan motor akan melindas kerb. Di bagian ini, pembalap bisa pindah gigi dan berakselerasi hingga motor pun sedikit wheelie, tetapi tetap terkendali. Saat menerangkan ini di Donington Park, yang dimaksud Rossi adalah berakselerasi dengan gigi 4. Nah, apakah motor Bro gigi 4-nya masih bisa wheelie???&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kata Wayne Rainey:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami menggunakan sliding roda belakang untuk membuat motor tetap berada di racing line. Teknik membuka gas sehingga sliding ini dilakukan, jika kamu melihat dan merasa motor akan keluar lintasan jika kecepatan dipertahankan. Kamu hanya perlu mendapat sedikit slide di roda belakang untuk memperbaiki arah motor. Namun, kamu harus sangat berhati-hati, sebab risiko highsider akibat ngegas dalam keadaan rebah sangat tinggi. Karena itulah saya berusaha tidak membuka gas saat rebah di tengah tikungan, saya tunggu, tunggu, tegakkan motor, perbaiki arah, baru deh gas pol.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kata Mick Doohan:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Drifting dengan roda belakang adalah salah satu dari sedikit kemungkinan untuk mengendalikan arah motor, terutama di tikungan cepat. Kamu membutuhkan slide untuk mengikuti arah tikungan. Saya bermain-main dengan gas dan mencoba untuk memancing tenaga yang pas di roda belakang. Begitu roda belakang sliding, segera tegakkan motor, maka kamu akan mendapatkan traksi yang baik dan buka gas lebih besar supaya roda belakang tetap nge-drift. Jika saya butuh spin lebih besar, saya memindahkan bobot saya ke depan supaya bobot di roda belakang berkurang. Kadang-kadang, lebih cepat jika membuka gas lebih besar untuk mengail tenaga dan memperbesar spin dan langsung oper gigi ke atas, dibandingkan menutup throttel gas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kata Arie Slight:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teknik sliding saya gunakan di SMA dulu jika kondisi parkiran terlalu merepotkan. Daripada saya maju-mundur-maju-mundur-maju-mundur-maju-mundur plus harus mengangkat-angkat buritan motor supaya---akhirnya--- motor bisa keluar dari parkiran, saya mengambil jalan pintas. Begitu ban depan motor sudah keluar dari apitan kedua motor di kiri dan kanan, saya menggunakan rem depan untuk menahan ban depan dan memasukkan gigi satu. Kemudian saya gas secukupnya hingga roda belakang sliding. Dengan menggunakan dorongan paha, saya menentukan, kemana arah buritan dibawa supaya bisa sesegera mungkin keluar dari parkiran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(teknik keluar parkiran)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sekilas tentang traction control:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak hanya di kelas 800 cc saja peranti ini digunakan, tetapi juga di kelas 250 cc. Tugas utamanya adalah memberikan daya cengkram yang cukup di roda belakang saat menikung ataupun berakselerasi penuh. Penggunaan peranti ini bukan berarti sliding sama sekali dimatikan, sebab teknik rear wheel steering masih dibutuhkan, bukan untuk memperoleh lap time terbaik, tetapi lebih berguna saat dog fight dengan lawan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Prinsip kerjanya, sensor terpasang di ban depan, ban belakang, mesin dan sisi pengapian. Perputaran di ban depan disesuaikan dengan putaran di ban belakang. Tenaga yang tersalur di ban belakang dalam kondisi-kondisi tertentu bisa disetel-setel. Pembalap pun masih bisa mengubah-ubah modus traction control dalam balapan, sebab setelan traction control diletakkan di setang, ya kalau di motor umum ada saklar lampu, kalau di motor balap kelas wahid ada traction control. Peranti ini---layaknya peranti elektronik lainnya--- tidak luput dari eror. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ingat saat Simoncelli terjatuh di San Marino lalu? Konyol kan jatuhnya??? Saat itu sebenarnya dia mengalami permasalahan dengan traction controlnya. Dia merasa traction controlnya bermasalah sehingga tenaga motor tidak keluar secara maksimal, akibatnya, si kribo tidak bisa melepaskan diri dari kuntitan Passini. Akibatnya, si kribo sibuk menyalakan dan mematikan traction control dan mengetesnya, apakah kembali berfungsi sempurna. Karena konsentrasinya sedikit terpecah, ya hasilnya seperti yang Bro lihat sendiri.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber: Mata Air Babakan Pari Sukabumi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3452694336292394640?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3452694336292394640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/teknik-balap-rossi-3-berakselerasi.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3452694336292394640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3452694336292394640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/teknik-balap-rossi-3-berakselerasi.html' title='Teknik Balap Rossi (3): Berakselerasi'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5ReCnm3yI/AAAAAAAABx4/3rR-w-vYDl0/s72-c/DSC03458.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-8880392188831393522</id><published>2009-09-14T07:16:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T09:44:24.412-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor Klassik'/><title type='text'>Honda Dream 300, Kalau CB-200 Masih Kurang!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5Q0RpCvuI/AAAAAAAABxw/vxCIzYqO5ng/s1600-h/DSC03488.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381327463773290210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5Q0RpCvuI/AAAAAAAABxw/vxCIzYqO5ng/s320/DSC03488.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau dulu kita sudah kenal dengan Honda Dream 50R yang notabene merupakan motor baru bergaya klassik, kini kita kenalan dengan Mbahnya, yakni si Honda Dream 300. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Honda lutu bin montok ini adalah salah satu dari jajaran Honda bermesin 2 silinder sejajar yang hadir di tahun 60-an. Dream 300 adalah motor yang mengambil posisi motor touring eksklusiv di jajaran motor twin Honda ketika itu. Penampilannya dengan spatbor depan belakang yang montok plus tanki bahenol dan tutup rantai full membuat doi tampil elegan di masanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dream 300 memastikan keeksklusivitasannya tidak sebatas bentuk. Fitur elektrik starter yang masih sangat eksotis di masa itu semakin menonjolkan sisi luxus motor berbobot 158 Kg ini. Peredaman di sektor depan yang masih menggunakan model lengan ayun dan di buritan yang menggunakan sepasang schockbreaker berperedam oli membuat Dream 300 sanggup memanjakan ridernya menikmati perjalanan panjang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesuai namanya, Dream 300 memiliki kapasitas 300 cc, tepatnya 305 cc. Mesin 4 tak Honda ini menghasilkan tenaga 21 PS@ 7000 rpm. Dengan tenaga dan bobot segitu, motor yang menggunakan velg ring 16 dan lebar 3 inci ini dapat meraih kecepatan maksimal 129 Km/jam, cukup banget buat menyalip Honda Tiger standard.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buat Bro setanah air yang kurang puas dengan CB200 dan ingin tampil lebih eksklusiv, silahkan menggebet Honda Klassik yang rangkanya terbuat dari baja tempa ini. Dengan Dream 300, sampeyan dijamin tampil beda dan jarang yang nyamain. Bagi mereka yang berencana menggebet Dream 300 bersurat, bermesin prima dan masih lengkap plus orisinal, bersiaplah membobol tabungan hingga 50 juta saja.... Kalau tidak, biarkan saja Dream 300 tetap seliweran in your dream...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hugo Wilson: Motorräder, Über 300 Klassiker.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-8880392188831393522?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/8880392188831393522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/honda-dream-300-kalau-cb-200-masih.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8880392188831393522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8880392188831393522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/honda-dream-300-kalau-cb-200-masih.html' title='Honda Dream 300, Kalau CB-200 Masih Kurang!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sq5Q0RpCvuI/AAAAAAAABxw/vxCIzYqO5ng/s72-c/DSC03488.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3046934944886803874</id><published>2009-09-03T10:28:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T06:51:35.665-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Teknik Balap Rossi (2): Menikung</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sp_9BGPvcsI/AAAAAAAABxo/cms4AAH5GGg/s1600-h/DSC03457.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377294675401994946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sp_9BGPvcsI/AAAAAAAABxo/cms4AAH5GGg/s320/DSC03457.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kembali ngabuburit bersama the Doctor. Dalam kesempatan kali ini, the Doctor akan berbagi pengalaman, bagaimana cara menaklukkan tikungan sehingga bisa lebih cepat dibandingkan para kompetitor. Teknik yang akan diajarkan Rossi ini sebaiknya tidak Bro praktikkan saat mudik nanti, it is very very dangerous! Kalau mau tetap dipraktikkan saat mudik nanti, sebaiknya ente tulis surat wasiat terlebih dahulu, siapa diantara anggota keluarga yang berhak membayar utang-utang ente....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti yang sudah tersingkap di bagian pertama lalu, untuk bisa tampil terdepan di kelas 800cc membutuhkan cornering speed yang asoy, mengerem tidak boleh memakan jatah cornering speed ini, sebab tenaga mesin 800 cc masih belum sebesar mesin 990 cc. Rossi mengatakan, teknologi traction control saat ini memungkinkan pembalap membuka gas sedini mungkin, artinya masih dalam keadaan belum tegak pun sudah bisa buka gas. Bibir ban diatur memiliki daya cengkram yang cukup saat berakselerasi, jadi kalau ada yang berpendapat lomba terlihat kurang seru akibat adanya traction control, perlu dipertimbangkan ulang. Singkatnya, limit saat membuka gas sambil menikung sangat jauh meningkat jika dibandingkan masa GP500 yang sama sekali belum mengenal traction control.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rossi menambahkan, ia merasa beruntung punya kaki yang panjang. Dengan demikian, ia dapat banyak menurunkan dengkulnya untuk bertugas. Tidak heran, Rossi banyak "makan" knee pad! Untuk training, warm up dan race, Rossi selalu membutuhkan knee pad baru. Saat ini, seringkali doi memesan knee pad yang lebih tebal dan lebih keras supaya tahan dipakai hingga akhir race. Menurut perkiraannya, di kelas 800cc, para pembalap menggunakan dengkulnya 30 % lebih sering dibandingkan saat 990cc. Doi menggambarkan, dulu para pembalap membalap: tikungan...... whoooaaaaaa........ rebah...dengkul... akselerasi......... Rossi menggambarkan saat di 990cc dirinya memasuki tikungan dengan sliding ban depan dan berusaha "menangkap" kembali ban belakang yang sliding.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*Yang tahu jalanan berputar saat dari arah pasar minggu mau masuk ke Universitas Indonesia, itu loh, yang ada patung burung elang, nah saya pernah coba dengan si Tiger Hitam. Biasanya di awal tikungan kecepatan maksimum sekitar 90 Km/h dan saat bertemu dengan jalur dari Margonda, kecepatan sudah turun hingga 60-80 Km/h. Sekali saya coba memecahkan rekord sendiri, masuk tikungan 100 Km/h, dan saat keluar masih saya tahan di 90 Km/h. Hasilnya... melebar...ban belakang terasa ngebuang keluar dan ban depan harus saya arahkan ke arah luar agar motor tidak terpelanting. Rasanya: sensasional Bro.... (kapoooookkk dah...untung ga jatoh... kalo ampe jatoh terus kesikat sama miniarta dari belakang, modiar ijk...ga lagi-lagiiii....).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Achtung: Bagian sesat!)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah di era 800 cc: masuk tikungan ... dengkul...dengkul...dengkul... akselerasi....... Rossi memberikan tipps dalam menghadapi situasi genting: "Kalau kamu kehilangan traksi di roda depan (baca doa Bro-red) Kamu bisa coba "tangkap" kembali roda depan dengan menegakkan kembali motor dengan menekan dengkul ke lintasan. Namun, jika menggunakan Bridgestone, kamu tidak mengalami hal itu (pujian Rossi atas traksi ban depan Bridgestone-red)". Rossi menambahkan, awalnya sukar "berdansa" dengan Bridgestone, yang penting disini, kamu coba terus memberikan tekanan ke ban depan. Ban depan Bridgstone sangat kaku, jika dia kekurangan tekanan, maka dia akan cepat kembali ke bentuk semula. Kalau sampai begitu, maka penampang ban yang memiliki kontak dengan aspal menjadi terlalu kecil dan traksi akan hilang. Oleh karena itu, saat menikung tidak boleh ada titik netral (tekanan terhadap ban menghilang/terlalu melemah-red). Disaat kamu melepas tuas rem, kamu harus mencoba dengan badan kamu memberikan tekanan ke kedua ban saat menikung. Saat berakselerasi, penting untuk memindahkan bobot ke depan untuk dapat menjaga racing line. Untuk dapat memindahkan bobot ke depan, Rossi menggunakan rem belakang dan membungkukkan badannya ke bagian depan motor. Sekali lagi, yang penting di kelas 800cc ya cornering speed, bukannya top end power saat keluar tikungan!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kata Wayne Rainey:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Haloo, apa kawbar Jakarcha.. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Saat metikung, kaki kamu orang harus mejejak kuat di footstep dan dilarang sambil makan fastfood. Kalau footstep kamu abal-abal, mending kamu orang henti makan fastfood dan tabung itu uang buat beli footstep. Kalau kamu orang tidak tahu, tanya sama jaga atau bantu. Kamu orang tinggal kasih duit, si jaga suruh beli footstep, si bantu kamu orang suruh masak saja daripada kamu orang makan fastfood terus....&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kata Wayne Rainey (yang aselih):&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Saat menikung, kaki kamu harus benar-benar kuat menjejak ke footstep. Dengkul kamu harus kamu tekan ke lintasan untuk menopang motor, kalau tidak, kamu akan jatuh. Jika tiba saatnya berakselerasi, segala sesuatunya harus bekerjasama dengan harmonis. Saat menikung ke kanan, gunakan kaki dan tangan kanan untuk merasakan traksi, sedangkan sebelah kiri untuk mengendalikan traksi. Dengan dengkul kanan dan footstep kanan, kamu bisa merasakan traksi roda belakang, dan ketika roda belakang mulai kehilangan traksi, kamu kendalikan dengan footstep sebelah kiri. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kata Kevin Schwantz:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cara mendapatkan traksi pada motor yang berlaga di lintasan aspal mah sudah saya pelajari sejak kecil, saat saya pertama kali balap sepeda trial. Saat memasuki tikungan dengan sepeda trial, kamu menggantung ke sebelah dalam tikungan agar ban bisa benar-benar mencakar aspal. Begitu juga di atas motor balap. Kamu alihkan berat badan kamu ke footstep bagian luar, ketika kamu merebahkan motor. Dengan begitu, kamu mengurangi risiko kehilangan traksi di roda belakang. Jadi, kamu menggantung ke arah dalam, tetapi menopang berat kamu di footstep bagian luar supaya kamu bisa lebih baik mengendalikan buritan motor. Ngerti ora????????!!!!!!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber: PS, Das Sport-Motorrad-Magazin September 2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3046934944886803874?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3046934944886803874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/teknik-balap-rossi-2-menikung.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3046934944886803874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3046934944886803874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/teknik-balap-rossi-2-menikung.html' title='Teknik Balap Rossi (2): Menikung'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sp_9BGPvcsI/AAAAAAAABxo/cms4AAH5GGg/s72-c/DSC03457.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-6172111621233428654</id><published>2009-09-03T10:26:00.002-07:00</published><updated>2009-09-18T06:52:11.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Ninja RR: Ketemu Setan (ralat: Jin)!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sp_8icyY-SI/AAAAAAAABxg/1JVie0dzR-w/s1600-h/DSC03460.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377294148876957986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sp_8icyY-SI/AAAAAAAABxg/1JVie0dzR-w/s320/DSC03460.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jumpa lagi bersama Ninja RR... Jangan bingung kalau 3 artikel terakhir selalu Ninja RR, bukan... bukannya saya mendadak alim, tapi waktunya mepet hihihi.. (maklum, diuber deadline, plus harus cari kamar baru buat semester depan).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oke, langsung saja menuju tema: ketemu setan (ralat: jin)! Buat Bro sekalian, tahu kan apa itu setan? Pembahasan tentang setan (ralat: jin) yang saya maksud disini adalah penampakan-penampakan makhluk yang satu itu! Bukan sifat-sifatnya ya... Nah ada yang pernah melihat setan (ralat: jin)? Ada yang pernah coba uji nyali dan sengaja memancing-mancing si setan (ralat: jin) supaya melakukan penampakan? Saya sih ogah... Meskipun begitu, saya beberapa kali mengalami kejadian yang kurang nyaman ini. Tentunya tidak semua menakutkan, ada yang biasa saja dan saya pikir itu normal-normal saja, tetapi ketika dipikir ulang: tidak logis kalau sosok yang saya lihat adalah orang! Tentunya di kesempatan kali ini tidak bisa saya angkat semua, saya ambil satu saja ya.. Begini ceritanya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu itu kejadiannya sekitar tahun 1999/2000, saat saya masih SMA (sekarang sudah tua huhuhu...). Untuk pertama kalinya saya touring naik sepeda motor. Touring pertama pun langsung ke Pelabuhan Ratu. Singkatnya ada 3 orang teman yang ikut touring. Kami semua hanya menggunakan 2 motor, si Dutiger Monsterku dan sebuah RX-King. Dengan perencanaan yang singkat dan dana extra terbatas, kami semangat dan nekad melakukan touring perdana. Karena berangkat dari daerah Cinere kesorean, singkatnya sampai di Pelabuhan Ratu sudah jam 7 malam, padahal di jalan luar kota sempat geber habis juga dan menikmati rebah dengan si Tiger Hitam, bahkan di titik-titik tertentu sampai footstep, standard tengah dan knalpot racing sempat bergesekan dengan aspal (zaman Jahiliyah, masih sinting bawa motornya Bro...). Sepanjang perjalanan, ada 2-3 titik, dimana bau menyan begitu santer, tetapi itu mah biasa lah kalau touring ke daerah, maksudnya suka ada aroma aneh-aneh.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sampai di Pelabuhan Ratu, kami langsung mencari pantai yang lumayan lapang. Singkatnya, tenda didirikan, motor diparkir di depan kemah, makan bekal dari rumah, dan ngobrol sambil menikmati langit bertabur bintang yang jelaaaaaaaaaas terlihat. Entah kenapa, banyak bintang jatuh yang bisa terlihat. Namanya anak SMA, tiap ada bintang jatuh langsung pada make a wish dengan mengucap nama-nama cewe gebetan di sekolah hihihi..Kok jadi nyasar begini..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oke, kembali fokus.. Di saat yang lain sudah pada tidur, saya agak gelisah juga, sebab bunyi debur ombak terdengar lumayan keras, takut juga kalau air pasang bisa menjangkau kemah plus, takut motor diembat maling hihi... Penerangan di sekitar kemah bisa dibilang cukup, di depan tenda masih kami nyalakan lilin, dan di kejauhan ada beberapa warung (kayanya lokalisasi hihihi). Jadi sepanjang malam itu, saya cuma tidur-tiduran kaya ayam. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mendadak di jendela kemah yang terbuat dari semacam kelambu terlihat bayangan manusia tinggi besar. Tidak begitu jelas memang, tetapi karena cahaya yang remang-remang terlihat juga silhouettenya. Sosoknya kira-kira setinggi lebih dari 180 cm dengan rambut gondrong dan berpakaian hitam-hitam. Wajahnya tidak bisa saya lihat, tetapi dari posisi badannya terlihat kalau dia sedang mengamati isi tenda. Jantung saya langsung berdebar kencang, bukan.. bukan mikir kalau itu setan, tetapi rampo0000k!!!!!! Saya yang cuma melek dari tidur ayam langsung merem lagi, pura-pura tidur ceritanya biar tuh rampok / maling lengah... Biarpun merem, tangan saya coba membangunkan teman di samping saya, tetapi dia tetap molor... Gimana tidak tetap molor, wong cuma saya toel-toel tangannya, dan cuma beberapa detik.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak sampai 10 detik saya memejamkan mata, sambil mencoba membangunkan teman saya, dan sambil komat-kamit baca ayat (yang itu-itu lagi karena ga hafal yang lain hihi..), kemudian saya membuka mata perlahan. Lho kok sudah tidak ada sosok itu???&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya lihat, tidak ada bayangan yang mendarat di dinding kemah dan memastikan tidak ada orang di dekat kemah. Dengan perlahan dan berhati-hati saya keluar kemah (takut kepentung atau kesabet golok kalau lengah). Saya lihat tidak ada siapa-siapa.... Saya lihat di depan jendela kemah tempat sosok itu berdiri, ternyata tidak ada jejaknya! Dan dalam hitungan tidak sampai 30 detik sejak saya melihat dia dan keluar kemah, tidak mungkin ada orang (normal) yang bisa melarikan diri secepat itu (posisi kemah benar-benar di tengah pantai dan sekelilingnya tidak ada tempat untuk bisa bersembunyi, benar-benar pasir semua). oouuppsss... what the heaven was that??? Setelah mengecek kalau benar-benar tidak ada orang dan kedua motor masih anteng di tempatnya dan gembok masih terpasang, saya masuk lagi ke kemah, dan mencoba tidur...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keesokan paginya, kami sempat main-main air sedikit (masa dah nyampe pantai bengong doang???). Teman saya malah sibuk foto-foto seorang bapak berpakaian adat Hindu yang sedang mengangkat sajen ke arah laut dan melakukan ritual. Saya sendiri bermain ke karang-karang di tepi pantai. Wow.. nemu dompet nyempil di karang. Di dalamnya (sayangnya) bukan duit, tetapi sebuah keris kecil berwarna keemasan. Pikiran mo ta bawa pulang keris sebesar jempol itu, tetapi takut kalau ada isinya hihihi.. Nanti pas sampai Jakarta dia minta dianterin pulang lagi ke tempat semula, mending kalau boleh naik motor, nah kalau minta dianterin pulangnya saya harus jalan jongkok bagaimana itu???&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nah, kisah ini sebenarnya tidak menakutkan (yang di puncak sampai bikin saya kabooooooooorrrrr haha..). Kisah ini bukan seperti yang dikisahkan, dimana setan tampil menakutkan. Kalau saya cerita tentang ini, kebanyakan mencap saya sebagai penakut (lah, padahal pas lihat sosok itu lagi santai-santai saja kok, tidak lagi habis nonton film horor dsb.).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada yang nanya: &lt;em&gt;Kamu pas Sholat disana baca ayat apaan? ditongolin tuh...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada yang bilang: &lt;em&gt;Wah.. mestinya kalo abis liat setan judi, menang deh...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada juga yang komentar:&lt;em&gt; Woi, tuh keris dikasih sama dia, bukannya diambil!&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya pribadi ambil hikmahnya saja: Yang gaib itu ada! Kok bisa lihat setan (ralat: jin), tapi ga percaya Tuhan????? (jangan sampai....). Kita sendiri yang tidak hidup di masa Nabi Muhammad dan menyaksikan langsung segala keajaiban dan kemuliaan Beliau sebenarnya diberi keiistimewaan....Rasul pun saat ditanya para sahabat, siapa saudara-saudara (dekat) Beliau yang begitu Beliau cintai, menjawab: bukan kalian! Yang menjadi saudara-saudara dekatKu adalah mereka di kemudian hari, yang tidak pernah melihat sendiri, tetapi percaya (pada ajaranKu)..... (Maaf, saya lupa persisnya hadist yang ini, tetapi intisarinya demikian-red)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-6172111621233428654?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/6172111621233428654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/ninja-rr-ketemu-setan.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6172111621233428654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6172111621233428654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/ninja-rr-ketemu-setan.html' title='Ninja RR: Ketemu Setan (ralat: Jin)!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sp_8icyY-SI/AAAAAAAABxg/1JVie0dzR-w/s72-c/DSC03460.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4438480172582102874</id><published>2009-09-03T10:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T10:52:44.783-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Ninja RR: Gempa!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sp_8I5P0baI/AAAAAAAABxY/CpcComXYfOM/s1600-h/DSC03449.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377293709839986082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sp_8I5P0baI/AAAAAAAABxY/CpcComXYfOM/s320/DSC03449.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sebelumnya, saya ingin mengucapkan rasa berbelasungkawa kepada saudara-saudara setanah air yang menjadi korban gempa bumi beberapa hari lalu. Semoga amal dan ibadahnya diterima Allah SWT dan yang ditinggalkan dan menderita kerugian materiil maupun moril bisa berbesar hati menerima ketentuanNya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau kita membaca Quran dan membaca artinya, banyak hikmah yang bisa kita ambil. Quran akan membuat kita lebih pintar membaca apa yang terjadi disekeliling kita. Mudah-mudahan bencana ini bisa mengingatkan kita semua, bahwa bencana yang ada saat ini belum seberapa dibandingkan hari akhir nanti. Semoga mengingatkan kita, untuk tetap berada di racing line yang sudah ditentukan Yang Maha Kuasa...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al Zalzalah (Kegoncangan) Surat ke 99.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat),&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;3. dan Manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;4. Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;5. Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;6. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4438480172582102874?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4438480172582102874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/ninja-rr-gempa.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4438480172582102874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4438480172582102874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/09/ninja-rr-gempa.html' title='Ninja RR: Gempa!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sp_8I5P0baI/AAAAAAAABxY/CpcComXYfOM/s72-c/DSC03449.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-1860252742267945924</id><published>2009-08-31T10:27:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T10:33:36.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Ninja RR: Arti Dunia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpwIVPrtknI/AAAAAAAABxQ/BlS5iIUnVYw/s1600-h/DSC03449.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376181216253678194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpwIVPrtknI/AAAAAAAABxQ/BlS5iIUnVYw/s320/DSC03449.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kembali ngabuburit bersama Ninja RR! Masih ingat artikel dan foto-foto dari MotoGP Sachsenring lalu? Ada foto-foto dari area pit dan bisa Bro lihat motor-motor yang berlaga di 3 kelas GP. Adakah yang bertanya-tanya, dimanakah foto pembalapnya? Masa sudah masuk pit, tetapi tidak ada pembalapnya? Kalau Bro juga membaca komentar saya di artikel itu, Bro bisa tahu mengapa....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya ulang sedikit: Acara Pitwalk itu tadinya akan diselenggarakan Dorna di hari kamis. Tiketnya sudah saya beli sejak-kalau tidak salah- bulan Maret lalu. Cukup lama memang saya menantikan moment pertama saya nonton langsung MotoGP dan bisa bertemu langsung para idola. Bahkan sempat timbul niat menjambak si kribo Simoncelli hehe...(gemes aku...). Namun, pada bulan Mei datang surat, bahwa acara diundur jadi hari Jumat. Singkatnya bentrok sama Jumatan! Setelah cek jadwal kereta, lokasi mesjid terdekat dsb., ternyata saya memang harus balik ke Jena kalau mau Jumatan. Acara Pitwalk sendiri berlangsung pukul 9.30-11.00 dan baru di 15 menit terakhir pembalap pada keluar dan memberikan tandatangan atau foto bareng. Di sisi lain, saya harus meninggalkan lokasi sekitar pukul 10.10 kalau tidak mau ketinggalan kereta ke Jena.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak bulan Mei itu hingga penyelenggaraan MotoGP di bulan Juli, saya sering berpikir dan mengalami dilema:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1.&lt;em&gt;Udah... ga usah Jumatan, toh cuma sekali seumur hidup...tahun depan kan ga di Jerman lagi..&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2.&lt;em&gt;Musafir... musafir&lt;/em&gt;...(padahal musafir ga penting ya hihihi...terus musafir mesti Jumatan juga kan??? musafir nonton balap maksudnya...)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahkan saya sampai sempat minta saran teman saya, gimana ini??? Di satu sisi pingin banget ketemu langsung para idola balap, di sisi lain konsekuensinya harus meninggalkan Jumatan (dengan sengaja). Teman saya bilang: tidak dianjurkan! Nah anjuran dia ini yang menguatkan niat saya: Jumatan ga boleh dikorbankan, untuk MotoGP yang mungkin buat saya sekali seumur hidup sekalipun!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu yang melintas dipikiran saya saat itu: arti dunia! Kalau tangan dicelupkan di lautan dan kemudian diangkat, dan air yang menetes dari ujung jari adalah dunia, sedangkan yang tersisa di lautan adalah akhirat, apakah arti sebuah seri MotoGP itu???????? Sebuah dilema berat sekali rasanya saat itu Bro... Namun, kalau mengingat arti akhirat, mudah-mudahan kita tetap di racing line kita menuju akhirat. Andai dalam setiap langkah dalam mengambil keputusan kita selalu ingat arti dunia... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang air yang menetes dari ujung jari tidak ada apa-apanya secara jumlah jika dibandingkan dengan air yang tersisa di lautan, tetapi kualitas air yang menetes dari ujung jari itulah yang akan menentukan kualitas air yang tersisa di lautan. Nah, berhati-hatilah dengan apa yang kita lakukan dengan air yang sedikit itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-1860252742267945924?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/1860252742267945924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/ninja-rr-arti-dunia.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/1860252742267945924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/1860252742267945924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/ninja-rr-arti-dunia.html' title='Ninja RR: Arti Dunia'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpwIVPrtknI/AAAAAAAABxQ/BlS5iIUnVYw/s72-c/DSC03449.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-7827315095993326291</id><published>2009-08-31T10:22:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T09:29:43.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Teknik Balap Rossi (1): Mengerem</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpwHl-3FPsI/AAAAAAAABxI/0fY0_RuPI_0/s1600-h/DSC03454.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376180404284112578" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpwHl-3FPsI/AAAAAAAABxI/0fY0_RuPI_0/s320/DSC03454.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Namanya belajar balap motor, dari mana lagi yang paling pol kalau tidak dari Valentino Rossi, legenda balap motor dunia yang sejak hampir 15 tahun masih aktif dan masih terus berusaha melampaui rekord Agostini. Trik-trik Rossi dalam balap terus berubah seiring perkembangan dari zamannya GP500, 990 cc hingga 800 cc saat ini. Doi terbukti sebagai pembalap yang paling bisa menyesuaikan diri (atau motornya yang menyesuaikan dengan kehendak Rossi???) dengan segala perubahan karakter motor dan perkembangan teknologi. &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Teknik balap Rossi ini dibahas cukup panjang di majalah PS yang berkesempatan "diajarin" langsung oleh the Doctor di Donington Park yang tahun depan tinggal sejarah bagi MotoGP. Oleh karena itu, daripada membuat malu nama negara dengan terus menerus membaca gratis, akhirnya setelah mengadakan sidang darurat yang cukup sengit dengan segenap menteri dan direksi, saya putuskan membeli majalah ini (dumplang!!!! Beli majalah aja kaya mau beli Sukhoi).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berhubung teknik balap cukup banyak plus komentar dari maestro lainnya seperti Doohan dan Schwantz, maka artikel "Teknik Balap Rossi" akan dibagi menjadi beberapa bagian. Pada kesempatan kali ini, kita bahas trik mengeremnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurut Rossi, secara umum membawa motor 880 cc saat ini tidak bisa seagressiv era 990 cc atau 500 cc, dimana tangan kanan pembalap menjadi satu-satunya traction control alami. Jika pembalap tidak cermat menjaga speed dan racing line, ya say goodbye pada pembalap lainnya yang lebih cepat di lintasan. Mengerem, rolling di tikungan dan gas pol menjadi sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan! Masa peralihan dari mengerem, menikung dan berakselerasi di kelas 800 cc harus halus dan menuntut kepekaan sang riders.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana cara Rossi mengerem? Rossi mengerem dengan 3 jari secara habis-habisan (dengan 2 jari, Rossi merasa kurang yakin), baru sesaat sebelum masuk tikungan rem sedikit dikendurkan dan bersiap-siap untuk rebah. Saat mengerem habis di fase awal, tangan diluruskan untuk menahan gaya kinetik. Badan (pantat-red) dimundurkan hingga mentok ke belakang untuk menjaga kestabilan roda belakang. Saat sebelum memasuki tikungan, tangan dan kedua lutut diregangkan keluar untuk membantu pengereman. dengkul di arah yang berlawanan dengan tikungan dikeluarkan untuk membantu pengereman (rem udara kali ya???), sedangkan kaki sebelah dalam diturunkan layaknya balap Supermoto. Menurut Rossi, trik ini sebenarnya bagi dia sendiri hanyalah sebuah refleks, belum ada penelitian yang mengatakan trik ini membuat pembalap dapat lebih singkat dan membutuhkan jarak lebih sedikit dalam pengereman. Ia juga menambahkan, trik ini membuatnya merasa dapat mengerem lebih keras.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Stoner dan Pedrosa pun mengatakan hal yang sama. Hanya saja, Stoner mengakui teknik ini juga mempengaruhi keseimbangan dan titik berat. Pedrosa sebaliknya tidak banyak komentar layaknya the Doctor. Kata Pedrosa, cuma refleks dan membantu dalam pengereman keras dan lebih dekat dengan tikungan. Ketika ditanya lebih lanjut, kenapa tidak dari tahun-tahun kemarin ia menggunakan trik ini, Pedrosa menjawab: Sekarang kami mengerem lebih dekat dengan tikungan, tambah dekat.... (berarti tahun-tahun kemarin ga serius dong??!!!! Apa tidak mau ngaku ikut-ikutan Rossi??!!!).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lanjut Bro...&lt;br /&gt;Rossi mengatakan, doi mengerem 95 persen dengan ban depan dan 5% dengan ban belakang, Beda dibandingkan saat 500cc dan 990cc, saat itu dia menggunakan juga rem belakang untuk menstabilkan motor, sedangkan di zaman 800 cc, tugas ini diambil alih peranti elektronik. Yang 5 % itu di kelas 800 cc ya porsi remnya, sedikit memang, tetapi dibandingkan 0% lebih baik kan? Intinya, di kelas 800 cc rem belakang berfungsi untuk pengereman yang 5 % itu, sedangkan masalah stabilitas diambil alih peranti elektronik. (kita tinggalkan bagian agak membingungkan ini....)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saat mulai memasuki tikungan, rem sebisa mungkin dilepas sedini mungkin, tentunya tanpa harus keluar dari racing line. Berbeda dengan 990 cc yang bisa mengerem hingga masuk dalam tikungan, 800 cc menuntut teknik balap berbeda. Jika teknik mengerem hingga masuk dalam tikungan di kelas 990 cc masih digunakan, pembalap di kelas 800 cc akan kehilangan kecepatan di tikungan. Di kelas 990 cc, hilangnya rolling speed akan dikejar dengan akselerasi yang lebih brutal dibandingkan kelas 800cc. Karena itulah, kecepatan di tikungan untuk kelas 800 cc lebih penting, dan lebih sesuai dengan karakteristik motor keseluruhan. Makanya pembalap yang over agressiv dengan gaya balap superbike tidak terlalu berkembang di kelas 800 cc!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurut Rossi, untuk bisa cepat di tikungan, dirinya berusaha mencari batas dimana ban depan tidak kehilangan traksi saat menikung sambil mengerem. Di kelas 800 cc, pembalap tidak bisa menggunakan teknik sliding dengan ban depan untuk mengurangi kecepatan, ya karena itu tadi, pada intinya motor 800 cc tidak mengerem ke dalam tikungan sedalam motor 990 cc. Kalau masih ngotot, ya kecepatan di tikungan terlalu turun! Rossi menambahkan, momen saat mulai melepas tuas rem sangat menentukan, sebab terlambat 10 meter saja, maka hilanglah kecepatan maksimal di tikungan (kalau kecepetan, ya jadilah kaya DePuniet tahun lalu yang hobi nge-gravel). Jadi, sebisa mungkin tuas rem dilepas sedini mungkin, sebab di kelas 800 cc yang paling menentukan adalah kecepatan saat motor rebah! Nah makanya Yamaha berjaya di 800 cc!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika memasuki tikungan, tangan harus rileks dan berusaha untuk menemukan line yang tepat. Saat merebahkan motor menjadi moment yang menentukan, apakah linenya didapat atau tidak. Untuk dapat mempertahankan motor di line balapnya, Rossi menggunakan badan dan dengkulnya. Nah bagaimanakah Rossi menaklukkan tikungan? Tips-tips apa yang digunakan the Doctor untuk membuatnya menjadi sosok yang paling ditakuti pembalap lain di tikungan? Adakah tips dari Rossi yang bisa dipraktikkan saat mudik? Tunggu saja minggu depan........&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kata Wayne Rainey, sang juara dunia 500cc 1990, 1991 dan 1992 (pada tahun 1991):&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di kelas 500 cc tidak ada engine brake, ban depan sliding saat memasuki tikungan, jika saya memasuki tikungan itu terlalu cepat. Pada intinya, begini cara kerjanya: kamu rebahkan motor dan berusaha untuk mendapatkan feeling yang bagus di roda depan. Kalau kamu merasakan bagian depan bergerak dan ban depan perlahan menjadi tidak stabil,  lebih jatuhkan badan kamu sedikit ke dalam tikungan. Ban depan akan sliding, dan kecepatan akan berkurang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk "menangkap" ban depan yang sliding memang agak "tricky". Saya harus mengerahkan semuanya: rem belakang, lutut saya dan tubuh bagian atas saya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kata Mick Doohan, sang juara dunia 500cc 1994-1998 (pada tahun 1991):&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beberapa pembalap merebahkan motornya tanpa benar-benar menikung, meskipun motornya rebah, arahnya tetap saja lurus. Di atas 500 cc pada intinya sliding lebih banyak terjadi di roda belakang. Jika roda depan sliding, topang badan kamu dengan lutut (di atas lintasan) dan berusaha untuk tetap tenang. Untuk dapat menjaga motor tetap pada racing line, selama rebah kamu harus "menggantung" ke setang dan mengarahkan arah roda depan ke arah luar/ berlawanan dari tikungan. Selain itu, kamu juga bisa mengendalikan dengan memberi bobot ke footstep. Menurut perhitungan saya, peranan tangan dan kaki disini 50:50.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber: PS Das Sport-Motorrad Magazin September 2009&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-7827315095993326291?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/7827315095993326291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/teknik-balap-rossi-1-mengerem.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7827315095993326291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7827315095993326291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/teknik-balap-rossi-1-mengerem.html' title='Teknik Balap Rossi (1): Mengerem'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpwHl-3FPsI/AAAAAAAABxI/0fY0_RuPI_0/s72-c/DSC03454.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3477945108670393986</id><published>2009-08-31T10:17:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T10:30:16.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor Klassik'/><title type='text'>ABC yang Bukan Baterai, Kecap, Saos, Sambel, Sirup atau Mie Instan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpwGjCFLGpI/AAAAAAAABwo/psSsB044ck8/s1600-h/DSC03452.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376179254097287826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpwGjCFLGpI/AAAAAAAABwo/psSsB044ck8/s320/DSC03452.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau dengar ABC, pasti pikiran kita sebagai orang Indonesia langsung melayang ke baterai, saos, sambel, kecap, sirup, mie instan dsbnya. Nah artikel kali ini mengangkat ABC yang sebenarnya hadir jauh lebih dulu dibandingkan kesemua barang konsumsi itu. ABC kali ini adalah sebuah sepeda motor tercanggih di zamannya, yakni tahun 1919!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Motor simple ini dijuluki yang paling canggih di zamannya dengan segala fitur yang ditawarkan. Doi sudah termasuk nyaman dikendarai, karena sudah menggunakan pegas di buritan dan di depan plus sadelnya. Jadi, boleh jadi ini motor paling nyaman saat itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Motor bermesin boxer ini dianggap sebagai perintisnya mesin boxer yang nantinya diproduksi BMW, yaitu baru pada tahun 1923. Bedanya, ABC masih menggunakan penerus daya rantai, sedangkan BMW menggunakan gardan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Motor bemesin 398 cc ini termasuk kecil, tetapi dengan bobotnya yang hanya 110 Kg, doi memiliki power to weight ratio yang oke sehingga motor extra klassik dengan 4 tingkat percepatan ini bisa tembus 96 Km/jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari motor yang pada tahun 1919 hingga 1924 diproduksi di Inggris dan kemudian dilanjutkan di Prancis ini adalah tebeng depannya. Doi memiliki engine bar yang dilapis plat sehingga mirip seperti motor bebek di Indonesia. Sama dengan fungsi sayapnya bebek, tebeng ini melindungi kaki pengendara dari cipratan air dan kotoran. Bedanya, karena bertulang, dari pipa besi pula, bisa melindungi kaki pengendara jika motor sampai terjatuh. Jika baterai terendam air, maka lampu akan menyala dan kapten akan berteriak-teriak minta tolong. Awak kabin dan segenap penumpang harap bersabar, berdoa sesuai keyakinan masing-masing dan menunggu perintah kapten selanjutnya. Lho kok jadi ngaco gini... oke Bro.. mo buka puasa dulu nih, jam 8 malem euy...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber: Hugo Wilson: Motorräder, über 300 Klassikker&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3477945108670393986?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3477945108670393986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/abc-yang-bukan-baterai-kecap-saos.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3477945108670393986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3477945108670393986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/abc-yang-bukan-baterai-kecap-saos.html' title='ABC yang Bukan Baterai, Kecap, Saos, Sambel, Sirup atau Mie Instan'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpwGjCFLGpI/AAAAAAAABwo/psSsB044ck8/s72-c/DSC03452.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-1983597308091455790</id><published>2009-08-24T07:26:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T09:05:44.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Trik-trik Pemasaran Motor Baru (sotoy edition)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKj00KtM-I/AAAAAAAABwI/t_u9y6lhlr8/s1600-h/DSC03415.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373537433158497250" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKj00KtM-I/AAAAAAAABwI/t_u9y6lhlr8/s320/DSC03415.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Trik Pertama: Sebarkan Sketsa Konsep!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gambar yang Bro lihat disamping adalah sketsa Kawasaki Z-Series anyar yang rencananya akan segera diproduksi untuk membela panji Kawasaki di kancah naked bike. Langkah peluncuran sketsa semacam ini sebenarnya bukan barang baru, bahkan sudah terbukti bisa menjadi bagian hemat, tetapi tetap effektiv dari politik komunikasi pemasaran sebuah kendaraan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penyebaran sketsa semacam ini punya dampak besar dalam memancing perhatian bikers, membuat kehadirannya jadi begitu dinantikan dan menahan niat bikers yang ingin menggebet motor baru untuk turut menantikan wujud aslinya nanti. Efek lain yang tidak kalah penting adalah efek seperti yang ditimbulkan sebuah karya tulis semacam novel atau roman. Karena wujud motornya belum ada, sketsalah yang dijadikan ujung tombak. Ketidakberadaan wujud asli itulah yang menjadi ujung tombaknya! Fantasi bikers sedikit banyak dilibatkan oleh trik ini, dan sudah terbukti manjur, sebab kekuatan pikiran biasanya lebih dahsyat dibandingkan apa yang bisa terwujud nantinya. Singkatnya: konsep nyaris selalu lebih dahsyat dibandingkan motor konkretnya nanti! Lihat saja di dunia perfilman! Bukankah banyak yang menilai film biasanya kurang mampu mengangkat fantasi yang ditimbulkan pembaca sebuah novel yang diangkat ke layar bioskop?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Trik Kedua: Hadirkan Motor Konsep di Pameran!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum diproduksi massal, tentunya harus diperkenalkan dulu ke calon konsumen. Jangan sampai desain barunya mengecewakan dan tidak sesuai bayangan konsumen yang timbul dari sketsa yang dihadirkan sebelumnya. Dengan adanya pameran, produsen tidak hanya "memanaskan" kembali minat calon konsumen untuk segera menggebet calon tunggangan barunya, tetapi juga mencatat kritik dan saran sebelum diproduksi massal nantinya. Ingat, konsumen yang pegang duit! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau dari pengalaman yang sudah-sudah, motor konsep tampil jauh lebih "wah" dibandingkan versi massalnya nanti. Penampilan "wah" ini tidak lain dimaksudkan untuk "memelet" para calon konsumen. Trik menghadirkan motor konsep dan menghembuskan gossip, bahwa si motor konsep nantinya akan diproduksi massal kembali bisa meredam minat bikers yang kesengsem untuk tidak menghabiskan uangnya untuk produk lain. Tidak hanya itu, selama pameran juga diadakan studi, berapa uang yang rela dikeluarkan konsumen untuk membeli si motor yang dipamerkan. Hasilnya akan mempengaruhi polesan akhir, fitur dan bahan-bahan yang akan digunakan. Karena keseringan konsumen mengajukan harga rendah, tidak heran penampilan motor massalnya nanti tidak se"wah" motor konsepnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Periode sejak dihadirkannya sketsa hingga motor konsep tidak hanya dimaksudkan untuk "memelet" calon konsumen, tetapi juga memberi mereka waktu untuk rajin menabung. Buat apa toh motor dipuji-puji, tetapi yang bisa beli hanya segelintir? Singkatnya, ketika motor dilaunching, produsen berharap motornya langsung diserbu konsumen.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Trik Ketiga: Test Ride Pura-pura Tertangkap Basah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Trik ini punya dua kegunaan, di satu sisi melanjutkan promosi yang dirintis kedua trik sebelumnya, di sisi lain ya benar-benar mengetes motor baru itu! Test ride semacam ini semakin menegaskan, kalau motor itu kemungkinannya 90% lebih akan diluncurkan! Artinya, para bikers yang mulai gelisah dan kehilangan keyakinan akan peluncuran motor ini, kembali dikuatkan keyakinannya. Artinya, mereka lanjuuuuuut menabung sambil terus menantikan kabar terbaru. Forum di dunia maya pun semakin "on fire" akibat api semangat penantian yang kian membara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di segi test ride, tentunya sangat krusial untuk menjamin performa produk nantinya. Test ride di jalanan umum, oleh rider umum, membantu penyesuaian akhir settingan motor. Meskipun motor itu sudah terbit di negara lain, tetap ada banyak hal yang harus dicek ulang: Kondisi jalan, cuaca, suhu dan kelembapan udara, kualitas bensin, kondisi lalu lintas, karakter bikers, berat rata-rata, fitur yang mungkin perlu ditambahkan atau diganti yang lebih sederhana (jadul-red) dsb. Test ini penting untuk mencegah permasalahan yang bisa muncul di kemudian hari, terutama ketika si motor masih dalam masa garansi. Jangan sampai tertangkap adanya kesan tergesa-gesa yang menimbulkan kesan, motornya belum matang atau kualitasnya kurang. Ingat, Goodwill didapatkan tidak dalam sesaat, sebaliknya sangat rentan terhadap gempuran!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, sampai disini Bro jadi teringat Yamaha Vixion dan FZ-16? Ya saya juga sih hihihi.... Banyak yang menyayangkan kenapa FZ-16 tidak diluncurkan sebelum lebaran? Ki Gede Anue yang disampaikan fenomena ini langsung mengangguk-angguk tanda mengerti. Tanpa basa-basi, pria yang beken di dunia keartisan tanah kusir ini langsung melakukan terawang gaib dan menyampaikan beberapa penyebabnya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"1. Vixion masih laris, buat apa buru-buru."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"2. Test-ride hasilnya belum lengkap, butuh waktu untuk mengetes ketahanan seekor bison!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"3. Para direksi dan karyawan banyak yang puasa, males kalau dihujani kebanyakan kerjaan."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"4. Mau liburan lebaran dulu, baru menyusun strategi peluncuran!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"5. Pesta peluncuran di bulan puasa: bisa jadi kontroversi: Siang puasa, malam Taraweh!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"6. Menjelang lebaran, kebanyakan punya kebutuhan yang lebih penting."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"7. Bulan puasa bikin calon konsumen lebih sabar."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"8. kalau motor baru dibawa mudik: bisa cepat ancur (bawaan berat, jarak jauh, stop n go di kemacetan, geber habis di jalan kosong, lubang di luar kota yang segede kawah, kualitas bensin di daerah yang terkadang ehem..ehem... dsb.) Apa jadinya selepas mudik nanti banyak keluhan terhadap produk baru itu???? (padahal pemakaiannya yang tidak sesuai)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"9. Yamaha menuruti wejangan-wejangan saya." (Ki Gede Anue-red)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wah... Jadi Ki Gede Anue tidak netral dong.. Bagaimana ini???? Katanya netral?? Situ gimana seeeh Ki???!!!!! Ngaku-ngaku netral padahal situ asem.. apalagi kalo keringetan abis terawang gaib, mmmhh asemnya menebar hingga ke sudut-sudut ruangan dalam radius 13 meter selama 2x24 jam! Mandi dulu sana biar netral!! Asem kok ngaku2 netral!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Trik Keempat: Unjuk Gigi!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih buaaaaanyak trik-trik lainnya di bidang politik promosi dan komunikasi. Namun, trik terakhir dalam kesempatan kali ini perihal unjuk gigi saja ya... (Maklum, saya harus kabur sebelum kena sembur Ki Gede Anue yang merasa tersinggung berat dituduh tidak netral). Di dalam trik ini, motor yang baru diluncurkan biasanya banyak yang langsung terlihat di jalan umum. Cara ini merupakan demonstrasi secara langsung kepada bikers. Bahkan terkadang dipakai trik menyewa pembalap amatir! Motor baru digeber kencang untuk memperlihatkan powernya, di tikungan pun dibawa serebah mungkin untuk menunjukkan potensinya. Nah trik semacam ini membuat bikers yang tadinya kepincut dan yang setengah-setengah kepincut yakin: Gw mesti punya nih! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: Repro by HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terawang Gaib by Ki Gede Anue&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;NB: Teks ini dibuat dalam keadaan sadar dan sesotoy-sotoynya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-1983597308091455790?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/1983597308091455790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/trik-trik-pemasaran-motor-baru-sotoy.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/1983597308091455790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/1983597308091455790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/trik-trik-pemasaran-motor-baru-sotoy.html' title='Trik-trik Pemasaran Motor Baru (sotoy edition)'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKj00KtM-I/AAAAAAAABwI/t_u9y6lhlr8/s72-c/DSC03415.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4524452719570399338</id><published>2009-08-24T07:23:00.001-07:00</published><updated>2009-08-27T06:55:40.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Ninja RR: Arti Sebuah Niat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di bulan Ramadhan, ada kegiatan yang paling dinanti-nanti oleh umat Muslim, apalagi kalau bukan yang namanya buka puasa. Di sini, acara buka bersama diorganisir oleh kita-kita sendiri. Jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar belasan orang, atau kurang. Kebanyakan dari kami adalah mahasiswa muslim yang kebetulan sedang kuliah di Jena. Yang menarik bukan hanya kebersamaannya, tetapi juga ada kesempatan mengenal makanan-makanan dari belahan dunia lain yang maknyuzzzzzz... dan tentunya sedikit-sedikit ikutan belajar cara membuatnya (siapa tahu nanti ijk mudik tidak dapat kerjaan, ya jualan nasi bakul arab/usbek/india/afghanistan keliling-keliling lah.. yang penting kan halal, daripada ijk naik bis terus mengaku baru keluar dari penjara dan tidak punya kerjaan, ayah entah dimana, ibu juga entah dimana, tinggal di kampung rambutan rt blabla.. rw blabla.., kebanjiran pula... dan daripada melakukan yang tidak-tidak...).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKkNcMU7qI/AAAAAAAABwQ/uPMzzs7wunw/s1600-h/DSC03440.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373537856219573922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKkNcMU7qI/AAAAAAAABwQ/uPMzzs7wunw/s200/DSC03440.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah makanan-makanan ini membuat saya serasa di rumah, dan Alhamdulillah kalau waktunya berbuka ya berbuka, makanan itu sudah tersedia. Jangan sampai kita lupa tujuan utama puasa yang mengingatkan kita kalau ada saudara-saudara kita yang menjelang buka pun tidak bisa langsung buka karena kurangnya rezeki. Ayo yang punya klub-klub motor, tidak perlu tunggu hingga menjelang akhir Ramadhan nanti, sesegera mungkin berbakti sosial dengan memberi makan orang yang berbuka puasa. Pahala mereka juga buat orang yang memberi makan lho.. tidak pakai didiskon sepeserpun pahala itu! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau merasa repot mengorganisir klub juga bisa sendiri toh... Kalau masih merasa repot menyediakan makanan bisa ditingkatkan sedekahnya toh... Sekarang pertanyaannya, kalau bersedekah itu sebaiknya dilihat orang atau tidak sih? Bukankah baik misalnya jika klub motor kita terlihat melakukan acara buka bersama dengan anak yatim misalnya. Kan dengan demikian bisa memberi contoh ke klub lain supaya mengikuti kegiatan positif itu...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah disini harus berhati-hati Bro... Jadi ibadah atau tidaknya tergantung niat kita. Kalau niatnya memang ingin memberi teladan, ya mudah-mudahan baik dan diterima amalnya. Namun, kalau kita jujur, kadang puji-pujian itu bisa mengotori niat kita dikemudian hari kan..... Jangan sampai sedekahan berikutnya lebih berlandaskan kepada keinginan untuk eksis di masyarakat. Kalau kuatir akan muncul pikiran riya, sebaiknya ya dilakukan dengan diam-diam saja, tidak perlu bawa-bawa atribut lah.. bukannya kita sering dongkol sendiri kalau melihat partai-partai rajin berbagi hanya di saat-saat menjelang pemilu??&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di ibadah lainnya pun kita harus bisa menjaga ketulusan niat kita, misalkan baca Quran. Membaca Quran seharusnya dengan suara yang sebaik-baiknya dan bisa terdengar jelas. Namun, kalau sampai ragu akan timbul niatan untuk pamer, maka sebaiknya bacalah dengan suara yang kecil. Hmmm... tidak mudah memang menjaga niat tetap lurus, trek di dunia ini memang begitu licin........&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4524452719570399338?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4524452719570399338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/ninja-rr-arti-sebuah-niat.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4524452719570399338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4524452719570399338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/ninja-rr-arti-sebuah-niat.html' title='Ninja RR: Arti Sebuah Niat'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKkNcMU7qI/AAAAAAAABwQ/uPMzzs7wunw/s72-c/DSC03440.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-7023564846413884667</id><published>2009-08-24T07:20:00.000-07:00</published><updated>2009-08-27T06:51:01.157-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor Klassik'/><title type='text'>Bikin Napsu, Tapi Ga Bikin Batal: Honda Dream 50R.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKiI2UOEkI/AAAAAAAABwA/FSQWOqwDhj0/s1600-h/DSC03443.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373535578309399106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKiI2UOEkI/AAAAAAAABwA/FSQWOqwDhj0/s200/DSC03443.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKiIfOeb2I/AAAAAAAABv4/3C8V6Dpu4U8/s1600-h/DSC03444.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373535572111290210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKiIfOeb2I/AAAAAAAABv4/3C8V6Dpu4U8/s200/DSC03444.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKiIBZsEtI/AAAAAAAABvw/bpMrEC4PN9E/s1600-h/DSC03446.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373535564105257682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKiIBZsEtI/AAAAAAAABvw/bpMrEC4PN9E/s200/DSC03446.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang kalau ngeliat yang telanjang-telanjang sampai nafsu, tetapi tidak bikin batal puasa? Apalagi kalau bukan melihat naked bike! Terlebih motor street fighter bergaya jadul... Kalau Bro sering hilir mudik di dunia maya, pasti sudah kenal dengan Honda Dream 50R, motor balap kelas capung yang mulai nongol sejak tahun 2004 lalu. Motor yang diproduksi langsung oleh HRC ini memang kecil dan sederhana, tetapi justru itu daya tariknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Motor yang berkapasitas hanya 49 cc ini jangan harap bisa Bro temukan di jalanan, sebab doi memang bukan diproduksi untuk jalan raya, tetapi khusus di sirkuit, singkatnya doi tidak punya izin jalan. Motor satu silinder 4 tak dengan 6 tingkat percepatan (close ratio) ini memang secara performa tidak menakutkan, torsi maksimum sebesar 4,41 Nm diperoleh di putaran 10.500 rpm, sedangkan tenaga maksimumnya hanya 7 PS, tetapi pada putaran 13.500 rpm! Untuk urusan pengapian, doi sudah dilengkapi CDI dan karburator berventuri 20 mm. Mesin DOHC yang kalau diperhatikan bentuknya tidak jadul-jadul amat ini sanggup membawa motor berbobot kering 71 Kg ini tembus hingga 65 Km/jam (versi Jepang)/ 90 Km/jam (versi luar Jepang). Tanki bahan bakar yang memanjang layaknya motor balap Honda tahun 60an menampung 6,2 liter bensin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di segi kaki-kaki, Dream tampil konsisten dengan gaya jadulnya. Velg alumunium poles DID berukuran 250x18 dibalut Bridgstone Battlax BT32 akan setia mengawal motor berkompresi 11,7:1 ini menelusuri tikungan-tikungan sirkuit. Meskipun bergaya jadul, doi sudah dilengkapi rem cakram depan-belakang lho.. Sebuah fitur yang dianggap canggih oleh mayoritas bikers Indonesia, tetapi menjadi hal yang membuat penggemar oldtimer sedikit menyayangkan pemilihan fitur ini: jadulnya jadi ga pol!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Motor yang di Jerman dijual seharga 6750 Euro, alias cukup untuk beli Ninja 250 R, Yamaha Vixion dan Mio baru ini memang tidak murah toh.... Dengan segala keeksotisannya doi pun menjadi buruan para kolektor. Buat mereka yang tidak puas, HRC pun sudah menawarkan bermacam-macam peranti tuning yang dapat meningkatkan performa dan mengurangi bobot. Kalau lihat video-video di Youtube, performa Dream 50R lumayan juga kok... Performanya yang terbatas lebih digunakan untuk melatih racing line yang maksimal. Bukankah racing line yang maksimal menjadi syarat wajib kalau mau sukses di ajang balap dunia? Pembalap-pembalap kita juga tampak masih jauh dari maksimal racing linenya, ya itulah kalau sirkuit yang memadai jumlahnya kurang dan kompetisi di sirkuit yang sebenarnya masih bisa dibilang minim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sehabis kenalan dengan Dream 50 R, semangat saya mau modif motor pun kambuh lagi... Rencananya nanti mau ambil GL-Pro jadul (biar murah Bro, onderdil banyak, pajaknya juga irit). Gaya motor balap jadul sebenarnya paling enak untuk harian, selain sederhana, tidak menuntut banyak biaya modifikasi, dimensinya enak buat nyelip-nyelip di kemacetan dan ringan bobotnya. Pemakaian ban yang kecil pun bisa mendukung niat hidup hemat, tetapi gaya teteeeeeep..... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: Bajak!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-7023564846413884667?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/7023564846413884667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/bikin-napsu-tapi-ga-batal-honda-dream.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7023564846413884667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/7023564846413884667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/bikin-napsu-tapi-ga-batal-honda-dream.html' title='Bikin Napsu, Tapi Ga Bikin Batal: Honda Dream 50R.'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SpKiI2UOEkI/AAAAAAAABwA/FSQWOqwDhj0/s72-c/DSC03443.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-423613624073323401</id><published>2009-08-20T09:16:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T09:44:00.405-07:00</updated><title type='text'>Ninja RR with Arie Slight</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/So13dqjWNdI/AAAAAAAABvo/e_TB1JBZYbQ/s1600-h/DSC01042.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372081282045326802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/So13dqjWNdI/AAAAAAAABvo/e_TB1JBZYbQ/s320/DSC01042.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelumnya, perkenankan saya beserta segenap awak redaksi, artis, petugas keamanan, kebersihan, paranormal dan paraabnormal yang bertugas mengucapkan selamat beribadah puasa kepada segenap Bro yang menjalankannya. Mohon maaf jika ada kesalahan-kesalahan yang mungkin tercipta secara sengaja, setengah disengaja, maupun benar-benar disengaja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mudah-mudahan Ramadhan kali ini bisa menservis total pikiran dan hati kita yang mungkin sudah kotor, sebelum terlambat dan harus ganti baru... Marilah kita berharap, semoga bulan ini memberikan petunjuk dan hikmah yang bisa kita bawa hingga finish dalam balap kehidupan ini. Mudah-mudahan kita diberi petunjuk, apa yang benar di mata sang Pencipta, bukan sebatas dimata manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai blog yang menganut aliran sesat, blog ini akan berusaha meramaikan dengan artikel-artikel berlatarbelakang pikiran saya sebagai hamba yang berusaha senantiasa mencari jalan yang benar. Untuk itu, akan ada beberapa artikel &lt;strong&gt;Ninja RR&lt;/strong&gt; yang akan dilaunching selama bulan Ramadhan ini. &lt;strong&gt;Ninja RR&lt;/strong&gt; (&lt;strong&gt;Nikmati Nuansa Jalanan Renungan Ramadhan&lt;/strong&gt;) akan membawa kita, terutama saya, untuk menelusuri indahnya race selama Ramadhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau Bro takut terbawa sesat, sebaiknya jangan ikut berpacu bersama &lt;strong&gt;Ninja RR&lt;/strong&gt;.... Sebenarnya kita sebagai manusia yang ingin selalu berjalan di jalan yang benar harus selalu bertanya: sesatkah kita? Sesungguhnya orang yang sudah tersesat, tetapi yakin dirinya tidak sesat adalah orang-orang yang merugi. Bukankah banyak yang ilmu agamanya tinggi malah sering terjebak dalam syirik? Bukankah banyak yang sangat indah dalam melafalkan ayat-ayat suci menjadikannya terjebak riya'? Bukankah banyak jago-jago khotbah akhirnya menjadikan berkah itu sebagai tampah untuk menampung harta?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ingat, setan akan menggunakan beragam cara untuk menyesatkan manusia, hingga finishnya tidak di surga, tetapi di neraka. Dan ingat, setinggi-tingginya iman tidak akan membuat kita lepas dari usaha penyesatan. Jika kita sampai sangat yakin iman kita kuat, maka bisa jadi kita pun sudah tersesat.......bahkan jauh tersesat..........&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teks: Bukan Pujangga&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-423613624073323401?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/423613624073323401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/ninja-rr-with-arie-slight.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/423613624073323401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/423613624073323401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/ninja-rr-with-arie-slight.html' title='Ninja RR with Arie Slight'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/So13dqjWNdI/AAAAAAAABvo/e_TB1JBZYbQ/s72-c/DSC01042.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-8442814522252628987</id><published>2009-08-20T09:13:00.001-07:00</published><updated>2009-08-20T09:15:58.417-07:00</updated><title type='text'>Baru Ketemu Kemarin...</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/So12ly0l-fI/AAAAAAAABvg/ex_U5LfcHnE/s1600-h/DSC03424.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372080322192472562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/So12ly0l-fI/AAAAAAAABvg/ex_U5LfcHnE/s400/DSC03424.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/So12lhgQOCI/AAAAAAAABvY/3EzOm8Ugbxc/s1600-h/DSC03430.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372080317543757858" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/So12lhgQOCI/AAAAAAAABvY/3EzOm8Ugbxc/s400/DSC03430.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/So12lQz9DiI/AAAAAAAABvQ/fWu7-2EKgZA/s1600-h/DSC03431.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372080313062985250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/So12lQz9DiI/AAAAAAAABvQ/fWu7-2EKgZA/s400/DSC03431.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-8442814522252628987?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/8442814522252628987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/baru-ketemu-kemarin.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8442814522252628987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8442814522252628987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/baru-ketemu-kemarin.html' title='Baru Ketemu Kemarin...'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/So12ly0l-fI/AAAAAAAABvg/ex_U5LfcHnE/s72-c/DSC03424.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3843719196499102231</id><published>2009-08-17T08:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T10:54:42.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gebetan Baru'/><title type='text'>Calon Penakluk Duke Streetfighter: Aprilia Tuono V4</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sol0OcaIEnI/AAAAAAAABvI/LLVLm5A9qTw/s1600-h/DSC03417.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370951822108791410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sol0OcaIEnI/AAAAAAAABvI/LLVLm5A9qTw/s320/DSC03417.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Panas dengan kehadiran Ducati Streetfighter, Aprilia pun tidak tinggal diam. Maklum saja, Aprilia Tuono kalah jauh tenaganya dibandingkan seteru senegaranya. Langkah paling mudah tentunya mengikuti jejak Ducati, Aprilia pun menurunkan RSV4 untuk ditelanjangi hidup-hidup dan menjelma menjadi cafe racernya motor zaman modern, yakni model naked bike beraliran street fighter.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Motor yang belum lahir secara resmi ini sementara disebut Tuono V4. Tuono V4 hanyalah RSV4 yang bertelanjang dada dengan sedikit perubahan minor lainnya, misalnya setang baplang dan lampu depan minimalis. Perbedaan lainnya adalah suspensi USD di depan bukan menggunakan merk Öhlins. Kelihatan langkah ini dimaksudkan untuk menekan harga jual. Suspensi extra stabil dan sensitif memang berlebihan untuk motor yang bukan khusus turun balap di sirkuit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sol0N3JUmwI/AAAAAAAABvA/JNPjr4X_ipQ/s1600-h/DSC03416.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370951812106197762" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sol0N3JUmwI/AAAAAAAABvA/JNPjr4X_ipQ/s320/DSC03416.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Di segi bobot, motor naked otomatis akan lebih ringan. Ini akan sangat menguntungkan dalam berakselerasi di kecepatan rendah hingga menengah, dan itulah yang dibutuhkan sebuah street fighter bukan? Bobotnya diperkirakan tetap di bawah 200 Kg, tergolong ringan untuk naked bike standard. Bandingkan saja dengan ER-6n yang bertenaga kurang dari setengah tenaga Tuono V4!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuono V4 yang dicita-citakan menjadi naked bike terkencang di sirkuit sudah memiliki mesin RSV4 yang dijamin sangat kompetitif. Untuk mengentuti Ducati Streetfighter, Aprilia tidak terlalu banyak menurunkan tenaga Tuono V4. Dalam test yang menjajal berbagai pola enginbe mapping ini, tenaga Tuono V4 diperkirakan berkisar antara 165-170 PS. Dijamin lebih nampol dibandingkan Duke Street Fighter yang mentok di 155 PS.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aprilia gosipnya meluncurkan Tuono yang jumlah pistonnya dua kali lipat Tuono sekarang ini tidak dalam waktu dekat. Kabarnya jagoan baru ini baru nongol pertengahan tahun 2010 nanti. Hmmm sepertinya takut jatah kue RSV4 kemakan dagangan sendiri tuh...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: Repro dari Majalah yang tak kubeli karena apa????????????????&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3843719196499102231?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3843719196499102231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/calon-penakluk-duke-streetfighter.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3843719196499102231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3843719196499102231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/calon-penakluk-duke-streetfighter.html' title='Calon Penakluk Duke Streetfighter: Aprilia Tuono V4'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/Sol0OcaIEnI/AAAAAAAABvI/LLVLm5A9qTw/s72-c/DSC03417.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-1865666269787997900</id><published>2009-08-17T08:12:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T11:12:55.258-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gebetan Baru'/><title type='text'>Pura-pura Ketangkap Basah: Ducati Cayenne</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SolzmXKdqBI/AAAAAAAABu4/FpF-ouYuJwE/s1600-h/DSC03414.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370951133506152466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SolzmXKdqBI/AAAAAAAABu4/FpF-ouYuJwE/s320/DSC03414.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Namanya trik pura-pura ketangkap basah memang bukan barang baru. Setiap tahun pun, selalu trik ini kembali digunakan, maklum, murah dan sangat meriah hasilnya. Apalagi dengan meriahnya jagad perbloggeran bikers, pabrikan bisa ngirit biaya publikasi. Namun, terkadang muncul selentingan tak bertanggung jawab yang menuduh sebuah blog sebagai corong pabrikan. Yang komentar bilang tetangga sebelah, tetapi di blog lainnya bilang tetangga sebelah, yang lainnya lagi ikutan bilang tetangga sebelah waaaaaaa.......yang mana nih???  Saya sih jujur saja: "woooi pabrikan, ijk mau dong jadi corong, bokek nih hihihi........"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Trik ini pun digunakan oleh Ducati untuk mempromosikan motor barunya. Trik yang membuat para biker jadi tertarik perhatiannya dan memantau fakta-fakta terbaru tentang sang jagoan kali ini digunakan untuk Ducati Cayenne. Pernah dengar nama Cayenne kan? Bukan... bukannya yang nyanyi Titanic, itu mah Cayenne Dion (Gubrak!). Cayenne di dunia otomotif sudah dikenal di produk SUV Porsche. Aneh juga kalau melihat taktik Ducati berkenaan dengan penamaan akhir-akhir ini. Di satu sisi kurang kreatif, di sisi lain mungkin bermaksud membalikkan fakta di lapangan. Mungkin tujuannya untuk menggulingkan nama Porsche dari nama Cayenne. Atau biar gampang nongol di Google??????&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti trik yang digunakan di Ducati Street Fighter, Cayenne diproduksi tidak seluruhnya baru. Mesin tinggal dicomot dari 1098. Hanya saja, tenaga yang 155 PS dikorting hingga hanya 140 PS saja. Untuk Cayenne tipe S rencananya akan dicangkokkan Suspensi dari Öhlins yang terkenal sangat mahal sekali deh... Jika kita lihat perawakannya, tampaknya Cayenne diproduksi untuk menantang keperkasaan Triumph Tiger. Atau malah untuk menggantikan Multistrada ya?? Congor Cayenne menegaskan, kalau motor gress ini bertipikal motor penjelajah, ya mungkin juga tersirat dari congor bebeknya yang mirip BMW seri GS.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal baru yang ditawarkan Cayenne adalah penggunaan knalpot yang meninggalkan pakem desain Ducati modern. Knalpot undertail dilengserkan knalpot extra pendek seperti motor-motor MotoGP. Secara teoritis sih artinya Cayenne lebih mementingkan putaran bawah dan mengejar bobot yang ringan. Penggunaan knalpot pendek juga dimaksudkan supaya lebih mudah dalam bongkar pasang bagasi nantinya. Motor yang kapasitas tankinya hingga 20 liter ini nantinya diprediksi dilego di kisaran 13000 hingga 14000 Euro, ya sampai Jakarta mungkin jadi 450 jutaan kali ye.... Untuk gambar lebih jelasnya, tunggu saja Milan Motor Show November nanti......&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: Repro dari majalah yang tidak kubeli karena Bo##k (you know lah...)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-1865666269787997900?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/1865666269787997900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/pura-pura-ketangkap-basah-ducati.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/1865666269787997900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/1865666269787997900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/pura-pura-ketangkap-basah-ducati.html' title='Pura-pura Ketangkap Basah: Ducati Cayenne'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SolzmXKdqBI/AAAAAAAABu4/FpF-ouYuJwE/s72-c/DSC03414.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-5292092890178404923</id><published>2009-08-17T08:10:00.001-07:00</published><updated>2009-08-17T11:15:54.114-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Sepi tanpa Casey</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SolzI7bZ66I/AAAAAAAABuw/QflCGbcqlFk/s1600-h/DSC03397.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370950627844811682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SolzI7bZ66I/AAAAAAAABuw/QflCGbcqlFk/s320/DSC03397.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dominasi Yamaha di sirkuit Brno memang bukan barang baru. Semenjak mengikuti GP 500 dulu, Yamaha selalu punya peluang terbaik di sirkuit yang punya perbedaan tinggi lintasan hingga 80 meter ini, maklum saja, sangat cocok dengan karakter Yamaha yang maknyuz di tikungan. Sayang kesempatan baik ini tidak dimanfaatkan kedua rider Tech 3.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jalannya balap kemarin cukup menarik, hingga Lorenzo terjatuh tentunya (ternyata airbagnya masih ada ya.. lihat sendiri kan baju balap Dainese Lorenzo menggembung). Lorenzo membuat kesalahan pahit dan fatal di dua race berturut-turut, tidak heran tempramennya yang meledak-ledak terlihat saat doi berziarah ke gravel. Nampaknya Lorenzo harus belajar lebih sabar, lihat saja Pedrosa dan Stoner, mereka sudah lebih tahu, kapan saatnya menyerah dari sang maestro (tentunya bikin kita sebagai penonton bosan...). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lorenzo yang bertekad membuat Rossi bertekuk lutut sebelum sang legenda pensiun tampaknya harus lebih menikmati balapan. Ambisinya sendiri untuk menjadi yang pertama yang membuatnya sering menjadi yang tersial. Ingat, to finish first, first you have to finish. Namun, Lorenzo pun punya moto, dia tidak ingin jadi yang kedua, karena the second one is the first looser! Namun, kalau sampai jatuh, penonton kesepian juga kan jadinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana dengan Pedrosa? Mesin baru RC212V terbukti sudah menjadi yang paling kuli saat ini. Namun, lengan ayun baru dan settingan RC sableng belum membuat pembalap HRC ini bisa mengimbangi Rossi dan Lorenzo di tikungan. Terlihat jelas, betapa dengan mudahnya Lorenzo dan Rossi menangkap Pedrosa di tikungan. Karena ketidakkompetitifan ini, jelas saja Pedrosa dalam wawancaranya dengan Alex Hofmann merasa tidak senang atas podiumnya kali ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seharusnya lomba kemarin bisa berjalan sepanas cuacanya kalau ada Stoner. Sebab Rossi, Lorenzo dan M1 berada di level berbeda dengan kompetitor lainnya. Hanya Stoner saja yang terbukti bisa konsisten merusak acara duo Fiat Yamaha, sedangkan Pedrosa hanya bisa sesekali, ketika kondisi sedang menguntungkan. Dovi pun demikian, masih belum sengotot Pedrosa, apalagi Lorenzo.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mundurnya Stoner karena penyakitnya sebenarnya wajar saja. Nampaknya Stoner sendiri sudah ikhlas melepas kesempatan untuk jadi juara dunia tahun ini. Mesin Ducati tidak lagi superior, apalagi karakternya di tikungan yang paling sulit dikendalikan. Silahkan lihat gaya Stoner di tikungan! Tuh Lihat fotonya yang saya foto dari majalah (majalah tidak dibeli karena bokek-red). Saya pribadi kalau melihat aksi Stoner saat training maupun Qualifying, sangat terkesan dengan aksinya.  Doi mengaku suka menggunakan rem belakang di tikungan untuk memberi traksi lebih ke ban depan. Hasilnya, jangan heran kalau Desmosedici tunggangannya yang terlihat paling jago joget di tikungan. Belum tentu kalau Rossi ataupun Lorenzo naik Desmosedici bisa mengasapi Stoner lho... Namun semua setuju kan, MotoGP sepi tanpa Casey....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-5292092890178404923?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/5292092890178404923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/sepi-tanpa-casey.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/5292092890178404923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/5292092890178404923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/sepi-tanpa-casey.html' title='Sepi tanpa Casey'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SolzI7bZ66I/AAAAAAAABuw/QflCGbcqlFk/s72-c/DSC03397.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3223636859106357481</id><published>2009-08-12T07:49:00.001-07:00</published><updated>2009-08-14T07:59:07.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Kenapa Kawasaki Memilih Ninja?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoLWl9sPA8I/AAAAAAAABuo/SX0xvpdFxv8/s1600-h/DSC03410.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369089653482652610" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoLWl9sPA8I/AAAAAAAABuo/SX0xvpdFxv8/s320/DSC03410.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Semua tahu ninja kan? Jagoan bela diri (sebenarnya lebih tepat: nyerang) ini memang bukan hanya legendaris di Jepang, tetapi sudah mendunia. Dengan segala legenda dan ketangguhannya, tidak salah Kawasaki menggunakan nama Ninja untuk motor sport andalannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ninja memang bisa dianggap pendekar Jepang terbaik di Jepang, bahkan di dunia (Itu katanya orang bule lho...). Dalam sebuah siaran yang mendokumentasikan berbagai ksatria dan ilmu bela diri dari berbagai negara, ilmu ninja keluar sebagai pemenangnya. Tentu saja menang, wong pendekar Indonesia tidak ada yang ikutan... Belom tahu bule-bule tentang orang-orang sakti macam Ki Gede Anue, Advent Bangun dan Barry Prima wakaka...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Jepang sendiri sebenarnya ada dua jenis aliran ksatria yang mendunia, yakni Samurai dan Ninja. Nah, kali ini kita konsentrasi ke kedua macam ksatria ini. Masing-masing memiliki kelebihan, tetapi ninja itu dianggap lebih flexible dan panjang umur. Kenapa? Bukan hanya dari pakaian dinasnya yang flexible, tetapi juga persenjataan dan filosofinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika Samurai mengandalkan katana, maka Ninja dibekali jauh lebih banyak perlengkapan, mulai dari pedang, piau, serbuk untuk bikin mata musuh kelilipan, berbagai macam alat buat memanjat tembok, alat untuk berjalan di atas air dan sebagainya. Dengan fisik prima dan ketangkasan menggunakan peralatan-peralatan ini, tidak heran Ninja begitu melegenda dan kadang dianggap memiliki kekuatan supranatural.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapakah Ninja paling terkenal? Pasti pernah denger deh: Hatori! Hatori Hanso dianggap sebagai ninja yang paling dahsyat yang pernah ada. Sejak kecil, dia sudah dilatih ayahnya sendiri untuk menjadi seorang ninja. Dari kecil doi sudah belajar bermeditasi, dan pada umur 10 tahun sudah sangat mahir melempar pisau ninja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang membuat Hatori begitu terkenal adalah perannya dalam sebuah perang di abad ke-16. Doi berhasil menyelinap sendirian ke istana musuh di malam hari dan membunuh sang penguasa dari pihak musuh dengan racun. Ini sangat luar biasa, mengingat saat itu menjelang perang dan istana yang dilengkapi banyak jebakan itu dijaga ketat. Esok harinya, perang terbuka pun dimulai. Para Samurai terlibat dalam perang frontal dan pasukan Ninja disuruh menyelinap ke istana musuh. Namun, pasukan Samurai dari pihak Hatori habis dibantai di perang terbuka, para ninja yang tidak dapat backingan pun harus kabur menyelamatkan diri. Singkatnya, para Ninja ini habis dibunuh pihak penguasa satu persatu. Hanya Hatori lah yang selamat dan akhirnya membuka sekolah Ninja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, sekarang kita balik ke tema, kenapa Kawasaki memilih Ninja, bukannya Samurai? Kedua ksatria ini berbeda filosofi Bro...  Dua-duanya memang dahsyat, hanya saja Samurai dengan filosofinya terlalu jantan bin ksatria kali ye... Jika seorang Samurai gagal dalam misinya, maka ia akan melakukan harakiri. Nah kalau Ninja itu menghargai kehidupannya. Ninja bisa hidup dengan masa lalu yang penuh kegagalan misalnya. Bagi Ninja, yang penting adalah masa kini. Jika seorang Ninja gagal, paling banter dia membuang identitasnya, tetapi tetap menjalani hidup. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam pertarungan pun terlihat, kalau Ninja lebih doyan hidup. Jika Samurai berduel secara jantan dan terbuka, maka Ninja sebaliknya. Sebisa mungkin mereka menghabisi lawannya tanpa perlawanan. Jadi, mereka seringkali melumpuhkan lawan secara diam-diam. Tidak heran, di zaman itu banyak rumah Jepang yang didesain antininja. Keahlian lain dari Ninja adalah menyamar. Dengan cara menyamar inilah mereka meloloskan diri dari musuh-musuhnya. Baru di malam hari para Ninja menghabisi musuhnya, ketika mereka sedang lengah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, jelas kan sekarang, kenapa Kawasaki memilih Ninja........&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Model: Pura-pura Ninja&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3223636859106357481?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3223636859106357481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/kenapa-kawasaki-memilih-ninja.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3223636859106357481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3223636859106357481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/kenapa-kawasaki-memilih-ninja.html' title='Kenapa Kawasaki Memilih Ninja?'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoLWl9sPA8I/AAAAAAAABuo/SX0xvpdFxv8/s72-c/DSC03410.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-6377313668484265801</id><published>2009-08-12T07:47:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T09:36:57.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Schumacher Batal Comeback</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoLWQ1OnHnI/AAAAAAAABuY/Zi-EAkyTISY/s1600-h/DSC03413.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369089290433666674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoLWQ1OnHnI/AAAAAAAABuY/Zi-EAkyTISY/s320/DSC03413.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemarin, Schumi menulis kabar buruk di Website pribadinya, doi batal turun di ajang balap F1 di Valencia nanti! Hari ini, Schumi didampingi manajernya serta dokter Johannes Peil mengadakan konfrensi Pers di hotel Intercontinental Jenewa, Swiss.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Batalnya penampilan Schumi ini membuat para penggemarnya kecewa berat. Sejak dua minggu lalu, banyak para penggemar yang kembali terpancing niatnya untuk nonton F1. Kembalinya Schumi menimbulkan eforia tersendiri, terutama di Jerman dan Italia yang menjadi basis Ferrari dan Schumacher. Penjualan souvenir official Schumi maupun yang tidak resmi pun melonjak drastis. Batalnya aksi Schumi di Valencia pun menimbulkan spekulasi, bahwa niat comeback ini semata-mata untuk menaikkan pamor F1 dan menaikkan penjualan merchandise Schumi semata. Nah apakah benar demikian? Begini hasil konfrensi persnya......&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Schumi sebenarnya sudah berlatih habis-habisan untuk comebacknya ini. Pria yang selalu menjaga kebugarannya ini menggenjot habis fisiknya, hingga di minggu pertama doi bisa turun 3 kg. Schumi pun berlatih gokart lebih intensif hingga berjam-jam. Berhubung aturan baru melarang test mobil F1 aktual, maka Schumi hanya bisa berlatih menggunakan mobil F1 tahun 2007. Tidak cuma itu, ban versi sekarang pun dilarang di pasang di mobil latihannya. Latihan di Mugello ini banyak menarik perhatian pers dan penggemar F1. Schumi berkata, dia sangat senang bisa beraksi kembali, dia merasa kemampuan mengemudinya masih kompetitif. Namun, rasa sakit di bagian tengkuknya yang timbul ketika berlatih dengan mobil F1, dianggap sangat mengganggu performa maksimalnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasa sakit di bagian tengkuknya inilah yang menjadi satu-satunya batu sandungan saat itu. Test dokter hari Senin lalu pun memvonis, rasa sakit ini tidak bisa dianggap remeh. Rasa sakit ini timbul akibat kecelakaan yang diderita Schumi saat menggeber Fireblade tim HRP di Cartagena, Spanyol, pada bulan Februari lalu. Kecelakaan itu membuat doi patah tulang rusuk kiri, retak tulang leher bagian atas dan tulang dasar tengkorak kepala serta kerusakan arteri yang mensuplai otak kecil. Semua kerusakan itu telah dideteksi dari awal dan sebenarnya sudah sembuh. Hanya saja, retak di bagian tengkorak yang menjadi bagian yang menyambungkan tempurung kepala dengan leher belum sepenuhnya pulih. Namanya juga sudah berumur..... Sebenarnya Schumi sendiri baru merasakan nyeri lagi saat latihan dengan mobil F1, sedangkan latihan fisik lainnya tidak menimbulkan rasa nyeri ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mengemudikan F1, pembalap dituntut memiliki bagian tengkuk yang kuat. Gaya gravitasi dan kinetik yang ditimbulkan akibat akselerasi F1 yang meledak-ledak ternyata terlalu kuat bagi tengkuk Schumacher. Schumi sendiri menyatakan sangat kecewa tidak bisa comeback. Dia merasa, yang paling mengecewakan karena tidak bisa turun menggantikan Massa yang sudah menjadi teman dekatnya. Ketika wartawan menanyakan spekulasi-spekulasi soal bisnis, Schumi langsung ketus menjawab, kalau dia tidak peduli soal itu. Sekarang dia benar-benar merasa kecewa karena fisiknya sendiri tidak menyanggupi keinginannya dan penantian berbagai pihak yang mendukung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika ditanya, apakah akan comeback di kesempatan lain (bukan di seri Valencia), Schumi pun berkata belum memikirkan ke arah situ. Padahal di luar sana, para penggemar masih berharap, siapa tahu Schumi akan comeback di seri berikutnya, atau bahkan tahun depan. Sebab beredar Rumor, bisa jadi Ferrari tahun depan menurunkan 3 mobil. Ketika ditanya, apakah mau balap motor lagi, Schumi menjawab, saat ini dia benar-benar ingin mengorganisir kesehatannya dulu. Namun, tidak ada yang bisa mencegah doi naik motor, karena dia mencintai olahraga roda dua ini. Sang dokter pun mengiyakan, semuanya terserah Schumi sajalah.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kabar terakhir, Ferrari akan menugaskan Luca Badoer untuk mengambil alih tugas Massa, yang saat ini sudah semakin pulih dan tak sabar turun lagi di balap F1. Badoer adalah tester Ferrari. Doi terakhir turun balap reguler F1 10 tahun lalu. Dari 49 kali race, dia mendapat point sebanyak: 0 wakakka........ Jadi, jangan kaget kalau ada sebuah Ferrari start dari posisi buncit. Dah, daripada Luca Badoer, mendingan Luca Toni deh.. dijamin penggemar bola ikutan nonton F1, rame to.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber: Siaran Langsung NTV.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-6377313668484265801?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/6377313668484265801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/schumacher-batal-comeback.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6377313668484265801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/6377313668484265801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/schumacher-batal-comeback.html' title='Schumacher Batal Comeback'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoLWQ1OnHnI/AAAAAAAABuY/Zi-EAkyTISY/s72-c/DSC03413.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-8486356462212810544</id><published>2009-08-10T10:23:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T06:49:32.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gebetan Baru'/><title type='text'>3 Serangkai Kawasaki: ER-6n, ER-6f dan Versys</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoBYLx0aU4I/AAAAAAAABtI/JVfUZbdS6Ts/s1600-h/DSC03391.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368387715200603010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoBYLx0aU4I/AAAAAAAABtI/JVfUZbdS6Ts/s320/DSC03391.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kawasaki ER-6n&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kapasitas tanki: 15, 5 liter&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berat: 196 Kg&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Panjang: 2100 mm&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tinggi jok: 785 mm&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Harga: 6745 Euro&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kapasitas Maximum: 171 Kg&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoBYLiFlbHI/AAAAAAAABtA/jUfmX_1QSjQ/s1600-h/DSC03392.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368387710977666162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoBYLiFlbHI/AAAAAAAABtA/jUfmX_1QSjQ/s320/DSC03392.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kawasaki ER-6f&lt;/p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kapasitas Tanki: 15,5 liter&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berat: 200 Kg&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Panjang: 2105 mm&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tinggi jok: 790 mm&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Harga: 7145 Euro&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kapasitas Maximum: 180 Kg&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoBYLR91chI/AAAAAAAABs4/hPdo8M1Kpco/s1600-h/DSC03393.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368387706650194450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoBYLR91chI/AAAAAAAABs4/hPdo8M1Kpco/s320/DSC03393.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Kawasaki Versys &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kapasitas Tanki: 19 liter&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berat: 209 Kg&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Panjang: 2125 mm&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tinggi Jok: 850 mm&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Harga: 7445 Euro&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kapasitas Maximum 179 Kg&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoBYLK0wsiI/AAAAAAAABsw/4Kfa8hN5fWw/s1600-h/DSC03394.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368387704733086242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoBYLK0wsiI/AAAAAAAABsw/4Kfa8hN5fWw/s320/DSC03394.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rencana Kawasaki memasarkan ER-6n dan ER-6f di pasar motor tanah air mendapat sambutan meriah, maklum perkiraan harga yang ditawarkan dianggap masih cukup terjangkau banyak bikers (tentunya bukan oleh saya). Kedua motor yang sangat banyak persamaannya ini sebenarnya memiliki seorang kembaran lagi, yakni si Versys.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga motor ini adalah cerminan strategi Kawasaki dalam menghemat sumber daya produksi sekaligus memperbesar daya tangkap jaring penjualannya. Jika dulu pernah kita bahas trik yang juga dipakai Yamaha untuk YZF-R125 dan dua orang saudara semesinnya, kini kita bahas produknya Kawasaki. Ketiga motor ini bisa dibilang sejiwa karena mesin yang digunakan sama plek. Mesin sama-sama 2 silinder sejajar berkapasitas 649 cc dengan 6 tingkat percepatan. Hanya ada perbedaan setting di mesin yang dicangkokkan ke Kawasaki Versys. Mengenai hal ini, akan terlihat saat kita lihat hasil komparasi performa ketiga motor ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Persamaan lainnya adalah di kaki-kaki. Velg ketiga motor sama-sama 17 inci dan dibalut ban 120/70 di depan dan 160/60 di belakang. Rem juga sama-sama cakram dobel berdiameter 300 mm di depan dan tunggal 220 mm di belakang. Meskipun termasuk kelas pahe, ketiga moge kelas ekonomi ini sudah dilengkapi ABS lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal karakter mesin, ketiganya dinilai cukup memuaskan dan cocok bagi pemula. Mesin yang dinilai lumayan bertenaga ini memiliki power band luas dan berkarakter minim getaran. Perpindahan gigi pun dinyatakan tidak bermasalah! Dengan segala karakternya ini, tidak heran kalau ketiga motor ini direkomendasikan untuk mereka yang baru belajar mengendarai moge kapasitas besar, untuk mereka yang sudah lama tidak geber moge dan untuk kaum hawa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara umum, ketiga moge ini mudah dikendalikan sehingga dinilai cocok untuk digunakan harian (ini bukan kata orang Jakarta lho ya....).Versys dinilai memiliki riding position paling nyaman. Posisi mengendara yang tegak ini membuat doi direkomendasikan untuk mereka yang sudah berumur. Kalau diperhatikan konsepnya, Versys memang agak aneh. Menurut saya, ini motor cocok bagi mereka yang menginginkan motor berkarakter seperti Ducati Multistrada, tetapi hanya berbudget setengahnya. Hanya sayangnya, Versys belum dilengkapi bracket untuk mencantolkan bagasi khusus motor. Harga Versys yang paling mahal sebenarnya sesuai dengan fitur yang ditawarkan. Tidak hanya bodi dan lengan ayunnya, berbeda dengan dua saudaranya, suspensi Versys bisa disetel-setel. Di depan pun Versys sudah menganut fork USD. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mereka yang doyan touring jarak jauh, ER-6f paling dianjurkan. Fairing dan windshieldnya sangat membantu menepis terpaan angin di kecepatan tinggi. Hanya saja, tampilan ER-6 berfairing ini dinilai terlalu sederhana dan jadul. Oleh karena itu, banyak yang lebih memilih ER-6n. Yang dikritik dari motor-motor ini dalah performa suspensi belakangnya yang dianggap kurang yahud. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang kita lihat hasil komparasinya. Meskipun memnggunakan mesin sama, tentunya ada perbedaan karena bentuk dan bobot ketiga motor ini yang berlainan. Di segi mesin, hanya setting Versys yang berbeda, tenaga dan torsi puncaknya lebih rendah, tetapi putaran bawah dan tengahnya terbukti lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Berikut hasil komparasinya: ER-6n--ER-6f--Versys&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Top speed: 200 Km/jam-- 210 Km/jam -- 185 Km/jam&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;power: 72 PS @ 8500 rpm-- 72 PS @ 8500 rpm-- 64 PS @ 8000 rpm&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;torsi: 66 Nm @ 7000 rpm-- 66 Nm @ 7000 rpm-- 61 Nm @ 6800 rpm&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;akselerasi 0 hingga 100 Km/jam : 3,9 detik-- 4,2 detik-- 4,1 detik&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;60-140 Km/jam dengan gigi teratas: 10,7 --10,4 --9,7 detik &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Katalog, Alle Motorräder in Deutschland 2008.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-8486356462212810544?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/8486356462212810544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/3-serangkai-kawasaki-er-6n-er-6f-dan.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8486356462212810544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/8486356462212810544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/3-serangkai-kawasaki-er-6n-er-6f-dan.html' title='3 Serangkai Kawasaki: ER-6n, ER-6f dan Versys'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SoBYLx0aU4I/AAAAAAAABtI/JVfUZbdS6Ts/s72-c/DSC03391.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4804318095482466065</id><published>2009-08-06T06:58:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T07:47:02.265-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor Klassik'/><title type='text'>Yamaha SR500: Back to Jadul!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnrhxOxp7-I/AAAAAAAABso/XC-HeZnzvxg/s1600-h/DSC03388.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366850141861572578" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnrhxOxp7-I/AAAAAAAABso/XC-HeZnzvxg/s320/DSC03388.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kalau di tanah air banyak yang protes pada AHM karena si Honda Tiger yang terlalu minim perubahannya dan tidak muncul-munculnya motor yang berkapasitas 250 cc, harap maklum saja. Kalau dibandingkan dengan Yamaha SR500, maka kiprah Honda Tiger di tanah air masih belum seberapa. Honda Tiger masih harus muncul beberapa tahun lagi untuk melampaui rekord SR500. Bingung saya ngomongin apaan? Yowis, kita kenalan saja dulu dengan si SR500.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nama Yamaha SR500 mungkin tidak terlalu beken di tanah air, tetapi di luar negeri, apalagi di kalangan bikers Jerman, boleh jadi ini motor dilabeli motor sejuta umat. Yup, ini motor laris manis di Jerman selama kiprahnya kurang lebih 20 tahun, yakni 1978 hingga 1999! Nama SR500 mudah saja artinya, 500 adalah kapasitas mesinnya dan SR adalah singkatan dari single road. Single karena motor 4 tak berkapasitas tepatnya 495 cc (ada juga yang bilang 499 cc) ini hanya memiliki satu silinder. Buat kita, motor silinder tunggal itu memang pasaran, tetapi beda di Eropa sini. SR500 ditawarkan bagi mereka yang ingin memberontak dari kepungan produk 4 silinder yang sedang booming kala itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buat para lelaki yang bosan suara mesin sopran 4 silinder, silahkan ambil suara bas 1 silinder! Begitulah kira-kira filosofinya dulu. SR500 sebenarnya merupakan pengembangan dari motor jadul! Hanya saja, saat itu belom berkembang istilah retro bike. Yamaha sendiri mengakui, gaya yang dianut SR500 adalah gaya motor klassik Inggris tahun 60-an.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Motor yang super simple ini menawarkan torsi besar di putaran rendah, yakni cukup pada rpm 3500. Tenaga puncaknya pun dicapai pada putaran 6600 rpm saja. Tenaga maksimum yang dikeluarkan SR500 generasi awal sebesar 34 PS. Dengan tenaga sebesar itu, motor berbobot kosong 170 Kg ini sanggup berlari hingga 145 Km/jam. Segala kesederhanaan motor ini membuat doi sangat digemari. Tidak hanya itu, motor ini juga handal untuk bekerja keras, sebab sanggup mengangkut beban hingga 220 Kg!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Awalnya, SR500 (2J4) ditawarkan dengan velg jari-jari dan rem cakram. Dalam perkembangan selanjutnya, doi ditawarkan juga dengan velg palang alumunium. Sekitar musim panas/musim gugur tahun 1986, kapasitas tanki SR500 dinaikkan dari 12 liter menjadi 14 liter. Pada tahun 1988, Yamaha mengeluarkan SR500 seri 48T. Kali ini, SR500 dilengkapi dengan velg jari-jari dan rem tromol di depan! Rem tromol Duplex ini dicangkokkan menggantikan rem SR500 yang sebelumnya cakram! Nah bingung kan..... Itu atas alasan estetika Bro.. Jadi SR500 benar-benar mengusung tema back to jadul!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada tahun 1989, SR 500 ada juga yang ditawarkan dengan tenaga yang sudah dikorting 7 PS. Lho kok gitu? Versi yang 27 PS ini menjawab berlakunya aturan SIM dan asuransi. Versi kebiri ini hanya sanggup berlari hingga 135 Km/jam saja. Memasuki tahun 1990, aturan tingkat kebisingan dan emisi gas buang semakin ketat. Yamaha pun wajib tunduk pada aturan yang berlaku, akibatnya SR500 kembali turun tenaganya hingga hanya 24 PS saja. Karena itulah, SR500 hingga tahun 1989 lebih diminati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hingga saat ini, SR500 masih banyak beredar di Jerman. Bukan karena SR500 banyak saja, tetapi karena banyak penggemarnya. Motor yang aslinya bergaya soft chopper ini banyak yang dimodif jadi chopper atau cafe racer. SR500 pun tergolong motor yang memiliki status dikultuskan. Penggemarnya tidak hanya bertemu di jalanan, tetapi juga di forum dunia maya, yup, ada forum tersendiri bagi penggemar SR500.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selama 20 tahun masa eksisnya, Yamaha sangat minim mengotak-atik SR500. Kejadulannya malah menjadi daya tarik tersendiri ditengah kepungan motor-motor yang menawarkan teknologi terkini. Wajar saja sebenarnya SR500 minim ubahan, mengingat produk ini sangat baik diserap pasar. Ingat, mengubah-ubah bisa berisiko melorotnya penjualan! Di Jepang sendiri, SR500 kembali nongol lagi dalam rangka ulang tahunnya yang ke-30. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, kalau ditilik kisah si SR500, ada kemiripan dengan Honda Tiger kan? Malah, Tiger masih lebih seringan ganti baju lho... Kisah SR500 ini bisa jadi terulang jika FZ16 jadi diluncurkan YMKI. Bukan gaya retronya, tetapi mundur teknologi alias jadulnya hehe (piss ah...). Buat pabrikan, pilih mana sih? Dibilang canggih, tetapi ekonomi carut marut, atau dianggap bodinya keren plus penjualan laris manis, meskipun ada selentingan terhadap teknologi jadulnya??????? Kejadian sudah sering Bro.. Bulan kemarin, Porsche yang produknya terlalu canggih akhirnya dicaplok VW yang sukses menerapkan teknologi secara pas (tidak berlebihan). Ya intinya, konsumen adalah raja. Kalau konsumen memuji pol-polan, tetapi pada tidak beli (atau sedikit yang membeli), nah makan deh tuh puji-pujian.......&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.tree.de/4u/yamaha/"&gt;www.tree.de/4u/yamaha/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;wikipedia.de &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4804318095482466065?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4804318095482466065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/yamaha-sr500-back-to-jadul.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4804318095482466065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4804318095482466065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/yamaha-sr500-back-to-jadul.html' title='Yamaha SR500: Back to Jadul!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnrhxOxp7-I/AAAAAAAABso/XC-HeZnzvxg/s72-c/DSC03388.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3761244177588159531</id><published>2009-08-04T10:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T11:13:21.732-07:00</updated><title type='text'>Stop Provokasi dan Arogansi Schalke 04!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pernah dengar nama klub bola Jerman Schalke 04? Memang tidak setenar Bayern München atau Borussia Dortmund, tetapi klub yang bermarkas di Gelsenkirchen ini termasuk klub bola papan atas Jerman. Buat Bro yang juga penggemar bola dan mengikuti piala UEFA, pastinya pernah dengar nama klub ini, yup klubnya si Kevin Kuranyi, pesepakbola yang tidak akan bermain di timnas Jerman lagi selama Löw menjadi Bundestrainer.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bro bingung kenapa mendadak saya menulis tentang bola? Sebenarnya bukan mau menulis tentang bola, tetapi hal yang jauh lebih penting dibandingkan sepak bola. Seperti Bro ketahui, banyak suporter bola yang sangat mencintai olahraga yang satu ini lebih dari apapun di dunia ini. Ya, tentunya kalau sudah begitu tidak baik. Meskipun permainan bolanya tergolong kaku, Jerman termasuk negara yang gila bola! Terlihat dari siaran beritanya, tidak ada sehari pun tanpa kabar dari Bundesliga! Nah di Indonesia tidak begitu kan???&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artikel kali ini ingin mengangkat tentang tindak provokasi Schalke 04 yang sebenarnya sudah ada dari dulu, tetapi anehnya baru sekarang terangkat. Berawal dari sebuah media Turki yang baru-baru ini mengangkat teks hymne Schalke yang membawa nama Nabi Muhammad SAW. Lah...bingung kan bacanya? Buat apa nama Nabi disebut-sebut di hymne sebuah klub bola? Di sini bisa kita lihat adanya pelecehan dan tindakan provokasi yang dilakukan pihak Schalke 04! Aneh juga kalau dipikir-pikir... kenapa bisa kecolongan?????? Kenapa baru sekarang terbongkar??? PAdahal itu hymne dari dulu lho!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begini Hymnenya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Vereinslied :&lt;/strong&gt;Blau und Weiß, wie lieb ich Dich (Text bearbeitet von Hans J. König / 1963) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Blau und Weiß, wie lieb ich Dich Blau und Weiß, verlass mich nicht Blau und Weiß ist ja der Himmel nur Blau und Weiß ist unsere Fußballgarnitur&lt;br /&gt;Hätten wir ein Königreich Machten wir es den Schalkern gleich Alle Mädchen, die so jung und schön Müssten alle Blau und Weiß spazieren gehn&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mohammed war ein Prophet Der vom Fußballspielen nichts versteht&lt;/strong&gt; Doch aus all der schönen Farbenpracht Hat er sich das Blau und Weiße ausgedacht&lt;br /&gt;Tausend Feuer in der Nacht Haben uns das große Glück gebracht Tausend Freunde, die zusammenstehn Dann wird der FC Schalke niemals untergehn. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wir bieten für Hobby-Musiker die Klavierpartitur des Liedes auf zwei Seiten als PDF-Datei Format zum Download und ausdrucken an. pdf download&lt;br /&gt; © Alle Rechte an der Sound-Datei und der zugrundeliegenden Aufnahme liegen beim FC Schalke 04!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.schalke04.de/vereinslied..html" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://www.schalke04.de/vereinslied.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau diartikan sebenarnya tidak parah-parah amat, tetapi dalam Islam, Nabi itu bukan untuk lelucon. Nama Rasul itu sakral! Sudah selayaknya tindakan-tindakan provokasi semacam ini dihapuskan. Agama dan kepercayaan manapun adalah hak asasi, dan penghinaan atau pelecehan diatasnya adalah pelecehan terhadap hak asasi manusia!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat ini, komunitas muslim Jerman sedang hangat-hangatnya memprotes dan minta bagian ini dihapuskan (walaupun susah dan terlambat!). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mari Bro, kita doakan semoga segera dihapuskan bait yang satu ini... Semoga tidak terulang lagi provokasi kelas berat semacam ini terhadap agama manapun juga! Ayo berdoa.. kan &lt;strong&gt;doa&lt;/strong&gt; itu paling mudah...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau Bro bisa lebih, silahkan ber&lt;strong&gt;kata-kata&lt;/strong&gt; ke email berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau Bro mau berpartisipasi, silahkan email ke alamat Schalke 04 berikut ini :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;a href="http:///mc/compose?to=post@schalke04.de" target="_blank" rel="nofollow"&gt;post@schalke04.de&lt;/a&gt;     dan   &lt;a title="Öffnet ein Fenster zum Versenden einer E-Mail" href="mailto:presse@schalke04.de" target="_blank" rel="nofollow"&gt;presse@schalke04.de&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Silahkan di protes dalam bahasa yang mudah dimengerti pihak Schalke 04 (Jerman/ Inggris). Mohon protesnya dengan bahasa yang baik ya....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau pihak Schalke 04 tidak bersedia dan bersikeras, silahkan &lt;strong&gt;bertindak dengan tangan&lt;/strong&gt;!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;NB: Departemen penyalur Teroris mana nih???????&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;script language="javascript"&gt;&lt;br /&gt;document.write('&lt;a target="_blank" href="http://www.webcounter.ws/counter-eu-com-template.php?a=arie"&gt;');&lt;br /&gt;document.write('&lt;img alt="counter.eu.com" border="0" hspace="0" vspace="0" src="http://www.webcounter.ws/counter.php?a=arie" /&gt;&lt;/a&gt;');&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-3761244177588159531?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/3761244177588159531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/stop-provokasi-dan-arogansi-schalke-04.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3761244177588159531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/3761244177588159531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/08/stop-provokasi-dan-arogansi-schalke-04.html' title='Stop Provokasi dan Arogansi Schalke 04!'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-4148896611248395906</id><published>2009-07-31T08:04:00.001-07:00</published><updated>2009-08-04T10:38:59.733-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngelantur'/><title type='text'>Disiplin Naik Sepeda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnMISHhiV9I/AAAAAAAABsg/HR6oGmeducs/s1600-h/DSC02240.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364640688478771154" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnMISHhiV9I/AAAAAAAABsg/HR6oGmeducs/s400/DSC02240.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak tingkah laku bikers di jalanan ibukota yang bikin hati was-was atau terkadang rasanya ingin praktik maen smackdown di jalanan. Semua itu kebanyakan berawal dari ketidakdisiplinan si begajulan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada ketidakdisiplinan yang lumrah, tetapi ada juga yang rasanya pingin ta clurit! Bagaimana tidak?? Kalau ketidakdisiplinan itu dilakukan dengan sengaja dan membahayakan orang lain, apa namanya bukan cari penyakit?!!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mudah-mudahan kelakuan-kelakuan yang tidak baik itu bisa dijauhkan dari kita. Setiap melihat kelakuan semprul sebaiknya kita kembalikan ke diri sendiri, apakah barangkali kita pernah melakukannya? Memang untuk menjadi lebih baik kita selalu butuh cermin bukan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya mau cerita sedikit tentang kedisiplinan di Jerman. Soal disiplin, negara yang satu ini tidak perlu ditanya, ini biangnya! Memang negara yang basisnya sejak berabad-abad yang lalu berwarna militer ini menjadikan disiplin tinggi sebagai salah satu ciri dan modal besarnya untuk maju (bukan berarti sama sekali bebas dari ketidakdisiplinan lho...).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak perlulah kita bahas tentang kedisiplinan pengendara motornya. Kita bahas saja pengendara sepedanya. Di sini, naik sepeda pun punya aturan. Memang tidak diwajibkan pakai helm ataupun ada batas kecepatan maksimum sih... tetapi ada jalur khusus tersendiri bagi sepeda. Sepeda, sebagaimana pengguna jalan lainnya termasuk pejalan kaki, harus mematuhi aturan lalu lintas. Wong nyebrang jalan tidak ditempatnya saja kalau kepergok pak pulisi kena 40 Euro kok, dan tidak ada itu acara tawar-menawar!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak sebatas itu, naik sepeda pun tidak boleh sambil mabok lho! Kalau dicurigai mabok atau terkena razia, ada alat khusus yang mengukur kadar alkohol dalam darah. Jadi, selalu ada bukti dan patokan pas, bukan kira-kira dan mengeliminir ruang untuk tawar-tawaran. Tidak bisa jadinya bilang: cuma secuil kok pak.... cuma sesendok (sendok semen????!!!!).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukan cuma rambu lalu lintas, sepeda pun wajib memasang lampu jika dipakai di malam hari. Pemasangan lampu ini tujuan utamanya untuk menjaga keselamatan si pengendara sepeda itu sendiri, sebab jalanan di Jerman (dibandingkan negara Eropa Barat lainnya, apalagi Belgia) relatif gelap gulita! Minimal harus ada lampu belakang! Kalau ketangkap basah di malam hari tanpa lampu belakang, ya siap-siap keluar uang lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di kota-kota besar dan padat macam Hamburg, ada unit kepolisian khusus yang menggunakan sepeda. Kenapa? Ya namanya buat nguber pengendara sepeda yang tidak disiplin, tentunya harus pakai sepeda juga! Di Jena sih tidak ada itu polisi sepeda.. aman.. aman hehehe... Terakhir saya naik sepeda ugal-ugalan soalnya haha.. Abis nonton MotoGP tapi ga punya motor gitu deh jadinya..... jadi pinjem sepeda temen dan ta geber full throttel wuuuuuuuzzzzzzz ....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto: HP-Klassikku&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2041467212574669842-4148896611248395906?l=motorklassikku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://motorklassikku.blogspot.com/feeds/4148896611248395906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/07/disiplin-naik-sepeda.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4148896611248395906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2041467212574669842/posts/default/4148896611248395906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://motorklassikku.blogspot.com/2009/07/disiplin-naik-sepeda.html' title='Disiplin Naik Sepeda'/><author><name>arie slight</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16735689033506893266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SaLOh8Ugl9I/AAAAAAAAAZg/pnRz2gy9L-U/S220/DSC00267.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnMISHhiV9I/AAAAAAAABsg/HR6oGmeducs/s72-c/DSC02240.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2041467212574669842.post-3920398782365273133</id><published>2009-07-31T08:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T10:17:49.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gebetan Baru'/><title type='text'>Honda Goldwing Terkini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnMHo4NHBKI/AAAAAAAABsY/UDITN0nKO4Y/s1600-h/DSC03251.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364639979991925922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnMHo4NHBKI/AAAAAAAABsY/UDITN0nKO4Y/s320/DSC03251.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nah, sekarang kita ketemuan sama si Goldwing generasi terkini. Sama seperti leluhurnya, Goldwing tetap menjadi rajanya motor touring kelas wahid. Seperti biasa, makin tinggi, maka makin kencang angin berhembus. Di kalangan bikers internasional ada dua kelompok, yakni yang sebel sama gayanya Goldwing dan tentunya yang fanatik dengan Goldwing. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berbeda dengan leluhurnya yang hanya berkapasitas 1000 cc dan hanya memiliki 4 silinder, Goldwing terbaru dilengkapi mesin boxer 6 silinder berpendingin radiator berkapasitas 1832 cc! Meskipun berkapasitas besar, sesuai kodratnya sebagai motor touring, mesin ini hanya menyemburkan tenaga maksimum 118 PS @ 5500 rpm saja. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnMHouJaGLI/AAAAAAAABsQ/_zvdfQlN-tk/s1600-h/DSC03253.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364639977292044466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnMHouJaGLI/AAAAAAAABsQ/_zvdfQlN-tk/s320/DSC03253.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Goldwing memang sebuah motor yang extra gambot. Saya teringat saat pertama kali melihat motor ini di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta Selatan saat saya masih kecil. Pertama melihat ini motor, dalam hati saya berkata: BUUUUSSEEEETT.. ini motor apa becak?? GEde AJAH!!!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kembali ke track.. Untuk dapat menempuh perjalanan jauh, Goldwing memiliki tembolok yang cukup besar, yakni 25 liter. Meskipun tenaga puncaknya kecil, mesin besar tentunya merupakan jaminan untuk memperoleh torsi besar. Dan memang torsi besarlah yang paling dibutuhkan motor yang berbobot mulai dari 405 Kg ini (bobot tergantung aksesoris Bro.. Kalau situ pakai Goldwing buat jualan ulekan, ya berat lah...). Goldwing yang berPGM-FI memanjakan pengendaranya dengan torsi maksimum hingga 167 Nm @ 4000 rpm. Apa jadinya jika mesin 1800 cc 6 silinder masih pakai karburator? bangkrutz euy!&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnMHoQDbXrI/AAAAAAAABsI/PXxHg0hMmwM/s1600-h/DSC03250.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364639969213898418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LLDNvwW78AA/SnMHoQDbXrI/AAAAAAAABsI/PXxHg0hMmwM/s320/DSC03250.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a
